Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Perlahan Kebahagiaan Itu Kembali


__ADS_3

Berjalannya waktu terus berlalu, Keberanian Handoko mendekati Nimas semakin dia perlihatkan, namun justru sekarang Damar seakan tak menyukai hal itu.


Saat ia mulai mencurigai Handoko sebagai ayahnya, ia mulai berasumsi jika Handoko adalah lelaki bajingan yang membuang dia dan ibunya.


“Damar!” panggil ibunya yang duduk menunggunya pulang.


Damar kini menjadi pendiam, tak ada tawa candanya lagi, ia selalu melakukan perjalanan bisnis untuk menghindari sang bunda, Kiky dan ayahnya.


“aku mau mandi dulu mah” kembali Damar menghindari ibunya


“kesinilah sebentar, bunda hanya minta waktu kamu sejenak” ucap sang bunda dengan nada menghiba


Damar pun mendekat,


“duduklah”


Damar seperti menurut. Duduk dengan malas berseberangan dengan ibunya di sofa yang empuk, menyandarkan tubuhnya yang begitu lelah.


“bunda akan mengatakan semuanya, bukankah itu yang ingin kamu ketahui?”


Damar mengangkat kepalanya yang bersandar. mencoba menatap sang bunda


“Bunda tau kamu marah, kamu kecewa karena bunda tak mengatakan siapa sebenarnya ayah kandung kamu.. tapi dengar dulu kejadian sebenarnya”


“bunda minta maaf, jika kebenaran yang akan bunda ungkap semakin membuat kamu kecewa pada bunda, mungkin kamu akan malu memiliki seorang ibu seperti bunda” tunduknya


Damar hanya diam, ia hanya menautkan kedua keningnya sejenak merasa bingung dengan kata kata sang bunda.


“bunda adalah seorang yatim piatu yang di tampung oleh sebuah keluarga, keluarga itu bekerja pada sebuah rumah tuan besar yang sangat kaya, bunda di beri kebebasan untuk sekolah oleh keluarga tersebut, hingga bunda lulus sekolah, bunda tetap bekerja di rumah itu menggantikan orang yang telah membesarkan bunda karena mereka telah tiada”


“bunda kamu bukan orang kaya, bunda kamu hanya seorang pembantu nak” tatapnya malu pada sang anak


“keluarga itu begitu baik pada bunda, hingga membuat bunda lupa.. posisi bunda disana..” ucapnya


“bunda jatuh cinta pada sang tuan muda, karena tuan muda juga mencintai bunda” jelasnya menunduk


“suatu ketika, jiwa kami yang memiliki cinta yang menggelora, telah melampaui batas antara kami berdua, tuan muda yang telah di tunjuk menggantikan sang ayah terlalu bahagia, membuat kita lupa dan melakukan kesalahan terbesar kami” ucapnya


“tuan muda merasa bersalah dan ingin bertanggung jawab atas perbuatan salah itu, Ia bersikeras mempertahankan cinta kami, dan akan mengatakan yang sebenarnya pada kedua orang tuanya” Nimas terisak.


“namun, mana ada orang tua yang rela melihat putra satu satunya menikah dengan seorang pembantu yatim piatu?”


“saat itu tuan muda itu belum mengatakan jika wanita itu adalah bunda, dia hanya mengatakan bahwa ia mencintai seorang yang biasa dan hanya seorang pelayan”


Keributan pun terjadi, mereka semua tak menerima, mereka mengancam akan mengusir tuan muda jika ia tetap bersikeras mempertahankan wanitanya.


“Bunda tak tega dan tak mungkin meminta tuan muda memperjuangkan bunda, dia akan kehilangan semuanya..” Nimas terisak


“akhirnya bunda pergi tanpa sepatah kata perpisahan diantara kami”


“bunda meninggalkan rumah itu dengan alasan akan melanjutkan kuliah karena bunda sudah cukup memiliki tabungan” jelasnya


“nyonya rumah itu bahkan memberi tambahan biaya kuliah buat bunda karena ia senang mendengar keinginan bunda, tuan besar juga sangat mendukung dan mengatakan jika bunda memerlukan apapun bunda boleh kembali kesana”


“kebaikan mereka tak bisa bunda balas dengan cara membuat mereka kecewa, bunda lebih memilih menghilang” ucapnya


“saat bunda pergi, tuan muda sedang berada di luar negeri, bunda berusaha melupakannya”


“tanpa bunda sadari, kamu telah tumbuh di rahim bunda” ucapnya


“suatu ketika seorang duda menemukan bunda yang jatuh pingsan saat bunda menjadi buruh kerja, lelaki itu rela menolong bunda, dia mengatakan ingin menikahi bunda untuk menutupi kehamilan bunda”


“bunda pasrah dengan keadaan, akhirnya menerimanya” jelas Nimas


“sebut nama tuan muda itu bunda” pinta Damar

__ADS_1


“iya.. dia Handoko” tatap Nimas dengan mata basah


Damar menunduk menerima kenyataan


“Han tidak pernah tau kamu ada, jadi jangan membencinya... dia tidak bersalah, jika kamu ingin membenci, bencilah bunda yang egois menyembunyikan kamu darinya” tangisnya semakin menjadi


Damar beranjak dari duduknya, ia memeluk Nimas erat.


“maafin Damar bun, maafin aku”


“maafin bundamu ini nak.. kamu akan malu memiliki bunda yang hanya seorang pembantu” jelasnya


“Aku bangga memiliki bunda, aku sayang bunda” ucap Damar tak kalah terharu.


Dan hubungan Damar dan Handoko pun kembali membaik. Meski Handoko tak pernah mengatahui bahwa Damar adalah darah dagingnya. Kiky juga merasa senang melihat perubahan sikap Damar pada sang ayah. Ia berharap Bunda dan ayahnya bisa menjalani hari tua mereka bersama.


*


*


Kehidupan Aira kini mulai berani terbuka. Ia mulai belajar memberanikan diri tidak menutupi dirinya lagi. Keberanian itu tentu saja dibarengi dengan orang orang di sekitarnya. Dukungan suami, adik dan juga pengawal mereka yang selalu siaga dan mengikuti setiap langkah Aira.


“hari ini jadi kan?” tanya Ryo pada Aira menanyakan tentang permintaannya agar Aira mengambil kursus menyetir.


“sayang... kan udah ku bilang aku gak perlu” ucapnya sambil memasang dasi sang suami dengan berjinjit.


Cup cup


Ciuman cepat itu di bibir Aira.


“kalau ku balas kamu pasti telat nih ke kantornya” ucap Aira mengancam


“coba kalau berani” tantang Ryo


“gak ah! Jadwal kamu hari ini meeting pagi” ucapnya terus menyelesaikan dasi  Ryo


Ryo menarik pinggang Aira agar menempel padanya.


“gak papa beib.. mereka mau kok nunggu aku” ucapnya lagi mencoba mendekatkan bibinya mencoba mencium sang istri.


“mass....” tahan Aira


“just one kiss!” mohon Ryo


Akhirnya ciuman itu berlabuh dan berlangsung lama, terus dan terus menuntut, hingga akhirnya Aira akhiri dengan memundurkan tubuhnya.


“hhhmmmm” gumamnya mencoba melepaskan lummatan Ryo


Nafas Ryo sudah tak teratur mengikuti tuntutan dalam dirinya, namun ia hanya berani tersenyum


“aku gak mau pasang dasi dua kali” ucap Aira tersenyum


“dasinya gak perlu dilepas, bisa kok beib” ucapnya kembali tersenyum nakal


Tapi Aira menjauh dan berlari kecil keluar dari ruang ganti mereka.


“sayang...!” ucap Aira menatap Ryo ragu saat mereka menikmati sarapan.


“hhmmm... mencurigakan” jawab Ryo yang selalu menatap wajah istrinya


Ryo mengambil makanan di sendoknya dan menyuapkan ke Aira.


“ada apa?” Ryo menunggu Aira mengunyah makanannya


“hhmm... kamu ..” Aira sejenak menunduk

__ADS_1


“beibb...” Ryo melepas sendoknya dan menggenggam tangan Aira


“mamah sama papah..” ucap Aira


“kamu gak bilang kalau kita udah kembali bersama?” tanyanya


Ryo melepas tangan Aira dan mengalihkan pandangannya ke piring. Ia mulai menikmati lagi sarapannya.


“sayang..” Aira memegang lengan Ryo lembut.


“aku gak ingin kamu merasa gak nyaman” ucap Ryo membalas tatapan Aira


“kok aku?” tanyanya


“ya.. karena kejadian itu kamu pasti masih kesal sama papah kan?” tanyanya merasa bersalah


Aira terkekeh mendengar ucapan Ryo


“kok kamu ketawa beib” tanya Ryo


“karena kamu aneh, masa aku kesal sama papah, kan sudah jelas jelas bukan karena papah sayang” jawab Aira


Ryo tersenyum mendengar ucapan Aira


“aku sangat takut kamu kesal sama mamah sama papah, sama keluargaku..” ucapnya melega


“aku pikir kamu yang masih marah sama papah” jawab Aira


“ahhh.. kita masih kurang komunikasi kayanya sayang” jawab Ryo


“heh? Jangan bilang kamu gak berangkat ke kantor karena ingin lebih berkomunikasi denganku hari ini ya?” jawab Aira dengan tatapan curiga yang membuat Ryo terbahak


“kayanya iya!” ucapnya meraih dagu Aira dan mendaratkan ciumannya


“gak .. aku gak mau” ucap Aira menarik diri membebaskan dari kemesuman sang suami. dan Ryo pun tergelak


“iya iya.. takut banget ku lahap pagi ini” candanya


Setelah selesai. Aira mengantar Ryo hingga pintu.


“aku kerja dulu ya beib... nanti kapan kapan kita makan malam di mension ya.. ajak Aina juga” ucapnya


“kamu udah telpon mamah? Jadwal mamah kan padat?” tanyanya


“kalo aku mau kapan pun mereka pasti bisa” senyumnya


Aira mematung menatap sang suami dengan tatapan ‘wah’


“gak usah syok gitu! Kamu masih menantu mama yang dulu kok, gak ganti” candanya


Aira tersenyum, Ryo memberikan tangannya dan disambut oleh Aira dengan ciuman di punggung tangan yang khidmat. Ryo mengecup sejenak bibirnya dan kembali mengecup kening Aira dengan penuh kelembutan.


“aahhh.. malasnya aku kerja” ucap Ryo dan dibalas tatapan tajam yang manja sang istri


“hahahahha” ia kembali tertawa


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Setelah ini kita akan banyak menceritakan percintaan Bams dan Kiky dulu ya..


Buat yang masih penasaran siapa Aira, akan segera kita ungkapkan.. tapi sabar ya.. kan kasihan sama Bams, kita gak tahu tuh gimana perasaan dia saat ini.. hehehhee


buat yang masih setia baca, tolong dong dukungannya say... satu dua detik mencet icon jempolnya juga gak papa .. (hehehe)


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2