Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Kembali


__ADS_3

Pikiran yang terus bicara di perjalanan pulang menuju apartemennya membuat Aina tak menyadari jika sepasang kaki terus mengikutinya. Langkah Aina melambat, kakinya terasa berat, membawa beban pikiran yang terus berbicara, menanyakan atau tidak, memicu emosi sang kakak apa tidak? Seolah menjadi dilema untuk dirinya sendiri saat ini.


Semua pemikiran yang bertentangan seperti ingin meledak keluar dari dalam kepalanya. Terus berpikir dan berpikir. Aina melangkah pelan memasuki apartemen.


“kamu dah pulang di?” tanya Aira


Padahal aku dah pelan gini kamu tahu aja aku pulang ni.. benak Aina


“iya.. tadi Cuma menyelesaikan administrasi ni” jawabnya mendekati Aira mencium punggung tangan sang kakak


“kok ni bisa tau aku dah pulang, padahal aku tadi pelan banget melangkahnya”


“parfum kamu kecium kok! Makanya aku tahu kamu dah di rumah” jawab sang kakak


“hehehe” kekeh Aina


“gimana tadi?” tanya Aira lagi


“penyelesaian administrasi ni.. lusa kita udah harus ke ibu kota .. senin aku dah mulai training” jelas Aina


“ooo..”


“kita nanti nyari tempat deket tempat kerjaku aja ni.. biar gampang” jelas Aina


“dimana emangnya kantornya?” tanya Aira


Aina menyebutkan alamat kantor barunya tempat ia training di ibukota.


“itu dekat sama rusun ku dulu, kita tinggal disana aja nanti” jelas Aira yang tak memiliki lagi ketakutan kembali ke tempat itu.


“hemm.. aku mandi dulu ya ni” Aina beranjak pergi meninggalkan Aina.


Tinggallah Aira yang mematung sendiri di ruang tengah.


Guyuran air tak mampu mendinginkan pikiran Aina yang terus bicara, hingga sampai ia menyadari dingin melanda tubuhnya.


Sudahlah Aina, tinggal kita balikin aja uang itu! benak itu akhirnya mampu mengambil keputusan.


Di hari berbenah untuk kepindahan mereka sementara ke ibukota selama tiga bulan membuat Aina terlupa akan masalah uang yang menggunung di dalam rekeningnya. Semangat menapaki tempat kerja baru dan harapan baru membuatnya melupakan apapun masalah yang telah terjadi.


Aina menjadi orang yang optimis dalam menjalani hidup karena belajar dari banyaknya penderitaan sang kakak. Janjinya untuk membahagiakan Aira membuat semua rintangan, halangan dan aral mampu ia lalui. Perlakuan tak adil, kekesalan, amarah, seolah tak mampu menempel pada benaknya karena tekatnya hanya satu, mampu menghadirkan kehidupan yang layak untuk seorang Aira yang kini sedang terpuruk dalam masa terkelamnya.


Sebuah taksi online yang meluncur dari bandara memasuki halaman berumput sebuah rusun tua yang batal di renovasi. Aira mengangkat kepalanya dan melihat setua apa bangunan itu.


“alamatnya beneran ni?” tanya Aina lagi


“apa kita sudah sampai?” tanya Aira


“iya, gedungnya tua ya ni?” Aina terus mengamati gedung yang ada di hadapan mereka berdiri.


“iya... tapi masih layak huni kok” ucap Aira masih berdiri mematung memegang tongkatnya.


“ni tunggu disini ya... aku lihat ke dalam dulu”


Aira menurut.

__ADS_1


Langkah demi langkah memasuki tempat itu. terlihat kumuh karena lantai itu masih dihuni satu keluarga. Ia pun kembali ke tempat Aira berdiri menunggunya.


“gimana?” tanya Aira


“kita naik ni!” ajak Aina


Satu per satu anak tangga mampu Aira lewati. Senyumnya merekah membayangkan setiap langkah memasuki tempat itu, bayangan masalalu indah dan kenangan manis mulai menari dalam otaknya.


Sekilas senyum itu tertangkap oleh netra Aina.


“ni senang?” tanyanya lagi


“ah gak... hanya mengingat beberapa kejadian lucu aja” kilahnya


Sedikit senyum senang itu membuat hatiku nyaman ni, seandainya senyummu selalu sebahagia itu! Benak Aina.


Krieett...


Pintu tua itu terbuka, tampak debu menumpuk di bagunan yang lusuh dan kumuh.


“ni tunggu diluar sebentar ya?” pinta Aina


“kenapa?” tanya Aira


“debu! Aku bersihin dulu” ucapnya mengajak Aira keluar dan memasangkan masker untuknya.


Aira mengambil sebuah kursi tua untuk Aira agar ia duduk menunggu sementara ia membersihkan tempat itu. Ruang rusun tua yang nyaman. Tak terasa waktu berlalu. Aira terlupa dengan sang kakak yang menunggunya diluar. Ia memandang seluruh tempat, kini tempat itu menjadi layak untuk ditinggali.


Aina mengingat kembali Aira yang ia tinggalkan. Terlihat Aira terlelap dengan bersandar pada kursi tua dan menopang kepala dengan lengan yang bersandar. siapapun melihatnya sekarang pasti akan meneteskan mata. Aina tak mampu membendung air matanya, menangisi saudara yang berjuang untuknya, dan kini hanya hidup dalam sebuah kesengsaraan bagi Aina, namun nyaman bagi Aira.


“ni...” gumam Aina dalam tangisnya menatap sang kakak yang terlelap


“semangatlah untuk hidup lagi ni.. keluarlah dari kegelapan mu” ucapnya terus menangis.


“masih ada aku yang menyayangimu ni..” tangisnya


Hatinya terasa tercabik, masalalu Aira yang ia simpan sendiri membuat Aina berpikir penderitaan itu terlahir dari goresan luka yang ditancapkan oleh seseorang, ia tak pernah menduga, ada sebuah tragedi dan takdir mereka yang kejam yang membuat Aira begitu terluka.


“mas..” igau Aira lirih sambil tersenyum.


Terlihat jelas masih ada cinta setiap nama itu keluar dari mulutnya.


“ni...bangun..” Aina menggoyang bahu Aira pelan


“ah,...aku ketiduran” ucapnya menegakkan tubuh.


“ayo masuk!” ajak Aina


Mereka memasuki kembali tempat Aira yang dulu ia tempati.


“kalau tidak salah disamping sini ada nakas” ucapnya seolah menunjuknya


“iya.. masih ada ni.. masih bagus kok! Jadi bisa kita pakai” ucapnya lagi


“sofanya?” tanya Aira

__ADS_1


“kayanya perlu diganti, tapi sementara kita bersihkan ini dulu” ucap Aina


“gak papa.. toh kita Cuma tiga bulan kan?” ingat Aira


“hemm.. ni mau mandi?” tanya Aina lagi


“iya.. emang airnya bisa?” tanya Aira lagi


“sepertinya masih bisa ni”


Aina membantu Aira menuju kamar mandi, malam itu mereka saling bercerita, Aira menceritakan pekerjaan dan kehidupan menyenangkannya selama di ibu kota. Tak ada satu cerita pun bagaimana penderitaannya berada di kota ini.


Namun, Aina sangat tahu bagaimana perjuangan sang kakak. Ia hanya tertawa palsu dengan air mata berderai. Hatinya teriris melihat bagaimana sang kakak ingin ia merasa nyaman dan tak terbebani.


Malam berlalu, hari berganti. Kini mereka menjalani hari ke hari hanya dengan berdua, tekat Aina tak ingin berpisah dan merawat sang kakak hingga akhir hidupnya adalah semangatnya untuk terus memacu diri agar lebih baik dari waktu ke waktu.


Disuatu tempat!


“Maaf boleh saya bertanya, apa betul nona Aina yang tinggal di apartemen sebelah?” tanya seorang lelaki berpakaian formal


“betul tapi itu dulu!” jawab seorang wanita paruh baya


“oo.. sekarang nona Ainanya kemana ya, tadi saya ketuk pintunya tidak ada orang?”


“ooo.. dia sudah pindah” jelas orang itu lagi


“apa dia tinggal dengan orang lain selama disini?” tanyanya lagi


“tidak!” jawabnya meyakinkan


“ooo.. terima kasih nyonya” kedua lelaki itu menunduk hormat dan meninggalkan mereka.


Benar kata Aina, akan ada orang yang mencari mereka, pasti mereka mencari kakaknya. Kasihan anak itu jadi korban! Benaknya


Wanita paruh baya yang baik, tinggal menjadi tetangga mereka selama beberapa tahun. Wanita itu juga membantu Aina merawat Aira. suatu ketika ada beberapa orang menanyakan mereka hingga membuat Aina menceritakan jika Aira lari dari suami yang ingin memaksanya tinggal dan mengurungnya.


“maaf tuan, sepertinya Nona Aina memang tinggal sendiri” ucapnya memberitahu pada sang bos.


“kalian yakin?” tanyanya lagi


“iya, tadi kami menanyakan beberapa minimarket, cafe dan sekitar apartemen mereka, mereka tak mengenal nona dan tak pernah melihatnya, saat kami menanyakan pada tetangga merek, mereka juga mengatakan jika Nona Aina tinggal sendiri” jelasnya lagi


“huh.. dimana ya?” gumamnya lagi


Kedua anak buahnya hanya terdiam.


“kembali, kita cari lagi adiknya agar bisa menanyakan dimana Nona Besar” ucap lelaki paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah Haris.


“baik tuan”


Haris berdiri menatap pada Ryo yang ia jemput dalam keadaan mabuk pada sebuah ruang VVIP sebuah tempat hiburan malam.


“Rara ku.. raaa... Kembalilah beib..” ucapnya dalam igau


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya kalau udah baca.. makasih guys


__ADS_2