
Kegaduhan terdengar di kamar yang Aira tempati.
Pihak MUA tak bisa merias wajah Aira yang terus basah karena keringat.
“say, keringat kamu kok kaya banjir” ucap MUA terus mengelap keringat Aira dengan tisu.
“maaf.. ini gak bisa ku tahan kak!” jawab Aira menunduk malu
Kecemasannya mencapai sesuatu yang tak bisa kendalikan, gugup dan detak jantungnya saling berpacu mengendalikan dirinya.
“ganti baju dulu nona, ini udah basah” jelas salah satu assistennya memberikan jubah tidur satin berwarna navy.
Aira kembali ke kamar mandi dan mencuci mukanya.
Ya ampun.. aku gugup banget, gimana ini? keluhnya menatap wajahnya di cermin
Aira terus menghela nafas berkali kali menurunkan tensi gugupnya. Setelah berselang 5 menit, ia keluar dari kamar mandi, namun pakaian yang tadi ia pakai kembali terlihat basah.
“gimana ini kak?” tanya sang asisten pada MUA
“kita harus sabar, sepertinya pengatin perempuan sangat gugup” ucapnya yang telah profesional menangani berbagai klien
“maaf!” ucap Aira yang merasakan kembali tetesan keringat meluncur di tulang belakang.
“bagaimana ini? acaranya kan satu setengah jam lagi?” MUA merasa mulai panik karena wajah Aira masih sangat polos.
“bisa kamu bantu panggilin mertuaku?” pinta Aira pada sang asisten
Sang asisten pun keluar memberitahu pada orang yang bertugas untuk memanggil Camila.
Melihat Camila bergegas menuju kamar Aira. Rya pun mengikutinya.
Ryo yang baru tiba disana melihat ibunya melangkah cepat memasuki kamar Aira.
“ada apa Re?” tanya Ryo menahan Rya yang berjalan menuju kamar Aira
Ryo ingin mengikutinya memasuki kamar Aira.
“kakak disini aja, nanti mamah marah!” ucap Rya menahan Ryo di depan kamar Aira.
Rya memasuki sebentar kamar Aira dan mendapat penjelasan dari sang asisten, sedang Aira masih di tangani Camila.
Rya keluar mengambil tas dokter milik sang ibu.
“ada apa?” tahan Ryo lagi pada Rya yang mau memasuki kamar Aira.
“kakak ipar keringetan hebat, MUA gak bisa make up sekarang” jelas Rya
Rya masuk mengantar tas ibunya dan kembali keluar
“dia terlalu gugup” ucap Ryo
“kecemasannya kaya mencapai puncak!” jelas Rya
“baru aja?” tanya Ryo
“dari tadi! Katanya sampai ganti baju udah tiga kali” jelas Rya
Ryo bergegas ingin menuju kamar Aira. tapi lengannya telah dicekal Rya.
“jangan kak! Mamah melarang kamu ketemu Kakak ipar sebelum akad” tahan Rya
“tapi dia gak akan tenang!” jelas Ryo lagi ingin melepas tangan Rya
“tunggu! Biar ku panggil mamah keluar dulu!” tahan Rya lagi
Ryo pun menurut. Rya memasuki kamar Aira dan terlihat jelas wajah pucat Aira dengan
keringat yang membasahi tubuhnya.
Camila terus memberi minum pada Aira untuk mengimbangi cairan yang keluar dari tubuhnya.
“mah! bisa keluar bentar?” pinta Rya memberi kode jika Ryo berada di luar.
“Kenapa Rya?” tanya Camila saat pintu tertutup
“Mah! ijinin Ryo masuk, Aira hanya tenang jika sama Ryo” pinta Ryo
“gak! Mamah gak ngijinin, gak baik, dalam adat kita itu pamali, bisa bisa kamu pisah sama dia nanti” ucap Camila melarang
“tapi kalau kaya gini, Aira gak bisa keluar dari sana” protes Ryo
__ADS_1
“Aira
gak bisa tenang mah, hanya Ryo yang bisa tenangin Aira” ucap Ryo lagi
“tapi ..” wajah Camila cemas
“mah waktunya sekarang tinggal gak nyampe satu jam lagi” ucap Rya
“ada apa?” tanya Harlan mendekat melihat ketiga orang anggota keluarganya tampak berdebat
“Aira kumat pah!” ucap Camila
“terus?” tanya Harlan
“mamah larang Ryo masuk pah, pamali katanya, tapi kalau kaya gini Aira di dalam bisa tambah panik” jelas Ryo menjelaskan kecemasan Aira
“aduhh,.. gimana ini?” Harlan
Tiba tiba sang asisten keluar dari kamar Aira.
“nyonya, nona menolak keluar dari kamar mandi” jelasnya panik
“aduh!”
“mah please! Biarin Ryo masuk!” pinta Ryo lagi
“masuk lah!” Harlan meminta Ryo memasuki kamar itu.
Ryo bergegas memasuki kamar seraya melepas jasnya dan menuju kamar mandi.
“sayang! Sayang!” panggilnnya mengetuk pintu
“sayang keluarlah.. aku disini!” ucap Ryo lembut
Perlahan pintu terbuka, wajah Aira semakin pucat
“heii...” sapa Ryo menatap calon istrinya sedih.
“kamu gak papa?” tannya membawanya kedalam pelukannya
“sayang aku gugup banget! Aku gak bisa ngendaliinnya” keluhnya dengan wajah sangat sedih dan bersalah
Ryo memeluknya erat.
Ryo mampu merasakan tubuh Aira yang menggigil, seperti orang kedinginan, tapi dengan badan yang basah karena keringat.
“Rya ambilin lagi baju ganti untuk kakakmu” pintanya
“ayo!” Ryo mengajaknya duduk di tepi ranjang.
Tapi Aira masih menggigil. Ryo kembali memeluknya, menyandarkan tubuh Aira di dadanya.
“sayang tarik nafas kamu .. lagi!”
Aira mengikuti perintah Ryo, Rya datang membawa baju ganti
“ambilin minum” pinta Ryo
Rya memberikan minum dan sekali tandas gelas itu langsung kosong.
“tolong kalian keluar!” pinta Ryo pada semau orang
Camila menatap ragu sebentar
“mah.. biarin Ryo bicara sebentar” pinta Ryo melihat Camila yang ragu meninggalkan mereka.
Kini hanya ada mereka berdua disana.
“sayang! Udah gak ada orang lain, sekarang Cuma ada kita” Ryo masih mengusap bahu Aira yang bersandar padanya
“maafin aku!” ucap Aira merasa bersalah
“sudah.. ada aku disini ya” Ryo berusaha menenangkan.
Aira mengeratkan pelukannya, tubuhnya masih menggigil dan basah.
“sayang.. dengerin aku!” Ryo melepas pelukannya dan menatap mata Aira, ia menggenggam tangan sang istri dengan kedua tangannya.
“sekarang gak usah bayangin kita nikah, bayangin aja bentar lagi kamu manggung buat balet” ucap Ryo
“hem?” Aira merasa bingung
__ADS_1
“pejamkan mata kamu sekarang! Bayangin bentar lagi kamu akan menari balet” pinta Ryo
Aira memejamkan matanya, ia kembali memeluk tubuh Aira
“bayangin kamu menari balet didepan semua orang, bayangin saat ini kita mempersiapkan pertunjukan” jelas Ryo lagi
“tarik nafas kamu pelan” ia terus membantu Aira tenang
Perlahan tubuh Aira tak menggigil tapi matanya masih terpejam. Ia kini lebih tenang dari sebelumnya, kecintaannya pada balet sangat membantunya mengingat kepercayaannya dulu. Hal itu sangat di pahami Ryo. itu sebabnya ia tak pernah terlalu gugup jika manggung bersama Boys, karena Aira membayangkan dirinya sebagai pebalet, bukan seorang Aira yang menyedihkan yang telah melalui banyak penghinaan.
“mendingan?” tanya Ryo mencoba melepas pelukannya dan menatap wajah Aira yang terpejam
“sayang!” panggilnya
Aira membuka matanya, kini ia terlihat lebih baik
“aku haus!” ucapnya
Ryo mengambil minum. Aira kembali minum.
“gimana? Udah siap?” tanya Ryo dengan tatapan meyakinkan dan melindunginya
Aira tersenyum padanya
“hem!” jawabnya
"Sekarang ganti baju dulu" pinta Ryo
"kamu tetap disini ya?" pinta Aira.
"apa perlu aku bantu?" tanya Ryo, tapi hanya dibalas senyuman Aira.
"sekarang berbalik" pinta Aira, Ryo pun berbalik dan Aira mengganti semua bajunya.
Ryo berdiri ingin meninggalkan Aira keluar, tapi Aira menggenggam erat tangannya.
“tenang aja, aku Cuma mau panggil mereka” Ryo menepuk punggung tangan Aira lembut.
Ryo berjalan keluar dengan tatapan Aira yang melekat padanya
Hai diri.. tenanglah.. ada dia disamping ku kini! Benak Aira menatap Ryo yang mengenakan kemeja dan celana putih.
“kalian masuk lah” pinta Ryo meminta MUA dan asistennya masuk
Mereka memasuki kamar Aira diikuti Rya.
Aira kembali seakan panik menatap mereka, tapi Ryo bergegas mendekatinya.
“tenang, aku disini kok” ucapnya
Senyum MUA dan asisten terlihat indah menyaksikan perilaku cinta yang Ryo tunjukkan untuk sang calon istri.
“kalian bisa mulai!” perintah Ryo membawa Aira duduk di kursi rias. Aira menggenggam erat tangan Ryo.
“aku harus disini agar kalian bisa memulainya” ucap Ryo pada mereka
“tak apa! Kita mengerti” ucapnya
“pejamkan mata kamu say!” pinta sang perias
Aira memejamkan matanya. Ryo berbisik di telinga Aira
“aku mencintai kamu, aku siap siap juga ya?” bisiknya ingin melepaskan tangan Aira
“hem!” akhirnya Aira melepas tangannya
“ada Rya menemani kamu” ucap Ryo lagi
“ajak kakakmu becanda” pinta Ryo sebelum keluar pada Rya
Ia pun bisa keluar dari sana.
“gimana?” tanya Harlan dan Camila bersamaan
“bisa!” ucap Ryo menghela nafas
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sebenarnya novel ini tinggal satu episode lagi tamat dan sekuel kedua rencananya akan author tulis di novel Caraku Mencintaimu vol. 2 dengan judul berbeda, tapi pihak noveltoon tidak mengijinkan jika novel itu dibuat secara terpisah. Memang cerita di vol. 2 masih menceritakan tentang Aira, Ryo dan Bams yang masih berkutat dengan perasaan mereka. di vol. 2 ada sebuah rahasia besar terungkap yang membuat Aira meragu pada Ryo dan membuat Bams hadir kembali sebagai sahabat untuk menemani Aira dimasa sulitnya.
Bantu Author dong buat keputusan.. apa author lanjut disini tapi terkesan novel ini begitu panjang? atau Author tulis di novel baru, tapi gak ada kontrak lagi? atau Author pindah 'RUMAH' aja ke tetangga sebelah?
__ADS_1
Bantu author ya readers, author dalam kegalauan nih...
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~