
Ryo menunggu Aira di balkon, ia sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Tak lupa kopi untuk kekasihnya. Saat ia berdiri disisi balkon dan melihat ke bawah. Ada Aira yang baru memasuki halaman belakang gedung itu dengan berjalan kaki.
“naik bis” ucap Ryo kesal melihat itu
Ia mengirim pesan ke Aira ‘aku di balkon’
Aira yang menggenggam ponsel miliknya langsung melihat pesan itu, ia menengadah dan melihat Ryo berdiri disana. Aira merasa bersalah sendiri.
Aduhh.. ketahuan deh baik bis! Benaknya
Ryo melambaikan tangan dan menunjukan kopi cup instan yang sudah dia beli. Aira pun bergegas naik.
Mereka menikmati sandwitch dan kopi bersama disana.
“kenapa gak naik taksi?” bahas Ryo
Aira tidak berani menatap Ryo karena ia tidak tau harus bilang apa.
“maafin aku ai....” ucap Ryo tiba tiba
Aira menatapnya
“aku gak bisa bikin kamu bahagia” ucap Ryo lagi
Ryo menghela nafas berat.
“maafin aku yang masih belum bisa memahami kamu” Ryo meraih tangan Aira.
“kamu gak salah” jawab Aira
“aku yang belum mampu yakin akan hubungan kita” lanjutnya lagi
Ryo kaget mendengar kata kata Aira.
“bukan karena kamu gak memahamiku, kamu sangat memahamiku, kamu selalu bikin aku senang, aku pun bahagia selama sama kamu, tapi... hanya diriku..” Aira tidak bisa melanjutkan kata katanya
“aku akan berusaha melawan diriku sendiri, mungkin berawal dari menggunakan kartu yang kamu kasih..” lanjut Aira
“tolong beri aku waktu, sampai aku mampu mengatakan semua tentang aku, dan kamu masih mampu mengatakan kamu mencintaiku, aku akan serahkan seluruh hidupku sama kamu” lanjut Aira.
Ryo menatap bangga dengan mata bersinar. Ia sangat bahagia saat itu, karena Aira akan menerima semuanya.
Seharian itu tidak ada kegiatan di ME, karena semua pada sibuk pada program off air, Aira yang kini telah berstatus dancer dan bukan OG merasa bosan sendiri karena tidak ada kegiatan tersebut. Ia membantu beberapa teman temannya yang masih menjadi OG disana.
Melihat itu Boman tersenyum, memang Aira tidak pernah betah diam. Ia membersihkan ruangan yang kini digunakan Ryo.
Saat sore ia kembali ke apartemen Ryo. ia belum berani kembali ke tempatnya. karena saat ia menghubungi keluarga tetangganya yang pulang kampung, mereka belum bisa kembali.
Aira mampir pada sebuah swalayan besar di kota itu. ia belanja menggunakan kartu yang Ryo berikan. Ia banyak membeli bahan makanan, sayuran, daging dan banyak lagi. Ia akan memasak malam ini untuk makan malam mereka. Aira membeli banyak buah agar ia bisa membuat jus yang Ryo suka.
Melihat pemberitahuan transaksi kartu kredit Aira. Ryo tersenyum. Itu berarti Aira memang mencoba untuk serius bersamanya.
“akhirnya..” ucap Ryo melihat pesan itu
Aira membuat kue untuk sore itu. aroma Apartemen Ryo menjadi lain. Terasa lebih hidup karena seolah memiliki penghuni. Ia memasak untuk makan malam, tapi hingga jam delapan, Ryo belum juga datang. Aira hanya memilih menahan laparnya dengan menikmati kue yang ia bikin sore itu.
Selang beberapa lama, Ryo datang dengan membawa sebuah tas belanja gadget. Ia disambut hangat oleh Aira dengan ciuman di pipi kanannya. Aroma nikmat masakan yang Aira panaskan ketika mengetahui ia di perjalanan masih tercium disana.
Ada perasaan yang tidak bisa Ryo gambarkan. ia berasa pulang ke sebuah rumah nyaman dengan ditunggu oleh seorang istri yang cantik dengan baju dress pendek dan senyum manis saat itu.
“selamatkan aku Ai” ucapnya tiba tiba
Aira kaget mendengar kata kata Ryo, Raut wajahnya kembali cemas.
“kayanya aku bakalan serangan jantung” ucapnya lagi
Aira semakin bingung
“jantungku mungkin berdetak gak jelas lagi” tawanya meletakkan tangan Aira di dada kiri.
"kamu tu bikin aku khawatir sudah" Aira tertawa melihat kelakuan Ryo. Ia memukul manja lengan bahu Ryo.
__ADS_1
Mereka makan malam bersama. Ryo tak henti hentinya tersenyum. Ia tak mampu menutupi luapan kebahagiaannya yang menyelimuti seluruh dadanya. Debaran jantung yang seakan berpesta seolah ingin berjuta kali mengatakan betapa ia kini mencintai wanita yang ada di hadapannya.
“masakan kamu enak banget” ucapnya makan dengan lahap
“terima kasih” ucap Aira seperti membanggakan diri
Saat selesai mencuci piring bersama, Ryo mendekati Aira yang duduk sendiri memainkan ponselnya. Ia sedang chating dengan adiknya.
“ngobrol sama siapa?” tanyanya mendekati Aira yang tertawa sendiri
“adik ku” jawabnya santai.
Ryo berbaring di pangkuan Aira. Aira kaget dan mengangkat ponselnya
“ahh... capek banget aku hari ini” keluhannya membaringkan diri
Aira masih tertawa sendiri saat mengetik pesannya.
“aku paling seneng kalau liat kamu tertawa lepas kaya gitu” ucap Ryo di pangkuannya
“sorry.. Aina tadi katanya dijodohkan sama temennya. Ternyata cowok itu mantan dia di SMA” Aira masih tertawa membaca pesan pesan adiknya.
Ryo hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang ada di wajah Aira... kini wajah suramnya tak terlihat lagi.
“kamu cerita ke dia tentang kita?” tanya Ryo
Aira menggeleng, ia makin asyik dengan chatingnya.
“kenapa?” Ryo bertanya lagi
“belum waktunya” jawabnya meletakan ponsel
“oh iya.. tadi aku pakai kartunya buat belanja” Aira memberitahu Ryo
“hhmm.." ia mengiyakan dengan mata terpejam
Sangat damai rasanya berada disana, Ryo tidak mampu menjelaskan kebahagiaannya saat ini.
“eh.. bangun bangun!” Aira membangunkan Ryo
Ryo membuka matanya dan memandang Aira yang menunduk.
“kamu harus pulang!” ucapnya lagi
“ehhh...” keluh Ryo kembali memejamkan mata
“heii.. jangan tidur disini!” larang Aira mencoba membangunkan dia
Ryo menarik tangan Aira dan memeluk tangan itu. ia tidak menggubris protes Aira.
“bentar lagi” jawabnya
Aira tersenyum melihat cintanya merasa nyaman di pangkuannya.
“bentar bentar, HP ku low bat” ucap Aira mengangkat kepala Ryo dan pergi mengecharge ponselnya.
Ryo menunggu dengan menatap Aira yang berjalan ke arahnya.
“kamu cantik banget malam ini” pujinya pada Aira yang mendekatinya.
“heemmmmm... memuji ku dari tadi.. pasti ada maunya” tebak Aira
“gak beib, kamu memang sangat cantik malam ini!” ucapnya.
“dan aku sangat mencintai kamu!” lanjut Ryo dan hanya di jawab dengan senyuman Aira.
“aku selalu bilang kalau aku mencintai kamu.. tapi kamu gak sekalipun mengatakannya” Ryo protes dan menghadap ke Aira
Raut wajah Aira langsung berubah mendengar itu.
“kenapa Ai? Kamu belum bisa mencintaiku?” tanya Ryo lagi
__ADS_1
“semua tentang kamu aku bisa mengetahuinya hanya dengan mengetik nama kamu di mesin pencarian, apapun tentang kamu bisa aku ketahui, tapi aku... kamu belum mengenal ku yo...” tatap Aira dan meraih tangan Ryo
“kamu selalu mengatakan mencintaiku .. dan itu sangat gampang, tapi buat aku mempercayai itu masih memerlukan waktu” lanjutnya
“tapi aku bener bener mencintai kamu, bahkan sangat mencintai kamu” Ryo balik menggenggam tangan Aira.
“aku minta maaf atas keraguanku, aku... “Aira gugup dan mulai berkeringat.
Aku cerita gak ya? Tapi jika aku cerita sekarang, aku yakin Ryo pasti akan memintaku pergi, aku hanya anak seorang penipu! Ahh... Benak Aira
Ia ingin menceritakan siapa dirinya. Tapi malu dan ketidak nyamanan terus ada di benaknya
“history hidup ku sangat buruk ..” lanjutnya menatap Ryo lagi
“mungkin saat kamu mengetahui tentang aku semuanya.. saat itu kamu akan meninggalkan ku” tatap Aira sangat gugup
Ryo menggeleng kecil
“gak akan beib” jawabnya menggenggam erat tangan Aira
“dan aku ... aku belum siap kalau kamu pergi sekarang” jelas Aira
Ryo tersenyum mendengar kata kata Aira. Ia bisa mengartikan Aira telah mencintainya
“ceritakan lah.. aku janji aku gak akan pergi!” ucapnya dengan tatapan penuh pengertian.
“masa kecil ku dipenuhi kebahagiaan, orang tua yang mapan, balet yang kucintai, dan seorang adik yang lucu yang kusayangi, musibah terjadi ketika aku SMP, mamah pergi karena gagal operasi jantung, dan.. papa tiba tiba menjadi ...” Aira menghela nafas dan kegugupannya mulait terlihat
Ryo menggenggam erat tangannya.
“gak usah cerita kalau kamu gak siap” jawab Ryo
Aira menggeleng dan menghela nafas. “aku harus cerita, biar kamu ngerti” ucapnya. Ryo pun mengangguk mencoba meyakinkan.
“papa menjadi sorotan semua orang karena dikatakan menipu para nasabahnya” Aira menunduk.
“sejak itu kehidupan ku berubah seratus delapan puluh derajat, di sekolah aku selalu dibuly, di hina, mereka tak mempedulikan kesedihanku yang baru kehilangan seorang ibu” ucapnya sedih.
Air mata aira mulai mengaburkan pandangannya.
“aku bertahan hingga lulus SMP, dan papa mengajak kami pindah karena pihak Bank menyita rumah sebagai ganti rugi atas hilangnya uang nasabah.
“Tapi saat kami akan pindah, papa mengalami syok dan meninggal... hiks hiks” tangis Aira tak bisa ia tahan
"Aku memohon pada salah satu teman papa yang bekerja disana untuk tidak mengusir kami, dan mereka memberi kelonggaran hingga rumah itu selesai di lelang” ucap Aira
“setiap aku berjalan di daerah itu, aku selalu mendapat cemoohan orang orang, dihina oleh mereka, hal itu membuatku menjadi takut berada disekitar orang orang, dan berusaha menutupi diriku” ucapnya lagi
“aku pergi dari tempat itu, saat itu Aina ingin diambil oleh salah satu panti asuhan, aku membawa pergi Aina karena aku tak mau berpisah dengannya..”
“aku tiba di kota baru, dan dibantu oleh seorang nenek tua yang tinggal sendiri. Dia bersedia menampung kami” lanjut ceritanya
Ryo menarik Aira kedalam dekapannya. Menangis bersandar di bahu Ryo.
“ketika aku SMA, aku selalu dibully teman temanku karena aku tak bisa bergaul, karena ketakutanku mereka mengetahui siapa aku, aku sangat malu setiap mereka menanyakan asalku” ucapnya
“hinaan hinaan mereka menambah ketakutanku, meski akhirnya aku mampu lulus dan pergi dari sana”
“itu sebabnya aku bekerja keras, agar Aina tidak mengalami apa yang aku alami, aku berusaha keras Aina mampu kuliah seperti anak anak yang lain tanpa hinaan dan cemoohan seperti yang ku alami” ucapnya terus menangis
“aku minta maaf karena aku selalu takut diketahui orang sebagai kekasih kamu! karena aku ...” ucapnya membenamkan wajahnya di dada Ryo. Ryo pun mempererat pelukannya.
“aku gak peduli masalalu kamu seperti apa, apapun kamu, bahkan jika kamu seorang siluman yang mungkin akan memakan ku pun, aku gak peduli, karena yang aku cintai sekarang hanya kamu, kamu yang saat ini ada dihadapan ku, aku gak perlu melihat latar belakang atau siapa diri kamu..” ucap Ryo
Aira tersenyum sedih melepaskan dirinya dari pelukan Ryo dan menatapnya. Ia sangat menyayangi lelaki ini sekarang, bagaimana jika kelak Ryo meninggalkannya?
“aku sayang kamu” ucap Aira menatap Ryo hangat
Ada sesuatu yang akhirnya lepas dari sesaknya dada Ryo yang selama ini ia tahan saat mendengar Aira mengatakan itu. Ryo mendekatkan wajahnya mencoba meraih bibir Aira degan bibirnya, Aira pun.....
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1