
“pah.. sepertinya Ryo sekarang tenang ya?” Ucap sang ibu saat bersama suaminya
“iya.. papa sangat bersyukur dia bertemu Aira mah” ucap sang Suami.
“iya pah, mamah juga senang, sekarang dia sudah mau pulang ke rumah” Jawab sang ibu.
“lusa Rya datang, kita undang dia ke rumah ya mah?” ucap Sang ayah
“ahh... bener pah, kita harus sering sering undang dia, biar Ryo cepat nikah sama dia, hehehe” ibunya terkekeh sendiri
“lho.. mamah setuju kalau Ryo menikah dengan dia?” tanyanya lagi
“ya setuju dong! Orang anaknya baik gitu” ucap sang Ibu
“Syukurlah.. papa sempat khawatir mamah nanti menentang hubungan mereka” ucap sang ayah
“Ryo mau pulang, dia juga sekarang mulai peduli sama rumah sakit, itu semua sepertinya karena gadis itu.. mana mungkin mamah menolak gadis yang sudah merubah anak mamah menjadi orang baik pah?” jawabnya
Sebuah pesan masuk saat Ryo menuju tempat Aira untuk menjemputnya. Ia membaca sesaat pesan itu sebelum turun dari mobilnya.
📲 ‘Besok pagi Rya datang, ajak Aira makan malam dirumah besok’ Tulis sang ibu
📲 ‘oke mah’ jawab Ryo.
Tok tok tok.
“beib!” panggil Ryo.
Aira membuka pintu. Rambutnya masih tergulung dengan handuk putih.
“pagi banget kamu?” ucapnya menyambut Ryo dan berpaling masuk.
Ryo menelan ludahnya melihat wajah polos Aira yang segar, leher jenjang yang putih mulus dihiasi rambut rambut kecil yang keluar dari tepi handuk yang melilit, ditambah aroma shampo Aira yang membuat darahnya mendesir hangat.
Aira menoleh ke belakang, ternyata Ryo masih terpaku berdiri di depan pintu.
“gak mau masuk?” tanya Aira menoleh pada Ryo membuat pemandangan itu semakin indah dan semakin menghangatkan darah Ryo.
“kalau aku masuk, kamu gak akan selamat!” ucap Ryo menatap Aira lekat
“hah? Kamu kenapa?” Aira mendekatinya lagi
Mata Ryo semakin menatap bibir Aira yang berwarna pink tanpa polesan lipstik.
“jangan bilang pikiran mesum kamu keluar pagi pagi gini ya?” ucap Aira menatapnya tajam.
Mendengar ucapan Aira yang mengancam membuat Ryo tersadar dari kegilaan pikirannya. Ia pun mengerjapkan matanya berkali kali. Berusaha menahan dirinya yang telah berpuasa lama dari tubuh wanita. Karena sekarang ia hanya melakukan sendiri untuk memenuhi keinginan normal dirinya yang dulu.
Ryo masuk dan langsung memeluk Aira dari belakang.
“Beib.. sampai kapan kamu gak percaya gini sama aku?” tanyanya memeluk Aira.
“hem?” tanya Aira bingung dengan pertanyaan Ryo.
“kamu terus menolakku karena kamu gak percaya ma aku kan?” tanyanya lagi
“bukan karena itu kok!” ucapnya membelai pipi Ryo dan menolehnya.
Ryo pun dengan cepat mencium bibir yang kini menoleh padanya. Menahan wajah Aira agar tak bisa bergerak dari ciumannya. Ryo semakin lupa dan kini tangannya telah berada di salah satu bukit indah milik Aira.
Sesaat desiran dan detak jantung Aira terasa aneh. Ia merasakan sensasi yang tak pernah ia rasakan. Bagaimana pun ia melawan tetap saja tubuhnya merespon semua sentuhan Ryo.
Aira Berusaha menahan tangan Ryo yang nakal yang kini meremmasnya meski dari luar baju.
“sayang hentikan!!” ucap Aira melepas ciuman Ryo. Tapi Ryo kembali mencium bibir Aira. Ia seakan sudah tak mampu menahan dirinya lagi.
Ciuman Ryo turun ke leher Aira. Ia ingin Aira merasakan kehangatan yang ia berikan.
__ADS_1
“sayang aku mohon hentikan!” pinta Aira melepaskan dirinya menjauh dengan nafas yang mulai tak teratur
Ryo menghela nafasnya. Nafas yang memburu karena gairaahnya yang terasa ke ubun ubun.
“aku mohon Ai..” pinta Ryo menatapnya.
Aira berpaling dengan tatapan kecewa pada Ryo. Ryo hanya menunduk melihat sikap Aira padanya. Ini kesekian kalinya Ryo terus meminta Aira untuk melakukannya, tapi Aira terus saja menolak.
“kita sarapan dulu!” ucap Aira yang sudah menyajikan makanan di meja kecilnya. Sedang Ryo hanya diam karena dia sangat kecewa dengan penolakan Aira.
Aira yang kini telah menjadi dancer di ME dan semua kebutuhannya yang ditanggung Ryo membuatnya tak lagi melakukan pekerjaan pekerjaan melelahkan dan selalu menyajikan makanan enak untuk kekasihnya.
Aira menoleh pada Ryo yang masih terpaku tak mendekat ke meja makan.
“kamu gak ingin sarapan pagi ini?” tanya Aira lagi
“aku gak selera!” ucap Ryo yang kecewa
“jadi selera kamu hanya ingin mencicipi tubuhku?” tanya Aira dengan tatapan tak berkedip
“Beib..” jawab Ryo merasa tak nyaman dengan kata kata Aira.
“apa hanya itu yang ada dalam pikiranmu sekarang?” tanya Aira lagi.
“aku sarapan!” jawab Ryo mendekat karena tidak ingin memperpanjang pertanyaan Aira.
Mereka pun sarapan dalam diam. Ryo menyuap malas sarapannya karena rasa kecewanya. Sesekali AIra melirik Ryo yang terus melihat piringnya tanpa menatap Aira. Aira menghela nafas
Kamu dah tahu aku pasti nolak Yo.. Benak Aira menunduk menatap piringnya
Ryo menyadari Aira yang diam dengan raut wajah kecewa. Sejenak ia menutup matanya mencoba kembali memahami Aira yang kembali menolaknya.
“Oya! Mamah minta kita besok makan malam di rumah!” ucap Ryo memecah kesunyian saat
di perjalanan menuju ME.
“kenapa gak kamu jawab kamu ada jadwal?” tanya Aira.
Ryo mengambil tangan Aira yang membuat Aira menoleh padanya. Ryo tersenyum dan mencium tangan Aira dan Aira hanya tersenyum tipis.
"maafin aku.. tadi pagi kamu terlalu cantik, sampai aku lupa diri" ucapnya kembali mencium punggung tangan Aira.
Aira hanya menoleh dan tersenyum padanya.
**
Latihan hari ini sangat melelahkan. Ryo terus saja melakukan kesalahan yang membuat mereka terus mengulang dan mengulang. Ia begitu sulit fokus karena kejadian pagi itu.
“Yo.. Clara titip salam! Dia juga menitip pesan!” ucap Arya mendekati Ryo dan Bams yang duduk bersama saat break.
Sontak Aira menoleh pada Ryo, sedang mata Ryo dan Bams bukan menatap Arya, tapi melihat ke arah Aira yang tak jauh duduk dari mereka.
Ryo langsung menatap Arya dengan tatapan ancaman agar ia tak meneruskan kata katanya.
“dia tanya, kapan loe servis dia lagi” ucap Arya.
Duarrr..
Mati kau yo!! Benak Bams terkekeh
Sontak wajah Ryo pias, sedang Bams membulatkan matanya dan mencoba menahan tawa. Aira yang mendengar melirik tajam ke Ryo. Tatapan membunuh yang setelah ini akan mencabik cabik tubuh Ryo.
Sialan Arya, tu mulut gak bisa di tahan apa? Benak Ryo kesal
Bams berusaha menahan tawa. Karena ia tahu, Ryo bakalan mendapat masalah setelah ini.
“Bel! Latihan hari ini kita udahan aja ya.. bahu gue sedikit sakit” ucap Bams.
__ADS_1
Karena ia tahu, latihan tak akan bisa fokus lagi karena Ryo mendapat tatapan membunuh dari singa betina.
“oke deh say.. kita udahan aja hari ini, lagian kayanya Ryo lagi susah konsen, apalagi dapat kabar ada yang minta servis” ucap sang Billy alias Bella dengan langkah gemulai keluar ruangan.
Bams pun tertawa, ia tak bisa lagi menahan tawanya. Sedang Ryo menelan ludahnya dengan berat.
Ooo.. pantas kamu minta terus sama aku, ternyata baru di servis ya? Benak Aira penuh dengan amarah
“Bams!” panggil Aira melihat Bams yang berdiri akan keluar dari ruangan itu mengikuti orang orang.
“hem?” jawab Bams
Bergegas Ryo berdiri mendekati mereka.
“kita makan di tempat Pak De yuk? Aku lama gak kesana!” Ajak Aira pada Bams
“kamu mau kemana? Makan?” tanya Ryo yang berdiri di samping Bams
“iya!” jawab Aira ketus tanpa melihat Ryo
Bams mulai terkekeh melihat Aira yang marah tapi ia tahan.
“aku ikut!” ucap Ryo yang mengerti sikap Aira yang marah padanya.
“Pergi sana sama Clara mu, kan dia minta servis sama kamu” ucap Aira pelan karena yang lain masih belum terlalu jauh dari mereka.
Nah kan.. marah deh! Benak Ryo
Ryo menoleh ke kanan dan ke kiri. Setelah melihat tak ada orang.
“beib.. itu masalalu aku!” ucapnya di depan Bams.
“gue duluan aja ya?” ucap Bams yang mengerti keadaan pertengkaran dua kekasih itu
“aku ikut Bi” jawab Aira mengajak Bams pergi.
Tangan Aira langsung di tahan Ryo.
“beib .. pliss” ucap Ryo
“aku lapar, aku mau makan, kalau gak makan, aku takutnya makan kamu sekarang.. mau ku cabik cabik biar ku oseng kamu??” ucap Aira dengan mata berapi api.
Bams menggigit kuat bibirnya. Menahan tawa.
“Bams! loe jangan diam aja dong!” protes Ryo pada Bams yang hanya menyaksikan kemarahan Aira.
“heh! Udah salah, marah marahin orang lagi!” ucap Aira lagi
Ia pun pergi dari sana
“beib..!” panggil Ryo, tapi Aira hanya menghilang dibalik pintu.
“loe harusnya senang!” ucap Bams meletakkan tangannya di bahu Ryo.
“senang gimana? Loe gak liat tu, dia jadi singa betina gitu” ucap Ryo kesal dengan kondisi yang menyudutkannya
“itu tandanya dia cemburu, berarti kan dia sayang sama loe” ucap Bams
Ryo tersenyum mendengarnya.
“loe bener juga!” ucap merasa senang.
“gue bujuk dia dulu ya?” ucapnya pergi meninggalkan Bams.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Tinggalkan jejaknya ya ...
__ADS_1
makasih & love you all
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~