Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Tahan! Tahan!


__ADS_3

Makan malam itu berlangsung hangat, pembicaraan pernikahan Handoko kini beralih pada rencana pernikahan Kiky. Namun Damar dengan bijak memotong pembicaraan mereka.


“pah! biarkan mereka yang menentukan dulu! Lagian Kiky juga belum di lamar langsung oleh Bams, jadi mending kita fokus ke pernikahan papah sama bunda aja dulu” ucapnya


Semua orang menyetujui, meski selama makan malam Damar terus mengejek Bams dan berusaha akrab dengan adik iparnya yang dulu sempat menatapnya penuh kebencian.


“maaf ya mas! Aku udah salah paham” ucap Bams ketika mereka akan berpisah di tempat parkir karena makan malam sudah selesai.


“itu yang ku suka, itu berarti kamu benar benar mencintai Kiky, kamu marah dan cemburu ketika dia bersamaku” ucapnya memukul lengan Bams bersahabat sambil tertawa.


“pah! Kiky pulang sama Bams aja” ucapnya manja, wajahnya kini terus merona karena perasaan bahagia yang terus mengalir dalam dirinya.


Belum lagi Handoko sempat menjawab. Suara tegas terdengar


“gak boleh!!” ucapan itu keluar dari mulut Damar yang tadi terdengar hangat bersama Bams


“mas..!!” rengek Kiky manja


“enggak! Gak boleh pokoknya!” tegasnya lagi


Bams tersenyum menatap Kiky yang kini menggandeng lengan Damar dengan bibir bawah yang maju sedikit dan suara rengekan.


“pahhh...” Kiky mencoba mengadu pada Handoko berharap sang ayah akan mengijinkannya


“sekarang kamu udah punya mas kamu.. jadi ya dia yang jaga kamu sebelum kamu menikah” jawab Handoko santai


“paahh.. ayolah.. mas...” rengek Kiky lagi pada dua lelaki itu


“Ky.. perbuatan kalian itu salah dan di tentang agama, mas gak ngijinin!” ucapnya lagi dengan nada sangat tegas


Keluarga Damar dan Bunda memang ketat tentang agama, Nimas menanamkan agama begitu dalam padanya sejak ia kecil. Karena mereka tinggal di negeri asing dan minoritas muslim, membuat Nimas harus membentengi sang anak agar tak terjerumus pada budaya yang salah.


“mas.. Kiky kan lama gak ketemu Bams” pintanya lagi


“sekali gak ya enggak Ky!” jawab Damar


Wajah Kiky berubah, ia seperti anak kecil yang siap mengeluarkan teriakan tangisnya.


“apa? Mau nangis? Terus papah kalau kamu nangis bilang boleh? Gitu? Gak bakalan!! nangis aja!” tantang Damar lagi


“mas Damar jahat! Gak ngerti banget!” keluhnya ingin merajuk


 “kamu pulang sama aku sama bunda, kalau sama papah, dia pasti akan  luluh kamu rayu!” jelasnya lagi sambil mencubit hidung sang adik


Bams tersenyum melihat Kiky yang bermanja dengan Damar


“udah! aku lho gak ingin pulang sama kamu Ky” ucapan Bams sontak membuat Damar tertawa lepas. Ia seperti menang melawan adiknya.


Kiky langsung melotot menatap Bams kecewa.


“awas kamu ya!!!” ancam Kiky pada Bams.


“lagian! Kalian nanti kan menikah, habis itu kamu mau habisin waktu kamu sampai kapan pun bebas” tambah Damar


“iya Ky..” Bams mendekat dan Kiky menghambur bersandar di dadanya


“Setelah kita menikah, aku janji aku gak akan pisah sama kamu, kemana pun aku pergi kamu akan selalu sama aku” ucapnya


Khheeeee! Suara Damar berpura pura sendawa, mengejek rayuan garing Bams pada Kiky


Handoko dan Nimas ikut tertawa melihat kelakuan putra mereka.


“mendadak neg aku pah!” ucapnya pada Handoko.


Bams kembali merasa malu.


“tahan ya tahan!” bisik Bams pada telinga Kiky. Dia tahu jika wanitanya itu tak pernah kuat jika ia menginginkannya.


Kiky memukul manja dada Bams. dan sedetik kemudian Damar menarik Kiky perlahan memisahkan mereka.


“ingat Bams, kalau kamu memang mencintai Kiky dan lelaki sejati, kamu harus jaga ucapan kamu! tunggu sampai kalian halal!” Damar menantang Bams


“iya mas! Aku pegang janjiku” ucapnya

__ADS_1


“tapi aku gak janji!” jawab Kiky


“nah anak ini nih!” Ucap Damar gemas dengan Kiky


“kamu tu jadi perempuan, jual mahal dikit kenapa sih!” tegurnya


“mas bilang aku murahan?” Kiky emosi


“mas bilang jual mahal, mana ada mas bilang kamu murahan, kalau ada yang berani bilang gitu ke kamu, mas yang duluan akan hajar orang itu!” ucapnya


Glek!


Bams menelan ludahnya saat Kiky meliriknya.


“udah udah! ayo pulang! Udah malam ini!” tegur Nimas lembut.


“Bunda ... Kiky pulang ke rumah sama papah ya?” pintanya kini berpindah bergelayut manja di lengan Nimas


“enggak!” jawab Damar dan Bunda bersamaan


Sontak membuat semua tertawa. Kiky kalah telak, ia tak bisa menghabiskan malamnya bersama Bams.


Bams mengantar Kiky memasuki mobil Damar. Sejenak Kiky mencium Bams tanpa rasa malu di depan Nimas dan Damar.


Damar hanya menggelengkan kepalanya, adiknya tersebut memang sulit dinasehati. Bucin tingkat Dewa dan tergila gila dengan makhluk bernama Bams.


Malam itu baik Bams maupun Kiky tak mampu tidur dengan nyenyak. Detak jantungnya terus terasa meningkat, mereka berdua terlalu bahagia, perasaan yang dipendam Bams selama ini telah keluar, rasa penasaran Kiky juga telah terungkap. Mereka berdua hanyut dalam pikiran masing masing, bayangan bayangan indah percintaan merajalela dalam kepala mereka hingga membuat mereka sulit memejamkan mata.


Kiky melihat kembali kontak Bams, status Online terbaca oleh matanya. Ia pun langsung menghubungi Bams.


“belum tidur?” tanya Bams langsung saat sambungan terhubung


“mana bisa aku tidur” keluhnya


Bams terkekeh.


“jangan kabur ya? nanti Damar malah mengurung kamu” ucapnya


“ahhh.. ternyata punya kakak juga gak enak!” keluh Kiky manja


“Ky..!!” keluh Bams menanggapi godaan Kiky padanya.


“ayo culik aku disini Bams!” Dia justru membuka jubah satin penutup gaun tidurnya


“ku matikan nih!” ancam Bams


Kiky justru terkekeh dan justru terus membuka


“tahan ky.. pliss.. tahan!” pinta Bams


Kiky tertawa mendengar suara Bams yang terdengar putus asa.


“ayo, mending tidur sekarang yah?” bujuk Bams


“aku beneran gak bisa tidur” keluh Kiky


“harusnya kamu justru bisa tidur sekarang sayang” ucap Bams lagi


“gimana aku bisa tidur kamu tadi seperti itu, aku masih belum percaya rasanya kamu juga mencintaiku” ucapnya tersenyum


“jadi selama ini kamu berpikir aku gak cinta sama kamu?” jawab Bams dengan nada tak percaya


Kiky menunduk merasa bersalah


“astaga Ky.. pikiran kamu itu!!” Bams kesal


“maafin aku..!” ucapnya lirih.


“sudahlah.. sudah jam segini, kamu tidur!” Ucapan itu bernada kecewa


“kamu marah?” tanya Kiky semakin merasa menyesal


“sayang ini udah jam dua, besok kamu kerja kan? Ayo sana tidur!” pinta Bams lagi

__ADS_1


“kamu gak marah lagi kan sama aku?” Kiky menangis


“gak cinta, aku gak marah sayangku..” ucap bams lembut


Kiky tersenyum disela tangisnya mendengar Bams membujuknya seperti membujuk anak kecil.


“nah gitu dong, cepetan tidur ya? aku tunggu di mimpi ku malam ini” ucap Bams lagi


Dan benar apa yang dikatakan Bams, mereka memang bertemu di alam mimpi, berada di sebuah pantai dan tentu saja sambil bercinta. Ah... Bams dan Kiky memang memikirkan hal hal mesum terus ya..!


Ketika pagi, Kiky kembali diantar ke kediamannya, kantong matanya memucat dan itu terlihat jelas oleh sang kakak.


“gak bisa tidur tadi malam?” tanyanya


“hem!” jawabnya masih merajuk


“ihhh.. adik manisku merajuk” goda Damar mencubit pipinya.


“sudah Damar! Jangan menggoda adikmu terus!” tegur Nimas menyiapkan sarapan


“kan sama kaya Bunda waktu pertama ketemu papah! Gak bisa tidur juga lho Ky” godanya kembali ke Nimas


Plak!


Suara pukulan di punggungnya terdengar keras dan ringisan kesakitan Damar membuat  Kiky tertawa puas


“HP ku akan ku matikan! Kalau nanti Mas Damar telpon kamu bilang kita ada meeting penting! Dan sampai ku beritahu tetep bilang gitu ya?” perintah Kiky pada sang assisten saat ia mengemudikan mobilnya menuju suatu tempat.


Ya! tempat itu adalah apartemen Bams karena ia sudah tak mampu menahan dirinya.


Suara pintu terdengar terbuka, Bams menoleh lambat pada langkah kaki yang terdengar cepat menghampirinya. Kiky menghambur ke arah Bams, ia memeluknya erat


“aku sangat merindukanmu!” ucapnya mengusap wajahnya di dada yang tak mengenakan apapun.


Nafas hangat Kiky membelai dada kekar itu, aroma khas sang kekasih membuat pikiran Bams menggila.


“Ky... aku mohon! tahan Ky.. tahan!” ucap Bams yang justru memeluk erat tubuh Kiky


Tapi tangan Kiky semakin mengusap punggung itu dengan lembut, bibirnya mulai mengecup, dan deru nafasnya semakin nakal.


“demi tuhan, jangan Ky! biarkan aku menepati janjiku pada keluargamu” tahan Bams.


Bams terus berusaha melawan dirinya, ia adalah seekor kucing lapar yang didatangi seekor ikan cantik yang menari dengan keindahan di depan mata yang meminta untuk dilahap.


Namun ketika tangan Kiky justru menuju tempat utama gairah Bams dan mampu membangunkannya, maka pertarungan panas pagi itu pun tak mampu lagi ia hindari.


Kini Kiky terkapar bak sebuah layang layang putus yang dibawa angin. Puncak kerinduan membuat ia harus menyerah pada pertarungan panjang Bams yang menggila, melepas semua rasa dan sesak yang ada.


Tubuh Kiky hanya bisa terguncang dengan suara eraangan. Ia menerima konsekuensi atas membangunkan seekor singa lapar.


“ahhhhh...” puncak itu telah dicapai, kepuasan itu telah dinikmati, rasa rindu itu telah terobati. Kini hanya ada senyum di kedua bibir manusia yang telah menghabiskan pagi mereka hanya dengan bercinta.


“masih mau?” tawar Bams saat mata sayu Kiky yang kelelahan telah digagahinya hingga matahari mencapai di tengah hari.


“ampuuunn...” dessah Kiky tersenyum.


Tiga kali percintaan dengan durasi lama membuat Kiky menyerah dan kini memejamkan mata dalam pelukan sang kekasih tercinta.


Sedang tepat di sebuah supermarket, seorang lelaki terus ditahan oleh asistennya, ia telah mengikuti Aira dari sejak Aira keluar dari Rumah mereka. lelaki tua itu hanya ingin menyapa Aira dan menjelaskan semuanya, tapi sang asisten terus menahannya.


“tuan saya mohon tahan diri anda!” ucap sang asisten


“hanya ini kesempatan kita bisa bicara dengan nona” ucapnya


“anda tidak melihat! Nona di kawal ketat” jelasnya menunjukkan banyaknya orang orang yang berpura pura belanja yang terus mengikuti pergerakan Aira.


“tapi..”


“ingat tuan! Lebih baik kita menunggu nona luluh sendiri, dan mungkin kita lebih baik perlahan mendekatinya, jika seperti ini, kita mungkin tidak akan mendapatkan nona untuk kembali ke kita” jelasnya lagi


Helaan nafas terdengar dari mulut sang lelaki, assistennya benar. Mereka tak bisa memaksa Aira yang terlanjur kecewa dengan Ai & Din Corp, perusahaan besar yang diwariskan padanya.


“atur bagaimana cara mendekati nona muda Aina!” perintah sang tuan mengangkat kepala yang tertunduk.

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2