Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Menatap Mu Lagi


__ADS_3

Ia menatap wajah Ryo yang sudah tersenyum menatapnya.


“pagi sayang!” ucap Aira


Ryo tersenyum mendengar sapaan sang istri, ada senyum jahil di bibirnya.


“masih malam sayang!” ucapnya mengecup cepat bibir itu


“ahh.. aku masih bau” ucapnya membalikkan tubuhnya membelakangi sang suami.


Ryo tersenyum kembali dan mengecup bahu Aira yang polos.


Aira menatap semua sudut ruangan. Ia baru menyadari, dirinya telah mampu melihat lagi. Ia terus mantap setiap sudut dan benda yang tertangkap netranya.


Tubuh Aira bergetar, bukan karena kecupan kecupan Ryo yang berada dibelakangnya, tapi karena rasa haru menahan air mata. Dunianya telah kembali lagi, kembali pada Ryo, kembali pada cahaya yang sempat hilang dan kini, ia bahagia!


“beib..” Ryo memutar tubuh Aira menghadap padanya.


Baru saya Ryo ingin mengecup bibir itu tapi ia tertahan oleh pemandangan mata basah Aira. air mata itu terus mengalir dalam diam dan dalam pandangan dalam sang istri.


“Beib! Ada apa? Apa aku salah?” ucapnya menyeka air mata sang istri


Aira masih diam, tapi air mata itu terus mengalir  tanpa bisa ditahan.


“sayang, aku minta maaf” ucap Ryo kembali


Aira meletakkan tangannya di pipi Ryo. Air matanya terus menetes.


“kamu kurusan mas!” ucapnya masih menatap mata Ryo.


Ibu jarinya mulai membelai bibir Ryo. ia tersenyum ditengah tangisnya. Sedang Ryo hanya diam merasakan apa yang istrinya lakukan. Entah mengapa ia merasakan tatapan Aira terasa bermakna.


Aira masih menatap wajah itu. Mereka berdua hanya diam, hanya Aira yang terus menatap Ryo dengan makna diiringi air mata yang tiada henti. Air mata kebahagiaan yang tak bisa ia gambarkan.


Pandangan itu kemudian turun ke bibir Ryo yang terus ia mainkan dengan ibu jarinya. Akhirnya Aira mendekatkan wajahnya, hingga akhirnya ia melahap bibir itu dengan rakusnya. Ryo pun menyambut sisi agresif Aira yang baru terlihat pagi ini.


Ciuman itu terus dan terus menuntut pada sesuatu yang lebih. Ryo menarik tubuh Aira ke atasnya, dan berakhirlah mereka dengan percintaan panjang di pagi pertama mereka.


“aku mencintai kamu mas” ucap Aira di tengah pelukan lelah diatas tubuh Ryo


“aku lebih mencintai kamu beib”


Senyum Aira terus mengambang. Ia perlahan turun dari tempat tidur dan melilitkan selimut di tubuhnya.


“ayo sayang!” ajaknya menoleh pada Ryo


Ryo mengerutkan kedua keningnya melihat Aira yang bergerak seakan tak takut dengan langkahnya.


“beib?” tanyanya


“mau mandiin aku gak?” tanyanya manja


Mata Ryo membulat tak percaya permintaan sang istri. Dengan gerak cepat ia berlari ke arah Aira dan langsung menggendongnya, menautkan kembali bibir mereka berdua menuju kamar mandi.


Aira bersandar mesra di tubuh Ryo, sedang tangan Ryo yang memegang shower puff terus membersihkan tubuh Aira saat mereka tengah asyik memainkan busa busa sabun di dalam bath up


“mas.. kamu gak pernah menyesali pertemuan kita kan?” pertanyaan itu muncul di tengah kehidmatan acara mandi mereka.


“aku gak suka kamu nanya gitu” ucap Ryo menggosok gosok dada Aira

__ADS_1


“kamu pernah...” Aira ragu menanyakan apa yang ada di kepalanya


“pernah apa?” tanya Ryo


“setelah aku pergi.. apa pernah kamu bersama orang lain?” tanya Aira dengan nada sangat kecil. Karena ia ragu dengan perteanyaan yang mungkin akan menyakitkan jika Ryo jawab.


“pernah lah..!” ucap Ryo dengan tawa di tahan.


“apa???” Aira langsung menegakkan duduknya dan memutar tubuhnya menghadap Ryo.


Wajah Ryo terlihat keriput karena berusaha menahan tawa. Ia memang mengerjai Aira yang bertanya dengan nada cemburu.


“sama siapa?” tanyanya dengan mata yang tajam


“ya banyak” jawab Ryo semakin memancing emosi sang suami


“hah!!!” Aira kesal


Ryo tertawa melihat tingkah istrinya yang sudah berada di puncak emosi. Aira berdiri ingin keluar dari bath up. Tapi Ryo kembali menahannya dan menarik tubuh itu kembali kedalam pelukannya.


“tadi kamu tanya kan.. apa aku pernah bersama orang lain? Ya aku bersama banyak orang.. apa aku salah jawabnya” godanya


Aira melirik marah pada Ryo. Mendapat lirikan Aira, Ryo kembali mengerutkan keningnya.


“kamu tu.. aku tanya serius” ucap Aira


“aku juga jawab serius beib..”


“bukan gitu jawabnya” Aira kembali bersadar di dada Ryo. kaki mereka saling mengait dan menyatu.


“kamu ingin tanya apa aku pernah dengan wanita lain?” tanya Ryo


“aww..” keluh Aira


“itu hukuman buat kamu karena bertanya seperti itu” ucapnya


“hukuman?” Aira menoleh padanya


“hem!” jawab Ryo


“hukuman karena kamu meragukan kesetiaan ku” jelas Ryo


Aira tersenyum mendengar jawaban Ryo. itu berarti dia tak pernah mengkhianatinya sama sekali.


“kamu belum cerita semua tentang dokter Melan” ucapnya menoleh kembali dan dalam sedetik, Ryo menahan kepala Aira dan membungkam mulutnya dengan ciuman panjang diiringi tangan Ryo yang bermain.


“ingat ya.. kamu harus di hukum karena kesalahan kamu” ucap Ryo


“aku! Aku salah apa?” tanya Aira


“kamu meninggalkan ku beib.. itu salah kamu! dan kamu harus di hukum” ucap Ryo


“maafin aku! Aku terlalu syok saat melihat semua bukti tentang kematian mamah” ucapnya mengingat saat itu


“seharusnya kamu tunggu aku” jelas Ryo


“tapi kan aku udah minta maaf dan aku juga waktu itu kembali ke kamu” jawab Aira


“iya! Tapi kamu masih nyiksa aku sampai konser itu selesai” Ryo mencubit boba milik Aira gemas

__ADS_1


“mass..” keluh Aira merasakan sakit namun ada yang nyaman


“terus bagaimana aku harus menembus salah ku” ucapnya menoleh kembali dan bersandar dibahu Ryo


Ryo melilitkan kakinya di perut Aira. kini Aira berada dalam kendalinya.


“Tidak boleh meninggalkanku lagi, menjalani hukuman kamu sampai maut memisahkan kita” ucap Ryo


“hukuman ku apa?” tanya Aira lagi


“mencintaiku, menyayangiku, melayaniku, menemaniku, selalu disampingku selama hidup kamu” cubit Ryo pada hidung Aira


Aira terkekeh mendengar panjangnya hukuman yang harus ia hadapi.


Akhirnya mereka menyelesaikan mandi bersama yang begitu lama. Ryo menggendong Aira yang terbalut bathrobe dan mendudukkan Aira di depan meja rias di ruang ganti mereka.


Perlahan Aira membuka handuknya. Ia melirik sang suami yang melepas semua handuknya. Ia tersenyum dan terkekeh melihat tubuh polosnya.


Mendengar tawa kecil Aira. Ryo meliriknya.


“kenapa Beib?” tanyanya sambil memasang pakaian.


“enggak! Ada yang lucu aja” ucapnya


“ngebayangin apa kamu?” tanyanya mendekat


Aira mengangkat kepalanya dan menatap Ryo yang berdiri disampingnya.


“bukan ngebayangin, tapi melihat bekas cakaran ku lumayan juga” ucapnya


Ryo mematung mendengar kata melihat yang terucap dari bibir Aira.


“apa kamu bilang sayang?” ia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri.


“kamu bilang kamu melihat apa?” tanya Ryo merasa tak percaya


“mas mas... kamu gak berubah, masih senang buugil di depanku” ucapnya mengambil hair dryer dengan cueknya pada Ryo


“beib!” Ryo menahan tangan Aira dan mengambilnya. Ia meletakkan kembali hairdryer tersebut dan memutar tubuh Aira untuk menghadapnya.


“beib! Sungguh kamu melihat ku sekarang” ucapnya berjongkok hingga membuat posisinya lebih rendah.


Aira menangkup wajah suaminya, ia tersenyum.


“aku melihat mu tadi malam, kamu sangat ganas dan menikmatinya” ucapnya tanpa malu


“awalnya aku berpikir aku Cuma berkhayal, tadi pagi aku menangis karena terlalu bahagia.. tuhan telah mengembalikan semuanya pada ku.. semua sumber kebahagiaanku, kamu dan dunia” ucapnya


Ryo meneteskan air mata, dia yang dulunya seorang casanova kini menjadi lelaki melow yang telah mutlak menjadi budak sang istri. Perasaannya kini hanya dimiliki satu orang, perempuan yang kini telah menjadi masa sekarang dan masa depannya.


Ryo menumpukan kedua lututnya, meraih wajah Aira untuk mendekat padanya. ia mengecup kedua mata Aira dalam haru dan deru bahagia.


“selamat beib.. selamat” ucapnya kemudian memeluk sang istri.


Akhirnya kebahagiaan itu telah sempurna, menjadi milik mereka berdua. Mereka berdua pun terus menikmati momen yang hanya mampu mereka rasakan.


Setelah sarapan, Aira melangkah menuju tempat sang adik melalui pintu rahasia yang dulu mereka gunakan sebagai penyambung kedua apartemen.


“Ni?” tanya Aina yang menyadari sang kakak yang muncul dari belakang.

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2