
Ryo meninggalkan Aira sendiri di ruang tengah. Ia membersihkan dirinya karena dia sudah seperti orang yang tak terurus. Ryo keluar dari kamar dengan pakaian santai. Ia juga mengenakan kaos putih agar terkesan couple dengan Aira. ia tidak melihat Aira yang tadi berada di ruang tengah. Saat ia mendekat, ternyata Aira terlelap di sofa itu. Kondisi Aira memang belum pulih, hingga sisa sisa lelah masih ada terasa di tubuhnya. Ryo mendekat dan memegang dahi Aira.
“hangat!” ucapnya
Ia mengambil selimut untuk Aira yang terlelap. Ryo berusaha memasukkan termometer agar Aira tidak terbangun, suhu tubuhnya kembali naik. Ryo mengambil obat dan air minum.
“Aai...!” Ia terpaksa membangunkan Aira untuk meminum obat
“minum obat dulu” ia membangunkan Aira dan membantunya meminum obat
“ayo tidur di dalam aja!” Ryo meminta Aira untuk tidur di kamar
“nanti!” Aira malas untuk pergi dari sana. Ia sangat mengantuk saat itu. mungkin karena kondisinya yang menurun lagi. Ryo pun menggendong Aira agar bisa beristirahat dengan nyaman di kamar.
Ia membaringkan Aira dengan hati hati, menyelimuti agar hangat. Ryo terus menatap wajah Aira. ia menyisihkan rambut rambut kecil di wajah Aira. Ryo melihat ponsel miliknya. Ada Bams yang menanyakan dimana Aira dirawat. Ryo hanya melihat pesan itu. Ia mengabaikan pesan Bams. Ryo baru ingat tas Aira yang masih berada di mobil. Ia meninggalkan Aira untuk mengambilnya.
Ryo membuka tas Aira. ia duduk sendiri di mobil. Hanya ada tiga pesan masuk di HP Aira. Dia, Bams dan sister.
Ryo membuka pesan pesan Bams dan membaca. Ternyata Bams lebih lama mengenal Aira. Bams lebih dulu tau kalau Aira membawa bekal jika bekerja. Ryo bersandar pada jok mobil. Ternyata mereka sudah lama saling mengenal. Jauh sebelum dia. Ryo kembali memikirkan Aira yang diam saat dia memeluknya tadi. Mungkin Aira sangat menyukai Bams, mungkin detak jantung Aira bukan karena mulai menyukai sikap Ryo, tapi mungkin karena merasa tidak nyaman dengannya, apa mungkin ia bisa menyingkirkan Bams di hati Aira? ia hanya memejamkan mata. Lama Ryo berada disana. Ia melihat ponsel Aira yang mulai low bat. Ia pun bergegas kembali ke apartemen.
Saat ia memasuki kamar, Aira tertidur pulas. Ia meringkuk seperti kedinginan. Ryo membenahi selimut dan Aira semakin nyaman. Ia berbaring disamping Aira. ia melihat wajah Aira terlelap menghadap padanya. ia memegang pipi Aira. Demamnya pun sudah turun.
“aku sekarang udah gak mampu ngelepas kamu lagi, tapi hati kamu milik orang lain” ucapnya menatap wajah Aira yang terpejam
“apa yang harus kulakukan ai..?” bisik Ryo menatap Aira yang ada di hadapannya namun terasa sangat jauh
“apa yang bisa buat kamu menyukaiku?” Ryo kembali mengucap itu
Tanpa sadar Ryo tertidur. Mungkin karena ia hampir tidak tidur malam itu.
Aira yang membuka mata melihat Ryo tepat berbaring di hadapannya. Aira terus melihat Ryo yang tertidur sangat nyenyak. Ia mengingat semua yang dilakukan lelaki itu. Terbersit rasa bersalah tertoreh di hatinya. Tapi jika ia mengikuti keinginan hatinya, maka ia sendiri yang akan terluka, karena ia sangat tahu seperti apa seorang Ryo. Bahkan Saat ini pun hati Aira terasa sakit.
Aira membelai wajah Ryo dan membuat Ryo terbangun. Aira mengangkat tangan ketika melihat Ryo yang mulai mengerjapkan mata. Ryo kembali menutup mata dan memegang tangan Aira yang membelai pipinya. Ia tidak berkata apa apa atau pun membuka mata, ia hanya menggenggam tangan Aira dengan terpejam.
“aku selalu berharap kamu bisa menyukaiku” ucap Ryo dengan membuka mata. Kini mata mereka saling memandang. Mereka hanya berbaring dan saling menatap, Ryo terus menggenggam tangan Aira. ada makna di balik sunyinya saat itu.
__ADS_1
Apa yang bisa membuatmu menyukai ku? Apa kurang ku hingga tak bisa memasuki hati kamu? Benak Ryo
Ya tuhan.. mata itu, jantung ku tak bisa ku tahan, apa yang harus ku lakukan padamu? apa yang harus ku lakukan dengan diriku sendiri? Benak Aira
“antarin aku pulang!” ucap Aira memecah kesunyian antara mereka.
Ryo mengembalikan tangan Aira. ia berbaring telentang dan menghela nafas. Ia bangun dan duduk. Ia kembali menoleh ke Aira.
“kamu masih sakit dan perlu dirawat” jawabnya
“aku gak papa” ucap Aira bangun
Ryo menatap Aira dengan menahan kekesalannya. Ia tidak ingin berdebat dengan Aira saat itu
“kamu tau aku masih marah karena aku menuruti keinginan kamu, aku harus melihat kamu sakit seperti tadi malam.. “ jelas Ryo
“maafin aku udah bikin kamu khawatir.. “ ucapnya pelan
“kalo kamu merasa bersalah bikin aku khawatir, jangan pulang!” jawab Ryo
“orang lain kalo sakit tu seneng dirawat, kamu...” lanjut Ryo mengusap wajahnya kesal dan tak melanjutkan kata katanya.
“kamu pikir aku bandingin kamu?” Ryo kesal dengan sikap Aira
“kalau kamu bandingkan pun.. aku emang gak sebanding dengan mereka” ucap Aira merendah
“sudah ku bilang, aku bukan orang yang gak tau diri” Aira ingin turun dari tempat tidur
Ryo menahan Aira
“kamu memang orang yang gak tau diri” jawab Ryo dengan tatapan tajam
Aira menatapnya kaget. Ia menatap Ryo dengan tatapan dingin mendengar ucapannya yang sangat kasar bagi Aira.
“kalau kamu tau diri, kamu harusnya sadar... “ lagi Ryo mengatakan hal yang membuat dada Aira terasa sesak
__ADS_1
“tubuh kamu pasti merasa gak nyaman sekarang, badan mu pada sakit sakit semua, kamu masih perlu istirahat cukup, disini aku bisa merawat kamu, meski aku seorang entertainer, aku tetap seorang dokter. Tapi kamu terus saja menolak! dan sekarang meminta pulang? Sekarang kamu bilang kamu tau diri?” Ryo bicara panjang lebar seperti seorang bapak yang mengomel pada putrinya yang tidak menurut.
“kenapa kamu lakukan ini?” tanya Aira
“kenapa kamu terus nanya? Padahal kamu udah tau apa jawabannya” Ryo justru bertanya balik
Aira hanya diam.
“istirahatlah disini, lagian apa susahnya sih?” lanjut Ryo
“apa susahnya?” Aira menghela nafas
“aku udah sering sakit kaya ini, dan aku pasti baik baik aja” jelas Aira
“OK! Aku tahu kamu pernah sakit, sering sakit, tapi apa salahnya kamu istirahat disini?” jawab Ryo lagi
“gak usah khawatirin aku..” ucap Aira
“jadi aku harus biarin kamu sakit?” jawab Ryo berdebat lagi
“kamu pikir aku nyaman liat kamu sakit kaya sekarang?” lanjut Ryo
“kalo kamu melakukannya hanya karena kamu merasa tidak nyaman, lupakan, aku bener bener baik baik aja” jawab Aira lagi
“aku bener bener gak nyaman kalo disini” lanjut Aira lagi
“kenapa?” Ryo melirik kesal padanya
“karena aku menyukai kamu?” tanyanya lagi
Aira terdiam
“kalo gitu, lupain aku suka sama kamu, anggap aja kamu nginap di tempat teman, atau kamu berada di rumah sakit atau klinik...” ucapnya lagi
“kalo kamu merasa gak nyaman, maka tinggallah disini sampai kamu sembuh, aku juga gak akan makan kamu kok!” lanjut Ryo kesal
__ADS_1
Karena kamu Ryo! Benak Aira
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~