Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Keinginan


__ADS_3

Perdebatan terus terjadi antara Aira dan Aina. Aira memaksanya untuk tinggal dengan mereka dirumah tersebut, sedang Aina ingin tetap tinggal di apartemen dengan alasan lebih dekat dengan tempat kerjanya.


“kamu kan udah diminta pinta ke tempat mas Riry?” debat Aira


“ni... aku kamu sekarang terlalu protektif” protes Aina


“di.. kamu tidak tahu apa bahaya diluar sana saat ini” Aira menunduk dengan raut sedih.


Kehamilannya membuat ia semakin sensitif.


“ponakan kamu ingin kamu deket dengannya tapi kayanya kamu malah gak suka kalau aku hamil” ucapnya mengusap perutnya yang belum terlihat.


“ahhh.. ni.. kalau kamu pasti gunain senjata gak tega ku ke kamu buat bujuk aku” protes Aina


Aira tersenyum


“ayo kita keluar! Aku mau cari makan” ajak Aira


“udah ngomong kakak?” tanyanya


“dia sibuk jam segini, nanti Syen paling laporan juga” jawabnya menarik tangan Aina


Mereka keluar dari rumah langsung di kawal oleh Syen, dan tentu saja diikuti satu mobil di belakang mereka.


“Syen! Kamu ingat gak dulu kita makan di taman?” tanya Aira


“iya nona!” jawab Syen


“ayo kesana! Aku pengen makan disana” ajak Aira


Aina hanya melirik sang kakak. Terlihat sorot mata membayangkan lezatnya makanan yang ia bayangkan


“emang enak banget ya ni?” tanya Aina


“hem.. dulu aku ngidam makanan disana” senyumnya


Aina tersenyum sedih mengingat Aira pernah kehilangan anak yang ia kandung. Ia kembali tersenyum melihat senyum Aira yang terus terukir ketika mobil tersebut terus menuju jalan yang mengarah ke taman tersebut.


“ni..!” panggil Aina


“hem?”


“boleh ya aku hidup mandiri?” tanyanya


Seketika senyum Aira hilang


“kok sekarang kamu gak suka tinggal sama aku?” jawabnya menatap dengan sorot wajah kecewa


“bukan gitu ni.. jujur.. aku kurang suka dengan fasilitas yang kakak berikan” ucapnya


“aku ingin jadi diriku sendiri, bekerja berangkat naik bis, mengumpulkan gajiku untuk beli motor, terus nanti aku berangkat kerja menggunakan hasil jerih payahku, aku kangen dengan kebanggaan ku sendiri” ucapnya menunduk melihat tangan yang ia pangku


“ni lupa.. aku suka dengan tantangan hidupku sendiri.. aku lebih senang berjuang, bukan menikmati yang bukan hasil ku” lanjutnya


Aira meraih tangan sang adik


“aku tahu... saat kita menerima hasil jerih payah kita sendiri.. ada sesuatu yang begitu kita banggakan.. tapi di.. aku ingin kamu senang, aku ingin kamu seperti gadis gadis lain yang menikmati dunianya..” ucap Aira


“tapi aku kangen berkarir ni.. kalau di bawah bayang bayang kakak.. aku gak bisa” balasnya


“memangnya kamu ingin pindah kerja dari tempat Bams?” tanyanya


Aina menggeleng


“untuk sementara gak ni.. Bams lagi kacau, aku gak tega ngomong keluar sekarang” ucapnya


“kacau? Kacau kenapa?” tanya Aira cemas


“kemarin pas aku pulang dia mabuk, dan ngebahas masalah pengkhianatan, sepertinya dia ribut sama Kiky”


“terus?”


“terus dia tanya aku, apa aku juga akan ninggalin cafenya..” jelas Aina lagi


“dia sama Kiky udah lama banget, masa Kiky khianatin dia? Setahu aku Kiky sangat mencintai Bams”


“entahlah ni..”


Saat tiba di taman, Aira girang menuju foodcourt yang berada disana, memilih banyak makanan untuk ia nikmati. Mereka memilih duduk bersama di sebuah kursi taman.



“hheemmmm” Aira menikmati jajanan yang ia beli.


Syen dan Aina menatap Aira yang menikmati makanannya seperti anak kecil yang baru menikmati jajanan pertama kali.


“suka banget ya ni?” tanyanya


“hemm.. enak banget” ucapnya dengan mulut penuh


Syen hanya menatap kedua kakak beradik itu bergantian.


“suka sayang?” suara lelaki yang tak asing bagi mereka mendekat.


“mas?” toleh Aira sedang bibirnya masih terdapat saus sisa gigitan tteokkebi hotdog


Ryo mendekat tersenyum melihat istrinya yang mulutnya masih penuh sambil mengunyah nikmat makanannya.


“duh.. makannya kok belepotan gini beib?” Ryo membersihkan sisa saus disisi bibir Aira dengan ujung jarinya, Ryo pun menjilat sisa saus itu seolah nikmat.


Aira tersenyum melihat sang suami yang datang padanya sore itu.


“kenapa gak ngomong mau kesini?” tanya Ryo

__ADS_1


“emang anak buah kamu gak lapor?” tanyanya melirik kesal


Ryo tersenyum


“ayo Syen.. kita pergi! nanti jadi obat nyamuk kita” Aina mengajak Syen menjauh


“eh mau kemana?” tanya Aira


“ada kakak.. ni sama kakak aja.. aku juga mau nyari yang lain” ucapnya beranjak menarik tangan Syen


Ryo hanya terkekeh melihat kelakuan adik iparnya. Mereka menikmati sore itu di taman kecil pinggiran kota tersebut.


Aira menceritakan jika dulu ia juga ngidam dan makan disana. Ia juga menceritakan klinik tempat ia memeriksakan kandungannya, matanya mengembun mengingat semua itu.


“beib.. lupakan semua kenangan pahit kamu, kita telah menggantinya dengan kebahagiaan kita kini” Ryo merasa bersalah.


“sebelum aku pergi.. aku memimpikan tidur bersama kamu mas.. malam itu mimpiku seperti nyata” senyumnya.


“karena itu bukan mimpi.. malam itu aku memang datang, dan ku pikir saat kamu minta aku pelan pelan demi anak kita, aku pikir kamu yang bermimpi” jelas Ryo


Aira tersenyum. Ternyata malam itu Ryo benar datang.


“aku pikir aku bermimpi karena saat aku terbangun aku sendiri dan masih mengenakan pakaianku” senyumnya


“suami kamu hebat’kan?” goda Ryo


“bukan hebat lagi.. super” senyumnya


“beib, malam ini aku mungkin akan ke tempat Kiky”


Aira hanya menatap tanpa bertanya.


“tadi mamah telpon, om Handoko meminta dokter pribadi untuk Kiky, katanya kondisinya drop” jelas Ryo


“tadi Aina juga cerita kalau Bams mabuk mabukan, kayanya lagi ada masalah dengan Kiky.. apa mereka bertengkar ya?”


“jadi kamu masih mencari info tentang Bams?” wajah Ryo berubah mendung


“jangan bilang kamu cemburu pada Bams mas.. di perutku ada anak kamu, kamu masih ragukan aku?” tatap Aira tajam


Ryo tersenyum.


“bukan meragukan beib..” Ryo mengambil tangan Aira


“tapi setiap ada nama lelaki kamu sebut, badanku selalu bereaksi langsung dan itu langsung di respon oleh jantungku”  jelas Ryo


“Bams, Arya Jordan, hemmm... Dony, Ken, Glen, Ba” bibir Aira tertahan oleh suapan Ryo


“hentikan! Aku serangan jantung nanti” jawabnya tersenyum


Aira tertawa dengan mulut penuh.


“senang banget ngerjain aku sekarang! Awas aja pulang nanti.. kamu akan aku kerjain habis habisan” Ryo mendekatkan wajahnya


“mas.. jangan mesum disini” Aira memundurkan tubuhnya


Malam itu Ryo datang ke rumah Handoko. Kondisi Kiky memang sangat terlihat memprihatinkan.


“Ky...!” panggilnya


Tapi Kiky masih nyaman memejamkan matanya


“dia baru aja tidur yo” ucap Handoko sedih menatap sang putri


“ada apa dengannya om?” tanya Ryo


“sepertinya mereka putus” ucap Handoko


Ryo menghela nafasnya. Rasa sedih terasa di dadanya. Ia memahami seperti apa Kiky saat ini karena ia juga seperti itu saat Aira pergi.


Beberapa hari setelahnya, Ryo kembali datang bersama Aira menengok kondisi Kiky.


“hai!” Sapanya kini lebih baik


“apa kabar Ky?” sapa Aira mengulurkan tangan.


“selamat ya atas kehamilan kamu” ucap Kiky


Aira menoleh pada Ryo


“terima kasih” jawab Aira.


Mereka mengobrol ringan.


“aku senang kamu lebih baik sekarang” ucap Ryo


“ya.. karena papah, aku harus kuat demi papah” jelasnya


“aku juga pernah mengalami saat seperti kamu” ucap Ryo melirik ke Aira


“tapi aku gak nyerah.. akhirnya bisa buntingin dia” lanjutnya lagi


Aira terkekeh dan Kiky pun tersenyum


“kalau aku sepertinya gak bisa bikin dia bunting” jawab Kiky yang membuat Aira dan Ryo tertawa.


“papah akan menikah lagi, kalau aku terus larut dalam kesedihanku, papah pasti gak mungkin akan melanjutkan rencananya, dan aku gak mau papah kehilangan kebahagiaannya, cukup aku aja yang sedih, aku ingin papah senang” ucapnya dengan mata mengembun.


“syukurlah kamu mampu memiliki semangat lagi” jawab Ryo


“malam ini kami akan makan malam membicarakan pernikahan papah dengan keluarga bunda” jelasnya


“wah.. cepat ya” jawab Ryo

__ADS_1


“ngomongin papah ya?” Handoko mendekat.


“Om..” sapa Ryo diiringi uluran tangan dia dan Aira


“Aira om” kenalkan diri Aira


“kamu pasti udah kenal sama Om dan Kiky kan.. Keluarga Ryo dan keluarga kami udah menjadi sahabat turun temurun” jelas Handoko


Kiky meninggalkan mereka bertiga karena ia diminta sang perawat untuk meminum obat dan beristirahat.


“selamat ya om.. saya dengar om akan mendapat pendamping lagi setelah sekian lama” ucap Ryo


Handoko tersenyum


“Om mempercepat rencana pernikahan om karena kondisi Kiky.. dia memerlukan perhatian seorang ibu, dan kebetulan wanita yang akan om nikahi sangat menyayangi Kiky dan begitu dekat dengannya” jelas Handoko.


“Beruntungnya Kiky” ucap Aira


“iya.. dia hanya beruntung disitu, tapi tidak dengan orang yang ia cintai nak Aira” jawab Handoko


Ryo saling pandang dengan Aira.


Setelah lama berada di kediaman Handoko, Aira dan Ryo pamit pulang karena hari sudah menjelang sore.


“mas.. apa sebaiknya kita bicara dengan Bams?” tanya Aira


“kenapa sayang?”


“aku kasihan dengan Kiky”


Ryo hanya menatap sekilas pada Aira


“gak usah dipikir ya.. itu urusan mereka” jawab Ryo masih melanjutkan perjalanan pulang mereka.


Saat mereka baru saja keluar dari mobil, terlihat mobil lain memasuki pekarangan yang terlihat indah ketika senja menjelang


“siapa mas?”


“Bams!” jawab Ryo yang mengenali mobil baru Bams


Aira menatap Ryo sejenak. Ia masih khawatir sang suami cemburu.


“ni..” panggil Aina keluar dari mobil Bams dan disusul Bams


Apa karena kamu ni? benak Aira menatap Aina tanpa ekspresi.


Aina berjalan mendekati Aira dengan gugup karena mendapat tatapan lain dari sang kakak.


“ni.. kenapa?” tanyanya


“gimana kabar kamu Ai? Selamat ya bro! Loe akhirnya jadi bapak” ucapnya kemudian memeluk Ryo


“ayo masuk!” ajak Ryo


Mereka memasuki rumah dan Aira menarik Aina memasuki kamarnya.


“di.. kamu pacaran sama Bams ya?” tanyanya langsung saat menutup pintu


“ah ni! gak mungkin lah!” jawabnya tegas


“terus kenapa kamu tadi sama Bams?”


“tadi dia bilang ingin main sekalian ke apartemen kakak, aku cerita kita pindah ke sini, ya dia ikut sekalian” jelasnya


“huh..” suara deru nafas lega terdengar di telinga Aina


“emang kenapa ni?”


Di lain sisi, Bams dan Ryo mengobrol. Saat Ryo menanyakan hubungannya dengan Kiky, bams hanya mengalihkan arah pembicaraan mereka.


“bro.. loe gak usah ngehindarin pembicaraan” jawab Ryo


“gue gak mau bahas dia” ucapnya dengan kesal


“loe putus ya? pantas saja mereka membicarakan pernikahan malam ini” ucap Ryo santai menikmati minuman yang ada di depannya.


“apa loe bilang?”


“malam ini kedua keluarga akan makan malam membicarakan rencana pernikahan” jelas Ryo


“loe bohong kan?” tanya Bams


“gue cuma ngasih tau, datang aja ke resto XXX, mereka makan malam disana” jelas Ryo


Bams mengingat nama resto kesukaan Handoko. Ia pun menjadi pias


“gue pergi dulu” ucap Bams  berdiri


Ryo tersenyum.


Loe bilang gak cinta Kiky.. heh! Denger gitu loe kebakaran jenggot’kan? Benak Ryo tertawa melihat punggung Bams yang keluar dari rumahnya.


“lho.. Bams udah pulang mas?” tanya Aira menuruni tangga


“dia kebakaran jenggot beib” jawab Ryo mendekati sang istri dan menautkan bibir mereka.


Sedang Bams melajukan mobilnya.


“AAAAAAAGGGGHHHHHHH!!!!!” teriak Bams kesal


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Buat kakak kakak yang cantik cantik... mohon Maaf akhir akhir ini sering telat update karena saya sedang banyak kerjaan di dunia nyata. 

__ADS_1


Moga tidak kecewa ya kakak2.. nanti akan saya usahakan update lagi perhari, karena hanya tinggal beberapa episode lagi novel ini akan tamat. 


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2