
Ryo berada ditengah wawancara wartawan yang menggerubunginya bak semut pada gula. Ia merasakan getar ponsel Aira pada dadanya dan bergegas pergi. ia tahu, hanya satu orang yang akan menghubungi nomor itu dengan nomor pribadi
“beib!” ucap Ryo mengangkat panggilan telpon yang lebih penting dari panggilan malaikat baginya
“gimana kabar kamu?” tanyanya lagi
“hhmm.. baik” ucap Aira
Sejenak Aira terdiam
Mengapa Ryo tak menanyakan kandunganku? Benak Aira mengerutkan kening.
“ah.. syukurlah.. sayang aku sangat merindukan kamu..” ucap Ryo lagi
“hemm” jawab Aira
“bicaralah.. aku merindukan suara istriku” ucapnya
“aku juga” jawabnya singkat
“udah liat filenya kan? Kamu udah percaya kan?” ucap Ryo lagi
“hem”
“syukurlah..” desah lega terdengar dari nafasnya
“kapan aku akan jemput kamu?” tanya Ryo lagi
“bukannya kita sudah janji untuk ketemu di konser terakhir?” tanya Aira lagi
“aku pikir setelah kamu melihat file itu kamu akan kembali” ucapnya dengan nada kecewa
“biarkan aku berpikir sebentar.. aku mohon!” pinta AIra
“hem.. terserah kamu,... aku akan turuti” jawab Ryo
“sayang.. apa gak bisa kamu bilang dimana kamu?” tanya Ryo lagi
“kenapa?” tanya Aira
“jika kamu gak ingin pulang, aku yang akan kesana.. kita bisa ketemu disana” jelas Ryo
“mas.. pliiiss..” jawab Aira
“kenapa kamu gak memanggilku sayang lagi?” tanya Ryo
“bukannya kamu senang ku panggil mas Riry ku?”
Ryo terkekeh mendengar kata terakhir Aira yang seakan menghangat dalam dadanya
“sayang junior merindukan pasangannya?” bisik Ryo
“mesum!” jawab Aira
Ryo kembali tertawa. Mendengar tawa itu membuat tubuh Aira berasa ingin terbang mendatangi sosok yang meninggalkan cinta yang begitu mendalam untuknya selama ini.
“beib.. aku mohon kembalilah sayang!” pinta Ryo dengan suara lirih dan mengiba
“aku sangat tersiksa” ucapnya dengan nada bergetar
__ADS_1
“aku merindukan kamu .. dan semakin hari semakin merindukan kamu” ucapnya lagi
Aira meneteskan air mata mendengar kata sedih Ryo. tapi kenyataan tentang rumah sakit itu yang telah melakukan mapraktek hingga membuat ia kehilangan seorang ibu, dan membuat sang ayah meninggal dunia karena semua itu, membuatnya masih ragu untuk kembali pada Ryo.
Himpitan rasa bersalah pada kedua orang tua dan Aina membuat langkah kakinya tak mampu berjalan kembali pada Ryo.
“beib..!” panggil Ryo karena tak mendengar suara Aira
“hemm!” ucapnya menahan tangis
“aku minta maaf menutupi semuanya dari kamu.. aku tahu aku tak seharusnya tak menyembunyikan semua itu.. itu ku lakukan karena semata mata ingin melindungi kamu dari rasa sakit” ucapnya
“hem!” jawab Aira
“aku takut kamu akan membenciku karena aku terlahir dari orang yang memiliki rumah sakit itu” jelas Ryo lagi
Aira terisak. Ternyata ketakutan itulah yang selama ini ada dalam benak Ryo yang membuat selalu takut dan takut Aira tinggalkan.
“beib?” panggil Ryo lagi karena Aira hanya diam
“hem” jawabnya
“apa kamu nyaman tanpaku?” tanya Ryo meragu
“enggak..” jawab Aira
“kalau gitu balik dong sayang”
“nanti saat aku siap” ucap Aira lagi
“baiklah” Ryo tak ingin berdebat lagi
Aira tak berani menyebut kondisinya yang sedang hamil. Keraguan untuk mampu mengungkap semuanya tentang mereka membuat ia mengurungkan niatnya untuk memberitahu kehamilannya.
Akhirnya hubungan telepon terputus setelah sekian jam mereka bercengkrama.
Bagi Ryo, meski seperti itu ia cukup puas, asalkan Aira tidak pergi meninggalkannya, asalkan ia memiliki harapan untuk tetap bersamanya, baginya itu sudah cukup.
Bisa mendengar suara Aira. mengetahui kabarnya dan saling bercerita tentang hari hari mereka sudah menjadi pengobat semua kerinduannya pada sang istri.
Tak seperti Kiky. Ia saat ini sedang melawan dirinya. sudah tiga hari ia tak menghubungi Bams. ia berharap Bams akan menghubunginya terlebih dulu. Ia ingin memastikan jika Bams merindukannya, namun hingga hari ke empat. Bams seperti tak ada kabar sama sekali pada untuk Kiky.
Perasaan meragu kembali menghantam dada Kiky. Mungkin dalam beberapa bulan ini hanya ia yang merasa jika Bams telah berubah. Tapi ia kembali menyadari, Bams tak menganggapnya ada.
Siang itu Kiky sedang ditengah rapat dengan investor mereka. terlihat seseorang yang tak asing bagi netranya. Seseorang yang dulu menolong dan mengobati kaki yang ia lukai karena kekecewaannya pada Bams.
Senyum mengambang saat netra mereka saling bertemu.
“gimana kabar kamu?” tanya kiky menyambut uluran tangan Damar
“aku sangat baik, bukannya aku yang seharusnya bertanya seperti itu?” goda Damar
Kiky tersenyum dikulum. Ia hanya menanggapi dengan senyuman.
Ternyata Damar hadir disana hanya sebagai pendamping bagi temannya. Ia mengatakan jika mengenal Kiky dan berharap Kiky mau menerima kerja sama dengan sang sahabat. Umur mereka yang tak jauh membuat pembicaraan bisnis seakan menjadi santai. Kiky pun akhirnya menerima kerja sama sahabat Damar yang berasal dari Australia.
“maaf saya harus segera kembali ke Australia” ucap sang bule dalam bahasa inggris
“sayang sekali, padahal saya ingin merayakan kerja sama kita” jawab Kiky
__ADS_1
“kalau begitu kau bisa merayakan bersama sahabatku Damar sebagai penggantiku” jawab kembali oleh sang bule yang senang melihat kedekatan Kiky dan sahabatnya
“dia tak akan mau” jawab damar bercanda dan menggoda Kiky
“kau ditolak sebelum bertindak bung” jawab si bule lagi
Dan mereka tertawa bersama. Setelah berpisah di pelataran gedung perusahaan Kiky. Damar dan kiky memutuskan untuk makan malam bersama.
“aku baru mengetahui kalau kamu bukan orang biasa” ucap Damar
“maksudnya?” tanya Kiky
“yah.. ternyata kamu pacar dari seorang selebrity dan kamu juga menjadi selebrity” ucap Damar
“ah biasa aja” jawab Kiky merendah
“bagaimana rasanya pacaran dengan seleb?” tanya Damar lagi
“banyak makan hati” jawab Kiky sambil memotong daging stik yang ada dipiringnya
“berarti kolesterol sama asam uratmu sering tinggi dong?” tanya Damar membelokkan obrolan mereka
Kiky kembali tertawa
“heeemm bener banget” ucapnya menyuap stik ke dalam mulutnya
“kalau aku suka makan sayuran sih.. gak terlalu suka makan hati” lanjut Damar
“kamu sendiri gimana?” tanya Kiky lagi
“baik, sekarang aku lagi makan dengan lahap” jawab damar yang kembali becanda
Kiky terkekeh. Ia senang bersama Damar yang memiliki selera humor yang tinggi. Obrolan bersama menjadi menyenangkan.
Makan malam mereka pun yang awalnya direncanakan Cuma satu jam. Berlanjut hingga dua jam lebih. Terlalu asyik dengan obrolan yang menyenangkan membuat keduanya semakin lupa waktu.
Tanpa Kiky sadari. Kebersamaan itu terekam sebuah kamera yang membuat berita heboh di pagi hari. sebuah berita viral yang membuat seseorang tak mampu menikmati sarapannya meski lapar sedang menggerogoti perutnya.
Lelah akan konser malam itu terlupakan karena berita itu seakan menjadi jawaban mengapa tak ada kabar dari Kiky beberapa hari ini.
“jadi karena dia kamu melupakan konser pertamaku?” ucap Bams meradang menatap foto Kiky yang tertawa lepas bersama seorang yang dulu pernah ia liat dengan mata kepalanya sendiri.
Bams memotong foto Kiky dan Damar. Mengirim pada kembali pada Kiky
“ternyata malam minggumu sangat menyenangkan” tulis Bams pada caption foto tersebut.
Kiky yang menikmati minggu paginya masih bergelung di dalam selimut dan memeluk teddy bear besar miliknya. Ia seakan melupakan makan malam menyenangkan dengan Damar dan kerinduan pada Bams. ia hanya ingin menikmati tidurnya.
Ddrrttt!
Suara pesan masuk. Dengan malas ia melihat ponselnya. terlihat satu pesan dari Bams. membuat mata Kiky terbuka sempurna. Senyum seketika terpancar dari wajahnya. Rasa kantuk pergi bak tersiram air segar.
Namun raut wajah itu menghilang ketika pesan itu ia buka.
Jadi kamu nyaman selama gak ada aku? Tulis Bams
Kiky menjadi serba salah. Kini maksudnya disalah artikan Bams lagi!
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1