
“berarti kita pulang ya beib?” pinta Ryo kembali
“Gak ah, aku mau disini” jawab Aira santai tersenyum tanpa mengarahkan wajahnya ke Ryo.
Ryo berjongkok di lantai meraih lutut Aira dan menciumnya dengan penuh cinta.
“beib.. plisss” pintanya
Aina tertegun melihat perbuatan Ryo yang seakan memuja sang kakak. Berlutut dan menopang wajahnya di paha Aira dengan manja, seperti anak kucing yang meminta susu karena rasa lapar yang ia rasakan.
“tapi aku nyaman disini” jawab Aira mencoba meraba puncak kepala Ryo, tapi Ryo mengambil tangan itu dan mengecup mesra telapak tangan Aira.
“Ai.. bantu aku dong bujuk kakak kamu” pinta Ryo
“aku gak bisa ngapa ngapain.. lagian aku gak berani sama ni” ucapnya seolah tak berpihak pada Ryo
“beib..” rengek Ryo manja
Aira tersenyum disela mata sembabnya.
“nanti ya.. besok aja, aku masih ingin sama Aina, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan dan aku bicarakan dengannya” jelas Aira
“sayang.. kamu bisa bicara dengan Aina di apartemen kita.. dia kan ikut kita” jawab Ryo
“besok ya..” jawab Aira kembali menghindar
“tapi beib..” Ryo semakin protes
Ia tidak mungkin mengungkapkan keinginannya di depan Aina saat itu, sedang Aira ada sesuatu yang membuatnya terus menolak Ryo tapi menggunakan nama Aina sebagai alasan.
“kita pulang malam ini, terus kamu bisa ngobrol sepuasnya dengan Aina ditempat kita atau ditempat kamu” ucap Ryo menjelaskan.
“di tempat ni?” tanya Aina
“hem! Di apartemen kakak kamu” jawab Ryo
“ni punya apartemen?” tanya Aina seakan tak percaya
“bukan seperti itu di!” jawab Aira dengan nada seakan tak nyaman
“apartemen itu pemberian ku.. agar aku tak jauh darinya” jelas Ryo
“oo... jadi kalian tinggal berdekatan?” tanya Aina lagi
“seatap” jawab Ryo
“mas!!” langsung di sergah Aira
“bukannya kamu juga akan cerita gimana hubungan kita ke Aina?”
“makanya.. kasih aku waktu untuk menceritakan semua pada adikku” jawab Aira mencoba menoleh pada Ryo
“tapi sayang, kamu bisa cerita dimana aja” kecup Ryo pada kedua tangan Aira
“iya.. aku tahu, tapi pliss.. yah..?” pinta Aira sedikit manja
Ryo menunduk dan menghela nafas dan kembali mencium lutut Aira yang ia pegang
“kamu selalu menang! Aku selalu gak bisa ngelawan keinginan kamu” ucap Ryo tersenyum menyerah
Aira tersenyum, senyum penuh cinta yang ia gambarkan saat itu.
“oya Yo? Orang orang diluar itu sampai kapan disana?”
“Di yang sopan! Dia kakak ipar kamu” sergah Aira mendengar Aina menyebut Ryo dengan sebutan nama
“sorry ni”
Ryo terkekeh mendengar Aina yang kena tegur keras sang kakak.
“aku panggil mas kaya ni?”
“no no no.. itu panggilan khusus istriku saja!” jawab Ryo
“terus aku panggil apa nih?” Aina gerah
Aira kembali tersenyum mendengar mereka berdua seakan akrab.
“kakak aja! Kaya adik ku” jawab Ryo
__ADS_1
“jadi kakak.. orang diluar itu sampai kapan?” Aina melebaikan pertanyaannya
“orang diluar? Siapa di? Siapa mas?” Aira bertanya
“itu ni.. dari tadi siang orang orang itu disitu! Kaya bodyguard presiden aja” jelas Aina
“siapa mas?” tanya Aira lagi
“anak buah Ken!” jawab Ryo
“suruh masuk dong di” pinta Aira
“wah ni.. orang sebanyak itu masuk kesini bakalan repot” jelas Aina
“lho.. emang berapa orang mas?” tanya Aira lagi
Ryo beranjak dari jongkoknya dan duduk di tepi sofa merangkul bahu sang istri dan tangan yang lain menggenggam tangan Aira.
“Cuma sekitar sepuluh orang beib” jawab Ryo dengan tanpa dosa
“Cuma kak?” tanya Aina
“astaga... buat apa mereka disini?” tanya Aira lagi
“aku takut kamu pergi lagi, jadi ku minta mereka berjaga 24 jam” jelas Ryo
“astaga mas.. kamu apa apaan sih” Aira merasa tidak nyaman dan melepas tangan suaminya.
“kamu tahu saat kamu menghilang! Aku hampir membunuh mereka semua karena gak becus kerja” jawab Ryo
“yang pergi aku kenapa mereka yang salah?” tanya Aira
“karena mereka gak bisa jaga kamu, kamu pergi tanpa jejak dan gak bisa ditemukan, jelas saja aku marah sama mereka”
“ayo di! kita masuk ke kamar, aku ngantuk!” ucap Aira berdiri dan melepaskan tangan Ryo
“beib tunggu!” Ryo menahannya
Aina tersenyum berusaha menahan tawanya melihat Ryo yang takut dengan sang kakak. Ternyata seorang bintang berwajah dingin itu begitu takut hanya pada seorang Aira, Aina sangat menyukai menyaksikan momen itu
“kamu pulang dan bawa semua bodyguard kamu! aku gak mau tempat ini dipenuhi orang orang gak penting kaya mereka” omel Aira
“jangan marah beib, aku takut kamu meninggalkan ku lagi, itu sebabnya mereka disana” ucapnya lirih
Aira mencoba melepas pelukan Ryo.
“kayanya kalian masih perlu banyak bicara berdua” ucap Aina mengerti masih banyak yang harus mereka bicarakan
“di.. jangan tinggalin aku, aku ingin kita yang bicara” Aira mencoba meraih tangan Aina
“Di..!!” panggilnya takut
“aku disini ni.. kamu tenang aja” jelas Aina
Ryo menunduk. Kini ia tak bisa melawan keinginan Aira. Akhirnya malam itu Ryo hanya berakhir dengan berbaring di sofa butut. Sedang Aira dan Aina tidur berdua di kamar.
“ni.. gimana awalnya kok bisa pacaran sama Ryo? gimana pertemuan pertama kalian?” tanya Aina saat mereka saling berbaring
Aira tersenyum mengingat kejadian di masa lalu
“pertama ketemu Ryo dia sangat sombong, dia gak pernah menyadari keberadaan ku, dia super cuek dengan kami semua, yang dia ingat mungkin hanya nama Boman dan asistennya, yang lain .. gak pernah ia anggap” jelas Aira
“terus?” Aina memilih duduk karena antusias mendengarkan cerita sang kakak.
“waktu itu aku melihat orang orang latihan balet dan membuatku mengingat balet lagi, waktu jam kerja habis, aku selalu pulang terakhir dan meminjam ruangan mereka hanya sekedar melepas rinduku pada balet, terus aku mencoba menarikan dance lain seperti milik Boys”
“suatu malam aku latihan dibawah lampu sorot ruangan karena takut terlihat menggunakan lampu diruang itu, aku terhempas ke tempat gelap karena aku terlalu semangat dalam menari, ternyata di gelap itu ada Ryo yang menyaksikan tarian ku, waktu itu aku sangat tidak menyukainya, dengan tiba tiba dia menciumku” cerita Aira dengan senyuman yang menggambarkan betapa lucu pertemuan mereka.
Aina ikut tersenyum malu malu dan jantungnya berdetak seakan merasakan kebahagiaan dicium sang idola.
“aku menamparnya!” ucap Aira
“hah!! Kok bisa ni?” tanya Aina lagi
“iya, aku kan gak suka sama dia, apalagi ciuman pertamaku di ambil orang yang ku benci, jelas saja aku marah”
Ryo mendengarkan dibalik pintu pembicaraan kakak beradik itu dan sambil tersenyum sendiri.
“terus terus?” tanya Aina semakin antusias
__ADS_1
“Setelah itu dia seperti melupakan kejadian itu dan tak menganggap ku”
“heh! Dasar!” ucap Aina kesal
“ternyata dia tidak mengenali ku!”
“kok bisa ni?”
“iya! Karena kamu tahu sendiri aku setiap hari memakai pakaian yang super tertutup untuk menutupi diriku”
“tapi sampai ketika suatu hari, dia mengenaliku dan dia marah saat aku meminta dia melupakan kejadian itu”
“terus terus?”
“dari hari itu dia selalu mengganguku...”
“Mengganggu gimana ni?”
“ya mengganggu, mengantar aku pulang, menjemput, menyuruh aku lembur biar berdua sama dia, pokoknya hari hari ku gak pernah tenang lagi, dia seperti penguntit” ucap Aira kembali tersenyum lebar mengingat semuanya
“wahhh.. ni di kejar itu” Aina merasa senang
“aku berkali kali bilang jangan menggangguku, jangan mendekatiku, jangan menyukaiku.. tapi dia tetap memaksa”
“ni juga cinta sama dia saat itu?” tanya Aira
Aira menggeleng
“kenapa ni?”
“aku gak berani” ucapnya
Ryo terdiam ternyata Aira belum mencintainya saat itu
“tapi karena diperhatikan, dimanja, diperlakukan bak seorang putri, membuatku larut dan aku akhirnya mencintainya” jelas Aira
“wahhhh.. diperlakukan gimana ni?” tanya Aina curiga
“dia melindungiku, memanjakanku, merawatku, memahamiku, semua” ucap Aira tersenyum lagi
Wajahnya menggambarkan besarnya cinta yang saat ini bersemi dalam benaknya.
“heemm... berarti saat itu ni juga tidur dengannya?” tanya Aira curiga
“enggak! Karena aku selalu menolaknya”
“wahh.. hebat ni!” ucap Aina tertawa
“kami melakukannya saat malam pertama” ucap Aira dengan wajah memerah
“wiiihhh.. ni memang hebat”
“aku hampir menyesali perbuatanku dulu ketika dia koma, kamu ingat kan? Waktu dulu dia kecelakaan? Itu karena aku” sesal Aira menunduk dengan mata berkabut.
“aku hampir membunuhnya” ucapnya terdengar terisak mengingat betapa menyesalnya dia
“itu sebabnya, selama aku berpisah dengannya, aku selalu mendengarkan kabar tentangnya, aku takut dia berbuat seperti itu lagi” ucap Aira menangis.
“ni...” Aina merasa terenyuh
Sedang Ryo duduk menunduk, menyadari ternyata Aira sangat mencintainya.
“sekarang apa yang membuat ni ragu kembali padanya?” tanya Aina
“aku tidak ragu lagi, tapi ...”
“tapi apa ni?”
“aku belum siap!” ucap Aira merona
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Nah.. siap siap ya..
Setelah ini banyak hal lebai dan betapa bucinnya kembali seorang Ryo
Dan nanti ..semua tentang masalalu akan terungkap dan di kupas habis
siapa Aira sebenarnya? siapa orang orang yang dulu ingin menyingkirkan mereka...?
__ADS_1
Semoga bisa selalu sehat agar bisa menyelesaikan novel ini