
Mengandung unsur 18+
Pembaca harap bijak! untuk yang dibawah umur si scroll aja ya..
“kok cincinnya gak kamu pake?” protes Ryo saat selesai syuting video klip.
“aku takut hilang, jadi ku simpan” ucap Aira.
“heh!” Ryo kembali menghela nafas
“aku salah lagi?” tanya Aira
“bukan gitu beib..” ucap Ryo
“terus maksud helaan nafas kamu gitu apa?” tanyanya
(maklum ya.. kalau cewek lagi dapet itu pasti super sensitif)
“cincin itu pertanda kalau kamu tunangan aku, aku aja pake nih” tunjuknya pada cincin miliknya.
“emang disini siapa yang tau aku tunangan, pacar atau calon istri kamu?” jawab Aira
“calon istri?” Ryo tersenyum menatap Aira.
Tanpa Ryo sadari, seseorang mendengar obrolan mereka. seseorang yang sangat mengenal mereka berdua, ya! Dialah Bams.
Mendengar itu semua, hati Bams terasa terbakar. Ia selama ini menutupi perasaannya karena Ryo adalah sahabat baiknya. Tapi ia juga tak bisa munafik pada dirinya sendiri. Karena debaran jantungnya selalu berbeda setiap ia melihat sosok Aira. Bams pun diburu rasa emosi dan cemburu yang bukan pada tempatnya.
Bams menghubungi Kiky untuk menemaninya malam itu. Kiky yang sebenarnya memiliki jadwal meeting pun terpaksa membatalkannya demi sang kekasih yang sangat ia cintai.
Jarang jarang kamu hubungi aku minta ketemuan? Benak Kiky melihat pesan Bams.
Saat menuju pulang, Kiky meminta perawatan sebentar pada sebuah salon. Ia sangat senang malam itu, karena untuk pertama kalinya Bams merindukan seorang Kiky.
Kiky memasuki apartemennya yang ternyata sudah terang benderang karena ada seseorang yang telah menunggunya. Belum sempat ia meletakkan tas kerjanya. Bams langsung menarik tubuh Kiky. Mencium bibirnya rakus dengan nafas memburu. Kiky menjatuhkan tasnya tanpa ia rasa.
Bams, apa kamu sangat merindukan ku? Benak Kiky senang.
Lummatan bibir Bams semakin menjadi, tangannya dengan cepat membuang blazer Kiky begitu saja. Ciuman itu terus turun ke leher dan menggigit kasar leher kiky.
“ahhh.. sayang” desah kiky merasa Bams berbeda malam ini.
“kau sangat merindukan ku?” ucapnya disela cumbuan Bams yang semakin mendalam.
Bams membuka kasar kemeja kerja Kiky. Ia menikmati gundukan kenyal itu terus dan terus, membuat kiky semakin memejamkan mata. Tak berselang lama kini tubuh Kiky telah polos, dan Bams pun semakin menggila.
“sayang..” desah Kiky semakin menikmatinya.
Bams menghempas kasar tubuh Kiky di tempat tidur. Ia terus menciumi Kiky dengan buruan gairah yang lebih agresif.
Apakah akhirnya kau menginginkan ku sayang? Benak Kiky terpejam menikmati cumbuan panas Bams malam itu. Selama ini Kiky memang menyadari bahwa hanya ia yang memiliki perasaan dalam hubungan mereka.
Bams melakukan penyatuan mereka diiringi dessahan Kiky. kamar itu pun menjadi arena percintaan yang sangat panas malam itu.
“bams.. hentikan!” Gumam kiky ketika ia merasa berbeda dengan sikap Bams malam ini. Ia bercinta dengan begitu kasar. Membuat Kiky meringis bukan karena dibuncah gaiirah. Tapi karena mulai terasa sakit.
“sayang.. sakit!” keluh Kiky mencengkeram bahu Bams karena semakin sakit, tapi Bams terus memacu dirinya dan tak mempedulikan gumaman Kiky yang meringis.
“ahhh!” Kiky terus mengeluh, hingga akhirnya Bams mampu mencapai puncaknya dan ambruk di atas tubuh Kiky.
“aku puas!!!” ucapnya menatap mata Kiky yang kini sayu, sedang mata Bams bersinar emosi. Nafas Bams masih menderu. Sedang Kiky hanya tersenyum meringis disela nafasnya. Kiky baru menyadari, ada yang terjadi dengan Bams hingga membuatnya seperti sekarang.
Cinta.. kamu kenapa? Benak Kiky menatap dalam mata Bams yang menyiratkan amarah.
__ADS_1
Di lain tempat.
“aku gak mau ke tempat kamu!” protes Aira yang melihat arah mobil menuju apartemen Ryo.
“aku akan tunjukan sesuatu untuk kamu” ucapnya lagi
“kamu kok masih aja minta itu” ucap Aira
“ihhhh.. pikiran mu beib” balas Ryo
“pasti kamu ajak aku ke tempat kamu karena kamu minta lagi kan?” tebak Aira
“wahhh.. pikiran kamu mesum” ejek Ryo yang memang malam ini tak menginginkan hal itu.
Mobil pun memasuki Area privat parking milik Ryo.
“tuh kan bener! Kamu ajak aku ke apartemen kamu” Protes Aira tak mau turun.
“ayo beib” Ryo mengulurkan tangan agar Aira keluar.
“gak mau!” ucapnya lagi
Ryo terkekeh melihat Aira yang menggemaskan.
“Ayo sayang.. aku hanya ingin menunjukkan seusatu untuk kamu” ucapnya
“janji ya?” lirik Aira masam
“iya janji!” Ryo tersenyum
Aira pun mau keluar dari mobil. Di dalam lift. Sesekali ia melirik Ryo. Aira yang selalu mengenakan topi tak berani mengangkat kepalanya. Kejadian wanita misterius Bams membuatnya sangat hati hati sekarang. Karena ia takut akan terekspose lagi.
“padahal kamu gak pake itu juga gak papa!” ucap Ryo
“gedung ini milik kakek, yang berani bocorin tentang cucunya berarti berani mati” jawab Ryo
Mendengar itu membuat Aira mendongak menatap Ryo.
Mati? Benak Aira
“kenapa? Takut?” tanya Ryo lagi
“kakek kamu kan dokter?” tanyanya
“iya!” jawab Ryo
“kok kesannya kaya mafia gitu?” tanyanya lagi
“double profesi!” jawab Ryo.
“hah?” Aira menjauh dari Ryo satu langkah
Ting!
Suara lift terbuka. Ryo menarik tangan Aira keluar.
“lepasin! Nanti ada yang liat” ucapnya
“gak akan ada.. dilantai ini CCTV nya langsung ke tempat ku” ucapnya
“tapi kan disini ada tempat orang lain juga?” tunjuknya
Memang di lantai itu hanya ada dua apartemen. Salah satunya milik Ryo.
__ADS_1
Ryo mengambil kunci kecil dan membuka pintu apartemen yang dikatakan Aira milik orang lain.
“kamu salah pintu tuh!” ucap Aira yang tangannya masih di pegang Ryo.
“gak kok!” ucap Ryo menoleh dengan menjulurkan lidahnya
“itu tempat kamu, kamu salah masuk ini” ucap Aira lagi menunjuk pintu apartemen Ryo
Dan yang mengherankan pintunya justru terbuka saat Ryo membukanya. Aira membuka mulutnya melihat Ryo yang membawanya masuk.
Ryo melepaskan tangan Aira. Ia berjalan masuk dengan santai di tempat itu seakan itu tempatnya.
“kamu pindah?” tanya Aira lagi
“gak!” Ryo menggeleng
Tapi Aira masih bingung.
“terus?” tanya Aira lagi
“coba deh dilihat lihat dulu” ucap Ryo pada Aira yang dari tadi hanya menatapnya dan tak menyadari sebuah foto besar di sana.
Aira melihat sekitar apartemen mewah itu. Terlihat foto besar yang tak lain dan tak bukan adalah dirinya bersama Ryo.
“hah?” ucapnya menganga.
“jadi kamu beli tempat ini juga?” tanyanya lagi
Susahnya bikin kamu mengerti beib! Benak Ryo
Ryo menghela nafas lelah karena Aira tak kunjung mengerti maksudnya.
“sekarang kamu akan tinggal disini sebelum hari pernikahan kita!” Ucap Ryo.
Aira membulatkan matanya sempurna dan membuka sedikit mulutnya, ia tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Enaknya kamu bilang gitu! Benak Aira.
“ini lah kamu beib, selalu berbeda dengan orang lain...” ucapnya mendekati Aira yang mematung menatapnya.
“semua orang ketika mendapat kejutan seperti ini... akan menghambur memeluk pasangannya, tapi kamu malah menatapku dengan tatapan seolah akan mengatakan aku tak menginginkannya” Ucap Ryo menatapnya serius.
Ryo mengambil tangan Aira dan mencium punggung tangannya.
“lihat! Kamu bahkan gak tersenyum” ucap Ryo lagi melirik Aira saat mencium tangannya.
“toh kamu akan tetap memaksaku menerimanya!” ucap Aira dalam nada kekecewaan.
“aku ingin kamu pindah kesini!” ucap Ryo ragu.
“boleh aku tanya maksud dari semua ini?” tanya Aira
Apa kamu akan malu jika ada orang lain yang tau aku orang miskin? Benak Aira meragu pada perasaan tulus Ryo.
“jangan menatapku dengan keraguan seperti itu!” jawab Ryo lagi.
“apa kamu gak cerita ke keluarga kamu siapa aku?” tanya Aira lagi
“jadi kamu pikir... aku memindahkan kamu kesini karena aku ingin menutupi siapa kamu?” Ryo justru kembali bertanya dan jelas dengan nada yang sangat kecewa
Ryo beralih dari Aira yang berdiri. Ia duduk dan menutup wajah dengan kedua tangannya dengan siku bertumpu pada kedua lutut.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1