Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Malam Penuh Cinta


__ADS_3

Sepasang mata menatap sosok yang mengenakan kimono mandi keluar dari persembunyiannya. Pacuan jantungnya tak kalah dari kedua manusia yang bertemu di resto jepang. Ia melangkah perlahan mendekati sosok yang ia sebut sebagai hidup dan nafasnya.


“beib..” panggil Ryo lembut dan mendekat pada sang istri.


Mata Ryo berkabut gairah yang tak mampu terbaca sang istri


“mas.. tadi aku gak bawa baju, aku pake baju kamu aja” ucap Aira meraba dinding ingin menuju ruang ganti mereka.


Ryo meraih tangan Aira seakan membantunya, tapi tangan itu justru membelai tangan itu hingga ke siku. Terus mengelus mesra.


Aira menghindar, ia gugup.


Kenapa aku sangat gugup? Padahal ini bukan malam pertama ku! Benak Aira merasakan belaian tangan Ryo yang lembut diatas kulitnya


Wangi aroma tubuh Aira yang selesai mandi, ditambah wajah segarnya yang begitu menggoda iman Ryo, membuat lelaki itu akhirnya  tumbang dan kalah dengan pertahanannya. Ia menarik cepat tekuk Aira dan merampas bibir itu untuk ia nikmati.


Aira tak bisa berkutik, tubuhnya tersandar di dinding, pasrah dengan lahapan ciuman lapar sang suami.


Decak suara kecupan terdengar jelas, Aira menutup mata menikmati apa yang dulu ia rindukan, belaian tangan kekar itu kembali meraba bak seekor laba laba.


Isapan, decakan, lummatan terus berlangsung di tengah gagahnya tangan yang kini berhenti pada sebuah kekenyalan yang menjadi favoritnya.


“mashhhh....” desah Aira saat ciuman itu merenggang.


“hmmmm” hanya gumaman yang terdengar dari mulut Ryo karena kembali tertutup oleh bibir sang istri


Lidah itu terus bermain, melilit satu sama lain dengan mata terpejam.


Tangan nakal itu kembali meremmas membuat Aira tercekat. Jarinya seakan asik memainkan puncak yang kini mengeras akibat aliran hasrat yang terus menggebu.


Kini ciuman itu turun dari bibir Aira. Melahap leher jenjang Aira inci demi inci, menggigit dan meninggalkan jejak dimana mana.


“hhemmm..” gumam Aira tak bisa lagi membuka matanya. Tubuhnya mulai merasa melayang, perlahan merasakan terbang diikuti kecupan kecupan Ryo yang semakin menggila.


“sayang..” bisik Ryo di telinga Aira dan memainkan lidahnya disana


Tubuh Aira bergidik merasakan sensasinya. Ia hanya bisa meremmas rambut Ryo, sedang kepala itu semakin aktif kesana kemarin menandai tubuhnya.


Ryo kembali menautkan bibir mereka. ia mengangkat tubuh Aira hingga tangan Aira melingkar di lehernya. Ciuman itu semakin memanas. Tubuh Aira sudah polos karena tak sadar kapan Ryo melepas kimono mandinya.


Perlahan Ryo membaringkan Aira, kini tubuh Aira seutuhnya di tindih tubuhnya. Ryo kembali mengecupi leher itu, turun dan semakin turun.


Tanda tanda itu semakin banyak, semakin tak terhitung dan kini tanda itu mendekati puncak gundukan kenyal yang dinikmati Ryo seakan seperti es di tengah Sahara.


“massshhhhh..” Aira hanya bisa mendesah karena nikmat saat Ryo menjilat, mengecup dan memainkan puncak itu dengan lidahnya.


Tangan Ryo semakin menggila, terus mengelus betis, lutut, paha dan berhenti pada area tersensitif milik Aira


“ahhh...” suara Aira terdengar menyerah dengan kondisinya. Ia melupakan semua janji janji yang Ryo buat. Ia melupakan dirinya, melupakan tubuhnya juga. Ia telah larut dan terbang dibawa ke tempat yang dirindukannya dan Ryo.


Saat Aira semakin hanyut, Ryo melakukan penyatuan mereka dengan lembut. Hingga mereka berdua bergerak seirama, berganti erangan, ******* dan berbagi peluh bersama. Terus dan terus menikmati malam pertama mereka kembali. Hingga mereka berdua terhempaskan oleh kepuasan yang hanya mampu diceritakan sang pencinta. Meninggalkan benih benih dimana Ryo berharap Aira kembali mengandung anaknya


“terima kasih sayang, terima kasih beibhh” ucap Ryo masih dengan nafas tak teratur dan kembali mengecup bibir sang istri yang ia anggap sebagai madu yang tak pernah habisnya.


Sedang Aira hanya tersenyum lunglai bermandikan keringat.


“kamu gak bisa pegang janji mas” ucapnya mengejek Ryo


“pegang kok! Kan kamu udah selesai mandi, berarti dah siap” ucapnya terkekeh


 “ahhh.. dasar! Suka mengambil kesemphatan” jawab Aira masih dengan mencoba mengatur nafas kembali.


Sedang di resto Jepang


“pah!” tepuk lembut Aira dibahu sang ayah, karena beberapa kali ia panggil untuk memperkenalkan Damar tak direspon olehnya.

__ADS_1


“ah.. maaf!” ucap Handoko canggung diikuti sikap yang tak kalah canggung oleh wanita paruh baya yang duduk disana bersama Damar.


“pah.. ini mas Damar” kenalkan Kiky pada sang Ayah


Damar mengulurkan tangan


“Damar om” ucapnya sopan


“dan ini bunda” ucap Damar memperkenalkan sang ibu


“Kiky tante” Kiky mengulurkan tangan dan mencium kedua pipi wanita itu seakan akrab.


“apa kabar mas?” ucap wanita bernama Nimas mengulurkan tangannya pada Handoko


“baik! Kamu gimana kabarnya?” tanya Handoko balik


“seperti yang kamu lihat” ucapnya tersenyum disimpul


Dalam pandangan Handoko, wanita di depannya sekarang adalah wanita manis yang dulu mengisi seluruh hatinya. Bahkan hingga hari ini, wanita itu masih bertahta meski waktu dan usia mereka telah berbeda.


“bunda kenal dengan om?” tanya Damar kaget


“bunda kamu teman om dulu mar” jawab Handoko


Kiky mampu membaca sinar mata sang ayah yang penuh perasaan. Tatapan mata yang tak pernah ia lihat dari ayahnya sejak dulu. Tatapan yang tak pernah diberikan Handoko pada ibunya.


Apa mungkin wanita ini yang papah cintai selama ini? Benak Kiky melihat pada Nimas


Seperti Handoko, Nimas juga memiliki mata itu. jelas terlihat sirat mata itu mengandung makna.


“boleh kita gabung disini tante?” tanya Kiky


“tentu boleh” jawab Nimas mempersilakan


Kiky mengambil kursi dekat dengan Nimas. Senyumnya mengambang karena melihat perubahan raut wajah sang ayah yang seakan mengeluarkan senyum tak terlihat.


Tatapan Damar memiliki arti. Ia juga seakan memahami situasi di depan mereka.


“kenal dimana sama Kiky?” tanya Handoko pada Damar


“di jalan om” jawab Damar dan seketika kaki Kiky menendang kecil ke kaki Damar


“oh.. becanda om, di pertemuan bisnis” jawabnya lagi terasa canggung.


“ah kamu .. bisa aja mar” jawab Handoko yang masih menatap wanita di depannya dan kembali melihat ke arah Damar


Ingin sekali Kiky pergi dari sana untuk memberi kesempatan pada sang Ayah. Tapi ia tak ingin Damar membaca sikap ayahnya. Ia takut Damar akan membaca tatapan ayahnya pada sang bunda.


“oh ya? Kenapa kalian malam ini Cuma makan malam berdua?” tanya Kiky mencoba menyelidiki.


“karena kami tak terpisahkan” jawab Damar yang membuat semua orang tekekeh.


“dasar kamu tu, suka ngelawak” ucap Kiky disela senyumnya dan menikmati makanan mereka.


“tante suka makanan jepang ya?” tanya Kiky


“gak juga, tadi nih anak minta temenin makan malam, malu katanya malam minggu keluar sendiri..” jawab Nimas


“ooo ceritanya kencan nih?” tebak Kiky menggoda Damar


“iya, itung itung ngirit” jawab Damar dan kembali membuat semua tertawa


“emang Om gak cemburu tante kencan sama Damar?” tanya Kiky


“ya gak lah...” jawab Nimas

__ADS_1


“kasihan om, masa ditinggal sendiri dirumah” ucap Kiky melirik wajah sang ayah yang kembali berkabut.


“Ayah malah senang Ky, soalnya kalau bunda cuma di rumah dan menyepi, ayah pasti gak akan tenang disana” ucap Damar dengan jari menunjuk ke atas.


“oh! Maaf tante!” ucap Kiky merasa bersalah setelah membaca ayah Damar telah tiada


“its ok nak” jawab Nimas santai dengan senyuman.


“berarti kita sama malam ini mas” ucap Kiky pada damar


“sama apanya?”


“sama sama kencan sama orang tua” ucap Kiky membuat semua tertawa kecil


"tapi papah masih ganteng lho.. meskipun tetap tua" ucap Handoko yang ikut becanda


“iya juga sih om” Damar seakan membenarkan ucapan dari kata tua yang Handokok ucapkan


Nimas tertawa mendengar ucapan sang anak.


"iya yang mana tuh Mar? Iya masih ganteng apa iya tetap tua?" tanya Handoko yang membuat semua tertawa


"nah itu gak berani jawab om" ucap Damar membuat obrolan mereka semakin seru


Kiky terus memperhatikan tawa sang ayah seakan lepas. Hatinya terasa senang. Sejak dulu ia selalu melihat ayahnya seakan menanggung beban, tapi malam ini ia seakan begitu bahagia.


“kita senasib ya, hanya bisa mengajak satu orang, karena yang lain sudah tenang berada di alamnya” ucap Kiky dengan mata mengembun menatap gelas yang ada di depannya


Nimas meraih tangan Kiky yang memutar gelasnya.


“jangan sedih ya..” ucap Nimas mengeratkan genggamannya


“tidak tante.. saya happy kok punya seorang papah yang selalu menyayangi dan memperhatikan saya” jelas Kiky


Nimas melirik ke arah Handoko.


“iya! Kamu beruntung dilahirkan dari seorang papah yang penyayang seperti dia” ucap Nimas dengan mata berbinar menatap Handoko.


Jelas sekali tatapan cinta itu masih ada.


“kamu juga seorang penyayang” puji Handoko dengan senyuman.


Mungkin jika saat itu tak ada anak anak mereka, Handoko begitu ingin memeluk Nimas yang ternyata sekarang telah sendiri.


“kalau kamu gak keberatan Ky.. kamu bisa anggap bunda sebagai ibu kamu” ucap Damar


“Bunda gak keberatan kan?” tanyanya


“emang boleh tante?” tanya Kiky


“tentu sayang, kamu boleh menganggap tante sebagai ibu kamu” ucapnya senang tapi dengan senyum tertahan menatap bola mata Kiky


Hati Nimas terasa ngilu. Ia membaca makna tawaran sang anak yang mungkin menyukai seorang Kiky. Ia hanya menunduk menyembunyikan kekecewaan hatinya.


“kalau gitu Kiky boleh panggil bunda juga?” tanya Kiky semakin manja menggeliat manja di lengan Nimas


“boleh.. tentu boleh sayang” belai Nimas pada pipi Kiky


Jantung Handoko semakin berdebar melihat Nimas yang memanjakan Kiky di depannya. Sebuah pikiran tergambar langsung pada dinding otak dan hatinya. Sebuah keinginan yang lama terpendam. Keinginan yang dulu harus berakhir karena perpisahan yang tak terurai diantara mereka.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Kini semua mulai bahagia ya.. 


Semoga yang menunggu episode ini juga ikut bahagia, amin

__ADS_1


Terima kepada pembaca yang setia meninggalkan jejak dan komentarnya sehingga membuat saya masih semangat untuk meneruskan dan mengurai permasalahan di novel ini


Jangan lupa like, vote atau komentarnya ya... love you all


__ADS_2