Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Mabuk!


__ADS_3

Setelah beberapa kali muntah, Ryo baru bisa memejamkan matanya, niat jahatnya ingin menghabisi sang istri sepanjang perjalanan gagal total, ia mendapat karma dimana dia yang justru jatuh lunglai karena terlalu sering muntah.


“mas.. kita balik aja ya .. kalau kamu kenapa napa gimana?” ucap Aira yang memangku kepala Ryo yang berada di pahanya.


“gak kok.. mungkin masuk angin aja” jawabnya kemudian memasukkan kepalanya ke arah perut Aira dan memeluk erat pinggangnya.


“ahh.. begini lebih baik” ucapnya


Aira terkekeh geli dan mengusap kepala sang suami. terus berusaha memberi kenyamanan untuknya. Tak berapa lama, terdengar suara nafas Ryo yang teratur, akhirnya ia bisa tertidur.


“mas mas.. kamu selama ini gak pernah masuk angin, kok sekarang gini” Aira mengusap dan membelai pipi sang suami


Lama kelamaan, Aira pun ikut terlelap. Ryo pun masih betah berbantalkan paha Aira.


Pemberitahuan dari pilot jika mereka sudah memasuki negara tujuan mereka membuka mata Ryo. Ia baru menyadari jika ia telah tertidur lelap di pangkuan sang istri.


Senyum mengembang menyambut bukaan mata saat pertama memandang wajah AIra yang terlelap dengan tangan saling bertaut dengannya.


“beib..” bangunkan Ryo pada Aira, namun tak perempuan nomor satu dihatinya tersebut tak bergeming


Ketukan pintu kembali terdengar.


“tuan! Kita sudah tiba, tolong kembali ke kursi” ucpa Ken dari luar


“iya Ken!” jawab Ryo dan membuat mata Aira mengerjap.


“udah bangun beib?” tanya Ryo


“hemm! Udah sampai?” tanyanya mengusap matanya


“iya.. ayo!” ajak Ryo


Baru saja Aira ingin bergerak, tiba tiba ia merasakan kakinya justru tak berasa apa apa


“mas.. kaki ku kebas” keluh Aira


Ryo menggandeng tubuh Aira, tapi kakinya tetap tak terasa.


“ahh,... kakiku mati rasa” keluhnya lagi


Akhirnya Ryo menggendong Aira keluar dari bilik peristirahatan mereka.


“Ciyeee.. pake digendong segala ni..” goda Aina yang melihat mereka


“kaki ku kebas di” jawab Aira


“hah? Kok bisa ni?” Aina terlihat sedikit khawatir


Ryo meletakkan Aira perlahan pada kursinya. memasang sabuk dan membuatnya nyaman.


“tadi aku ketiduran, terus kebas gini” jelas Aira lagi


“kak, gak bahaya kan?” tanyanya ke Ryo


“gak kok! Kaki ni kamu Cuma gak kuat nahan aku aja” ucap Ryo


Ser.. sontak wajah Aira memerah karena ekspresi wajah Ken dan Syen yang terlihat menerima dari efek perkataan Ryo yang mengandung ‘absurbsi’.


“hah..?” Aina masih tak memahami maksud dari perkataan Ryo


“tolong pastikan sabuk nona” Ken menyudahi perbincangan itu.


Mereka semua pun diam, Ryo menggenggam tangan Aira seolah memberi perlindungan padanya saat pesawat dengan mulus mendarat di bandara internasional negara M. Negara yang dikenal memiliki pantai yang eksotis.

__ADS_1


Baru saja Aira melepas sabuknya, Ryo kembali mendekat untuk menggendongnya. Tapi Aira menahan


“udah bisa kok mas” ucapnya meski kakinya masih merasakan kesemutan.


“biar ku gendong aja” pinta Ryo


Kembali Aira menahan Ryo. baru saja Aira ingin mengatakan sesuatu, Namun Ryo kembali merasakan mual pada perutnya. Perasaan diaduk aduk yang membuatnya kembali menutup mulut dan berlari menuju toilet.


“Tuan muda!” Seru Ken melihat Ryo


Aira bergegas berlari ke arah Ryo dan mengikutinya


“mas... kok masih mabuk?” ucapnya


“mabuk?” tanya Aina


Syen menatap Aina dan Ken bergantian.


“oo.. rupanya kak Ryo minum tadi di dalam” ucap Aina menjawab tatapan Ken


“di pesawat ini tidak ada minuman keras nona” jelas Ken


“tadi ni bilang Kakak mabuk” jawabnya lagi


“dia mabuk perjalanan di” jawab Aira masih memijat mijat tekuk leher Ryo yang masih sibuk dengan muntahnya


“haaahhh????” ucap Aina, Ken dan Syen bersamaan dan mereka saling pandang.


Ketiga orang itu berusaha menahan tawanya saat menyadari kelakuan mereka.


Tuan muda mabuk di pesawat? lucu deh! 


*


*


*


“jangan mencariku!!” pesan itu tertulis ketika Kiky mencoba membuka pintu apartemen Bams yang kode kuncinya sudah diganti.


Kiky mencoba menghubungi Bams namun bams terus mengabaikannya.


Saat ini Kiky terus menenggak minuman di depannya.


“nona tolong hentikan!” pinta sang asisten


“biarkan aku ngefly malam ini.. hanya ini yang bisa mengerti aku” ucapnya


“nona tolong!” sang asisten kembali mencoba menahan Kiky yang minum.


“nona.. tolong hentikan nona!!” nada bicaranya meninggi


Tapi Kiky justru meminum dan kembali menangis


“kenapa kamu larang aku? Aku gak boleh senang ya?” ucapnya sambil menangis tersedu


Kiky sudah sangat mabuk, pikirannya sudah kemana mana


“kenapa kalian tak suka liat aku senang? Kenapa kalian gak tulus sama aku” keluhnya dalam mabuknya


“nona..” sang asisten merasa sedih. Ia sangat tahu jika nona mudanya tersebut kembali ke dalam situasi terburuknya dan hanya satu orang yang mampu menyelamatkannya. Tapi lelaki itu tak lagi peduli pada sang nona. Hal itu membuat asistennya begitu sedih. Ia seakan mampu merasakan penderitaan Kiky yang kini sedang mabuk


berat dengan jutaan keluhannya.

__ADS_1


“aaaaaggghhhhhhh!!!!” teriak Kiky terus menerus


“nona.. tolong hentikan!”


Suara ponsel sang asisten berdering, terlihat nomor dari rumah memanggilnya.


“ya?” jawabnya


“apa? Iya saya akan pulang” ucapnya lagi mematikan ponselnya


“nona ayo pulang! Saya harus pulang, ayah saya dilarikan ke rumah sakit” ucapnya mengajak Kiky bangkit.


“hah?” sejenak Kiky tersadar dengan kepanikan asistennya.


“ayo nona! Saya antar nona pulang dulu!” ia mencoba mengajak Kiky


“kamu pulang aja.. nanti saya minta jemput pak umar aja” jawab Kiky


“tapi no”


“sudah!! Pulanglah.. ayah kamu lebih memerlukan kamu saat ini” ucap Kiky yang setengah sadar


“nona gak ‘papa saya tinggal?” ucapnya merasa takut sang nona akan mendapat masalah jika ia tinggal


“pergilah!” ucapnya kembali menyandarkan diri di sofa ruang VIP itu.


“nona.. saya pergi ya” pamitnya


Sang asisten langsung menghubungi pak Umar saat ia di perjalanan pulang, namun nomor Pak Umar sedang tak aktif karena sedang menemani Handoko ke luar kota.


Kepanikan mulai melanda asisten Kiky karena rasa khawatir keadaan Kiky yang mabuk sendiri. ia teringat pada Bams dan menghubungi lelaki tersebut. tapi tetap tak diangkat oleh Bams. dia pun hanya mengirim pesan pada Bams.


Bams yang sedang berendam di kamar mandi tak mendengar ponselnya terus berdering.


Asisten Kiky pun kembali menghubungi Damar yang ia kenal kini dekat dengan Kiky


“tuan Damar! Maaf mengganggu malam malam” saat telpon itu terangkat


“ada apa?”


“Nona saat ini di club xxxx, saya harus meninggalkan nona karena saya dalam perjalanan pulang karena telpon ayah saya dilarikan ke rumah sakit”


“apa? Jadi dia sendirian?” tanya Damar panik


“iya tuan”


Sambungan telpon itu langsung tertutup. Damar berlari sambil mengenakan jaketnya, ia menuruni tangga dengan terburu.


“damar mau kemana?” tanya Nimas


“keluar bentar bun!” jawabnya berlari menuju garasi mobil dan dalam secepat kilat mobil itu sudah keluar dari halaman rumah mereka.


Mobil itu melaju begitu cepat. Ketakutan Damar membuat ia semakin menginjak pedal gas. Kekhawatiran akan terjadi sesuatu pada Kiky membuat pikirannya menggila.


Memasuki club dengan tergesa, diikuti beberapa orang yang ia hubungi saat perjalanan karena takut akan terjadi hal hal yang tak ia inginkan.


Damar memasuki ruang VIP yang dikatakan asisten Kiky, namun saat ia memasuki tempat itu, Kiky tak berada disana.  Ia membagi tugas pada beberapa anak buahnya untuk mencari Kiky, karena sesuai info, Kiky belum keluar dari club tersebut.


“lepaskan!!!” suara itu terdengar familiar di telinga Damar saat ia menyisir tempat itu.


Dua orang lelaki sedang memaksa seorang perempuan berpakaian formal untuk keluar dari club melalui pintu samping. Damar berlari mendekati mereka. wanita tersebut tampak mabuk berat, tapi ia terus mencoba meronta melawan dua lelaki yang ingin membawanya.


“Kiky!!!!” teriak Damar

__ADS_1


Dan benar, ketika perempuan itu mengangkat wajahnya, terlihat jelas wajah Kiky. Damar pun dan pengawalnya merebut Kiky dengan paksa dari kedua lelaki tersebut, perkelahian pun tak terelakkan, dan dalam sekejap media sosial dipenuhi dengan rekaman pertengkaran tersebut.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2