Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Bunuh Diri


__ADS_3

Aira tengah berkumpul dengan beberapa temannya ketika dulu masih menjadi OG.


“ikut aku!” tarik Ryo pada lengan Aira,


Tanpa permisi tanpa kata, Aira tak bisa berkutik lagi. Ia diseret Ryo memasuki lift.


“nah, Ryo kesal lagi sama Aira” ucap temannya terkekeh yang tak mengerti hubungan mereka.


 “kamu lupa kalau ada cctv ya?” tanya Aira tanpa menoleh pada Ryo dengan geraham yang menangkup.


Tapi Ryo justru mempererat pegangan tangannya. Hingga sampai di lantai paling atas. Ia tak melepas tangan Aira.


Ting!


Suara lift terbuka. Ryo membawa Aira sampai ke atap gedung itu. Sampai disana dia langsung menarik tekuk leher Aira dan mendaratkan ciuman. Tapi Aira berontak dan melepas ciuman Ryo.


“masih marah?” tanya Ryo


“kamu pikir dengan ciuman bisa membuat kesalku hilang?” tanya Aira lagi


“enggak, aku justru akan membuat kamu semakin cemburu, karena sekarang aku senang!” ucapnya tersenyum melihat Aira yang kesal. Entah kenapa Ryo bukannya merasa takut, tapi ia justru merasa semakin gemas pada kekasihnya saat ini.


“hah? Kamu senang?” Aira kaget mendengar jawaban Ryo dan wajahnya benar benar sudah di tekuk habis.


“iya! Aku senang banget!” Ryo tersenyum ingin menarik Aira ke dalam pelukannya


Aira pun menghindar.


“jangan sentuh aku! Sana peluk si Clara!” ucapnya lagi kesal mendorong tubuh Ryo


“Beiiibbb...” ucap Ryo mendekatinya. Dan Aira menepis lagi. Ia benar benar marah saat itu.


Ryo menarik Aira cepat ke dalam pelukannya. Kini tubuh Aira terkunci dengan kungkungan Ryo. Aira terus berontak ingin melepaskan diri, tapi tetap saja tubuh mungilnya tak mampu melawan tubuh tegap atletis Ryo.


“itu sebabnya kamu memaksaku lagi pagi tadi.. karena kamu masih merindukan sentuhan si Clara itu kan?” Ucapan Aira meninggi karena ia memang terbakar cemburu.


“dengerin aku..!” senyumnya tegas


“satu! Clara.. aku aja gak tau yang mana orangnya” ucapnya memiringkan kepalanya mencoba melihat wajah Aira yang cemberut.


“Dua! Aku senang.. karena kamu cemburu, yang artinya kamu benar benar mencintai aku” ucapnya mengecup cepat hidung Aira.


“tiga! Sekarang aku hanya mencintai satu orang! Dan orang itu sedang dalam pelukanku sekarang!” ucap Ryo lagi


Wajah Aira terasa panas saat Ryo menyembut yang ke tiga, wajahnya merona dan terasa panas.


“empat! Kalau kamu gak suka orang lain bilang gitu, aku akan umumin hubungan kita!” ucapnya


Aira mengangkat wajahnya mendengar itu semua karena ingin menatap wajah Ryo. Tapi Ryo justru melabuhkan ciuman untuknya. Ciuman dengan lummatan lembut yang seketika meredam panas hati Aira.


“lima! Kamu cowok mesum yang selalu nyuri kesempatan!” ucap Aira melepas ciumannya


“hahahahaha..” Ryo tertawa mendengar jawaban Aira.


“maafin aku yah..  punya masalalu yang buruk!” ucap Ryo masih melingkarkan tangannya di pinggang Aira.


“maafin aku yang selalu lupa kamu punya masalalu jelek!” Jawab Aira yang menggodanya.


“dasar! Bisa aja dia jawabnya” ucap Ryo menautkan dahi mereka.


“aku sangat senang kamu cemburu!” senyum Ryo.


“hati hati! Kalau terlalu sering cemburu aku bisa kabur” ancam Aira dengan tatapan tajam


“aku gak akan lepasin kamu, kabur aja! Aku pasti kejar kamu kemana pun” tantangnya

__ADS_1


“iiihh..!” Aira kesal sendiri karena kembali kalah dengan Ryo


Aira melepaskan tangan Ryo.


“mau kemana kamu?” tanya Ryo


“panas!” ucap Aira


“belum ku apa apain udah panas” ucap Ryo


“pikiran kamu yang panas.. kalo aku emang kepanasan..” tunjuk Aira pada matahari yang terik siang itu.


Ryo hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal saat Aira meninggalkannya disana sendiri terpaku.


*


*


“aku udah pesen dres buat malam ini!” ucap Ryo dalam perjalanan pulang sore itu dari acara off air di salah satu stasion televisi.


“heh? Malam ini? Emangnya malam ini ada apa?” Aira bingung apa yang Ryo bicarakan.


“jangan bilang kamu lupa beib?” toleh Ryo menatapnya.


Aira memutar bola matanya, mengingat ada apa malam ini.


Emang malam ini ada acara apa? Benaknya mencoba mengingat


“dia lupa beneran!” gumam Ryo tersenyum melirik Aira yang mengingat ngingat.


“kita makan malam dirumah malam ini” ucapnya


“HAH?” teriak Aira


“beib kamu teriak gitu, bisa mendadak budeg aku” ucap Ryo mengorek telinga kirinya dengan jari.


“kamu serius?” Aira memiringkan duduknya menatap Ryo yang menyetir


“kamu pikir aku becanda beib?”


“kamu pasti becanda kan?” tanya lagi tersenyum ragu menatap serius pada Ryo


Ryo langsung mengambil ponselnya dan memberikan pada Aira. Aira pun membuka ponsel Ryo. Ia membaca pesan dari sang ibu.


“aahhhh!” Aira memasang mimik wajah ingin menangis.


“heiii!” Ryo mengusap puncak kepala Aira terkekeh sambil fokus menyetir.


“kamu kok gak bilang kita ada acara kek?” ucap Aira memohon.


“dulu kan kamu selalu suruh aku pulang ke rumah. sekarang kamu harus tanggung jawab” ucap Ryo tersenyum


“kan kamu yang pulang!” ucapnya


“mamah minta aku pulang sama kamu beib!!”


“addduhhh!” keluh Aira


Matilah aku, ketemu lagi sama mertua, mana ibu mertua itu dingin kaya es lagi! Benaknya dengan wajah terus sedih.


Ryo melirik Aira yang wajahnya kini manyun. Ia terkekeh sendiri melihatnya.


“udah.. jangan dipikir!!” ucapnya menarik tangan Aira dan mencium punggung tangannya.


“gimana gak dipikir! Kalau mau ketemu atasan gak papa.. itu kan orang tua kamu” ucapnya lagi dengan nafas lelah.

__ADS_1


“kan kamu udah sering juga ketemu mereka!” ucap Ryo


“kan kadang cuma papasan aja!” jawabnya lagi


Ryo menggeleng geleng sendiri melihat kelakuan cintanya.


“aku gak usah ikut ya?” rengek Aira lagi


“ya harus ikutlah!” jawab Ryo.


“ahhh.. aku bunuh diri aja” ucap Aira menunduk. Aira pun duduk dengan malas di mobil itu. ia beringsut terasa ingin tenggelam di kursi jok.


“husshh.. omongan kamu tu beib!” jawab Ryo terkekeh.


Mobil pun meluncur dengan tenang menuju tempat Aira. Ryo turun dan membuka pintu untuk Aira. Seperti biasa, ia meletakkan lengannya agar melindungi Aira yang mau keluar atau masuk ke mobil.


“gak usah ngantar aku ke dalam!” ucap Aira


“nanti ku jemput jam tujuh!” ucap Ryo mengecup sebentar dahi Aira.


“hem!” jawabnya


Aira pun melangkah menuju tempatnya. Sedang Ryo masih memperhatikannya hingga ia menengok di jendela kamarnya, karena sejak kejadian penyerangan malam itu, Ryo selalu memastikan Aira masuk ke dalam dengan selamat.


Aira menerima sebuah dress cantik yang dikirim oleh Ryo dengan sepasang sepatu yang senada.



Ia berdandan untuk menyesuaikan dengan dress yang akan ia kenakan. Aira tampak cantik di depan cermin.


Sungguh uang bisa membuat bebek buruk rupa sepertiku bisa menjadi seekor angsa! Benak Aira yang melihat dirinya di depan cermin. Ia termenung sendiri. Menyadari semua yang Ryo berikan padanya selama ini.


Aira melamun menatap dirinya kini yang begitu cantik. Ia mengingat Aina yang mungkin kini berjuang sendiri disana. Ada rasa pedih dalam hatinya.


Ia pun menghubungi sang adik dengan melakukan video call.


“wahhh.. ni cantik banget!” Ucap Aina melihat sang kakak.


“gimana?” tanyanya tersenyum


“mau kencan ya ni?” tanya sang adik tersenyum menggoda


“iya.. ini mau makan malam sama Ryo mu” ucapnya dengan bercanda


“aduh ni.. iri aku.. hahhahaha aku mau pingsan ni.. tolong.. hahahahha” Aina tertawa karena menganggap sang kakak yang bercanda seperti biasanya.


“aku kencan aja kamu pingsan.. gimana kalau aku kawin sama dia?” tanya Aira memancing Aina


“aku bunuh diri ni.. beneran kalau kamu yang dinikahi Ryo.. aku mending bunuh diri.. hahahaha” ucap Aina


Deg deg deg


Jantung Aira langsung berdetak kencang mendengar kata kata sang adik


“yang ada Ryo yang bunuh diri... hahaha” Aira tertawa palsu


“ya udah ya ni.. ada pembeli” ucap Aina menutup panggilan dengan lambaian tangan.


Aira termenung.


Aina segitu ngefansnya dengan Ryo. bagaimana kalau dia tahu aku pacaran dengannya? Apa dia benar benar akan pingsan? Aira termenung memikirkan sang Adik.


Meski sebuah candaan, tapi setiap hal tentang Ryo, Aina selalu menanggapi seakan menyangkut hatinya. Aira menjadi sedikit takut. ia pun hanya bisa menghela nafas.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2