Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Permintaanku


__ADS_3

“jadi kamu pikir... aku memindahkan kamu kesini karena aku ingin menutupi siapa kamu?” Ryo justru kembali bertanya dan jelas dengan nada yang sangat kecewa


Ryo beralih dari Aira yang berdiri. Ia duduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya dengan siku yang bertumpu pada kedua lutut


Aira duduk disamping Ryo, ia memeluk Ryo dari samping dan menopangkan dagunya di bahu Ryo.


“aku ingin tetap menjadi diriku, dan aku saat ini terus melawan diriku” ucapnya sedih.


“sangat sulit membuatmu mengerti kalau aku ingin kamu nyaman, senang dan tak terbebani..” keluh Ryo


“aku tahu.. “ucap Aira.


“kamu calon istri ku sekarang beib.. aku ingin kamu nyaman.. tapi kamu selalu salah paham dengan maksudku” keluh Ryo


“aku minta maaf, aku mungkin terlalu bodoh untuk mengerti semuanya” ucapnya melepas pelukannya dan duduk menunduk.


Ryo menoleh pada Aira.


“sudah.. aku gak ingin kita ribut!” ucapnya menarik kepala Aira untuk bersandar di dadanya. Ia mengecup puncak kepala Aira.


Aira terdiam di pelukan Ryo.


“Sekarang antar aku pulang ya?” pinta Aira pada Ryo


“kamu kan pulang ke sini sekarang!” jawabnya tersenyum.


“tapi aku gak bawa apa apa” jawab Aira


Ryo menarik tangan Aira menuju dapur.


“dapur, kalau kamu lapar kamu bisa makan” jelas Ryo masih menggenggam tangan Aira. Ia kembali membawa Aira memasuki kamar.



“ini kamar kamu, kamar kita juga” ucapnya tersenyum menggoda pada Aira. Aira tersipu dan hanya memukul manja lengan Ryo yang mengenggam tangannya.


“ini walk ini closet! Ini baju baju kamu” tunjuknya


Aira menganga melihat semua isi tempat itu.



“bagaimana kalau semua ini berakhir?” gumam Aira pelan, namun dapat di dengar Ryo.


“tak akan pernah beib.. semuanya gak akan pernah berakhir..” Ucap Ryo memeluk Aira dan melingkarkan tangannya di pinggang Aira


Aira mendongakkan kepalanya menatap Ryo yang lebih tinggi darinya. Sedang tangannya memegang kedua dada Ryo.


“aku takut terbiasa dengan semua ini.. dan saat kamu meminta ku pergi.. huft” belum selesai Aira bicara, bibir Aira telah dibungkam dengan ciuman Ryo.


“kamu bilang kita pisah lagi.. ku perkosa kamu!” ancam Ryo membuat Aira mendorong tubuh Ryo melepaskannya.


Ryo tertawa melihat kelakuan Aira yang takut.


“kamu tu, dasar keturunan mafia!” Aira melangkah keluar diiringi gelak tawa Ryo.


“ayo antar aku pulang!” ucap Aira keluar dari kamar.


“sudah ku bilang kamu tinggal disini sekarang!”

__ADS_1


“pemaksa!” jawab Aira meletakkan kembali tasnya dan berjalan ke dapur


“kemana lagi sih?” tanya Ryo menarik tangan Aira


“masak! Aku lapar” ucapnya


Aira membuka kulkas. Dan ... ting!!


“hah?” matanya membulat ketika membuka kedua pintu kulkas yang sangat menyilaukan


mata.


Ryo mematung menatap Aira yang menolehnya dengan tatapan tajam.


“kamu suruh aku tinggal disini dengan kondisi kelaparan??” tanyanya kesal karena melihat kulkas yang kosong melompong.


“lho.. kok kosong ya?” ucap Ryo seakan tak bersalah.


“sini kamu!” ucap Aira mendatanginya cepat ingin memukulnya.


“aaa.. ampun beib” Ryo berlari sambil tertawa.


Mereka pun saling mengejar di sekeliling apartemen


“sini kamu!” Aira ingin menjitak kepala Ryo. Sekarang mereka mengelilingi meja sofa. Ryo akhirnya menarik tangan Aira. dan mereka jatuh ke sofa bersama. Tubuh Ryo kini di tindih tubuh Aira. Mata mereka saling bertemu. Hanya terdengar deru nafas mereka berdua.


“aku mencintai kamu” ucap Ryo ingin segera melummat bibir Aira.


“aku laper!” ucap Aira memundurkan kepalanya mengakhiri ciuman Ryo


Sontak membuat Ryo kembali tertawa mendengar jawaban Aira.


“kita pesan makan aja!” Ryo mengambil ponselnya.


“aku ingin masak aja!” ucap Aira


“ya udah, kita ke tempat aku aja” Ryo berdiri dan mengulurkan tanganya pada Aira yang masih duduk.


“akhirnya aku tetap ke tempat kamu!” ucapnya dengan bibir manyun menerima uluran tangan Ryo. Ryo hanya tersenyum melihat ambekan sang kekasih.


“aku ingin seperti ini setiap saat” ucap Ryo mencuci sayur saat membantu Aira memasak.


“jadi kamu ingin jadi tukang cuci sayur?” ucap Aira menggoda berpura pura tidak mengerti maksud Ryo


“heissh.. kamu tu.. selalu pura pura gak ngerti” ucap Ryo menoleh memercikkan air pada Aira.


“tadi kamu bilang ingin kaya gitu” tunjuknya dengan bibirnya


“mau ku cium?” tanya Ryo melihat bibir Aira.


“mesum!” jawab Aira menjauh


Ryo terkekeh lagi. Ia begitu senang malam itu.


Saat makan malam bersama, Ryo melahap habis makan malamnya. Memang masakan Aira begitu cocok dengan lidahnya.


“besok kita ke rumah mamah” ucap Ryo lagi


“ngapain lagi?” tanya Aira kaget

__ADS_1


“aku dah ngomong sama mamah soal pernikahan kita” ucapnya


“astaga Ryo.. bisa gak sih kamu tanya aku dulu.. jangan main putusin sendiri semuanya?” ucap Aira kesal


“kan kamu udah nerima lamaran ku?” jawabnya lagi


“tapi kan gak semuanya harus kamu putuskan sendiri? kamu kok gak pernah sih nganggap aku?” Aira benar benar kesal


“beib.. maafin aku” Ryo merasa bersalah. Memang ia lupa bahwa seharusnya ia memutuskan semua hal sekarang bersama Aira.


“kamu beli apartemen buat aku, kamu suruh aku pindah, terus besok ketemu orang tua kamu, semua kamu atur sendiri, aku ini tunangan kamu apa budak kamu sih?”


“kok kamu ngomong gitu?” Ryo ikut kesal


“semua keputusan diambil oleh tuan, dan seseorang harus menurutinya... kalo gak budak apa namanya..?” Aira kesal


Ryo terdiam menatap Aira yang kesal.


“semuanya memang kamu yang punya, tapi aku ini orang, Ryo.. paling gak kamu bertanya dulu .. kamu nganggap aku apa sih?” lanjutnya kesal.


“beib!” Ryo mendekatinya dan Aira menampik tangan Ryo.


Aira duduk di pojok Sofa menenggelamkan wajahnya di dalam tekukan kedua lututnya



“beib.. aku minta maaf” ucap Ryo duduk di tepi sofa merengkuh tubuh Aira. mencium puncak kepala cintanya yang merajuk.


“maafin aku ya.. aku salah! Kamu benar.. seharusnya aku ngomong sama kamu karena kamu sekarang bagian dari hidupku” ucapnya menarik tubuh Aira. Tapi Aira tetap tak bergeming.


“Beib..” panggil Ryo lembut


“aku tahu aku bukan siapa siapa, aku tau aku tak punya apa apa yang membuatku untuk berhak bicara..” ucapnya lirih dalam tunduknya.


“sayang.. bukan seperti itu” Ryo membelai lembut kepala Aira dan menciumnya lagi.


Aira terisak mengingat betapa rendahnya dia dibanding dengan Ryo yang memiliki segalanya.


Maafin aku beib.. aku lupa diri! Benak Ryo menyadari bahwa Aira bukanlah bawahannya, Tapi seseorang yang berharga untuknya.


Keegoisan Ryo selama ini sekarang telah menoreh kekecewaan pada orang yang sangat ia cintai. Ryo pun hanya menunduk meletakkan tangannya pada tangan Aira yang merangkul lulutnya


“maaf... aku lupa diri..” ucap Ryo lagi dengan nada sedih.


Akhirnya Aira mengangkat wajahnya. Menatap Ryo yang duduk di depannya yang tertunduk sedih.


“kamu adalah seorang Ryo, sedang aku hanya seorang dengan masalalu buruk ku, ketakutanku... semuanya membuatku selalu berpikir dalam setiap melangkah.. aku hanya memintamu mengerti itu” ucap Aira


Ryo menyeka air mata Aira dan mengangguk tersenyum.


“maafin aku ya?” ucap Ryo tersenyum


“aku janji gak akan ngulangin lagi” lanjutnya


Aira pun meringsutkan dirinya ke dalam pelukan Ryo. Ryo tersenyum mendapati sikap Aira yang kini memang hanya ingin bersandar padanya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Tinggalin jejaknya ya say...

__ADS_1


__ADS_2