Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Permintaan mertua


__ADS_3

Setelah masa cuti Aira habis, Aira kembali bekerja hari itu. Suasana ME kembali aman tanpa gangguan dari wartawan. Karena beberapa hari yang lalu Ryo mengijinkan wartawan untuk meliputnya di Rumah sakit. Itu pun hanya sehari, saat Aira kembali ke rumahnya.


“pagi” sapa Bams memasuki koridor


“pagi” jawab Aira dengan ceria.


“Ntar siang kamu ke rumah sakit?” tanya Bams


“iya, soalnya besok Ryo udah boleh pulang” jawabnya sangat terlihat happy


Mereka menikmati sarapan di Balkon seperti dulu


“lama kita gak sarapan bareng disini” ucap Aira mengingat semuanya


“kamu kurusan ai” tatap Bams serius


“sekarang siang kamu kerja, malam ngerawat Ryo di rumah sakit” Bams protes


“hanya itu caraku menebus semua kesalahanku sama Ryo” jawab Aira


“itu kecelakaan, bukan salah kamu” Jelas Bams lagi


“kecelakaan itu karena aku, karena aku meminta Ryo untuk tidak .. “ Aira tidak berani meneruskan kata katanya.


“maksud kamu kalian bertengkar saat itu?” Bams penasaran dan curiga dengan Aira


“Ryo menemuiku di bandara, dan aku meminta dia untuk pergi dari hidupku” ucap Aira menunduk


Bams seakan tidak percaya apa yang Aira katakan. Ia kembali mengingat pagi itu Ryo menanyakan penerbangan Aira.


“dan dia ..” Aira tidak bisa mengatakan lagi


“aku gak tau lagi B... Ryo sungguh mencintaiku tapi aku sendiri belum mampu melawan ketakutan ku” tatapnya sedih ke Bams dan kemudian menatap ke lain arah untuk menutupi kesedihan di wajahnya.


“kamu mencintai Ryo?” tanya Bams lagi


“sangat!” jawab Aira lirih dan menghela nafas


Nyess... Rasa pedih itu terasa di dada Bams.


“lupakan yang lain, pilih itu saja, cukup kalian saling mencintai” Bams tersenyum dibalik sedihnya


Aira tersenyum mendengar kata kata Bams.


“Boman tanya kondisi Ryo, soalnya dia dilarang keras kesana” Bams mencoba mengalihkan pembicaraan


“kenapa?” tanya Aira yang kurang mengetahui apa yang terjadi


“Ryo gak cerita?” tanya Bams lagi


Aira menggeleng


“orang tua Ryo gak suka sama Boman, karena Boman yang me manage ketika kita debut dulu, jadi keluarga Ryo seolah menyalahkan Boman atas keputusan Ryo yang menjadi seorang penyanyi” jelas Bams

__ADS_1


“ooo.. ku pikir karena Ryo ingin menutupi aku disana, makanya gak ada orang yang


datang selain kamu” Aira mengerti sekarang, kenapa tidak ada satu orang pun


yang datang menengok Ryo dirumah sakit. Itu semua karena pembatasan yang


diberikan orang tuanya.


“oya, Ryo pulang ke rumah kamu?” tanya Bams


Aira menatap Bams dengan tatapan aneh. Seolah menanyakan maksud pertanyaannya. Melihat itu Bams pun terbahak. Di ikuti Aira yang ikut tertawa.


"kan sekarang dia gak mau pisah sama kamu lagi" ucap Bams di sela tawa palsunya


****


Langkah Aira tertahan saat memasuki lorong menuju ruang Ryo, Aira berpapasan dengan ibu Ryo yang sepertinya baru keluar dari ruang tempat Ryo dirawat. Ia berjalan dengan cepat dan terlihat emosi. Ia bahkan tidak membalas senyum Aira yang ingin menyapanya.


Bams yang berjalan di belakang Aira melihat moment itu dan merasa tidak nyaman akan hal itu. Aira terus melihat ibunya Ryo hingga menghilang di balik tembok. Ia pun menunduk sedih, mungkin ibu Ryo tidak menyukainya. Bams sedih melihat Aira yang diperlakukan seperti itu.


Saat Aira ingin membuka pintu kamar Ryo, terdengar suara sang ayah dengan nada keras


“kamu selalu keras kepala yo, bukan hanya mamah, tapi papah juga gak suka kamu bersikap kaya gini” ucap sang ayah


Aira batal memasuki ruangan itu, ia hanya berdiri di samping pintu menunggu mereka selesai bicara. Bams datang mendekat melihat Aira hanya diluar menanyakan dengan kode


“papah Ryo di dalam, kayanya lagi ..” Aira mengisyaratkan perdebatan mereka


Tak lama sang ayah keluar, diiringi teriakan kesal Ryo.


Melihat Aira dan Bams yang berada disana sang ayah berhenti. Ia mendekat pada Aira


“bisa om bicara sebentar?” tanyanya pada Aira


Aira merasa takut, bagaimana tidak, barusan mereka berdebat hebat, tapi setelah itu Aira diajak bicara. Apalagi barusan sikap dingin ibunya membuat Aira semakin merasa tidak nyaman.


Apa Ryo bertengkar dengan orang tuanya karena pacaran dengan ku? Benak Aira gugup.


Jangan jangan semua perdebatan mereka karena aku? Dia menoleh ke Bams yang ada disana dan menunjukan ekspresi cemas.


Bams hanya mengangguk.


“aku masuk dulu, kamu ngobrol aja sama om” Bams meninggalkan mereka.


Sang ayah mengajak Aira ngobrol di kantin RS yang berada satu lantai dibawah ruangan itu.


“dulu, saat om minta tolong kamu bujuk Ryo untuk pulang, malam itu Ryo langsung pulang” ucap ayahnya memulai pembicaraan


“sejak itu om tau, kamu orang yang sangat spesial buat Ryo” ucapnya lagi


Aira sangat gugup, tubuhnya berkeringat dan suhunya pun menjadi naik. Ia terus menggenggam tangannya sendiri. ia pun terlihat pucat.


“om sangat senang, beberapa bulan ini Ryo tidak masuk berita intertaiment lagi, dan om sangat percaya itu semua juga karena kamu ‘kan?” lanjut ayahnya

__ADS_1


Aira bingung harus menjawab apa.


"saya tidak tahu om tentang itu karena saya atau bukan om.." jawab Aira menunduk.


“saya tau saya kurang cocok untuk Ryo om, mungkin bukan tidak cocok, tidak pantas...” lanjutnya merasa seakan sang ayah akan mengatakan untuk meninggalkan Ryo


Merasa Aira seperti ketakutan dan menjawab itu, sang ayah mengerti Aira salah paham dengan maksudnya mengajak bicara. Ia pun tersenyum ditahan.


“om bukan mempermasalahkan hubungan kalian” jawabnya tersenyum


Aira hanya tersenyum menunduk merasa tidak nyaman.


“yang om maksud, om sangat berterima kasih ke kamu, karena kamu udah nyelamatin Ryo... mungkin dengan mendengar suara kamu lah Ryo bisa terbangun dari komanya” jelas sang ayah


“hmm?” Aira mengangkat kepalanya tak percaya dengan ucapan ayahnya Ryo


“saya hanya mengkhawatirkan Ryo” jawabnya sopan


“om tau.. karena kamu orang yang mampu melunakkan putra om yang keras kepala itu, om mau minta tolong lagi!” jelasnya


Aira kaget mendengar ayahnya mengatakan itu


“tolong bujuk Ryo agar pulang ke rumah dulu, nanti kalau dia udah benar benar stabil, baru dia bisa kembali ke apartemen kalian” jelas ayahnya


Mendengar kata ‘kalian’ membuat Aira merasa tidak nyaman. Ia seakan dianggap tinggal disana.


“maaf om.. saya tidak tinggal disana, waktu itu hanya kebetulan saja” ucap Aira


“oo.. om kira kalian tinggal bersama” jawabnya lagi


“belum waktunya om” jawab Aira merasa malu


“tapi bisa kan kamu bujuk Ryo?” sang ayah mengulang kembali


Aira tergagap ingin mengatakan apa. Ia sendiri bingung bagaimana ia akan membujuknya


“kamu dengar sendiri tadi, bahkan mamahnya tadi harus pergi karena menahan marah saat Ryo jawab ia tidak mau pulang.. kamu gak ketemu tante tadi?” tanya ayahnya


Ternyata karena itu, pikiran Aira jadi tenang. kini ia mengerti kenapa sang ibu seperti itu. ia hanya emosi dan tidak melihat sekitar. Aira pun menghela nafas lega.


“akan saya usahakan om!” jawab Aira dengan senyuman


“om bersyukur.. Ryo dipertemukan malaikat seperti kamu” puji sang ayah


Ternyata keahlian dia merayu wanita diturunkan dari pria ini, bisik benak Aira.


“om bisa aja!” jawab Aira tersenyum malu


Ting!


Tiba tiba pesan Bams masuk.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2