Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Keraguan Aira


__ADS_3

Ceklek!


Suara gagang pintu dibuka dari luar, tapi saat Ryo membuka pintu apartemennya pagi itu, ia tidak bisa membukanya karena pintu dikunci dari dalam. Ia menekan bel berkali-kali, tapi Aira tidak membuka pintu untuknya. Ia menghubungi Aira dengan ponsel. Tapi setelah beberapa kali Aira tak mengangkat panggilan Ryo. Ryo mulai diliputi  rasa khawatir dan cemas.


Apa mungkin Aira kenapa napa di dalam? Pikirannya mulai menghantui dan panik


“kamu gak papa? baru bangun?” tanya Ryo saat Aira menjawab panggilannya.


“aku lagi mandi, nanti ya” jawab Aira menutup panggilan Ryo


Mendengar Aira yang sedang mandi membuat Ryo membayangkan hal hal yang tidak tidak dalam kepalanya, pikirannya yang selama ini diam tiba tiba mulai beterbangan membayangkan tubuh Aira yang di guyur air shower, berendam dalam bathup, membayangkan Aira yang memakai sabun, tanpa ia sadari Ryo hanyut dengan pikiran mesumnya.


Ia pun jadi serba salah sendiri pagi itu, karena pikirannya menjadi tidak karuan. Ia pun tersenyum sendiri


menyadari dirinya yang bepikir aneh saat itu. Ia hanya menelan ludahnya dan tersenyum dikulum.


“astaga... gue kok jadi mikir yang gak gak ya?” gumamnya sendiri di depan pintu.


Ia mengirim pesan ke Aira


📲‘kalau selesai, buka pintu depan, kalau belum selesai aku ikut mandi’ tulisnya terkekeh sendiri seperti orang gila.


Tapi pesan itu tidak dilihat Aira sama sekali.


Aira membuka pintu saat membaca pesan Ryo dan tersenyum.


“ikut?” ucapnya saat Ryo memasuki ruangan itu.


“sapa tau boleh!” ia mengikuti Aira masuk.


“kamu gak punya kopi ya..?” Aira berbalik bertanya


“aku nyari nyari tapi gak ada” lanjutnya lagi


“oh iya.. aku lupa kamu suka kopi. Sorry...” ucap Ryo lagi


“kita beli di jalan aja” lanjut Ryo


“jalan?” Aira sedikit bingung mendengar kata kata Ryo


“ehem.. kita berangkat sekarang aja, ntar biar sarapan di mobil” jelasnya


Aira tersenyum mendengar dan menggeleng


“kamu gak kerja?” Ryo bertanya lagi


“mana bisa kita berangkat bareng!” jawab Aira santai


“emang kenapa?” Ryo duduk dan mengambil jus buatan Aira


“percaya ato gak, pagi pagi gini di ME pasti udah ada wartawan” jelas Aira


“aa.. iya ya” Ryo lemas mendengar itu.


“baru kali ini aku menyesal jadi selebriti” ucap Ryo.


“aku gak suka kamu ngomong gitu” tatap Aira serius.


Tatapannya seakan tidak menyukai tapi dengan tatapan tak ingin merubah apapun dari Ryo.

__ADS_1


“aku ingin kita punya banyak kenangan... aku terlalu banyak membayangkan waktu bersama kamu, aku ingin selalu melakukan hal-hal yang belum pernah aku lakuin..  dan itu aku ingin sama kamu”


“kita bisa kok” Aira tersenyum meyakinkan Ryo


“sekarang aja aku gak bisa berangkat bareng kamu” keluh Ryo


Aira mendekati Ryo yang berdiri di dekat meja makan


“aku kan pernah bilang, kamu akan bosan.. karena aku gak bisa seperti yang lain” ucap Aira menatapnya sedih


“bukan itu maksudku ai..” Ryo merasa bersalah, ia meraih tangan Aira


“karena aku seorang selebriti, ruang ku jadi terbatas untuk membuat kamu senang” lanjut Ryo


“itu yang membuatku sedih dan tidak menyukai diriku yang sekarang” keluhnya lagi


Aira merasa bersalah. Ia belum siap untuk membuka dirinya dan hubungannya dengan Ryo pada orang lain.


“gimana kalau kita hari ini gak berangkat, kita habisin waktu bersama aja?” pinta Ryo tersenyum memohon


“besok aku ada pemotretan dan mungkin akan pulang telat, jadi besok seharian aku gak bisa ketemu kamu” keluhnya lagi


Aira melepaskan tangan Ryo, dan Ryo menariknya lagi


“jelasin ekspresi kamu ai!” Ryo tidak mampu membaca apa arti tatapan dan senyum Aira yang tertahan saat itu


“aku gak tau harus ngomong apa” jawabnya menatap Ryo datar


“kamu gak usah kerja ya?” pintanya lagi


“kerja adalah hidup ku, orang miskin seperti ku kalau gak kerja gak makan” jawabnya tersenyum sedih


Ryo mengerutkan kening


“tapi aku menganggap kamu berlian” jawab Ryo menatap hangat


“aku mampu mengganti emas kamu dengan berlian” lanjut Ryo


Aira hanya diam. Ia merasa telah dibeli oleh Ryo dengan memanjakannya.


“jangan membeli ku” ucap Aira tersinggung


“bukan itu maksudku ai... kamu bisa berhenti kerja kalau kamu mau” jelas Ryo


“aku belum bisa... “ jawabnya lirih


“Belum bisa? Kamu belum bisa mempercayai ku?” tanya Ryo


Aira hanya diam dan pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya untuk berangkat kerja. Ryo masih terpaku di dekat meja makan.


Apa Ryo mulai malu denganku? Apa mungkin dia mulai merasa bahwa pekerjaan ku sekarang tak pantas untuk bersamanya? Benaknya berpikir saat ia menatap dirinya di cermin.


Aira keluar kamar dengan langkah ragu mendekati Ryo


“mungkin...“ Aira menahan kata katanya.


Ryo mengangkat kepalanya, ia seakan mengerti apa yang akan Aira katakan.


“mungkin... sebaiknya kita..” belum lagi Aira menyelesaikan ucapannya, tapi Ryo keburu menahan ucapannya.

__ADS_1


“hentikan Ai..!” pintanya lirih


“jangan bicara lagi!” Ryo melarang Aira mengatakan kata katanya


Aira menunduk. Ia tahu Ryo tidak akan betah dengan hubungan tersembunyi seperti sekarang dan dengan dirinya yang ‘berbeda’ dengan gadis gadis lain.


“aku gak ingin kita bertengkar, siang ini aku harus ke studio dan mungkin gak bisa ketemu kamu sampai sore, pliss..” Ryo meminta


“karena aku, kamu jadi gak nyaman” ucap Aira merasa bersalah.


“jangan katakan kalau kamu ingin  ninggalin aku ...” sahut Ryo


“karena sekarang aku gak akan sanggup hidup tanpa kamu, aku udah gak bisa bayangin hari hari ku tanpa kamu lagi, aku mungkin gak akan bisa bernafas tanpa mendengar suara kamu”


Ryo mendekati Aira dan menggenggam tangannya


“jadi jangan membunuhku, aku masih ingin hidup ...” ucapnya lagi


Aira memberanikan dirinya menatap Ryo saat itu. Ryo melihat wajah Aira. Ia memeluk Aira lembut.


“aku sangat mencintai kamu” bisik Ryo


Aira memeluknya erat. Ia ingin tenang dalam pelukan kekasihnya. Ia memeluk Ryo dengan pikiran yang berbicara.


Aku ingin selalu seperti ini, tapi Aku takut hinaan itu, aku sangat takut hinaan itu akan kembali padaku..benak Aira


Ia memejamkan mata seolah menghapus semua pikirannya dan hanya ada Ryo saat itu. tapi tetap saja Aira tidak mampu melawan.


“aku lapar!” ucap Aira tiba tiba


Ryo tertawa mendengar itu, ia memeluk Aira sangat erat dan tertawa. Ia melepas pelukannya dan hanya memegang pinggang Aira.


“aku juga” ucapnya senang


Mereka pun keluar bersama, namun dengan lantai yang berbeda, Aira keluar dari lobi, sedang Ryo menuju basement


“naik taksi ya..!!!” ucap Ryo saat melewati Aira yang berjalan keluar dari halaman gedung apartemen.


Aira hanya melambaikan tangan dengan senyuman manisnya. Ryo masih memperhatikan Aira dari spionnya dan tersenyum saat menghilang dari persimpangan itu.


Ryo menunggu Aira di balkon, ia sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Tak lupa kopi untuk kekasihnya. Saat ia berdiri disisi balkon dan melihat ke bawah. Ada Aira yang baru memasuki halaman belakang gedung itu dengan berjalan kaki.


“naik bis!” ucap Ryo kesal melihat itu


Ia mengirim pesan ke Aira


📲‘aku di balkon’


Aira yang menggenggam ponsel miliknya langsung melihat pesan itu, ia menengadah dan melihat Ryo berdiri disana. Aira merasa bersalah sendiri.


Aduhh.. ketahuan deh naik bis! Benaknya


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Jadiin novel ini jadi favorit kamu ya.. 


Jangan lupa juga kasih secangkir kopi atau sekuntum bunga jika berkenan


Author lebiih happy lagi kalau ada yang sudi ngasih ❤️ seperti salah satu pembaca setia novel ini

__ADS_1


Makasih untuk semua, like, vote dan komentarnya ditunggu ya.. 


love you all


__ADS_2