
Ryo melangkah semangat memasuki ME. Hari ini ia akan meminta Boman untuk tidak menerima jadwal dirinya selama satu bulan untuk bulan berikutnya.
“gue cuti dulu” ucapnya santai
“loe gila!” jawab Boman membulatkan matanya kesal mendengar penuturan Ryo.
“iya!” jawab Ryo santai dan tersenyum senang. Wajahnya begitu berseri dan Boman dapat membaca jelas dari pancaran ranum wajah Ryo saat ini.
“teman teman gimana?” tanya boman lagi mengingat yang lagi.
“loe bisa dong bantu mereka ngisi yang lain” Ryo santai dan mengambil minumannya.
“loe mau kemana emangnya?” tanya Boman curiga
“bulan madu!” jawabnya menaik turunkan alisnya
“what? Loe merit?” tanya Boman
Ryo tertawa lantang. Boman kesal karena biasanya sikap Ryo seperti itu pasti sedang mengerjainya.
“gue juga akan pelan pelan ngelepas ME ke loe” ucap Ryo serius
“loe mau mundur dari ME?” Boman cemas
“hem! Udah waktunya gue kembali, lagi pula Om Haris mulai cerewet” jawab Ryo lagi
Boman menunduk.
"Loe bakalan jadi bos disini! gak usah sok sedih gitu deh" Ryo menepuk bahu Boman bangga
"gue gak masalah sama posisi gue, asalkan ME sukses dan besar, buat gue itu lebih penting" tanggapan Boman sama sekali jauh dari harapan Ryo.
"gue tahu.. ME kerja keras loe" jawab Ryo
“loe icon ME, kalau loe mundur ME pasti ikut mundur Yo” jelas Boman sedih.
Ryo tidak menyangka Boman lebih mencintai ME dari pada jabatan tinggi. Ia memang tidak pernah salah mempercayai orang dalam mengelola ME.
“nah... sekarang waktunya loe nyiapin icon icon baru” jelas Ryo tersenyum bangga
Boman hanya menanggapi dengan senyum tipis. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi, karena Ryo begitu mencintai Aira. Di tambah lagi perempuan itu telah mengundurkan diri sekarang.
Jangan jangan Aira yang minta dia jadi pengusaha nih? Dasar perempuan matre! Benak Boman kesal pada Aira
“dia minta loe mundur?” tanya Boman
“dia ngelarang gue mundur, tapi gue ingin bebas!” jelas Ryo
Boman terdiam.
Tapi semua ini gara gara perempuan itu! benak Boman kesal.
Ryo pun meninggalkan ME dengan sejuta kegamangan dan kegalauan dalam hati Boman.
****
Drrtttt...ddrrrttt...
“hai di!” sapa Aira mengangkat video call Aina dengan ceria
“wahhh.. ni.. lagi senang ya?” Aina melihat perubahan wajah sang kakak.
“muka kamu seram di!” Aira melihat wajah Aina yang memakai masker hitam.
“baru dikasih temen ni.. ini masker dari ketan hitam katanya” jelasnya menunjukkan wajahnya.
Ryo yang baru datang dari pintu ajaib tak menyadari Aira yang sedang video call dengan Aina. Ia mendekati Aira sambil mengunyah apel yang ia bawa.
“wahhh.. ni.. itu Ryo ya?” tanya Aina yang melihat Ryo di belakang Aira
Sekejap Aira menurunkan ponselnya dan menoleh.
“kamu?” gumamnya melotot pada Ryo
“niii..! itu Ryo kan?” Suara Aina terdengar kencang
Aira memberii isyarat dengan jarinya agar Ryo diam dan menjauh. Aira mengangkat ponselnya kembali
“itu Ryo ni.. aku liat sendiri, ni lagi di tempat syuting ya?” tanya Aina lagi
__ADS_1
“iya.. tadi memang Ryo”
“hai!” Ryo muncul di belakang Aira
“wahhhhh... haaaii Ryo....” teriak Aina
“haiiiii...” Ryo menggoyangkan sepuluh jarinya
“aku adiknya Aira...” sapanya
Aira tersenyum
“aku Ryo...” jawab Ryo tertawa
“aaaaahhhhhhh!!!!” Aina berteriak kegirangan.
“di.. sudah ya.. syuting mau dimulai...” Aina mengalihkan ponselnya ke bawah dan meminta Ryo menjauh
“ahhh! Ni..? aku masih ingin nyapa Ryo” keluhnya manja
“Dia dah pergi” jelas Aira
“yah ni!” keluh Rya lagi
“nanti aku dimarahin” ucap Aira muncul lagi di layar ponselnya
“ni.. mintain tanda tangannya ni..!!” rengek Aina
“iya iya.. nanti aku mintain.. udah ya... dahhh”
“dahhh..”
Video call pun berakhir.
“kamu apa apaan sih?” tanya Aira pada Ryo
“biar dia gak kaget kalo aku jadi kakak ipar dia nanti” ucapnya sambil memakan apel di tangannya.
“tapi aku”
Mulut Aira telah di tutup apel yang disodorkan Ryo dan Aira terpaksa menggigitnya.
Sedangkan Aina masih berjingkrak karena terlalu senang. Ia bersenandung lagu Boys dan berjalan menuju lemarinya.
Wajahnya yang tertutup masker hitam saat tadi Ryo menyapanya. Dan seketika ia duduk lemas dan
“aahh ahhh ahhh..” ia menangis sendiri menyesali dirinya.
“aku mohon jangan membuatku ngeri!” ucap Aira menatap Ryo yang kini duduk di sampingnya. Sedang Ryo masih menikmati apel yang tadi sisa gigitan Aira.
“biar kamu terbiasa” jawabnya lagi tanpa berdosa
“aku takut Aina tahu dan aku takut dia berbuat nekat” jelas Aira lagi
“sayang.. aku yakin adik kamu itu gak senekat itu” jawab Ryo
“kamu gak kenal dia, aku yang lebih tahu seperti apa adikku” ucap Aira serius
“iya iya.. maafin aku.. aku hanya mencoba peruntungan ku saja tadi” senyum Ryo
“jangan diulang ya? Kamu bikin aku gemetar” ucap Aira
“bentar lagi aku bukan bikin kamu gemetar aja.. aku akan bikin kamu bergoyang, mengentak, mengerang, mend” mulut Ryo ditutup sempurna dengan telapak tangan Aira.
Wajahnya begitu merah karena terlalu malu membayangkannya. Mata Ryo masih menatap mata Aira.
“mesum kamu gak usah di jelasin” ucap Aira dengan wajah masam
Ryo menjilat telapak tangan Aira yang membuatnya teriak kaget. Ryo pun tertawa melihat calon istrinya yang dalam mode menggemaskan menurutnya
“iihhh.. jorok! jorok!” Aira mengibaskan tangan
“siap siap dijorokin kamu, nanti bukan tangan kamu aja yang aku jilat!, yang lain juga” tatapan Ryo semakin menggoda.
Wajah Aira semakin bersemu.
Obrolan Ryo memang selalu mengarah pada saat ia akan unboxing nanti, membuat Aira selalu bingung menanggapinya.
“udah ah, aku mau mandi” ucapnya meninggalkan Ryo.
__ADS_1
“ya udah nikmati mandi kamu sendiri sekarang, karena nanti kita akan selalu mandi bersama” semakin menggoda
“iiihhh..” Aira berlari menuju kamarnya dan Ryo semakin terbahak.
Ini kesekian hari Aira tak bekerja, Bams yang beberapa hari berada di tempat lain untuk mengisi acara tanpa Boys tak menyadari ketiadaan Aira di ME.
Ting!
Pesan masuk dari Bams.
‘kamu dimana? Kok sekarang jarang kelihatan?’ tanya Bams
‘aku dah resign’ balas Aira yang tak lain dan tak bukan adalah Ryo
‘kenapa?’ tanya Bams lagi
‘Ryo larang aku kerja’ tulisnya
‘ooo...’ hanya itu yang bisa Bams tulis saat ini.
Tapi hatinya sakit melihat tulisan kejujuran Aira. Merasakan ada yang menghilang dari kesehariannya saat ini. Ada kehampaan yang tak pernah ia rasakan ketika Kiky tak ada. Ia telah menjatuhkan hatinya pada orang yang salah.
Sedang Ryo mengatur kembali pengaturan pesan pada kontak Bams di ponsel Aira. Ia juga memblok panggilan Bams.
Maafin gue Bams, Aira hanya milik gue! Benaknya
Hingga saat ini Aira tak pernah mengetahui perasaan Bams padanya. ia menganggap Bams adalah sahabat satu satunya yang ia miliki. Sahabat yang mengetahui dirinya, dimana ia menceritakan dirinya tanpa gugup dan malu. Ia tak pernah mampu membaca sikap Bams dan tatapan cinta seorang Bams. Karena Aira tak pernah memiliki pengalaman sedikitpun dengan lelaki. Baginya tatapan Bams murni hanya sebuah tatapan kasih sayang seorang sahabat.
“Awww!” suara Aira terdengar dari dalam kamar
Bergegas Ryo mendatanginya
“sayang kamu gak papa?” tanya Ryo memasuki kamar.
“rambutku nyangkut di resleting” keluhnya meringis
“astaga!” Ryo mendekat dan melihatnya
Ryo membantu melepaskan rambut Aira dan menurunkan resleting hingga kebawah. Terpampanglah kulit punggung Aira yang putih. Ryo menelan ludahnya berat. Sedetik kemudian, ia memeluk Aira dari belakang, mengecup tekuk leher Aira dengan lembut.
Jantung Aira seakan melompat keluar, desiran indah terasa mengalir diseluruh tubuhnya hingga terasa ke ujung jari.
“sabar Ryo.. tahan!” ucap Ryo bergumam memejamkan mata memeluk Aira.
Aira tersenyum mendengar suara Ryo menahan dirinya.
“aku percaya kamu!” ucap Aira menoleh dan mencium pipi Ryo, sedang tangan Aira melerai tangan Ryo yang melingkar di perutnya.
Dan ketika pelukan Ryo melonggar, secepat kilat Aira berlari ke kamar mandi dan menguncinya.
Ryo tertawa melihat kelakuan calon istrinya. Dan ia hanya geleng geleng kepala sendiri mencoba menenangkan diri.
******
Hari yang ditunggu telah tiba. Seisi rumah tampak sibuk. Banyak pergerakan di dalam rumah mewah tersebut. Halaman belakang rumah telah di tata dengan rapi, pernikahan yang akan diadakan disana memang sangat tertutup. Hanya mengundang orang orang kepercayaan mereka.
Haris begitu sibuk menyiapkan segala sesuatunya hingga sempurna. Ia mengontrol sendiri semuanya. EO yang menangani acara itu berasal dari kalangan mereka sendiri.
Aira masih berada di kamar tamu dimana ia menginap selama tiga hari selama disana. Rangkaian perawatan tubuh harus ia jalani. Berkali kali ia merasakan efek traumanya kembali. Tapi ia mampu bertahan karena ia terlalu bahagia. Sedang Ryo terus saja protes pada sang ibu karena ia dipisahkan dari seseorang terkasihnya.
Ryo memasuki rumah dan dilarang keras menemui Aira sebelum akad nikah.
Kegaduhan terdengar di kamar yang Aira tempati. Camila bergegas masuk diikuti Rya.
“ada apa Re?” tanya Ryo menahan Rya yang berjalan menuju kamar Aira
“kakak disini aja, nanti mamah marah!” ucap Rya menahan
“ada apa?” tahan Ryo lagi
“kakak ipar......
Bersambung
\~\~\~\~\~\~\~\~
Jangan lupa dukungannya
tinggalin Like (Jempol), Vote dan komentarnya ya..
__ADS_1
makasih all..
\~\~\~\~\~\~\~\~