
“kalo gitu, lupain aku suka sama kamu, anggap aja kamu nginap di tempat teman, atau kamu berada di rumah sakit atau klinik...” ucapnya lagi
“kalo kamu merasa gak nyaman, maka tinggallah disini sampai kamu sembuh, aku juga gak akan makan kamu kok!” lanjut Ryo kesal
Karena kamu Ryo! Benak Aira
“tapi..” Aira masih ingin protes
“berhenti protes, mending istirahat, kamu harus banyak istirahat kalo kamu mau pulang” jelasnya ingin beranjak dari tempat itu
Aira yang tadinya merasa dikasari oleh Ryo justru berbalik. Ia merasa Ryo sangat mengkhawatirkannya.
“tapi tetap saja aku harus pulang... “ Aira memelas
Ryo kesal mendengar jawaban Aira seperti itu
“aku harus ganti...” ucapnya dengan malu malu dan ragu
Ryo mengerti sekarang kenapa Aira memaksa ingin pulang padahal dia masih sakit. Ia tersenyum kecil di tahan. Ia seakan malu sendiri mendengar hal itu
“kalo itu kamu gak perlu pulang..” ucapnya turun dari tempat tidur
“bentar!” ia pergi keluar
Aira mengikuti Ryo. Memang benar apa yang Ryo katakan. Saat ini badan Aira terasa sakit semua. Mungkin akibat dari akumulasi latihan beberapa hari ini dan show tadi malam.
Ryo mengambil tas – tas belanja yang ia terima tadi siang. Ada banyak barang disana, salah satunya kebutuhan pribadi Aira. Ia memberikan semua itu padanya
“apa ini?” Aira ingin memastikan
Ia melihat isi tas itu, ada beberapa pakaian dalam juga disana. Wajahnya panas menahan malu pada Ryo. bagaimana mungkin Ryo mengetahui ukurannya. Saat melihat itu ia menatap Ryo curiga.
“jangan menatap ku gitu.. aku liat kamu duduk gitu aja aku bisa tau ukuran kamu berapa!” jelasnya
Dasar playboy, aku juga tau kalo kamu sering ngukur tubuh wanitamu
Aira sedikit kesal mendengar itu. Ia yang tadinya senang dengan kelembutan Ryo, kini teringat lagi predikat Ryo. Ia kembali melihat tas belanja dan mengambil satu potong pakaian
“aku ganti baju dulu!” ucap kesal pergi ke kamar mandi
Saat ia mengenakan baju itu terasa sangat nyaman. Mungkin karena bahan berkualitas dari pakaian itu. baju itu juga sangat pas di badan. Benar apa yang Ryo katakan sangat pas. Aira kembali berpikir. Berapa banyak cewek yang diperlakukan Ryo seperti itu. Ia terdiam. Meski tahu Ryo seseorang yang seperti itu, tapi Aira tidak bisa menutupi bahwa ia menyukai sikap Ryo yang menjadikannya bak seorang putri.
Sadar Aira.. sadar.. dia mungkin hanya ingin menidurimu aja..!! benaknya berkecamuk dengan rasa nyamannya
__ADS_1
Malam itu Ryo memberikan obat untuk Aira minum. Dia meminta Aira untuk beristirahat di kamarnya. Ia akan tidur dikamar tamu yang biasa digunakan Bams saat menginap.
“pintunya jangan dikunci!” ucap Ryo mengatur selimut untuk Aira.
Aira menatapnya aneh.
“Kalo demammu kembali kaya tadi siang!” jelasnya
“oo..” Aira mengerti maksud Ryo
“aku gak akan nyentuh kamu kecuali kamu yang ngijinin” ucapnya lagi dengan becanda
Aira hanya diam. Tuh kan bener, dia cuma ingin tubuhku
“sekarang kamu istirahat...” ia duduk di tepi ranjang di samping Aira
“aku gak bisa tidur kalo kamu duduk disitu” ucap Aira yang melihat Ryo bukannya pergi tapi malah duduk ditempat tidur di sampingnya
“aku pergi kalo kamu udah tidur.. hem?” ucapnya lagi
Aira hanya menurut karena ia tak ingin berdebat dengan Ryo. Aira memejamkan mata untuk melelapkan diri. sedang Ryo masih memandang Aira menunggu ia benar benar terlelap. Lama ia menunggu Aira tertidur, rasanya ia tidak ingin pergi dari situ. Ia ingin menikmati memandang wajah itu.
Kenapa ketika bersamanya gue begitu nyaman? Apa gue segitu sayangnya ma dia? Benak Ryo mencoba memahami dirinya sendiri
Aira membuka mata setelah suara pintu tertutup karena ia memang belum tidur. Ia termenung merasakan hatinya sendiri. ada detak jantung aneh yang ia rasakan saat Ryo mengecup keningnya.
Apa mungkin sekarang aku merasakan sesuatu pada Ryo? gak .. gak boleh Aira!!! Aira mencoba melawan diri untuk tidak menyukai hal itu, tapi tetap saja ia tersenyum.
Saat tengah malam, Ryo memasuki kamar itu. ia kembali mengecek suhu tubuh Aira. ia bisa tenang sekarang, Aira sudah benar benar sembuh. Ia pun kembali ke kamarnya.
Aira terbangun seperti biasa. Ia merapikan kamar Ryo dan membersihkannya. Kemudian ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aira keluar menuju dapur Ryo.
Aira Membuka kulkas dan bingung ingin memasak apa, Aira terus mencari sesuatu yang bisa ia buat. Hanya ada telur dan roti disana. Ia membuat omelet dan roti bakar untuk sarapan pagi itu. karena hanya ada bahan itu untuk ai masak.
Ryo dibangunkan suara berisik dari dapur yang tidak jauh dari kamar tempat ia tidur.
“pagi..!” ucap Aira yang melihat Ryo keluar dengan mata masih setengah melek.
Ryo melihat Aira yang sudah cantik, dengan memegang wajan di tangan. Ryo melihat ke arah jam, baru jam 6:30 pagi. Ia bersandar pada pilar apartemen itu sambil melihat Aira yang sibuk sendiri.
“aku gak tau kamu biasanya sarapan apa..” ucapnya menatap Ryo yang masih tersenyum menatapnya yang sibuk menyiapkan sarapan
“di kulkas juga gak ada bahan yang bisa ku masak, terus... kamu gak makan nasi ya?” Aira terus menanyakan. Ryo sangat suka dengan Aira yang banyak bicara pagi ini.
__ADS_1
“aku gak pernah makan di rumah” jawabnya
“oo...” Aira menanggapi jawaban Ryo
Typical orang kaya! semua beli instan langsung jadi! gak heran ni dapur terlihat seperti tanpa goresan!
“tapi sekarang aku pengen makan dirumah terus..” lanjut Ryo
“kenapa?” Aira menanyakan alasannya
“karena kamu!” jawabnya singkat yang mendekat ke arah Aira
Aira kaget dengan jawaban Ryo
“bentar!” Ryo memegang dahi Aira
“masih demam!” ucapnya
“ngaco!” Aira menepis tangan Ryo dari dahinya dengan tatapan kesal tapi manja
Ryo terkekeh melihat reaksi Aira, wajahnya yang masih setengah sadar dengan rambut yang acak acakan terlihat lucu. Tapi tak memudarkan ketampanannya.
“aku mandi bentar!” ucapnya meninggalkan Aira dan menuju kamarnya.
Aira menyiapkan meja sarapan mereka. Ryo keluar mengenakan kemeja dengan rapi. Ia semakin terlihat sangat tampan. Rambutnya yang masih basah juga membuat dia terlihat sangat berbeda, seksi satu kata yang ada dalam kepala Aira saat menatapnya.
Mereka sarapan bersama. Ryo tak henti hentinya menatap Aira. Tapi saat Aira merasa Ryo menatapnya, Ryo mengalihkan tatapannya. Ia benar benar berbunga – bunga saat itu.
Pagi itu Ryo keluar karena ada beberapa hal yang harus ia urus. Ia meninggalkan Aira sendiri disana.
“jangan kemana mana ya?” ucapnya saat meninggalkan Aira.
Saat di perjalanan akan kembali ke Apartemen, Ryo tiba tiba berpikir, ia akan membuat makan siang bersama Aira. Ia mampir pada sebuah swalayan, sontak tempat itu menjadi riuh, banyak orang orang yang berswafoto dengannya. Banyak orang orang yang merekam aksi ‘aneh’ seorang Ryo. Aksi belanja Ryo menjelang siang itu menjadi viral secara tiba tiba.
“tumben belanja?” tanya seseorang padanya saat ia memilih sayur – sayuran
“lagi pengen belajar masak!“ jawabnya tertawa senang
Gue jawab belanja disuruh istri gimana ya? Benak Ryo terkekeh sendiri
Namun saat ia kembali ke tempatnya. Aira hanya meninggalkan sebuah tulisan
‘Aku pulang, Terima kasih atas semuanya’ pada sebuah post it yang tertempel pada layar TV.
__ADS_1