
Namun saat ia kembali ke tempatnya. Aira hanya meninggalkan sebuah tulisan
‘Aku pulang, Terima kasih atas semuanya’ pada sebuah post it yang tertempel pada layar TV.
Dalam sekejap raut wajah Ryo yang sumringah menjadi hilang. Apa yang ia bayangkan hilang dalam sekejap. Ia masuk ke kamar dan melihat ruangan itu begitu rapi dan bersih.
Tas belanjaan yang ia beli untuk Aira masih terletak disana, ia hanya mengambil satu potong pakaian saja. Sedang yang lain masih ada disana tanpa disentuh. Baru kali ini Ryo tidak mengerti keinginan wanita. Biasanya mereka sangat suka dengan hal hal seperti itu, tapi Aira bahkan tidak menyentuh mereka sama sekali. Ryo melihat ponsel, Aira bahkan tidak mengirim pesan.
Ryo memoto tas belanja dan mengirim ke Aira.
📲 ‘kenapa gak dibawa?’ tulisnya
Tapi pesan itu masih pending, itu berarti Aira mungkin tidak mengaktifkan ponsel miliknya. Ryo hanya menghela nafas. Ia berpikir kembali kenapa ia begitu mengejar cewek itu. Dalam hidupnya tidak pernah satu kali pun ia menganggap kuliah kedokteran itu penting, tapi saat bersama Aira kemarin, ia justru mensyukuri hal itu. Ryo menatap dirinya di depan kaca pintu lemari yang berada disana. Bayangannya tampak samar oleh gelapnya kaca tersebut. Ia menyadari satu hal saat ini, ia Jatuh cinta.
Aira kembali dan membersihkan tempatnya. ia melihat kembali tempat yang sempit itu dan terkesan penuh. Setelah satu hari berada di sebuah ‘istana’ dan menjadi seorang putri. Kini ia harus kembali ke tempat dimana ia berada. Mungkin itu hanya perjalanan impian satu hari, seperti mimpi, kini ia harus terbangun lagi dan menjadi Aira. Kembali berjuang untuk dirinya dan Adiknya.
Aira mengeluarkan tempe dan tahu yang membusuk karena ia tinggal. Saat selesai membersihkan tempat itu, Ia mengambil ponsel untuk melihat pesan. Sangat aneh, Bams tahu dia sakit tapi tidak ada pesan ia menanyakan keadaannya dalam 2 hari ini. Ia pun sedikit kecewa.
Jelas dia tidak peduli, emang kamu siapanya? Benak Aira berbicara dengan dirinya sendiri.
Ia melihat pesan Ryo masuk. menanyakan kenapa ia tidak membawa barang barang yang ia belikan untuknya.
Aira hanya menatap photo itu. Ia membalas pesan Ryo.
📲 ‘balikin aja..’ ketiknya
Ryo melihat pesan itu dan membiarkan, tanpa berpikir ingin membuka atau membalas.
*
*
Aira kembali bekerja seperti biasa. Dia menemui Bams yang menunggunya di Balkon untuk sarapan bersama.
“kamu dah baikan?” tanya Bams
“udah dari kemarin” Aira mengambil sarapannya
“kenapa gak balas pesan ku? Aku kan jadi khawatir” lanjut Bams
“Pesan?” seingat Aira tidak ada pesan dari Bams
“nih...!” Bams menunjukan begitu banyak pesan yang ia kirim ke Aira. Ternyata ia terus menanyakan kabarnya
Tapi pesan itu tidak ada satu pun di ponsel Aira. ia berpikir lagi, apa mungkin? Ia memikirkan Ryo.
“Sorry.. “ Aira hanya menjawabnya dengan senyum bersalah
“lain kali.. kasih kabar” jelas Bams
Aira hanya mengangguk dan menyantap sarapan.
“o iya!.. Ini kunci rumah ku” Bams memberikan kunci pada Aira
__ADS_1
“jadi kalau aku lagi di luar kota, kamu tetap bisa bersihin tempatku” ucapnya lagi
“OK bos” Aira menjawab becanda. Bams tertawa melihat kelakuan Aira seperti itu
Bams melihat berita di ponsel miliknya, ada video viral tentang Ryo yang belanja di pasar swalayan
“lihat Ryo .. kemarin bikin sensasi dia” Bams menunjukan pada Aira
Ia melihat Ryo belanja bahan – bahan untuk memasak. Aira merasa bersalah sendiri melihat video itu.
“gimana ma Ryo?” Bams memancing pembicaraan tentang Ryo yang sangat terlihat khawatir waktu itu
“Gimana apanya?” Aira tanya balik
“kalian mulai dekat ya?” Bams menanyakan lagi
“hhmm... !” Aira ragu ingin menjawab apa, jika ia bilang dekat, mungkin itu hanya perasaannya saja, tapi kalau tidak, apa arti semua yang Ryo lakukan? Ia tidak tahu menjawab apa untuk pertanyaaan Bams kali ini. Lagian bagaimana kalau Ryo hanya menganggapnya sebagai mainan barunya saja?
“Ryo kelihatan khawatir banget sama kamu” ucap Bams memecah pikiran Aira
Aira hanya diam, ia merasa tidak nyaman dengan obrolan Bams pagi ini yang tiba tiba membahas masalah yang ia sendiri tidak tahu bagAimana ia harus bersikap.
“aku bingung!” jawab Aira meletakkan cup kopi miliknya
Bams melirik Aira dan menunggu kata-kata selanjutnya
“Sikap Ryo akhir-akhir ini terlalu berlebihan” lanjutnya lagi
“gak...!” Jawab Bams santai sambil menyeruput kopinya
“emang apa yang terjadi antara kalian?” Bams ingin tau
“entahlah.. aku sendiri gak tau ... aku harus gimana.. aku juga gak tau” Aira menghela nafas.
“kamu suka?” Bams langsung menanyakan
“aku tau diri B!” Aira hanya menjawab singkat
“kesampingkan hal itu dulu, kamu suka kan dengan sikap Ryo?” Bams benar2 ingin tau perasaan Aira
“mana ada cewek diperlakukan spesial gak suka..? apalagi seorang seperti dia” ia tersenyum kecut
Bams mengerti sekarang, Aira menyukai Ryo!
“Cuma ... aku takut!” Aira melanjutkan
Bams menoleh melihat Aira
“Aku takut akan menumbuhkan perasaan ku... sedangkan aku tau, aku gak boleh menumbuhkan perasaan itu” jelasnya
“kenapa gak boleh?” Bams benar benar ingin tahu seperti apa perasaan Aira
“kan udah ku bilang, aku tau diri” jelasnya
__ADS_1
“kondisi dan posisi kamu bukanlah hal yang melarang kamu untuk menyukai seseorang ai..” Bams meyakinkan agar Aira percaya diri
“hati gak bisa milih kemana ia melangkah” ucapnya yang menyadari hatinya kini telah terpaut pada satu orang.
“aku tau” Aira menunduk
“semakin kamu lawan, kamu semakin sulit” Bams menjelaskan dirinya sendiri. Karena saat ini ia melawan perasaannya untuk bersama Kiky, dan melawan perasaannya untuk melepas Aira.
“biarin gitu aja.. jalani... entah seperti apa .. itu urusan belakangan” Bams selalu menjadi motivator yang baik
Aira hanya tersenyum kecut menanggapi kata kata Bams
“tapi tetap saja sulit, toh aku udah tau endingnya kaya gimana..” Aira memutar badannya memandang ke depan
“aku senang diperlakukan Ryo seperti itu, aku gak munafik, tapi yang selalu membuat pikiranku ragu, dia seorang Ryo dan aku cuma aku” jelasnya
Bams mengerti sekarang apa maksud Aira dan bagaimana perasaannya.
“gak mungkin B!” jelasnya lagi
“Emang apa yang salah dengan kamu?” Bams bertanya seolah justru meyakinkan Aira
“oh.. come on B” Aira tertawa kecil menertawakan Bams yang seolah tidak mengerti
“aku takut!” ucapnya lagi
“coba ai!” Bams tidak ingin Aira seperti itu, tidak mempunyai kepercayaan diri karena kondisinya
Lama sekali Aira diam mendengar permintaan Bams.
“aku gak berani!” tatapnya dengan mata berkaca – kaca dan meminum kopi miliknya. Akhirnya mereka hanya diam dan berdiri memandang kota yang mulai ramai dengan hiruk pikuk lalu lintasnya.
Syukurlah! berarti aku tak perlu khawatir kamu dipermainkan Ryo jika kamu sendiri yang membentengi diri kamu sendiri! Benak Bams
“aku masuk dulu!” saat pesan masuk pada ponselnya. Bams pun meninggalkan Aira sendiri di balkon.
Jika perasaan ku tumbuh untuk Ryo, itu hanya akan menjadi bumerang yang kelak akan menyakiti diriku sendiri... ingatlah Aira, ingatkan selalu dirimu, dia Ryo, dia seorang Ryo, dia bajingan yang hanya ingin mengambil tubuhmu...
Ryo memasuki gedung dan mencari Aira. Ryo langsung mencari Aira di ruang loker, ia membuka loker Aira dan terlihat tas Aira disana.
📲‘kamu dimana?’ Ryo menulis pesan
📲‘di ME’ jawabnya
📲‘dimana?’ tanya lagi
📲‘di balkon’
Saat menuju kesana, Ryo melihat Bams yang belok di koridor di depannya.
Bams dari sana! itu pikiran Ryo.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1