
“halo Ken, maaf ganggu, aku boleh minta nomornya Syen?” tanya Aira masih menatap pada Ryo
Sedang Ryo semakin memucat
“oooo... ya udah kalo gitu” Aira masih menatap Ryo dan menutup ponsel Ryo
“apa kata Ken?” tanya Ryo
“Ken bilang kamu pecat Syen”
Ryo memejamkan mata, kini Aira pasti akan marah padanya. Padahal Ken hanya mengatakan ia tak memiliki kontak Syen lagi karena terlalu lama tak saling berkomikasi lagi.
“mas?” tanya Aira
“iya, aku pecat dia beib” aku Ryo
“pasti ada sesuatu?” tanya Aira lagi
Ryo masih diam, ia bingung sendiri.
“aku pecat dia saat kamu pergi, karena dia gak bisa jaga kamu” Ryo mengakuinya
“apa mas? Kok kamu gitu sih?” ucap Aira kecewa dan langsung duduk di tepi tempat tidurnya.
“terus dia kerja apa setelah itu?” tanya Aira lagi
Ryo menelan ludahnya, karena saat itu ia terlalu marah, dan memblacklist Syen dari setiap koneksinya yang membuat Syen tak bisa mendapat pekerjaan.
“aku juga gak tahu beib” jawab Ryo mendekat
“aku akan cari dia, kalau kamu memang ingin Syen yang menjadi supir dan pengawal kamu” Ryo duduk disamping sang istri.
“harus!! kamu harus menemukan dia, gara gara aku dia kehilangan pekerjaan” keluh Aira sedih
Ryo menarik tubuh Aira untuk bersandar padanya
“maafin aku, karena emosiku kehilangan kamu membuat orang lain kena imbasnya” ucap Ryo mengecup puncak kepala Aira yang bersandar.
“janji ya?” ucap Aira menegakkan tubuhnya
“hemm janji!” senyum Ryo
Aira ingin memberikan ponsel Ryo yang masih ia pegang, tapi sebuah dering telpon dengan nama Melan tertulis. Raut senyumnya seketika menghilang dan tatapannya kembali dingin menatap Ryo. sedang Ryo kembali merasa gugup melihat ponselnya.
Dering itu berhenti. Aira masih mematung karena dadanya terasa panas. Ia membuka kembali ponsel Ryo dan melihat daftar panggilan. Ternyata yang Ryo hubungi pagi tadi adalah Dokter cantik tersebut.
Ia menoleh pada Ryo dengan tatapan tajam. Namun tak ingin menanyakan. Ia memberikan ponsel itu ditelapak tangan Ryo dengan kasar. Ia berdiri tapi Ryo kembali menahannya.
“beib, aku akan mengadakan presscon dengannya” ucap Ryo menjelaskan
“iya!” jawab Aira berusaha menahan kecemburuannya
“beib.. kamu marah?” tanya Ryo tersenyum
“enggak!” jawabnya singkat
__ADS_1
“sayang aku tahu kamu marah, tadi pagi aku hubungi dia untuk presscon siang ini” jelas Ryo lagi
“jangan cemburu ya? aku seutuhnya milik kamu, tubuh hati dan semuanya milik kamu beib.. gak akan pernah bisa direbut orang lain” jelas Ryo lagi
“aku gak cemburu kok” ucap Aira mengelak dan merasa malu
Ryo tersenyum dan berusaha menahan tawanya.
“gak ngambek kan?” tanya Ryo mengecup bibirnya cepat
“kalau kamu marah aku batalin presscon bersama dia” ucap Ryo
“gak kok” ucap Aira menghela nafas
“udah berangkat sana... nanti telat” ucap Aira
“mana bisa aku berangkat kalau istriku bermuka masam kaya gini” ucap Ryo terus menggoda Aira agar ia tersenyum
“masss...” keluh Aira manja lagi
“kamu tenang aja, suami kamu ini udah cinta mati sama kamu sayang.. jadi.. bagaimana pun wanita diluar sana, gak akan pernah membuat hatiku berpaling, jangankan hati ku, mataku pun gak akan mampu menatap mereka sebagai wanita, karena dimataku selalu ada kamu” jelas Ryo dengan gombalan selangit
Aira tersenyum mendengar gombalan sang suami
“terus kamu anggap mereka sebagai monyet dong” ucap Aira kembali bercanda
Ryo tertawa dan memeluk sang istri erat.
“aahhh.. aku gak ingin pergi” keluhnya dalam pelukan Aira, yang dibalas pelukan erat kembali.
*
*
“nanti temeni aku saat presscon ya?” Melan teringat ucapan Ryo tadi pagi yang menghubunginya dan akan menjemput langsung dirinya.
Ia mengenakan dress cantik dengan rambut yang di tata sederhana. Saat ini jantung Melan tengah berdansa karena terlalu gugup. Selama ini hubungan ia dan keluarga Ryo sangat dekat, apalagi Camila yang satu bidang dengannya sangat menyukainya.
Mengantongi restu mertua sudah, hari ini Ryo mengumumkan hubungan kami, wahhhh...!benak Melan seakan berdansa
Suara deru mobil sport memasuki pekarangan rumahnya. Ia berlari bergegas keluar menuju suara. Tanpa keluar Ryo menatap Melan yang sudah menuju mobilnya.
“ayo! Aku takut kita telat” ucap Ryo
Wajah Ryo terlihat cerah. Tak semurung dulu. Ia terlihat semangat dan cerita. Melan tersenyum senang melihat perubahan Ryo yang drastis dari terakhir terapi bersamanya.
Kayaknya Ryo udah bisa lupain ceweknya! Benak Melan
“kamu tampan hari ini” ucap Melan memecah kesunyian perjalanan mereka.
“aku selalu tampan” ucapnya tersenyum menoleh sejenak pada Melan.
Ryo menghubungi seseorang dan tampak memastikan kehadirannya.
Seluruh undangan pers telah memenuhi ruangan tempat presscon diadakan. Ryo berjalan menuju meja prescon di iringi dua orang terdekatnya. Bams yang telah dikenal sebagai sahabat Ryo dan Dokter Melan yang selama ini digosipkan menjadi wanita Ryo. Sorot dan raut wajah Melan menggambarkan kebahagiaan. Ia senang jika kedekatannya dengan Ryo kini akan terbuka pada publik. Begitu pula dengan Ryo yang berwajah tampai begitu berbeda. Tergambar jelas wajah yang sama dulu seperti wawancara ia mengungkap tentang tunangannya, wajah jatuh cinta.
__ADS_1
Melan duduk disamping Ryo, ia sangat gugup akan pengungkapan kata kata Ryo.
Sepatah dua patah kata memulai presscon telah terucap. Ucapan terima kasih atas kesediaan rekan pers juga sudah terucap. Mereka pun menanyakan inti utama presscon hari ini.
“pertama saya akan mengumumkan status saya saat ini, karena rekan semua sepertinya sudah terlalu banyak berprediksi” ucap Ryo dengan senyuman dan membuat semua orang tersenyum
“Pertama : saya sudah menikah dan pernikahan saya hampir memasuki ulang tahun yang ke empat” jelas Ryo
Sebuah kalimat itu seakan menjadi petir yang langsung menyambar tepat di kepala Melan. Senyum Melan sirna seketika.
“wanita di samping saya saat ini, adalah teman dan sahabat saya sejak kecil, dia juga menjadi dokter yang telah membantu saya” ucap Ryo
“mungkin rekan rekan sudah mengetahui siapa dia, jadi saya tidak perlu memperkenalkan namanya dan dari keluarga mana atau pekerjaannya, karena seperti yang saya lihat, artikel tentang Dokter Melan sudah sangat jelas” jelas Ryo kembali
Melan hanya tersenyum kecil. Tadinya ia menyiapkan banyak kata kata saat ia diminta bicara. Ia menyiapkan kalimat dimana ia akan menceritakan betapa ia mencintai Ryo sejak ia kecil.
Keriuhan pun kembali terjadi, masing masing orang ingin mempertanyakan siapa istri Ryo dan dia menyebut empat tahun bukanlah waktu yang sebentar.
“sebentar sebentar” tahan MC
“satu satu” lanjutnya
“apa wanita yang menikah dengan kamu adalah tuangan kamu dulu?” tanya seseorang
“betul”
“kenapa selama ini kamu tak pernah terlihat bersamanya?” tanya seseorang
“karena kami tinggal terpisah, karena dia masih belum siap terbuka” jelas Ryo
Bams menoleh pada Ryo.
“Apa ada bukti kalian telah menikah?” tanya salah satu wartawan lagi
Sebuah foto pernikahan muncul dengan wajah Aira yang diburamkan. Foto saat mereka memegang buku nikah mereka. ditambah dengan scan buku nikah mereka yang tertera tanggal pernikahan mereka namun menutupi nama sang perempuan.
Pertanyaan semakin membuat ruangan itu seperti gemuruh, komentar orang orang semakin menjadi. Acara life yang disiarkan mendapat rating nomor satu saat itu dengan jutaan komentar dalam hitungan menit.
“hari ini saya juga mengumumkan keputusan saya untuk mundur dari dunia entertain sudah bulat. Tuntutan keluarga untuk meneruskan perusahaan sudah tidak bisa saya tolak” ucap Ryo
Bams hanya menunduk. Ia sangat tahu keinginan Ryo untuk berhenti dari dulu, bukan karena ingin meneruskan perusahaan atau rumah sakit sang kakek, tapi hanya karena seorang Aira.
Saat presscon berakhir, dokter Melan pun kembali menjadi orang yang tak ingin diketahui oleh pers. Setelah Ryo mengungkap tentang siapa Melan, pers pun kehilangan minat untuk menyerbunya. Melan melangkah keluar dari gedung tersebut seperti orang yang bukan datang kerena presscon. Ia hanya menghilang dengan sendirinya.
Ryo mencoba menemukan Melan, tapi dia mengirim pesan, jika ia pergi terlebih dahulu. Ryo pun santai bersama Bams. Ia kembali menjalin persahabatannya dengan baik.
Ting!
Sebuah pesan masuk di ponsel Bams. Bams menegakkan tubuhnya menatap pesan tersebut. Rahangnya mengeras menatap pesan video yang ia terima.
“aku ceeembuuuruuuu....” Ryo mengejeknya dengan sebuah nada lagu, karena Ryo ikut menyaksikan pesan tersebut.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Tinggalin jejaknya dong!
__ADS_1
Makasih semuanya