Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Vol.2 Aku Sangat Mencintaimu Istriku


__ADS_3

Hari hari bulan madu mereka dilalui dengan bercinta, bercinta dan bercinta. Ryo seakan ingin menuntaskan semua puasa panjangnnya selama ini dalam jadwal cuti yang ia ambil. Ia seperti kucing jantan yang menandai setiap tempat, tapi Ryo menandainya dengan bercinta di setiap sudut apartemen mereka.


“kamu manusia apa singa?” tanya Aira yang sudah terlalu lelah kini bersandar di sofa.


Ini kesekian kali percintaan mereka hari ini.


“aku gak tau kenapa.. melihat kamu saja gairahku langsung memuncak” ucap Ryo yang membelai lembut rambut Aira.


Cup cup cup


Ciuman Ryo di puncak kepala aira yang mengisyaratkan betapa ia mencintai perempuan dalam pelukannya.


“kamu seakan meremukkan tulang tulang ku” keluh Aira dalam pelukan Ryo.


Ryo tersenyum mendengar keluhan istrinya yang ia gempur kembali menjelang siang itu.


“mau gimana lagi.. aku gak kuat!” ucapnya dengan tangan nakalnya


“udah ah.. jangan lagi.. aku capek” Aira menahan tangan Ryo yang terus mengelus tubuhnya.


“aku kasih waktu break sebentar ya..” godanya


“iiihhh... dasar suami mesum” jawab Aira


“tapi kamu cinta” jawab Ryo


“itulah .. nasib ku” Aira tertawa semakin masuk dalam pelukan suaminya.


Nut nut nut


Suara panggilan video terdengar pada ponsel Aira. Aira melepaskan pelukan Ryo dan mendapat kecupan cepat di bibirnya.


“astaga! Aina” ucap Aira melihat nama yang tertulis pada layar ponsel miliknya yang tertulis adik ku tersayang.


Ryo tersenyum melihat Aira yang panik, karena ia hanya menutup tubuhnya dengan baju yang ia pegang di dada.


“aku ke kamar dulu!” ucapnya meninggalkan Ryo.


“haii!” sapa Aira menjawab


“kok lama banget ni jawabnya?”


“kamu ngapain ni?” tanya Aina yang melihat dada atas Aira yang terbuka dengan curiga.


“tadi aku di kamar mandi, mau mandi!” jawab Aira


“pantes! Aku udah khawatir banget!” ucapnya


“hehehe”


“kamu ngapain?” tanya Aira meletakkan ponselnya dan memakai baju.


“Cuma nyantai ni..” jawab Aina dengan wajah meragu


“hemmmmm” Aina ingin mengatakan sesuatu tapi tak bisa ia ucapkan


“ada apa di?” tanya Aira melihat perubahan raut wajah sang adik.


“ni.. aku ditawarin kerja sama temen ku.. tapi gak disini” ucapnya


“lho.. kamu belum wisuda lho..” jawab Aina

__ADS_1


“iya ni.. maksudnya nanti kalau udah selesai” jelas Aina


“ooo.. terus?” tanya Aira


“boleh gak ni?” tanya Aina lagi


“ya bolehlah..” jelas Aira senang


“kok kamu gak nanya nanya ni?” tanya Aina lagi


“karena aku tau, kerjaan itu pasti kerjaan yang bagus buat kamu, kamu gak mungkin terima kerjaan yang gak bagus.. terus soal dimana tempatnya, kan gak pengaruh, nanti aku pulang tetap ke tempat kamu” jelas Aira


“tempatnya di propinsi lain ni” Aina menunduk


“terus kamu gak ingin kesana?” tanya Aira


“bukan gitu.. disana aku Cuma kenal temanku itu, gak ada teman lain nanti” keluh Aina


“kalau kamu ragu gak usah di..” Aira tak memaksa


“tepi gajinya besar dan aku langsung dapat kerja tetap”


Ternyata kamu masih dilema! Benak Aira


“ya udah ... gini aja.. feeling kamu kuatnya kemana? Kerja di luar apa tetap disana nyari kerja lagi?”


“aku pengen nyoba tempat baru itu ni” jawab Aira yakin


“ya sudah.. berangkat!” ucap Aira


“kamu kan tau ni.. kalau tempat baru bikin aku ngeri” jelas Aira yang juga sulit melupakan perlakuan yang mereka di masalalu.


“cobalah melawan, aku aja sekarang juga gitu, tapi toh tetap aja kita harus bisa melaluinya” nasehat Aira


“Berarti nanti aku terima aja ya?”


“hemm!” Aira mengangguk yakin


“ya udah ni.. mandi sana! Jam segini baru mandi, gak kerja lagi.. pemalas! Hehehehe” Ejek Aina


“ye... ini aku habis kerja kok! Wek..” balas Aira


Mereka tertawa bersama, dan panggilan pun diakhiri.


Aira merenung sejenak, mengingat adiknya yang juga bernasib sama sepertinya, namun Aina lebih mampu melawan dirinya dari pada dirinya. Mungkin karena Aina tak setakut dirinya yang dulu dicari mereka.


“kamu ingin Aina kita pindah ke sini?” suara Ryo mengejutkan Aira dari lamunannya


Aira hanya menatap suaminya yang berjalan mendekatinya yang duduk di sofa di kamar mereka.


“aku mandi dulu!” Aira mencoba menghindari Ryo dengan masalah Aina.


“bukannya kamu bilang kita akan membicarakan semuanya bersama?” Ryo mengerti jika Aira mencoba menghindar


“aku masih bingung! Kita nikmati saja kehidupan kita sekarang! Untuk Aina, aku akan mencari waktu yang tepat” ucapnya tersenyum membelai sejenak dagu sang suami


“baiklah.. kalau gitu kita mandi!” Senyum nakal Ryo dan mengangkat tubuh Aira


“Ryo turunin aku.. turunin” ucapnya berontak minta diturunkan


“apa tadi? Kamu panggil namaku?” tanya Ryo dengan geram dan gemas.

__ADS_1


“mas Ryri.. turunin dong!” ucap Aira manja yang justru membuat Ryo kembali memanas


Senyumnya mengambang dan dalam sekejap bibirnya telah berlabuh di bibir sang istri dan membawanya ke dalam kamar mandi. Membuat acara mandi Aira menjadi lama dan melelahkan.


“sayang aku suka panggilan kamu padaku!” ucapnya


“kamu suka? Mas Ryri?” tanya Aira genit


“aku suka Rara” jawab Ryo disambut senyum manis istrinya


*


Aira kini duduk di depan meja riasnya dengan tubuh masih dibalut bath robe, sedang Ryo membantunya mengeringkan rambut sang istri dengan hair dyer. Saat mengangkat rambut Aira, tampak bercak bercak merah keunguan di leher jenjangnya. sejenak Ryo tersenyum melihatnya.


“kenapa kamu senyum mas?” tanya Aira curiga yang menatap Ryo yang terpantul pada cermin.


“gak.. senang aja” ucapnya melirik istrinya di cermin


Aira ikut tersenyum melihat senyum Ryo yang memang menggambarkan pancaran hatinya saat itu.


“aku baru menyadari.. bahagia itu begitu simple” ucap Ryo kini mematikan hair dyer saat selesai mengeringkan rambut Aira.


Ryo membungkuk menyandarkan dagunya di pundak Aira. memeluk istrinya dari belakang dan memandang wajahnya di pantulan cermin.


“begini.. hanya begini.. aku sangat bahagia saat ini” ucap Ryo dengan tatapan langsung ke manik mata Aira.


“aku juga” Aira mengangkat tangannya membelai kepala Ryo.


“aku sangat mencintai kamu Aira Amira istriku” ucapnya lembut


“aku juga suamiku” jawab Aira


Ryo memejamkan mata tersenyum menghirup aroma tubuh sang istri. Lingkaran tangannya mengerat menikmati keindahan kehidupan bak berada dalam surga indah yang tak mampu tergambar oleh lukisan dan kata.


Hanya menikmati keheningan kebersamaan yang ingin ia nikmati sepanjang waktunya. Tak ada suara, tak ada nyanyian, hanya detak jantung yang terus menari di dalam irama cinta yang tak berkesudahan.


Tuhan.. terima kasih atas cinta yang kau tumbuhkan dalam hatiku untuk lelaki ini, terima kasih telah kau ciptakan perasaan keindahan yang sekarang hanya mampu ku rasakan saat bersamanya. Izinkan aku mencintainya selama hidupku dan hingga akhir nafasku! benak Aira menatap Ryo yang memejamkan mata di bahunya pada pantulan cermin di depannya.


“aku sangat mencintaimu ..” ucap Aira kembali membelai wajah Ryo


“aku lebih mencintaimu” jawab Ryo masih memejamkan mata.


Ting!


Suara pesan masuk pada ponsel Aira yang berada di meja nakas samping tempat tidurnya.


Namun Aira masih betah dalam pelukan suaminya hingga ia mengabaikan pesan tersebut.


Nit nit nit nit nit nit


Suara pintu depan pertanda kode kunci untuk dibuka. Ryo membuka matanya dan menatap Aira dengan tatapan pertanyaan.


“siapa yang?” tanya Aira


“hem!” Ryo mengangkat bahunya


Ryo keluar dan Aira menuju nakasnya untuk melihat pesan yang barusan terdengar.


📲 ‘kak.. aku main kesana ya? Lagi bosen nih!’ tulis Rya


Ryo berjalan menuju pintu dan membukanya. Matanya menatap datar pada sosok yang kini berdiri tegap di depan pintu.

__ADS_1


“Ryaaa!” panggil Aira keluar dari kamar masih menggunakan bath robe dan mematung saat melihat sosok yang berdiri bukanlah sosok yang ia sebut.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2