
“tolong bi.. aku ingin hanya ingin tahu kabarnya” ucap Aira memelas
“ada apa?” tanya Aina yang baru datang
Aira menjadi canggung
“kabar siapa ni?” tanya Aina menatap Aira dan Bams secara bergantian
Suara teko mendidih semakin nyaring saat kecanggungan mereka bertiga menjadi hening.
“Cuma temen temen lama” ucap Aira
Aina menatap Bams yang mematung. Menunggu penjelasan darinya. sedang Bams hanya berbalik ke arah dapur dan mematikan kompor. Ia membuat dua cangkir kopi untuk ia dan Aira.
“kamu baru pulang?” ucap Aira mencoba mengalihkan pembicaraan
“hem! Aku lembur ni” jawabnya mendekat dan mencium tangan sang kakak.
“mandi dulu, nanti kemalamam mandinya bisa masuk angin”
“iya ni” jawabnya masih menatap Bams yang mendekat membawa kopinya
“ku tinggal ya bams” ucapnya beranjak masuk ke kamar namun menatap Bams dengan ancaman
Bams hanya membalasnya dengan senyuman.
*
*
*
Berita heboh tentang wanita Ryo menjadi trending topik seantero dunia infotainment.
“apa dia wanita yang dulu?”
“bagaimana hubungan kalian?”
“apa dia tunanganmu?”
“kapan kalian akan menikah?”
Pertanyaan itu terus mengiringi langkah Ryo memasuki gedung ME saat ia kembali diserang rubungan pers.
Wajah dinginnya seakan menggambarkan jika ia lebih tertutup tentang hubungannya sekarang.
Dr. Melan, seorang perempuan dengan lulusan kedokteran dari Inggris yang menjadi psikiater pribadi Ryo sejak beberapa bulan lalu. Sejak ia mengetahui tentang kehamilan Aira, Ryo seperti orang yang sangat terpukul. Melan adalah dokter yang langsung menangani Ryo karena mereka saling mengenal sejak kecil.
Ia adalah putri pimpinan salah satu cabang rumah sakit VVIP dibidang psikiatri. Menangani kasus Ryo yang terpuruk beberapa waktu lalu merupakan berkah bagi Melan. Bagaimana pun ia memang memiliki perasaan pada sang bintang.
Melan sendiri merasa tersanjung saat hari dimana Ryo memintanya untuk datang bersama ke acara pembukaan tersebut. Ia merasa senang dengan semua berita yang tersebar, sedang Ryo tak memberikan konfirmasi pada pers tentang dirinya.
__ADS_1
Melan berharap jika Ryo mampu move on dari masa lalu yang justru menyiksanya. Ia ingin membantu Ryo keluar dari zona keterpurukannya sendiri. Dengan Hadir bersama di acara tersebut, Ryo seakan memberinya lampu hijau untuk hubungan yang ingin Melan lanjutkan.
Berita tentang siapa wanita Ryo terdengar hingga telinga Aira. Rasa yang tadinya ia harapkan senang justru menorehkan luka berdarah yang pedih dalam dadanya. Rasa cemburu, marah dan merasa direbut membuatnya sesak. Nafasnya tercekat, seketika sebuah bongkahan besar berasa di dalam dada dan ulu hatinya.
Bams yang sebenarnya datang sejak tadi melihat Aira yang mencoba menahan gejolak dalam dadanya.
“ai...” panggil Bams mendekat dan duduk di samping Aira
“bi!” jawabnya dengan mata mengembun
“kamu baik baik aja?” tanya Bams yang seakan mampu merasakan kepedihan Aira.
“aku baik baik aja” ucapnya mencoba tersenyum
“menangislah ai.. jika kamu gak mampu menahannya” ucap Bams meraih tangan Aira
“aku bisa kok .. aku bisa” isaknya yang justru memecahkan tangisnya
Aira menggenggam erat tangan Bams.
“huhuhuhuhu..” tangis Aira
“kembali padanya jika kamu mencintainya” ucap Bams yang tak tega melihat Aira.
Aira menggeleng dalam sedihnya. Ia menyeka air mata dan berusaha mengatur nafas.
“Untuk pertama kali dalam hidupku ada seseorang yang tulus mencintaiku. Untuk pertama kali seorang gadis miskin seperti ku menerima bunga”
“Dia memberiku segalanya, dia memberiku kebahagiaan, dia memberi semua yang tidak pernah mampu ku bayangkan. Bahkan dia memberikan hidupnya untuk ku..”
“Paling tidak, disisa hidupnya, aku ingin dia bahagia. Karena aku pasti tidak mampu membalas semuanya”
“Tapi dia bahagia hanya dengan kamu Ai” jawab Bams
Aira hanya menggeleng tersenyum dengan tangis yang ia tahan.
“Dia sangat mencintai kamu dan kamu pun sangat mencintai dia, kembali ke dia Ai, dia pasti akan terima kamu” semangat Bams
“Aku tau, Dia mungkin akan menerimaku, tapi ...” Aira tertahan. Dadanya terasa semakin sesak.
“Coba lihat aku B, lihat aku sekarang! apa yang bisa ku berikan padanya?” Aira matanya menganak sungai
“Aku hanya akan memberinya kesedihan, kesengsaraan, dan kelelahan untuknya”
“Dengan mendengar dia bahagia, aku sudah cukup. Bagiku, kebahagiaannya adalah keinginan terakhir ku. Aku hidup hanya untuk mendengar kabar bahagianya. Jadi bantu dia untuk menemukan kebahagiaan lagi. Hanya kamu yang bisa bantu dia, kamu satu satunya sahabatnya bi”
“Aku senang mendengar dia mengatakan bahwa aku adalah sebuah kesalahan dalam hidupnya, dengan begitu dia mampu mencari seseorang yang lebih baik untuknya.. sekarang dia sudah menemukannya” ucap Aira terisak
Menemukannya? Benak seseorang di depan pintu yang dari tadi mendengar obrolan Aira dan Bams
“Aku benar benar ingin dia bahagia, yang bisa kuberikan padanya sekarang hanyalah doa, doa ku untuknya, hanya itu..” Aira menangis
__ADS_1
Aina yang mendengar semua itu merasa sangat sakit. Ternyata Aira selama ini memendam kepedihannya sendiri.
Kenapa kamu selalu mendapatkan hidup yang sulit ni? Kenapa takdir mu selalu berkorban untuk orang yang kamu sayangi? Benak Aina ikut merasa sakit.
“tapi kamu berhak bahagia, kamu berhak Ai”
Aira menggeleng
"hubungan ku dan dia telah berakhir, aku juga tidak ingin mengungkapnya, biarkan hanya kita yang tahu" ucap Aira
"sampai kapan kamu menyembunyikan hati kamu?" tanya Bams
“Aku tidak ingin Aina tau Ryo adalah masa lalu ku. Aku mohon jangan cerita ke Aina” ucap Aira
Aina merasa sebuah sembaran petir berada diatas kepalanya. Ia mendengar jelas sebuah nama disebut. Ryo! seseorang yang dulu begitu ia idolakan dan sekarang ia benci. Ternyata dialah seseorang yang telah membuat Aira terluka selama ini.
“Aku tidak ingin dia kecewa. Dia akan sangat kecewa jika mengetahui idolanya mencintaiku apalagi sekarang Aina sangat membencinya karena kejadian itu” jelas Aira
Aina menangis mendengar itu. Ia bahkan tidak tahu pengorbanan kakaknya selama ini begitu besar padanya. Aira rela menahan sakit, memendam sendiri rahasianya hanya agar ia tetap senang dan tak membuatnya merasa tidak nyaman.
“Tuhan sudah sangat baik padaku Bi, memberikan Aina, Ryo dan kamu”
“Aku telah diberi kesempatan berbahagia, meski singkat, tapi mampu membuatku hidup, mampu membuatku mengingat bahwa aku pernah merasakan cinta yang luar biasa, cinta seorang adik, cinta seorang kekasih dan cinta seorang sahabat”
“Bagiku itu sudah sangat cukup. Bantu aku Bi.. bantu aku melepaskan bebanku, bantu aku agar mendengar kabar kebahagiaan Ryo”
Bams menangis mendengar kata kata Aira. ia berusaha menyembunyikan suara tangisnya agar Aira tidak mendengar. Bams memeluk Aira. ia menangis dalam pelukannya.
“ni..” gumam Aina menutup mulutnya.
Aina mengingat semua kejadian di masa lalu, pertanyaan Aira tentang Ryo, video call, dan waktu terakhir dia mengatakan akan bertemu Ryo dan mengakuinya sebagai suami.
“aku bunuh diri”
“aku loncat dari gedung”
Candaan Aina ketika itu saat Aira bertanya jika Ryo adalah kekasih atau tunangannya
Aina menggeleng, entah marah atau perasaan bersalah pada sang kakak membuat Aina menangis dan membulatkan mata. Ia telah ikut menyiksanya dengan ucapan ucapan itu.
“maafin aku ni.. maafin aku..” ucap Aina lirih duduk menjongkok, lututnya terasa lemas tak percaya menerima kenyataan itu.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Maafin author yang juga ya.. yang membuka perlahan misteri mereka, mungkin banyak yang sudah bosan dan selalu bertanya, tinggal beberapa episode lagi Aira dan Ryo akan bertemu, tapi ...
Apa yang menyebabkan mereka bertemu?
Adakah alasan Aira untuk menemui Ryo?
Seperti apa pertemuan mereka?
__ADS_1
Sekali lagi maaf, jika novelnya kurang bagus dan berkenan dihati pembaca..