
Suara dering telpon yang Ryo tunggu mulai terdengar. Sebuah nomor terlihat jelas terulis pada layar ponselnya. senyum lebar terlihat mengambang menggambarkan debaran jantungnya yang tak hentinya berpesta.
“halo sayang...” ucap Ryo mengangkat
“hemm..” jawab Aira pelan
“kita ketemu sekarang?” tanya Ryo
“nanti setelah konser!” jawab Aira
“sekarang aja ya sayang! Aku perlu mood booster ku” rengek Ryo manja
“aku sama Aina sekarang.. aku... aku juga belum bilang kalau kamu suamiku” ucap Aira ragu
Ryo terdiam, kembali ada ketakutan dalam dirinya.
Apa mungkin kamu akan meninggalkanku jika Aina menolak hubungan kita?
Benak itu berucap di tengah keraguannya dan ketakutan ditinggal sang istri
“jadi karena itu semua kamu baru muncul hari ini?” tanya Ryo dengan sedih
“bukan karena itu, karena hari ini aku siap dengan semuanya, aku siap menghadapi Aina, aku siap menghadapi diriku” ucap Aira
“beneran? Kamu gak bohong kan?” tanya Ryo
“sayang..!” Protes manja Aira.
Ada denyutan kecil dalam kandungannya ketika mendengar Suara Ryo
Aira mengelus perutnya tersenyum, mungkin sang anak merespon suara sang ayah.
“kita ketemu bentar ya beib? Pliisss!” ucap Ryo memohon
“aku takut konser akan batal malam ini” goda Aira
Terdengar kekehan Ryo yang mengerti ucapan kalimat Aira.
“aku punya hadiah buat kamu yang sangat spesial malam ini” ucap Aira terus tersenyum mengelus perutnya.
“hhmmm... aku juga!” jawab Ryo yang melirik sebuah kotak beludru berwarna biru navy
“beib.. video call ya?” lanjut Ryo antusias.
“aku pake hp biasa” jawab Aira
“tuhh.. pelitnya istriku.. awas aja ya nanti..” canda Ryo
Aira terkekeh. Indikator Kebahagiaan dan keyakinan kini perlahan naik dalam dirinya. ikatan batin Ryo dan sang anak mampu Aira rasakan hingga membuat dadanya yang meragu seakan membulat meyakini untuk mengakhiri pelarian dan keraguannya.
“sayang.. aku sangat merindukan kamu” ucap Ryo memelas dam meminta agar Aira mengijinkan pertemuan mereka
“sebentar lagi sayang.. dan kamu akan mendapat hadiah terindah dalam hidupmu” senyum Aira manja membayangkan betapa Ryo bahagianya mengetahui kehamilannya.
“sungguh? Janji ya?” pinta Ryo terkekeh senang
Mereka berdua berbicara dalam irama cinta, terus tersenyum mengukir kebahagiaan lama terlupakan, kerinduan selama berbulan bulan tak bertemu terus menggerogoti hingga pertemuan itu bak sebuah puncak dari seluruh ritual akhir pelepasan yang tak mampu mereka berdua bayangkan.
“udah ya.. Aina sepertinya udah selesai mandi” ucap Aira ingin mengakhiri obrolan mereka
“bentar lagi beib” tahan Ryo
“jangan.. nanti telpon aku kalau selesai” pinta Aira
__ADS_1
“hem! Pasti! Kamu minta dijemput dimana sayang?” tanya Ryo kembali
“nanti aku akan menemui kamu” goda Aira dengan nada manja
“huh.. aku selalu kalah dengan istriku” keluh Ryo tak kalah manja
“tapi aku selalu kalah sama kamu di ranjang!” bisik Aira karena Aina sudah terdengar membuka pintu kamar mandi
Ryo terkekeh mendengar bisikan yang membuat seluruh bulu kudungnya terasa menari nari.
“dah sayang” bisik Aira
“cium dulu!” pinta Ryo
Tut!
Suara pertanda Koneksi telah terputus. Suara indah itu pun menghilang, menyisakan debaran jantung yang semakin berdansa. Membuat jiwa semakin meronta untuk meluapkan semua gejolak di dalam dada sang pujangga.
Ryo bersenangdung keluar dari ruang tunggunya, senyuman terus tersungging dari sudut bibirnya. Ia seperti remaja yang pertama kali merasakan cinta.
Panas dalam dada Bams mulai terasa saat memahami dari siapa panggilan itu berasal. Aira! seorang yang terlanjur memahatkan sebuah sebuah goresan dalam dadanya, meninggalkan sebuah kesan yang tak mampu ia artikan.
“hhmm.. hmmm.. hmmm” senandung lagu baru terdengar dalam gumamam sang bintang.
Berjalan dengan langkah tegap seakan mendapat asupan heroin dalam aliran darahnya. Pikirannya yang membayang sebuah candu yang lama tak ia nikmati membuatnya begitu semangat untuk mengakhiri malam.
“ayo! Ayo! Ayo semangattt!!!” ucapan Ryo yang seakan menggambarkan seorang petarung yang akan menaiki ring dengan membayangkan kemenangan mutlak.
Sedang Aira menuju kamar mandi dengan wajah merona. Ia tersenyum melihat sang adik. Senyum yang selama ini tak pernah Aira lihat, gambaran cinta jelas terlihat di wajahnya. Seakan mampu melukis sebuah mawar merah yang dipersembahkan untuk sang kekasih.
“ciyyeeeee.. yang mau ketemuan sama si Mas Riry” goda Aina yang berpapasan dengannya
“sstttt...” jawab Aira dengan senyum yang sangat lepas menghilang tenggelam ditelan pintu toilet kamar mandi mereka.
Aina terharu, matanya berkaca kaca, tak pernah ia melihat tawa sang kakak begitu indah malam ini.
Apa kamu begitu senang ketemu cinta kamu ni? Bolehkah aku sekarang berpikir lelaki rotiku? Tertulis sepasang mata yang tak pernah terlupa oleh Aina.
*****
‘aaaaaaa!!!!’
‘RYOOOO’
‘BAAAAAMSS”
“JORDIIIIIIII”
“ARYAAAA”
“BOYS I LOVE YOU!!!” Beragam suara dan teriakan fans membahana mengisi seluruh gedung
Hentakan musik dan dance oleh semua anggota Boys membuat heboh semua fan mereka, tentu tak terkecuali Aina dan Aira. senyum Aira terus mengembang sepanjang konser. Mereka yang mendapat posisi VIP membuat Aina semakin senang dan antusias menikmati konsernya. Setiap brake lagu, Aira mengirim pesan singkat untuk Ryo.
‘penampilan kamu luar biasa sayang! Muach!’ tulis Aira
‘aku suka topi itu’
‘aku cemburu liat kamu sama Tika’ tulisnya lagi
Pesan pesan terkirim untuk Ryo dan mereka saling berbalas pesan saat break lagu ke lagu saat konser berlangsung
Dan tepat di akhir konser. Tibalah saat Ryo membaca sebuah pesan cinta
Puisi terakhir untuk Duka
Malam ini, adalah akhir
__ADS_1
Namun awal bagi cinta
Cinta baru, cinta yang lebih percaya
Lantunan laguku selalu untuk mu
Seiring jiwaku yang telah kau bawa
Aku menunggumu untuk kembali
Dan kau menempati janji hati
Kau ajarkan aku sebuah kata tunggu
Dimana berujung pada manisnya madu
Kau ajarkan aku derita
Agar aku mampu merasakan makna cinta
Aku selalu percaya cinta kita selalu ada
Aku percaya kita selalu berakhir di pelataran surga
Merajut dan merangkai nirwana bersama
Malam ini kita akhiri jeda
Malam ini kita akhiri semuanya
Karena besok kita akan bersama
Ryo dan boys melambaikan tangan pertanda konser telah berakhir. riuh suara stadion besar dimana konser terakhir dihadiri belasan ribu manusia.
“Selamat malam semuanya & Terima kasih” ucap mereka bersama menundukkan kepala dan melangkah dengan lambaian kedua tangan mereka
Lampu telah dimatikan. Personil Band meninggalkan panggung. Suara Riuh manusia yang telah selesai bersenang senang mulai meninggalkan hall konser yang dihadiri lebih dari lima belas ribu penonton. Diantara mereka terdapat Aira dan Aina.
Detak jantung Ryo semakin berirama. Menunggu panggilan kekasih untuk bersama.
‘Tunggu aku di hotel kamu. aku akan kesana’ tulis Aira
‘aku udah gak sabar sayang’ jawab Ryo masih mengetik pesannya
Bams terus memperhatikan Ryo yang berjalan mengetik pesan dengan senyuman luar biasa. Tak terlihat lelah dari aktifitas mereka yang menguras tenaga. Ia seperti siap menghadapi pertarungan baru setelahnya.
Mereka berjalan terseok dan terombang ambing ditengah kerumunan manusia yang mereka sebut sebagai Fans yang menggila. Terus mencoba meraih apa saja agar menyentuh sang idola. Membuat Ryo, Arya, Bams dan Jordi menuju van mereka seperti melalui beribu zombi yang siap menyergap. Van itu mampu meninggalkan halaman gedung konser. Tanpa mereka sadari kerumunan dibelakang mereka terjadi kehebohan
“aaaaaaaagggggghhh!”
“aawwww!”
“ASTAGA!!!”
Bermacam
teriakan terjadi ketika sebuah tribun ambruk akibat tak mampu menampung beban
manusia dan mengenai beberapa orang yang belum keluar
Bersambung!
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih atas dukungan dan doa semuanya
__ADS_1
Epsiode ini ditulis dengan penuh peluh dan perjuangan, ditengah muntah dan derita, akhirnya bisa saya update, semoga novel ini bisa sempat saya selesaikan.. amin