Kiarra Sang Dewi Kematian

Kiarra Sang Dewi Kematian
Kembali Seperti Semula


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Negeri Kaa. Terjemahan.


Praktis, ledakan besar di langit membuat semua orang panik seketika. Mereka berhamburan keluar istana untuk mencari Kiarra. Tubuh Eur gemetaran saat menggendong Kristal yang kembali terlelap. Perasaan sesal muncul dalam hati dan terus merayap ke sekujur tubuh.


"Ratu Ara ...," ucap Eur sedih dan akhirnya ikut berlari mencari keberadaan sang kekasih.


"Ara!" panggil Kenta panik yang mencoba mencari saudarinya di hamparan padang rumput luas luar benteng.


"Ratu Kia-rra!" panggil Hem dari atas punggung Eee ikut mencari sosok pemimpin barunya.


Seketika, wilayah luar istana penuh orang dari segala jenis bangsa. Mereka terbangun dari tidur karena mendengar kabar jika sang Ratu mengalami hal ajaib yang tak pernah terjadi sebelumnya di Negeri Kaa. Mereka yang penasaran bergegas untuk melihat karena tak ingin kehilangan kesempatan. Saat hal itu terjadi, benar saja, mereka dibuat takjub, tetapi juga panik karena Kiarra meledak di langit.


"Itu dia!" teriak Lon saat melihat sebuah tubuh tergeletak tertutupi semak padang rumput yang tinggi.


Lon menukik turun. Kenta dan lainnya segera mendatangi anak lelaki yang berhasil menemukan Kiarra.


"Ara! Ara!" pekik Kenta panik karena tubuh Kiarra terbujur kaku seperti sebuah manekin.


Mata dan mulut wanita cantik itu terbuka. Dua tangannya terentang seperti terkena sebuah ledakan besar menembus dada. Semua orang dibuat kebingungan. Kenta dengan sigap membopong adiknya lalu dinaikkan ke atas punggung Eee.


"Kau mau ke mana?" tanya Rak bingung.


"Rumah Naga. Mana lagi?" jawab Kenta terlihat panik.


Rak dan lainnya bergegas untuk mengikuti Kenta. Laksamana Noh dipercaya untuk menjaga para warga yang masih bermukim di Vom.


"Pergilah. Selamatkan Kia-rra," ucap Laksamana dan diangguki semua orang yang pergi saat itu.


Dengan sigap, para penunggang Eee terbang menuju rumah naga. Fuu membonceng pada Kenta. Pop membonceng Kem dan Ben bersama Hem. Eur bingung karena tak mendapat tumpangan dan terpaksa ditinggal.


"Sebaiknya kita mengejar. Bawa jasad Dra ke rumah naga. Cepat!" titah Pangeran Owe.


"Baik!" jawab Tej cepat.


Kapal balon udara segera dipersiapkan. Kali ini, banyak orang yang akan ikut serta. Jasad Dra dibawa dengan hati-hati oleh Kol saat dinaikkan ke atas kapal. Saat kapal siap untuk terbang, tiba-tiba Pyu berteriak memanggil orang-orang di atas kapal dengan lantang. Laksamana Noh menatap Pyu tajam yang berlari kencang dengan sebuah benda dalam dua genggaman tangan di depan dada.

__ADS_1


"Tunggu! Hah, hah, Ratu menjatuhkan ini! Bukankah ... bukankah monster iblis Bii ada di dalam benda ini?" tanyanya dengan napas tersengal.


"Kau benar. Cepat, berikan padaku!" titah Kee seraya mengulurkan tangan.


Pyu segera memasukkan benda kristal berbentuk seperti pear tersebut ke dalam keranjang rotan. Kee menarik keranjang tali ke atas kapal lalu mengamankan benda itu dengan hati-hati.


"Pyu! Jangan lupa untuk menyiram pohon jembatan! Kau tahu mantranya!" seru Owe.


"Baik, Pangeran!" jawab Pyu dengan anggukan mantap.


"Kita berangkat!" seru Kapten Mun.


Segera, benda besar itu terbang meninggalkan Vom yang ditumpangi Pangeran Owe, Tej, Kol, Kee dan Bum. Kapten Mun dipercaya sebagai nahkoda untuk membawa mereka ke rumah naga. Eur kali ini bisa ikut menyusul. Lelaki tampan tersebut terlihat cemas dengan bayi Kristal dalam gendongannya.


"Jangan khawatir. Naga pasti bisa menyelamatkan Ratu," ujar Kol meyakinkan Eur yang terlihat begitu sedih.


Pria tampan itu tak bisa berkata-kata. Ia hanya memeluk Kristal sebagai bentuk rasa bersalahnya. Sedangkan di Vom, doa bersama dilakukan oleh warga dari kelima bangsa untuk kesembuhan Kiarra. Kuil Dra kini dipenuhi banyak orang. Mereka berharap, sang Naga bisa menyembuhkan Kiarra.


Di rumah Naga.


"Kekuatan Kiarra telah diambil kembali oleh Yang Maha Kuasa. Saat itu, bintang biru memilih Kiarra untuk dipinjami kekuatan besar tersebut demi menyelamatkan Negeri Kaa dari kehancuran. Kini, Negeri Kaa telah damai dan Kiarra tak membutuhkannya lagi," ucap sang Naga menjawab pertanyaan dari Boh yang tadi dilontarkan.


"Namun, kami masih membutuhkannya, Naga. Ara memiliki banyak janji dan kewajiban yang belum terlaksana. Ia tak boleh mati!" ucap Lon dengan air mata menggenang.


Rak mendekap Lon untuk memperingatkannya agar menjaga sikap di depan sang Naga. Sosok besar itu menatap Lon lekat yang terlihat begitu sedih.


"Aku bisa menghidupkannya kembali, tetapi ada konsekuensi yang ditanggung," ucap sang Naga.


"Apa itu?" tanya Kenta cepat.


"Ia akan kehilangan wujud Kia. Dia akan berwujud seperti Kiarra yang selama ini hidup di Bumi," jawab sang Naga yang mengejutkan semua orang.


"Maksud Anda ...," sahut Fuu terlihat gugup.


"Kekuatan bintang biru Kiarra telah hilang. Tubuhnya tak lagi bisa menyembuhkan diri. Ia akan seperti manusia normal yang membutuhkan waktu untuk pemulihan. Sebagai gantinya, aku akan menjadikan dirinya penyihir agung menggantikan Dra dengan kekuatan sihir pemberianku. Kiarra akan menjadi reinkarnasi dari Dra, tetapi dia tak terlahir kembali dari seorang bayi, melainkan seorang wanita dewasa yang cerdas, cantik, dan tangguh seperti sosok Kiarra ketika ia hidup di Bumi."

__ADS_1


Seketika, semua orang terdiam. Banyak kekhawatiran di benak mereka dengan sosok Kiarra yang baru. Kenta melangkah dengan mantap ke arah sang Naga yang terbang melayang di hadapannya.


"Bagus, lakukan. Kiarra yang kukenal memang wanita hebat. Dia tak kalah cemerlangnya dengan Jenderal Kia," ucap Kenta penuh keyakinan.


"Namun, apakah mereka siap menerima Kiarra yang baru?" tanya sang Naga menatap orang-orang itu lekat.


"Apakah ... apakah ingatan Ara di Negeri Kaa juga tetap ada? Hanya raganya saja yang berubah, bukan?" tanya Lon cemas.


"Jangan khawatir, Lon. Kiarra akan mengingat semua kenangan di Negeri Kaa," jawab sang Naga yang membuat anak lelaki itu bernapas lega.


"Kalau begitu, tunggu apalagi? Ayo, cepat ubah dia!" pinta Kenta tak sabaran.


"Masukkan tubuh Kia ke dalam kolam naga," titah sang Naga.


Hem dan Kem dengan sigap mengangkat tubuh Kia secara hati-hati dari atas rumput. Mereka berjalan perlahan sampai ke tepi kolam naga. Keduanya lalu menceburkan tubuh sang Jenderal hingga sosoknya tak terlihat. Semua orang dibuat tegang karena Kia tenggelam dan wujud barunya belum muncul ke permukaan.


"Na-Naga?" panggil Lon mulai cemas.


Sang Naga terdiam. Semua orang di tempat itu dibuat bingung karena sosok raksasa itu menoleh ke arah pohon naga. Benar saja, tak lama ....


"Kenta!" panggil Pangeran Owe yang ternyata menyusul bersama lainnya.


Rak dan kawan-kawannya dibuat terkejut karena jasad Dra ikut diboyong ke tempat itu.


"Kalian meninggalkan Dra dan botol berlapis kristal berisi Bii," ujar Kol yang membuat Kenta serta lainnya meminta maaf.


"Sesuai perjanjianku dengan Kiarra. Ceburkan jasad Dra ke kolam naga. Lalu, berikan Bii padaku," titah sang Naga.


Kali ini, Kol dan Tej bahu-membahu mengangkat jasad berlapis kristal biru ciptaan Kiarra. Mereka menceburkan Dra ke dalam kolam naga. Sedangkan Bum, menyerahkan botol berisi Bii kepada sang Naga. Tampak sekumpulan orang-orang tersebut berdiri di tepi kolam. Kee dan lainnya tak sabar untuk melihat perubahan Kiarra di mana Boh telah menceritakan semua.


***



Makasih tipsnya untuk diriku. Gud nite 💋

__ADS_1


__ADS_2