
Mereka bicara dalam bahasa Jepang. Terjemahan.
Kiarra memanfaatkan peluang saat Jasper terlihat sedang berusaha untuk mengambil hati Aiko lagi. Sedang Aiko sendiri, malah panik jika Jasper menyerang pria yang ia sendiri tak tahu siapa. Saat menjawab pertanyaan Jasper kala itu, ia hanya asal saja. Tak disangka, jika Jasper malah menganggapnya serius.
Siapa pun orang itu, semoga dia baik-baik saja, batin Aiko merasa bersalah saat diberikan akses untuk masuk ke apartemen miliknya dulu yang telah diakuisisi oleh Jasper.
Di tempat Kiarra berada. Pukul 18.00 waktu setempat menuju matahari terbenam.
Kiarra yang sudah mendapatkan akses dari Regen, meletakkan beberapa kamera tersembunyi di beberapa sudut yang tak terpantau CCTV. Kiarra menggunakan sebuah identitas baru yang dibuat oleh Regen di mana Jasper tak pernah peduli dengan para karyawannya terutama level rendah. Hal itu dimanfaatkan oleh Regen untuk memberikan Kiarra kemudahan meski terpaksa menjadikannya office girl.
"Kau baru?" tanya seorang karyawan wanita memicingkan mata ketika melihat seorang petugas kebersihan memasuki ruangan karyawan kelas S sebelum ke ruangan Jasper.
"Ya, uhuk! Maaf, Nona. Saya sedang tidak enak badan. Sebaiknya, jangan dekat-dekat. Saya khawatir, Anda tertular," ucap Kiarra mengenakan masker mulut, rambut sengaja digelung berantakan, memakai seragam pekerja kelas M, dan softlens warna cokelat untuk menutupi mata abu-abunya.
"Jika sakit kenapa bekerja!" teriak wanita itu marah yang mengundang banyak perhatian para pekerja di sekitar.
"Uhuk! Maaf, hanya saja, Tuan Jasper tak memberikan saya izin untuk libur. Oleh karena itu, saya tetap bekerja. Maaf, mengganggu. Sebaiknya, Anda abaikan saja keberadaan saya," ujar Kiarra dengan pandangan tertunduk seraya memegang alat penyedot debu dan bersuara serak.
"Hah! Sungguh menyusahkan!" gerutu wanita itu lalu memilih pergi dari ruangan.
Suara mesin penyedot debu yang berisik, sangat mengganggu konsentrasi para karyawan. Orang-orang itu memilih pergi dan pindah ke ruangan lain untuk menyelesaikan pekerjaan menggunakan laptop. Kiarra tersenyum miring karena usahanya berhasil. Ia yang dulunya seorang CEO, tahu betul kelemahan para karyawan berikut keunggulannya. Kiarra yang memperhatikan perilaku pekerja di kantornya, cukup paham dengan rutinitas yang baginya hampir sama dengan di kantor Jasper yang dulunya milik Aiko.
PIP!
"Hem," ujar Kiarra saat berhasil masuk ke ruangan Jasper dengan kartu akses baru miliknya.
Untuk memasuki ruang Jasper, hanya 3 kartu yang terverifikasi. Jasper, Regen dan Kiarra dengan nama samaran Kia. Kiarra berjalan pincang menuju ke meja Jasper. Ia melihat beberapa map yang tertumpuk rapi di atas meja. Ia belum menyentuh meskipun sudah menggunakan sarung tangan karet. Hingga matanya melihat ada sebuah tombol di samping kaki meja.
"Hem," ucapnya dengan senyum tipis.
KLIK! GREKK!
"Hohoho," kekeh Kiarra ketika melihat rak pajangan di belakang meja Jasper bergeser. Ternyata, ada sebuah brankas di sana.
Kiarra mendekat dan mengamati kombinasi angka serta huruf itu. Ia mengenali jenis brankas tersebut karena perusahaannya dan perusahaan Aiko menggunakan konsep yang hampir sama. Kiarra diam sejenak di mana ini cukup sulit karena jika sampai 3 kali melakukan kesalahan dalam membuka brankas, alarm akan berbunyi. Kiarra terlihat serius hingga sebuah pikiran gila muncul di benaknya.
"Aku sudah mati, apa yang dicemaskan?" ucapnya.
Benar saja, PIP! PIP! PIP! PIP! TUT!
"Akses ditolak."
__ADS_1
"Hehe," kekeh Kiarra karena percobaan pertamanya gagal.
Kiarra melakukan penginputan lagi pada papan tersebut dan hasilnya, usaha kedua gagal. Kiarra terlihat tegang saat menekan kode untuk yang ketiga kalinya. Seperti yang ia harapkan. Alarm tanda brankas rahasia milik Jasper berbunyi nyaring di ponsel pria itu. Praktis, mata Jasper terbelalak lebar. Ia bergegas pergi meninggalkan Aiko begitu saja yang diikuti oleh Regen.
"Ada apa, Tuan?" tanya Regen bingung sembari berlari.
"Ada pencuri masuk ke ruanganku! Pinta semua pihak keamanan untuk segera menangkap orang itu! Dia pasti suruhan pria keparatt yang ingin menikahi Aiko!" seru Jasper geram dan diangguki oleh Regen.
Beruntung, insting Regen kuat. Ia tahu jika Kiarra yang berada di ruangan tersebut. Hanya saja, ia tak tahu jika Kiarra sengaja melakukannya. Ia berpikir, untuk memberikan Kiarra waktu kabur sebelum mereka tiba.
"Agh, sial!" pekik Regen saat ia merogoh saku celana dan jasnya.
"Apa lagi? Cepat buka!"
"Kunci mobilnya tertinggal di meja kamar Nona Aiko. Maaf, Tuan. Saya akan segera kembali," ujar Regen yang membuat mata Jasper terbelalak lebar.
"Dasar tidak berguna!" teriak Jasper marah besar dan menendangi ban mobilnya.
Jasper yang terburu-buru, menelepon sendiri ke perusahaannya. Tentu saja hal itu membuat pihak keamanan perusahaan terkejut. Mereka bergegas mendatangi ruangan Jasper untuk memeriksa keadaan. Namun, begitu tiba di ruangan tempat para karyawan level S tadi bekerja, tiba-tiba, BUZZ!!
"A-apa ini? Uhuk! Uhuk!"
BRUKK! BRUKK!
SRING! CESS ... KLEK!
"Terima kasih, Kakek BinBin," ujar Kiarra saat menggunakan belati Silent Gold di mana benda itu dulunya milik sang ayah.
Kala itu, semua bodyguard Vesper diberikan satu set sebagai bentuk orang kepercayaan sang Ratu. Seketika, senyum Kiarra terpancar. Ia melihat setumpuk dokumen dan benda-benda lainnya di dalam sana. Kiarra segera mengambil lalu dimasukkan dalam kotak yang ia gunakan untuk meletakkan barang-barang pembersih. Kiarra membiarkan brankas itu terbuka lalu membawa hasil jarahannya keluar dari ruangan Jasper.
"Chiko. Cepat temui aku di pintu evakuasi barat bangunan. Ada benda yang harus aku serahkan," pinta Kiarra.
"Oke!"
BROOM!!
Chiko yang berpisah dengan Ryota dan Rein usai mengawasi pergerakan Aiko, segera pergi ke perusahaan seperti strategi dari Kiarra beberapa hari lalu. Chiko berlari menuju ke sisi barat bangunan usai memarkirkan mobilnya di seberang gedung. Ia menunggu di pintu evakuasi yang tak bisa dibuka karena tak memiliki akses.
Hingga tiba-tiba, KLEK!
"Oh, Ara! Kau mendapatkannya?" tanya Chiko terkejut karena adiknya menjadi tukang bersih-bersih.
__ADS_1
"Amankan semua temuanku. Cari kebusukan Jasper. Aku tadi sempat membuka satu dan di sana ada surat perjanjian antara Jasper dengan salah satu petinggi perusahaan yang bersekongkol untuk menjatuhkan perusahaan incaran. Ada benalu di tiap perusahaan yang berhasil Jasper rebut," tegas Kiarra.
"Keparatt kurang ajar! Dia benar-benar parasit! Percayakan padaku," jawab Chiko geram seraya membawa sebuah kotak untuk diamankan.
Chiko segera berlari ke mobil lalu mengamankan kotak itu bersamanya. Chiko pergi dari lokasi dan tak lama, sebuah mobil terlihat menuju ke sisi barat. Kiarra mengenali mobil itu dan kembali masuk ke gedung.
"Cari pencuri itu! Jika perlu buat dia cacat!" geram Jasper dan diangguki anak buah barunya.
Mereka memasuki pintu evakuasi seperti yang dilakukan Kiarra. Regen panik karena Jasper terlihat marah besar. Regen sempat melihat mobil Chiko pergi dan berpikir Kiarra ikut bersamanya. Regen bernapas lega, hingga tiba-tiba ....
"ARGHHH!"
"Oh! Apa yang terjadi?" tanya Jasper saat akan memasuki pintu yang tertutup otomatis begitu ada seseorang masuk.
"Entahlah, Tuan," jawab Regen ikut bingung lalu mendongak ke atas karena suara teriakan itu seperti berada di tangga.
PRANGG!! BRUKK!
"Hah!" kejut Jasper saat melihat salah satu anak buahnya dilempar dari lantai tiga pada sebuah jendela hingga pecah.
Beruntung, pria itu tak tewas, tetapi mengerang kesakitan karena punggungnya mendarat dengan keras. Praktis, kejadian itu membuat kehebohan di sekitar lokasi.
"Regen, jangan diam saja! Cari tahu! Aku akan menelepon polisi!" titah Jasper panik.
"Baik, Tuan!"
Regen segera masuk ke dalam dengan tergesa. Suara teriakan masih terdengar dan hal itu membuat Jasper menyeringai.
"Ya, benar begitu. Buatlah keributan di perusahaanku. Dengan demikian, kau akan mudah ditangkap lalu diadili di Pengadilan Dunia. Aku ingin lihat, kecerobohanmu dalam menantangku apakah bisa menyelamatkanmu dari kematian?" kekeh Jasper penuh kemenangan.
PRANGG! BRUKK!
"Hah!" kejut Jasper saat melihat salah satu anak buahnya dilempar lagi dari lantai 4.
Namun, kali ini matanya melotot saat melihat pada bagian depan kaos lelaki itu, terdapat sebuah kertas dengan tulisan merah seperti noda darah layaknya pesan.
"Temani aku ke alam kematian, Jasper. Kiarra."
Sontak, Jasper mematung seketika.
***
__ADS_1
nguantuk parah. semoga gak banyak tiponya. amin❤️