
Mereka bicara dalam bahasa Negeri Kaa. Terjemahan.
Semua orang di ruangan tertegun ketika melihat keajaiban dari telur naga yang berbentuk seperti kristal berwarna merah mulai membuka cangkang layaknya sebuah pengaman itu. Ornamen ukiran terbuat dari emas itu bergerak melepaskan diri dari cangkang. Ia memerangkap dada Dra dan membuatnya seperti memakai sebuah perisai. Mata Kiarra menajam ketika batu merah itu mulai retak, tetapi hasil retakannya tak berguguran. Pergerakannya stabil membentuk sebuah wujud yang tak lain adalah anak naga.
"Oh!" kejut anak-anak saat terlihat seekor naga seperti kristal berwarna merah yang memancarkan kilauan. Ukuran sayapnya hanya selebar telapak tangan dan tampak kokoh meski seperti kaca tebal.
Pandangan orang-orang terfokus pada naga kecil yang berjalan sembari menggoyangkan ekor lucunya di dada Dra lalu menjatuhkan diri di atas kepala wanita itu seperti sebuah hiasan rambut. Kiarra dan Lon saling melirik ketika naga kecil memejamkan mata. Perlahan, warna merah pada sang naga memudar. Warna itu berubah sedikit demi sedikit, usai terlihat ada aliran yang masuk ke tubuhnya. Naga kecil itu seperti menyerap segala jenis penyakit dalam tubuh Dra dari tubuh kristalnya.
"Lihat! Dra mulai sadar!" seru salah satu anak saat melihat kulit pucat Dra kembali berseri.
Mata yang tadinya sudah menjadi putih kini berubah kembali dan menyala ungu terang seperti ketika ia sedang dalam posisi siaga untuk menggunakan sihir. Dra mulai membuka mulutnya lebar dan muncullah segumpal asap berwarna biru keunguan yang terus naik ke atas. Naga kecil membuka mata dan menaikkan tubuhnya. Ia seperti menyedot gumpalan asap itu layaknya menghirup udara hingga tak bersisa.
"Emph ...."
"Dra!" panggil Kiarra senang karena Dra terlihat kembali bugar seperti baru bangun tidur.
"Tunggu. Aku bermimpi bertemu naga yang ukurannya sangat kecil sekitar ... oh, Naga! Ada naga di kepalaku!" seru Dra histeris saat melihat wajah sang naga melongok ke wajahnya.
Anak-anak terkekeh termasuk Kiarra. Naga yang berubah warna menjadi ungu dengan bercak biru itu kemudian berjalan menginjak wajah Dra menuju ke dada. Mata penyihir itu ikut melotot saat menatap tubuh naga mulai mengeras dan membentuk bongkahan kecil. Tubuhnya menjadi seperti kristal dan ada mahkota kecil di atasnya. Sayapnya terbentang dan tubuhnya menjadi berkilau seperti ada kerlipan yang membuatnya bersinar. Naga itu mengepakkan sayap dan turun dari tubuh Dra.
"Kaa! Kaa!" serunya melengking dengan suara imut dan mata bersinar.
"Oh, you're so cute!"
"Ha?"
"Oh, maksudnya ... dia ... lucu, menggemaskan, dan ... ah, begitulah," ujar Kiarra karena lagi-lagi bahasa di dunianya tak sengaja terlontar.
Naga ungu itu menatap Kiarra saksama dengan mata berbinar. Semua orang dibuat kagum karena baru pertama kali melihat hal ajaib tersebut, termasuk Dra. Tiba-tiba, naga kecil tersebut terbang dan hinggap di kepala Kiarra. Semua orang dibuat takjub karena naga kecil itu bersuara seperti bersenandung.
__ADS_1
"Kaa ... Kaa ...," ucapnya dengan kepala mendongak.
Seketika, pedang Kiarra seperti memancarkan cahaya. Kiarra terkejut dan segera menarik pedang itu sembari berdiri. Bilah pedangnya berubah menjadi kristal berwarna biru yang memancarkan cahaya. Ruangan itu dipenuhi oleh cahaya biru dan terlihat butir-butir seperti salju yang berterbangan. Lon menengadahkan tangan karena tak pernah melihat hal ajaib seperti itu selama hidupnya.
Hingga tiba-tiba, "Oh!" seru semua orang begitu kulit mereka terkena butiran seperti salju itu.
Orang-orang mematung termasuk Dra. Kiarra bingung dan mendongak ke atas di mana naga kecil masih betah untuk bertengger di kepalanya. Mata orang-orang itu berubah menjadi biru entah apa yang terjadi.
"Dra? Lon? Kalian baik-baik saja?" tanya Kiarra cemas karena mereka seperti terhipnotis.
"Hah, hah!" engah Dra begitu pula semua anak saat cahaya biru di mata mereka memudar. Namun, mata Dra seperti tak bisa kembali seperti semula karena terus menyala ungu terang.
"Kami melihat semuanya," ujar Lon.
"Melihat apa?" tanya Kiarra bingung.
"Kau, perjuanganmu. Naga dan ... Ram," geram Dra dengan rahang mengeras tampak begitu membenci lelaki itu.
"Intinya, kau sangat hebat, Ara. Kami akan mendukungmu! Kami akan membantumu menyelesaikan misi dari naga!" seru Lon seraya mendekat lalu menggenggam salah satu tangan Kiarra lekat.
"Ha?"
"Naga sudah memberitahukan kami semuanya. Terima kasih, kau sudah menolongku," ucap Dra menatap Kiarra dengan senyuman.
Kiarra balas tersenyum dengan anggukan. Hingga tiba-tiba, "Akk! Akk!"
"Ada apa?" tanya Kiarra langsung waspada dengan pedang kristal dalam genggaman.
"Aaa memberitahu jika terdengar banyak langkah kaki menuju kemari. Kita harus segera pergi!" seru Dra yang ternyata memahami bahasa Aaa.
"Jalan satu-satunya hanya melalui celah itu," jawab Lon menunjuk tempat masuk Kiarra datang tadi.
__ADS_1
Saat Kiarra bersiap untuk melangkah, tiba-tiba, "Jenderal Kia!" seru Goo yang berhasil masuk dan diikuti oleh sekumpulan pasukan Vom siap membidik.
"AAAA!" teriak anak-anak histeris saat melihat senjata pembunuh itu diarahkan ke tubuh mereka. Anak-anak ketakutan dan mereka berkumpul di belakang Kiarra meminta perlindungan.
"Jenderal, kau—"
"Yee meraka seka lega, ne gale-gale ... yee meraka seka lega, ne gale-gale," ucap Dra begitu saja.
Penyihir tersebut menggerakkan kedua tangan seperti melakukan gulungan di depan dada. Ia lalu meniupkan asap ungu ke para prajurit Vom dari telapak tangannya. Seketika, para prajurit itu tampak seperti orang linglung. Mata mereka terbuka dan tertutup. Kiarra tersenyum saat melihat Dra terus melafalkan mantra yang membuat para pria bersenjata mematikan itu tak menyerang.
"Kia. Perintahkan mereka. Hipnotisku hanya bertahan selama 1000 kedipan. Cepat!" bisik Dra saat berdiri di samping saudarinya itu.
Kiarra mengangguk. Ia mengarahkan ujung pedang kristal birunya ke arah Panglima Goo yang berdiri dengan tubuh bergoyang ke sana kemari.
"Dengarkan aku, para prajurit Vom! Kita buru Ram dan bunuh dia! Kita kembali ke Kerajaan Vom dan tangkap semua petinggi kerajaan yang selama ini menghancurkan kedamaian Negeri Kaa. Mereka harus diadili dan dihukum!" titah Kiarra.
"Hoh! Hoh! Hoh! Hoh!" seru orang-orang itu dengan mata menyala ungu menerima perintah dari Kiarra di bawah pengaruh sihir Dra.
"Bagus, Dra. Sekarang. Jangan berkedip sampai urusanku selesai. Berjuanglah!" tegas Kiarra.
"Baik!" jawab Dra langsung melebarkan mata terlihat tegang agar tak berkedip.
"Kami ikut! Kami juga harus membebaskan orang tua yang disandera!" ujar Lon.
Kiarra terlihat ragu. Namun, melihat anak-anak itu bersikeras, Kiarra mengangguk mengizinkan. Mereka segera keluar dari gua dan bersiap untuk bertempur. Dra terlihat berusaha agar tak berkedip. Anak-anak membonceng para pasukan Vom yang menaiki kuda sampai ke wilayah hutan di mana dulu Kiarra dan Dra melakukan pengintaian sebelum menyerang Desa Gul.
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
wah masih ada tips dr mak sis😍 berkah syelalu mak. jangan lupa vote vocer, poin dan koin ya bagi yg belum. sedekah biar banyak pahala. amin❤️ adeh lele pilek jadi kalo nemu typo koreksi aja ya tar lele benerin pas waras. tengkiyuw 💋