Kiarra Sang Dewi Kematian

Kiarra Sang Dewi Kematian
Wajah-wajah Baru


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Negeri Kaa. Terjemahan.


Suasana hening seketika. Sang Naga masih terbang melayang di belakang para manusia yang berdiri di tepi kolam. Mereka dibuat menunggu karena penasaran dengan sosok baru dari Kiarra. Hingga tiba-tiba ....


"Oh!" kejut Boh ketika melihat pergerakan air kolam yang tadinya tenang kini bergelombang.


Jantung semua orang dibuat berdebar kencang. Mata mereka terfokus pada air kolam di mana terlihat sebuah bayangan di bawah sana.


SPLASH!


"Uhuk! Uhuk!"


Semua orang terdiam. Seseorang muncul dari dalam kolam dengan posisi memunggungi. Kenta berjongkok dan menatap sosok yang diyakini adalah seorang wanita, berambut hitam panjang, bertubuh ramping dan kulitnya putih bersih.


"Hahaha! Welcome, Ara-chan!" panggil Kenta yang membuat wanita dengan nama tersebut berbalik.


"Ohh ...," kejut semua orang saat akhirnya melihat wajah baru dari Kiarra.


Eur sampai mematung karena wajah sang Jenderal berubah drastis. Yang bisa dikatakan dari wajah 'bule' kini menjadi Asia.


"Kenta? Kenta!" panggil Kiarra gembira yang disambut rentangan tangan pria itu.


Kenta menujulurkan tangannya ke depan untuk membantu Kiarra naik. Akan tetapi, BYURR!


"Ken-ta!" panggil Rak panik karena sang kekasih malah tercebur ke dalam kolam saat tangan Kiarra menariknya.


Kiarra ikut bingung karena saudaranya malah ikut tercebur bersamanya. Akan tetapi, saat Kenta kembali muncul ke permukaan.


"Woahhh!" teriak Lon sampai mata dan mulutnya terbuka lebar karena Kenta ikut berubah.


"Ken ... ta?" panggil Rak dengan wajah tegang.


"Uhuk, uhuk, agh ... sial. Kenapa aku ikut tercebur?" ucapnya seraya mengelap wajahnya yang basah.


Kiarra ikut menatap pria di sampingnya lekat. Lalu tiba-tiba, "Kenta!" panggilnya langsung memeluk dan membuat pria asal Jepang itu kembali tenggelam. Kiarra yang merasa bersalah, lalu melepaskan pelukan dan memilih untuk berenang ke tepian. "Hei, tolong aku," pintanya sembari mengulurkan tangan karena tepian kolam yang cukup landai.


"Oh, ya," jawab Kol lalu meraih tangan Kiarra dan menariknya kuat.


"Wow, wow! Heh, kau sangat kuat, Kol," puji Kiarra ketika pria macan kumbang tersebut mengangkat tubuh Kiarra bagaikan mengambil sebuah ember kecil berisi air.


"Hah, hah, Rak, tolong aku, Sayang," pinta Kenta manja, tetapi wanita berambut putih itu malah melangkah mundur.


Kenta berkerut kening dan akhirnya memilih untuk naik sendiri. Semua orang menatap sosok baru Kiarra dan Kenta dengan kening berkerut. Sedangkan Kiarra dan Kenta yang tak menyadari hal tersebut, bersikap biasa saja. Mereka membungkuk hormat kepada sang Naga yang perlahan sosoknya menghilang. Semua orang dibuat terkejut, tetapi mereka sadar jika untuk selanjutnya membutuhkan kebijaksanaan masing-masing menyikapi hal baru ini.

__ADS_1


"Kalian kenapa?" tanya Kiarra bingung saat memeras rambutnya yang basah.


"Mm, soal itu ... oh, Rak! Berikan cermin pada Ratu Kia-rra," pinta Boh.


Rak yang canggung akan sosok baru Kenta karena bukan berwujud Wen lagi, dengan sigap membuat cermin dari air kolam naga. Wanita itu memberikan benda yang biasa digunakan untuk berkaca itu kepada Boh dengan gugup.


"Siapkan dirimu, karena kami juga terkejut," ucap Boh yang membuat kening Kiarra berkerut.


"Oke," jawab Kiarra dengan anggukan, tetapi sadar jika tatapan orang-orang di depannya memang terlihat lain.


Seketika, mata Kiarra melotot ketika cermin yang dipegang oleh Boh diarahkan padanya. Kiarra terkejut karena tak menyangka bisa melihat wajahnya lagi setelah sekian lama. Tangannya gemetaran ketika memegang wajah yang selalu dibanggakan karena cantik dan berkulit mulus. Kiarra meraba rambut sampai kaki hingga tubuhnya membungkuk. Semua orang menatap gerak-gerik wanita cantik itu yang pada akhirnya menangis.


"Aku ... aku kembali ... wajah dan tubuhku kembali! Aku ... aku bukan Jenderal Kia lagi! Aku Kiarra!" ucapnya dengan air mata menetes dan suara bergetar.


Kenta mendatangi Kiarra lalu memeluknya. Kiarra menangis terisak dalam pelukan sang kakak. Boh dan lainnya saling melirik dalam diam. Penyihir asal Tur tersebut lalu mendatangi Kenta dan mengarahkan cermin pada Kenta.


"Woahhhh!" teriak pria itu yang mengejutkan Kiarra dan membuatnya spontan melepaskan pelukan. "Wah, wah, hal serupa juga terjadi padaku, Ara! Aku menjadi Kenta, bukan Wen lagi!" serunya yang malah seperti orang panik.


Kiarra mengangguk membenarkan. Namun, kemudian, keduanya tertawa bersama. Mereka saling bergandengan tangan lalu melompat bersama sebagai bentuk kegembiraan. Namun, orang-orang di Negeri Kaa yang masih canggung dengan wajah baru tersebut dibuat bingung dalam bersikap.


"Ara," panggil Kenta saat menyadari ekspresi orang-orang itu.


Senyum Kiarra redup seketika. Ia paham dengan maksud dari Kenta. Wanita cantik tersebut kemudian berdiri dengan sopan. Dua tangannya saling menggenggam di depan perut seperti siap untuk melakukan sesuatu.


"Akan kuceritakan nanti, Ara. Sebaiknya, kita berkumpul di bawah pohon naga. Banyak yang harus kita pikirkan untuk kelanjutan nasib Negeri Kaa. Bagaimana?" tanya Kenta yang diangguki Kiarra.


Boh dan lainnya mengangguk setuju. Mereka mengikuti dua kakak beradik itu yang tampak bahagia karena menjadi diri sendiri. Mereka duduk dalam formasi melingkar dan saling berhadapan. Kenta yang menyadari perubahan sikap dalam diri Rak, memilih untuk membiarkan hal tersebut. Entah kenapa ia tak ingin membujuk atau merayu wanita itu.


Kenta sadar jika yang dicintai Rak adalah Wen. Bisa saja, Rak menerimanya selama ini karena sosok Wen yang ada di hadapan. Namun, kini keadaan telah berubah. Kenta tak ingin memaksa Rak jika wanita tersebut memilih untuk pergi darinya. Hal sama juga dipikirkan oleh Kiarra. Wajah barunya, mungkin membuat empat dayang canggung dan sulit menerima dirinya yang sekarang. Kiarra sudah siap ditinggalkan oleh empat calon suaminya meski harus bersedih.


"Untuk pemilihan siapa saja orang-orang yang dipercaya oleh pemimpin kerajaan, aku serahkan kepada para raja baru. Seharusnya, Laksamana Noh ikut serta dalam pembicaraan ini. Namun, melihat beliau tak ada di sini, sebaiknya ... kita pulang saja," ujar Kiarra yang melihat orang-orang di depannya masih butuh penyesuaian.


Kapten Bum dan lainnya mengangguk sependapat. Saat Kiarra berdiri dan ingin menggunakan kekuatannya, ia merasakan sebuah perbedaan. Kiarra mencoba untuk mengeluarkan sayap kristalnya, tetapi hal tersebut tak bisa dilakukan di mana selama ini, ia hanya cukup memikirkan hal tersebut dan sayap itu akan keluar dengan sendirinya.


"Ada apa?" tanya Kenta karena sang adik terlihat seperti orang bingung.


"Aku ... tak bisa menggunakan sihir kristalku," jawab Kiarra seraya mengamati dua tangannya.


Boh dan lainnya saling memandang. Lon akhirnya memberanikan diri mendekat.


"Akan kuberitahu alasannya," ucap Lon gugup.


Kiarra dibuat terkejut usai mendengar penjelasan dari Lon yang diperkuat oleh Rak dan Boh. Wanita itu lemas dan seperti akan jatuh. Namun, Pop dengan sigap memegangi tubuhnya, tetapi kemudian dilepas saat Kiarra sudah tegak berdiri.

__ADS_1


"Ma-maaf, Ratu Kia-rra. Saya ... belum terbiasa," ucap Pop tak enak hati.


"Tak apa. Aku juga pasti akan bersikap sepertimu jika keadaan kita berbalik," ujar Kiarra yang mendapatkan senyuman dari pria berambut gondrong tersebut.


"Lalu ... bagaimana aku mengeluarkan sihirku?" tanya Kiarra bingung.


"Naga mengatakan kau reinkarnasi dari Dra. Besar kemungkinan, kau memiliki kemampuan sihir seperti Dra," jawab Lon menduga.


"Jadi ... aku harus mempelajari banyak mantra untuk bisa mengeluarkan sihirku? Maksudnya ... melafalkan banyak kata-kata sulit seperti yang kalian lakukan?" tanya Kiarra menatap tiga penyihir di depannya.


"Hem!" jawab tiga penyihir itu serempak yang membuat Kiarra lemas seketika.


"Hehe, pekerjaan rumah menantimu, Kiarra si penyihir agung dari Vom," ucap Kenta yang terdengar seperti sindiran.


Kiarra yang kesal menepuk lengan Kenta kuat. Pria Jepang itu merintih sebentar lalu tertawa lagi. Mata Kiarra lalu tertuju pada Eur yang sedari tadi diam saja sembari menggendong putrinya.


"Adakah pakaian kering yang bisa kugunakan? Aku ingin menggendong Kristal," pinta Kiarra lembut.


"Akan saya ambilkan, Ratu," jawab Fuu cepat.


"Tunggu, Fuu. Sebaiknya, kita kembali saja ke Vom. Naga sudah membantu kita. Lebih baik pulang dan jangan mengganggu istirahat sang Naga," ucap Pangeran Owe menyarankan.


"Hem, ayo," sahut Kenta dan diangguki semua orang.


Kiarra berjalan didampingi oleh orang-orang yang masih canggung berada di dekatnya. Kiarra yang menyadari hal tersebut tak menyalahkan. Wanita cantik yang mudah bersosialisasi itu dengan cepat mengubah keadaan dengan mengajak berbincang orang-orang. Lon yang sangat mudah diajak bicara, dengan cepat menanggapi lalu diikuti oleh lainnya.


Setibanya di kapal, Boh, Lon dan Rak memilih untuk naik ke kapal. Mereka tidak terbang menggunakan tongkat sihir karena ingin mengenal sosok Kiarra lebih dekat. Bagi mereka, wajah baru, menunjukkan kepribadian lain meski Kiarra meyakinkan jika ia masih orang yang sama. Mereka duduk di geladak kapal saling berhadapan.


"Halo, Kristal. Apakah kau mengenali ibumu?" tanya Kiarra yang kini menggendong bayi cantik itu dalam pangkuannya.


"Hemm ...," jawab Kristal yang seolah paham dengan ucapan sang ibu.


"Tumbuhlah menjadi seorang gadis yang kuat, berkepribadian baik dan bijaksana. Dicintai oleh semua orang dan jauh dari petaka. Ibu akan selalu melindungimu sampai nyawa ini direnggut oleh Yang Maha Kuasa," ucap Kiarra menatap putrinya sendu, tetapi perkataannya membuat sedih semua orang.


"Kau akan baik-baik saja, Ara. Aku akan melindungimu. Aku gagal saat melakukannya di Bumi. Akan kutebus di Negeri Kaa," ucap Kenta seraya menyentuh pundak adiknya lembut.


Kiarra yang merasa jika hanya Kenta yang bisa memahami keadaannya saat ini, meletakkan kepalanya di dada sang kakak. Kenta merangkul kepala adiknya lembut sembari mengelus punggungnya. Semua orang yang melihat terdiam. Rak bisa merasakan jika Kenta sangat menyayangi adiknya. Pandangan Rak tertunduk karena hatinya berkecamuk untuk membuat sebuah keputusan sulit.


***



makasih tips koinnya para LAP yg udah dengerin audio book hasil dubbingan lele di novel Vesper, Secret Missions, dll. terus dengerin ya biar nanti tips koin dari bonus play bisa lele ss saat up eps. lele padamu dan selamat hari Minggu❤️

__ADS_1


__ADS_2