
Mereka bicara dalam bahasa Negeri Kaa. Terjemahan.
Ketika bulan berganti, pelantikan dilakukan di aula Kerajaan Vom. Warga dari lima kerajaan menyaksikan secara langsung penobatan 95 orang yang dipercaya oleh para raja dan ratu untuk menata ulang sistem pemerintahan. Empat dayang Kiarra dijadikan menteri oleh sang Ratu. Termasuk beberapa orang yang dulunya hanya menjadi sipil biasa seperti Pyu, Rim si manusia ubur-ubur, Nek selaku tabib dari Zen dan para prajurit kerajaan. Mereka naik pangkat dan tentu saja menaikkan derajat hidup.
Jamuan besar kembali diselenggarakan usai pelantikan yang dihadiri oleh orang-orang dari lima kerajaan. Rumah-rumah warga dihias dengan dekorasi cantik ciri khas penghuni rumah demi perayaan besar itu. Pesta berlangsung meriah di Vom sampai bulan berganti menjadi ungu lagi. Saat warga yang telah memilih untuk menjadi salah satu penduduk suatu kerajaan bersiap untuk meninggalkan Vom bersama Raja dan para petinggi pemerintahan, tiba-tiba ....
"Hei, hei! Ada hal menakjubkan di dekat Sungai Agung! Cepat ke sana!" teriak Kem yang membuat semua orang dibuat penasaran.
Kiarra dan para petinggi kerajaan, bergegas menaiki kapal balon udara. Benda terbang itu kini dimiliki masing-masing dari lima kerajaan. Warga yang penasaran terpaksa menunggangi hewan-hewan untuk bisa menuju ke sana. Benar saja, begitu mereka tiba di Sungai Agung, Kiarra dibuat tertegun. Ia tak pernah melihat hal ini sebelumnya.
"Apa yang terjadi?" tanyanya dengan bayi Kristal dalam gendongan.
"Emm."
"Ara, lihat! Rambut bayimu bersinar terang. Sepertinya terjadi sesuatu," ujar Kenta yang menyadari perubahan dalam diri bayi cantik tersebut.
Orang-orang yang satu kapal dengan Kiarra menatap Kristal lekat. Benar saja, tiba-tiba, sang Naga muncul yang mengejutkan semua orang karena sosoknya yang besar. Boh dan lainnya yang berada di kapal lain bisa melihat kehadiran sang Naga karena terbang di depan kapal mereka.
"Terpujilah Naga!" seru Lon memerintahkan kepada semua orang untuk bersujud. Kiarra dan Kenta ikut melakukannya sebagai bentuk penghormatan.
"Kiarra. Bintang biru muncul lebih cepat dari biasanya. Inilah waktunya jika ingin membangkitkan keluargamu yang telah meninggal ke dalam jasad orang-orang Negeri Kaa," ujar sang Naga yang mengejutkan Kiarra.
"Oh, sungguh? Wah, aku tak boleh melewatkan kesempatan ini!" pekik Kiarra yang langsung sigap berdiri.
"Tunggu apa lagi? Ayo, kita harus bergegas ke rumah naga!" ajak Kenta.
Segera, kelima kapal balon udara bergerak menuju ke rumah naga. Namun, Kiarra yang tak ingin kehilangan momen langka itu, meminta tolong kepada para penyihir yang memiliki kemampuan terbang dengan tongkat untuk membawanya ke pohon jembatan. Ia ingin berteleportasi demi mempersingkat waktu.
"Pergilah, kami akan menyusul!" ujar Laksamana Noh yang memahami kondisi ini.
"Terima kasih, Raja Noh," sahut Kiarra yang bersiap meninggalkan kapal.
__ADS_1
Dengan sigap, Kiarra membonceng pada Boh bersama bayi Kristal. Lalu Kenta membonceng pada Rak. Lon terbang seorang diri. Mereka bersama-sama menuju ke pohon jembatan terdekat yang masih bisa digunakan yakni di wilayah Vom.
"Rumah Naga!" seru kelima orang itu bersamaan, saling bergandengan tangan sembari membayangkan rumah dengan pohon super besar dan memiliki kolam tak berdasar.
Sekejap, mereka tiba di rumah Naga. Kiarra bergegas berlari dengan bayi Kristal dalam gendongannya menuju ke tepi kolam yang diikuti semua orang.
"Wujud Dra dan Wen tak lagi bisa digunakan. Pilihlah dengan bijak," ujar sang Naga yang terbang melayang di atas permukaan kolam.
Kiarra memberikan bayinya kepada Rak karena ia sedikit gugup dan takut putrinya merasa tidak nyaman. Rak memahami hal tersebut dan tak keberatan. Malah, ia berharap untuk segera memiliki keturunan. Ia tak menyangka jika sosok Kenta yang baru ternyata lebih menarik ketimbang Wen. Kulit Kenta lebih halus dan sentuhannya lembut tak kasar seperti sang Panglima.
Meskipun Kenta tak memiliki otot sekeras Wen, tetapi bagi Rak, tubuh baru itu malah terasa pas baginya. Rak tersipu malu saat membayangkan kegiatan panasnya kala itu bersama Kenta dengan wujud baru. Kiarra menutup mata lalu membayangkan keluarganya. Sang Naga membantu memulihkan ingatan Kiarra dengan membuat jasad-jasad tersebut mengapung. Kenta tertegun karena ternyata jumlahnya ada banyak.
"Wow!" kejut Kenta karena tak menyangka jika sang adik telah mengumpulkan mayat sebanyak itu.
"Aku membuat penawaran. Kau ingin arwah anggota keluargamu tetap dalam jasad manusia Negeri Kaa, atau wujud asli seperti di Bumi?"
"Tentu saja dengan wujud manusia Bumi," ujar Kiarra yang diangguki sang Naga.
"Baiklah. Kau telah berjasa dan berkorban banyak untuk Negeri Kaa. Sebagai ucapan terima kasih, kukabulkan permintaanmu, Kiarra. Semoga, kau dan keluargamu yang hidup di Negeri Kaa, memberikan perubahan positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Monster dan manusia bisa saling hidup berdampingan tanpa perselisihan," ucap sang Naga yang diangguki Kiarra.
"Tampaknya Kiarra lupa dan tak memberitahumu hal ini. 15 hari di Negeri Kaa, setara dengan 1,5 tahun di Bumi. Hitung saja, sudah berapa lama kau berada di tempat ini, Kenta," jawab sang Naga yang membuat mulut Kenta menganga lebar.
"Jadi ... semua anggota keluargaku telah meninggal? Begitu maksudmu?" tanya Kenta langsung dirundung kesedihan. Sang Naga mengangguk pelan. Kiarra ikut terkejut karena tak menduga hal tersebut.
"Bergegaslah. Bintang biru tak berlangsung lama. Kau harus menunggu 10 tahun untuk kemunculannya lagi," ujar sang Naga yang membuat Kiarra panik.
"Terserah jasad siapa saja, tetapi aku ingin Chiko, Rein, Michelle, Aiko, Ryota, Azumi, Hiro, dan Raiden. Kemudian ibuku Rui, Nyonya Lian dan Mei," pinta Kiarra cepat.
"Dan jangan lupa, ayah kita, Kiarra," imbuh Kenta.
"Ya, kau benar. Bangkitkan ayahku Tora. Please," pinta Kiarra penuh harap.
Sang Naga menatap jasad-jasad yang diceburkan ke kolam naga dengan saksama. Kiarra dan orang-orang yang menunggu di tepi kolam dibuat gugup karena makhluk raksasa di hadapan diam saja.
__ADS_1
"Huff ...."
Sang Naga tiba-tiba mengembuskan napasnya dari mulut. Terlihat kepulan asap putih menutupi permukaan kolam dan para jasad yang terapung. Kiarra terlihat serius dengan jantung berdebar kencang. Ia teringat akan orang-orang di Negeri Kaa yang tewas dan jasad mereka akan digantikan oleh anggota keluarganya.
Dalam samar, Kiarra melihat jasad salah satu dayangnya dulu yakni Ron perlahan tenggelam. Matanya kemudian bergerak saat melihat jasad dari tiga keturunan Raja Yak yakni dua lelaki kembar yang tampan dan seorang putri yang cantik ditelan air. Kenangan Kiarra saat menggunakan raga Kia kembali muncul ketika membunuh mereka demi misi sang Naga. Kiarra tak sanggup mengingat kematian orang-orang Negeri Kaa di tangannya atau yang tewas karena membelanya. Wanita itu memalingkan wajah dan mencoba untuk melupakan.
"Ara!" panggil Kenta saat melihat pergerakan di balik kepulan asap seperti orang berenang.
Mata Kiarra dan lainnya menyipit. Mereka dibuat tegang ketika muncul sosok yang seharusnya telah mati yakni penyihir Dam dari Zen.
"Di-dia hidup!" pekik Rak karena mengenali sosok itu.
Wanita cantik yang dulunya adalah penyihir di Kerjaan Zen—sebelum Lon menggantikannya menjadi penyihir agung—berenang ke tepian. Kiarra dan lainnya dibuat gugup saat wanita cantik itu mencoba untuk naik ke daratan. Ia melihat sosok Kiarra dan Kenta di depannya.
"Ara? Kenta?" tanyanya dengan mata melotot.
"Kau ... siapa? Kenapa Naga tak mengubah wujud para jasad sesuai dengan tubuh anggota keluarga kita ketika hidup di Bumi?" tanya Kenta bingung karena Kiarra tadi telah memintanya dan disanggupi oleh sang Naga.
Kiarra dengan sigap meraih tangan Penyihir Dam. Saat kaki wanita cantik itu menyentuh tanah, tiba-tiba, kulitnya mengelupas dengan sendirinya. Kiarra terperanjat dan langsung melangkah mundur dengan cepat karena kengerian tersebut. Perlahan, tubuh Dam berubah menjadi sesuatu yang lain.
"Oh! Re-Rein!" panggil Kiarra begitu gembira karena adiknya yang muncul di hadapan, menggantikan penyihir tersebut. Kiarra langsung memeluk adiknya erat, begitupula Rein.
"A-apa yang terjadi?" tanya wanita cantik itu bingung.
"Akan kujelaskan nanti. Kemarilah, berdiri di sampingku. Akan ada banyak kejutan lainnya," ucap Kenta yang membuat kening Rein berkerut. Ditambah, ada banyak sosok lain di dekatnya.
"Woah! I-itu ...," pekik Rein sampai terperanjat saat melihat sosok Boh karena berupa manusia setengah hyena.
"Dia tak menggigit. Simpan pertanyaanmu dari semua keanehan ini nanti," ujar Kenta yang diangguki Rein.
Namun, mata dan kepala Rein tak bisa dibohongi. Ia melihat sekitar di mana tempat tersebut penuh dengan keajaiban. Ia berpikir jika dirinya kini berada di surga karena bertemu dengan Kiarra dan Kenta yang telah meninggal.
"Ada yang datang lagi!" seru Lon menunjuk saat terlihat seseorang berenang menuju ke tepian kolam. Kiarra dan lainnya semakin tak sabar menunggu.
__ADS_1
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE (Wallpaper Cave)