Kiarra Sang Dewi Kematian

Kiarra Sang Dewi Kematian
Kekuatan Bintang Biru*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Negeri Kaa. Terjemahan.


Mata Ram melebar saat melihat sosok seperti manusia sedang melayang di atas permukaan tanah. Mata Kiarra berubah biru terang bercahaya. Tubuhnya dilapisi oleh pakaian tempur berlapis kristal biru yang tampak kokoh. Kiarra juga memiliki sayap besar seperti naga kecil, tetapi berwarna biru yang mengepak layaknya jari-jari tangan. Kepalanya dilindungi oleh ornamen berbentuk kepala naga terbuat dari kristal yang memerangkap wajah sehingga hanya terlihat matanya saja.


"Ram!"


"Hah!"


Ram tertegun dan langsung melindungi tubuhnya dengan menyilangkan dua tangan membentuk huruf X di depan wajah saat melihat lawannya terbang dengan cepat mengepalkan kedua tangan.


BUGG! PRANGG!!


"Agh!" rintih Ram saat ia terdorong karena menahan pukulan kepalan tangan Kiarra yang ternyata dilapisi oleh kristal biru. Akan tetapi, kristal itu pecah begitu menghantam tubuh Ram. "Hahaha! Kristalmu tak setangguh yang kupikir, Jenderal!" tawa Ram meremehkan.


"Kita lihat saja!"


BUKK! PRANG! BUKK! PRANG!!


Kiarra melakukan serangan bertubi-tubi ke tubuh Ram. Kristal di tangan dan kakinya saat melakukan pukulan atau tendangan ke tubuh Ram, pasti pecah dan menjadi serpihan berguguran di atas tanah. Ram ikut melakukan perlawanan di mana ukuran mereka kini sebanding. Kristal yang melindungi Kiarra selalu tumbuh kembali setelah pecah usai melakukan serangan.


"Kau tak bisa kabur dariku!" teriak Ram saat ia berhasil menangkap pergelangan kaki Kiarra.


Sang Jenderal yang melakukan tendangan dengan kaki kanan ke kepala samping pria iblis itu tertegun, saat ia merasakan pergelangan kakinya dicengkeram kuat.


"Heahhh!"


PRANGG!!


"Ugh!" rintih Ram ketika sayap Kiarra seperti menampar tubuh Ram dari samping sehingga pria itu terhempas.


Cengkeraman di kaki sang Jenderal terlepas. Kiarra yang tak ingin kehilangan kesempatan kembali terbang, usai kristal di sayapnya kembali tumbuh.


"Harghhh!" raung Kiarra dengan kepalan tangan berubah menjadi tangan kristal biru bercahaya, siap menghajar wajah pria berkulit ungu tersebut.


Akan tetapi, CRETT!!


"Ah!" rintih Kiarra saat Ram tiba-tiba bangun dan membuka mulutnya lebar.


Lidahnya yang panjang dan bisa melilit menangkap leher Kiarra dan mencekiknya. Sang Jenderal berusaha membebaskan diri dengan dua sayap mengepak kuat dan membuat keduanya terbang ke langit.

__ADS_1


"Agg! Harghh!" raung Kiarra karena lidah itu menjeratnya sangat kuat.


Tubuh Ram yang terbebas, dengan cepat membuat dua tangannya menangkap pundak Kiarra. Mata Ram melebar saat keduanya kini berhadapan dan terbang ke langit. Hingga Kiarra bisa merasakan jika lidah Ram seperti menyerap energinya. Kiarra panik dan berusaha untuk melepaskan jeratan itu atau ia akan kehilangan energi kehidupannya seperti yang terjadi pada tiga pria warga Kerajaan Vom.


"Errghh!"


JLEB! CRATT!!


"Aghh!" raung Ram ketika dua sayap kristal Kiarra ternyata mampu bergerak seperti telapak tangan.


Jari-jari sayap itu menangkap tubuhnya, tetapi ujung dari sayap berubah tajam seperti pisau. Ram tertusuk jari-jari sayap dan membuat lilitan lidahnya terlepas lalu kembali memendek. Keduanya yang jatuh dengan cepat dari atas langit, membuat Kiarra melepaskan tubuh Ram agar sayapnya bisa kembali terkembang. Mata Kiarra terfokus pada tubuh Ram yang jatuh dari ketinggian seraya terus mengerang karena sisi kanan dan kiri tubuhnya terluka akibat tusukan menyakitkan itu.


"Mati kau, Ram!" teriak Kiarra yang menukik dengan cepat, siap untuk membinasakan Ram selama-lamanya di Negeri Kaa.


Namun, tiba-tiba ....


"Agg!" rintih Kiarra saat Ram melemparinya dengan gumpalan api-api ungu yang muncul dari telapak tangan.


Sayap Kiarra dengan cepat bergerak bagaikan perisai melindungi bagian depan tubuhnya dan menjadikan sang Jenderal seperti telur. Ram terus melepaskan serangan bola api ungu saat tubuhnya jatuh dari ketinggian, seolah tak peduli jika ia bisa saja tewas karena menghantam permukaan dengan keras.


PRANGG! PRANGG!


Jantung Kiarra berdebar kencang karena sayap kristalnya tak tumbuh dengan cepat. Ram terus melemparinya dengan api biru tak berjeda dan membuat Kiarra hanya mampu bertahan. Kristal pelindung yang tumbuh langsung hilang terkena serangan. Pedang Kiarra juga tak ada lagi dalam genggaman semenjak ia terkurung dalam telur kristal. Sang Naga kecil juga menghilang. Mata Dra tertuju pada Ram dan Kiarra yang masih bertarung di udara meski keduanya sama-sama tak menguntungkan.


"Hah, hah, Ara!" teriak Lon yang jatuh tengkurap di atas tanah usai terhempas.


Beruntung, orang-orang itu tak tewas. Meski demikian, Lon dan lainnya mengalami luka-luka karena terhantam batuan, tumbuhan, pohon, dan benda-benda alam di permukaan. Cahaya biru yang muncul dari tumbuhan di sekitar wilayah, membuat kegelapan tak lagi menakutkan, melainkan terlihat begitu indah.



Semua orang bangun perlahan dan menyaksikan Kiarra yang sedang berjuang untuk membinasakan Ram selama-lamanya. Tangan Lon mengepal di depan dada. Matanya terfokus pada Kiarra yang melindungi dirinya saat terjun dari langit bersama Ram dengan dua tangan dijadikan perisai.


"Naga ... lindungi, Ara. Lindungi dia yang mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan kami semua," ujar Lon dengan mata berlinang, disusul air mata menetes membasahi daratan.


Ternyata, doa Lon membuat para manusia selamat di sekitarnya ikut berdoa. Mereka mendoakan bagi keselamatan Kiarra dan Negeri Kaa. Kepala Dra masih mendongak ke atas dengan wajah serius entah apa yang dipikirkan.


Hingga tiba-tiba, "Oh!"


"Li-lihat itu! Bintang biru seperti terbang mendatangi Jenderal!" seru Eur menunjuk dengan mata membulat penuh.

__ADS_1


Ram yang fokus pada serangannya, gencar menghujani sang Jenderal dengan bola-bola api. Saat keduanya siap untuk menghantam permukaan, tiba-tiba ....


"Ahh!" keluh Ram ketika cahaya biru terang menyilaukan membuat matanya terpejam.


Cahaya biru yang terbang menghampiri tubuh Kiarra, membuat wanita cantik itu tak sadar jika bintang tersebut masuk ke dalam tubuhnya melalui punggung. Seketika, sayap besar Kiarra terkembang. Tubuh sang Jenderal menjadi seperti kristal yang bercahaya dan baju lapis kristalnya kembali melindungi tubuh.


"Heahhh!"


Ram membuka mata saat ia merasakan jika cahaya biru mulai meredup tak menyilaukan lagi.


"Hah!" Mata Ram terbelalak. Ia tertegun melihat perubahan lawan yang menjadi seperti manusia kristal. "Haaa!" teriaknya dengan lidah kembali terjulur dan menangkap leher Kiarra.


Leher sang Jenderal yang berlapis kristal tak terkena dampak. Sayapnya terus terkembang dan membuat keduanya kembali melayang di udara. Saat Ram membuat bola api ungu di telapak tangan, siap menyerang Kiarra yang ada di hadapan, seketika ....


"Hah?" kejutnya ketika dua sayap besar itu melindungi tubuh Kiarra.


Ram mengarahkan dua telapak tangannya ke sayap Kiarra, bermaksud untuk merusaknya seperti yang terjadi beberapa saat lalu.


Hingga tiba-tiba, JLEB! SRETT!!


"Oh!" kejut orang-orang ketika sayap Kiarra terbuka dan membuat mata Ram melotot.


Dua tangan Kiarra berubah menjadi runcing setajam pedang dan berlapis kristal biru. Kiarra menusuk dada dan perut Ram lalu menggerakkan dua tangannya bersamaan. Gerakan ke atas dan bawah seperti membelah tubuh itu berhasil dilakukan yang membuat raga pria tersebut terbagi dua dengan darah segar langsung membasahi daratan.


BRUK!! BRUKK!


"Dia ... dia membunuh Ram! Kiarra berhasil membunuh Ram!" seru Lon riang.


Sontak, hal mengejutkan itu membuat senyum semua orang terkembang.


"Yeah! Hidup Jenderal!" sorak semua orang penuh kegembiraan.


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE



Selamat ya bagi dua pemenang kuis THR🎉 Hadiah udh lele kirim dan semoga berkah🙏 Bismilah Kiarra bisa tamat tepat waktu walaupun jadwal lele mengerikan sampai gak ada waktu buat nulis padahal udh dicicil lewat hp dan leptop😩 Selamat liburan bagi yang masih off kerja. Lele padamu💋 Jangan lupa vote poin, koin dan vocer keburu angus ya. Tengkiyuw❤️

__ADS_1


__ADS_2