Kiarra Sang Dewi Kematian

Kiarra Sang Dewi Kematian
Penentuan Pemenang*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Negeri Kaa. Terjemahan.


Mata semua orang terbelalak ketika melihat sebuah benda yang ternyata tiruan dari aslinya. Chiko terlihat bangga saat meminta Michelle mempraktikkan cara kerja alat itu dibantu Lon. Sebuah benda terbuat dari kayu berbentuk lingkaran, memiliki banyak jeruji layaknya roda. Ember-ember kayu difungsikan untuk mengambil air lalu ditumpahkan ke dalam bak. Kemudian, dari dalam tampungan air itu akan dialirkan ke beberapa wilayah menggunakan pipa terbuat dari kayu dan campuran besi.



maksud lele yang begini ya model kincir airnya.


"Dia benar! Arus Sungai Agung sangat deras. Dengan kincir air, hal itu bisa menjadi cikal bakal penggunaan listrik di Negeri Kaa!" seru Ryota yang baru menyadari hal tersebut.


"Ya, kau benar, Ryota. Namun, butuh banyak eksperimen untuk mewujudkan hal itu. Untuk membuat benda ini saja, membutuhkan waktu setengah tahun karena aku sedikit lupa teknis kerjanya. Sekarang, kincir air ini ada di tiga tempat paling strategis. Saluran yang kami buat akhirnya bisa sampai ke tempat-tempat pelosok. Sekarang, penyaluran air di Zen hampir merata. Semua orang tak perlu pergi ke sungai atau menggali sumur yang sangat dalam untuk mendapatkan air," jawab Chiko mantap.


"Woahhh!" puji semua orang bertepuk tangan. Kiarra mengangguk terlihat bangga kepada kakaknya itu.


"Lihat sisi positif dari kompetisi ini," ucap Tora tiba-tiba. Semua orang langsung diam dan menatap lelaki gundul itu saksama yang menggendong bayi Kristal. "Dengan adanya banyak ide dan diwujudkan oleh para cendikia, Negeri Kaa akan berkembang dengan pesat. Jika ide-ide luar biasa ini diterapkan di Negeri Kaa secara menyeluruh, aku yakin, kita tak akan menjadi manusia yang tertinggal. Meski harus membutuhkan waktu dan penelitian berkelanjutan, tetapi yakinlah jika kita bisa melakukannya."


"Ya, kau benar, Ayah. Bisa jadi setelah ini akan ada kincir angin, dan lainnya. Kompetisi ini memberikan banyak inspirasi dan ide-ide untuk menciptakan hal menakjubkan lainnya yang belum ada di Negeri Kaa," sahut Kiarra. Semua orang mengangguk setuju. "Namun, ingat. Jangan menjadi manusia serakah. Bumi rusak karena banyak penguasa dan ilmuwan gila untuk menjadi yang terhebat. Jika salah satu dari kalian melihat ada seseorang yang menunjukkan gejala itu, jangan segan untuk melaporkannya kepadaku, atau kepada siapa pun yang dianggap bijak untuk menyikapi hal ini. Jangan sampai, kemajuan teknologi dan peradaban malah merusak kedamaian Negeri Kaa yang sudah susah payah diperjuangkan," tegasnya.


"Ya, itu benar. Kami siap untuk mengawasi kinerja warga Tur dalam setiap upaya demi kemajuan kerajaan," ucap Owe dan diangguki para pengikutnya.


Semua orang terlihat siap untuk saling mengingatkan. Mereka bertepuk tangan akan ide dari Tora yang disetujui para peserta kompetisi. Kiarra meminta kepada Zen untuk membuatkan kincir air di kerjaannya. Dan lagi-lagi, kerajaan lain ikut memesan.


"Wah, kau hobi belanja. Memangnya, uang Vom cukup?" tanya Rein berbisik.


"Jika tak cukup, minta pada Zen untuk membayarnya. Mereka 'kan kaya," jawab Kiarra santai, tetapi mendapat tawa dari sang adik.


"Baiklah, ini yang terakhir. Aku ... sebenarnya tak begitu yakin. Namun, Raja Noh dan penduduk Zen sangat menyukainya. Jadi ... semoga kalian juga," ujar Chiko lalu menunjuk Michelle lagi.


Lon dengan sigap membantu menarik penutup kain warna kuning keemasan tersebut.


SRETT!


"Oh, itukan ...," celetuk Hiro menunjuk karena mengenali benda tersebut.


Semua penonton dalam kompetisi yang nantinya akan diadakan tiap setahun sekali di Negeri Kaa dibuat kagum. Mereka melihat beberapa alat yang digunakan untuk bermusik dan semuanya terbuat dari kombinasi emas, kulit hewan, dan beberapa tali pengikat dari kulit kayu.


"Ternyata Chiko dan Michelle suka bernyanyi sambil bermain musik. Saat aku meminta untuk membuat alat musik, ternyata dua orang dari Bumi itu mampu membuat banyak dibantu oleh Lon. Jenis-jenisnya bahkan belum pernah aku jumpai. Kini, Zen memilki kelompok khusus untuk bermusik. Kalian akan disambut dengan meriah karena akan ada pementasan setiap seminggu sekali di halaman utama kerajaan," ujar Raja Noh yang tiba-tiba bicara padahal tadinya enggan presentasi.

__ADS_1


"Woah, aku ingin ke sana!" seru Rak merengek.


"Ya, ya, anggap saja baby moon," sahut Kenta dengan wajah malas, tetapi ucapannya tak dipahami sang kekasih.


"Oleh karena itu, berkunjunglah ke Zen dan bawalah emas sebagai oleh-olehmu!" seru Chiko riang seraya menunjukkan koin emas berukuran cukup besar seperti kerupuk bundar.


"Wahhh, emasnya besar sekali!" pekik Raiden.


"Kita ke Zen dan ambil semua emas mereka! Hahahaha!" tawa Kiarra, tetapi mendapat sambutan kening berkerut semua orang.


Ratu Nym lalu mempersilakan kepada para peserta terakhir untuk kembali ke tempat duduknya. Para peserta kompetisi dibuat tegang menunggu jawaban. Namun, Kiarra yang sudah membekali susunan acara kepada para Nym, membuat tamu-tamu tersebut dibuat nyaman.


"Nikmatilah sajian yang sudah kami persiapkan khusus untuk kalian semua sembari menunggu pengumuman pemenang dari kompetisi ini," ujar sang Ratu yang mendapat sambutan suka cita dari semua orang.


Ternyata, beberapa penduduk dari Tur, Vom, Ark, Zen dan Yak, diam-diam menyiapkan jamuan. Mereka bersembunyi di sebuah tenda besar yang tak boleh dimasuki siapa pun karena berdempetan dengan hutan kabut putih. Alasannya, tempat itu digunakan untuk menyimpan hadiah, padahal tidak. Ternyata, jamuan lezat sedang dihidangkan.


"Woah, terlihat enak sekali! Pantas saja dari tadi aku mencium aroma lezat, ternyata makanan!" seru Chiko dengan wajah berbinar.


"Hehehe, kentutku juga beraroma lezat," celetuk Kenta, tetapi mendapat pukulan kuat dari saudaranya di punggung.


Praktis, dalam tenda jamuan menjadi riuh. Namun, dua orang yang saling bercanda itu dengan cepat kembali akur lalu makan bersama. Para Nym dibuat bingung menentukan pemenang karena hasil karya tiap kerajaan memiliki manfaat masing-masing. Hingga akhirnya, saat bulan akan berganti merah, Ratu Nym memanggil para peserta untuk kembali berkumpul di depan panggung. Orang-orang dibuat tegang menunggu hasil.


Para pendengar dibuat gelisah karena penasaran.


"Pemenangnya adalah ... Vom!"


"Oh, sungguh? Yang benar!" pekik Rein tak percaya.


Semua orang bertepuk tangan meski terlihat wajah tak puas beberapa di antara mereka. Kiarra hanya tersenyum karena ia juga bingung akan hasil tersebut.


"Inilah alasan para Nym memilih hasil karya Vom," ucap sang Ratu yang membuat suara tepuk tangan memudar seketika. "Mengenai Tur. Kreasi yang diciptakan telah ada sebelumnya di Negeri Kaa, bahkan kami ikut membuatnya kala itu. Kapal balon udara. Jadi, kami menganggap hal itu bukan hasil karya baru, melainkan pembaruan."


"Ya, itu benar," jawab Kenta dengan anggukan. Orang Tur sendiri membenarkan hal tersebut. Mereka akhirnya berbesar hati menerima kekalahan.


"Lalu, kenapa kami tak memilih Ark?" sambung sang Ratu. "Tentang ide jembatan adalah hal yang sangat bagus dan kami menyukainya. Namun, jika melihat proses berkelanjutan untuk merealisasikan hal tersebut, akan memakan banyak waktu dan tenaga. Jembatan tersebut juga berukuran besar yang akan menghubungkan antar wilayah. Sedangkan ide sepeda Vom, bisa dengan cepat dilakukan dan didistribusikan sampai ke seluruh pelosok negeri."


"Woah. Ratu peri menggunakan bahasa sulit dari Bumi. Dia hebat," puji Aiko.

__ADS_1


"Oh, kau tak tahu? Ayah sering datang ke hutan kabut putih menggunakan sepeda bersama kristal. Selain itu, ayah bisa masuk ke dalam sana dan tak keracunan. Mungkin ia mendapatkan berkah dari naga. Malah, ia sering menginap di dalam hutan," ucap Raiden yang membuat semua orang melongo karena baru mengetahui hal tersebut.


Kiarra yang tahu jika sang ayah memiliki jiwa petualang, tak bisa menahannya. Meski demikian, hatinya mengganjal. Sang Ratu yang sibuk dengan kompetisi sampai mengabaikan hal itu. Ketakutannya kembali jika teringat akan pesan sang ayah agar ia tak seperti Vesper. Kiarra terlihat gelisah dan disadari empat suaminya.


"Anda tak apa?" tanya Ben dan Kiarra hanya tersenyum sebagai jawaban.


"Apakah ini tentang Sensei?" tanya Pop.


Kiarra mengembuskan napas panjang agar ia bisa menjawab pertanyaan. "Aku sangat mencintai kalian. Jadi, sebagai seorang suami, jangan segan untuk menegurku jika ada hal-hal yang dirasa tak pantas kulakukan. Meskipun aku seorang ratu, tetapi aku tetaplah seorang istri," jawab Kiarra.


"Tentu saja, Ratuku," jawab empat pria tampan itu serempak yang membuat mereka malah heran sendiri.


Kiarra dan semua orang kembali fokus saat Ratu Nym melanjutkan penjelasan atas pilihan pemenang adalah Vom, bukan kerajaan lain.


"Kenapa kami tak memilih Zen? Ide kincir airnya sangat bagus. Namun, perlu kalian ketahui jika para manusia ubur-ubur menjelajahi beberapa wilayah untuk melihat proses para kompetitor selama setahun. Mereka memberikan banyak laporan padaku. Semua yang dipresentasikan tak semua sesuai kondisi di lapangan. Jika dibandingkan dengan Vom, kincir air di Zen baru satu yang difungsikan dan dua masih dalam tahap pengerjaan," ujar sang Ratu yang membuat Zen meringis malu.


"Bagaimana dengan rel kereta api Vom? Apakah sudah diterapkan?" tanya Noh tak mau diremehkan.


"Sudah, dan sedang dalam tahap pengerjaan untuk bisa terhubung dengan Desa Harmoni. Setiap hari kami melakukan pencetakan besi-besi dengan pabrik baru yang didirikan di tepi sungai. Jika di Vom, kami sudah membuat lori dan rel kereta yang menghubungkan istana dengan pemukiman penduduk. Lahan pertanian, dermaga penangkapan ikan, perkebunan dan lainnya terhubung ke istana. Vom sudah beres. Oleh karenanya, kami ingin menerapkannya di Desa Harmoni," terang Kiarra menjelaskan dengan detail.


Semua orang akhirnya mengangguk paham meski mereka berkeinginan mendatangi Vom untuk membuktikan.


"Bagaimana dengan Yak? Kenapa kami kalah? Apakah karena mesin terbangku dan lemari es?" tanya Kenta.


"Anda sudah mengetahuinya, Raja Kenta. Jadi ... tak perlu kami jelaskan alasannya," jawab Ratu Nym yang dibalas dengan embusan napas malas Kenta.


"Buatanmu itu masih butuh banyak perbaikan. Sebaiknya kau jangan mengecewakan calon pembeli," ujar Azumi menasihati.


"Aku tau. Cerewet," jawabnya kesal. Rak hanya menahan senyum.


"Jadi ... itulah alasan kami memilih Vom. Dari segi pemesanan produk, Vom mendapatkan paling banyak di antara semua kerajaan. Karya yang diciptakannya telah diterapkan di seluruh penjuru kerajaan. Vom pantas menjadi pemenang pada kompetisi pertama ini. Kepada Vom, kami persilakan Ratu Kiarra untuk naik ke atas panggung," ujar sang Ratu.


Kiarra mendapatkan tepuk tangan meriah dari para penonton. Wanita cantik tersebut tampak terharu. Ia melangkah dengan anggun mengenakan gaun berwarna ungu muda yang ditaburi kristal putih pemantul cahaya sebagai pemanis. Para dayang terlihat bangga kepada istri mereka yang memiliki banyak ide dan berhasil memenangkan kompetisi.


"Aku memiliki hadiah spesial untukmu, Ratu Kiarra," ucap Ratu Nym dari balik dinding kabut tipis. Kiarra terlihat tak sabar saat seorang peri kayu datang menghampiri sang ratu membawa sebuah benda.


***

__ADS_1


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE (Grid Kids)


Novel ini akan tamat ya. Selanjutnya lele akan up baby sitter dulu sama mau coba nulis Global yang akan publish dalam bulan ini juga. trims lele padamu❤️


__ADS_2