KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Tuan Menyebalkan


__ADS_3

Gavin mesti menahan emosinya, demi menghadapi satu keluarga di hadapannya. Dia tak menyangka keisengannya menimbulkan masalah seperti ini. Dia dituduh atas perbuatan yang tidak dia lakukan sama sekali.


Bukan cuma Gavin saja yang dibuat senewen dengan keluarga Azzahra, tapi Dad David, Yoga dan Natasha pun merasakan hal sama.


" Hmmm, bagaimana kalau Azzahra menjalani visum keperawanan saja." celetukan Natasha sontak membuat semua orang menatap ke arahnya.


" Yank ..." Yoga langsung merespon cepat perkataan istrinya, dia meminta istrinya itu jangan terlalu ikut campur urusan Gavin dan Azzahra.


" Ya dari pada semua jadi bingung begini. Kalau visum 'kan jadi jelas, ada kekerasan sek*sual atau nggak," ceplos Natasha.


" Hmmm, maaf ... saya rasa hal ini bisa diselesaikan dengan dua keluarga masing-masing. Jadi saya dan istri saya pamit terlebih dulu," pamit Yoga. " Ayo, Yank." Yoga menarik lengan Natasha.


" Lho, kok pergi sih, Mas? Aku 'kan ingin tahu kelanjutannya akan seperti apa." Natasha terlihat protes karena ditarik keluar oleh suaminya.


" Ini bukan ranah kita, biar mereka selesaikan dengan kedua keluarga ini." Yoga memberikan alasan.


Natasha terlihat manggut-manggut. " Oke, deh. Om, aku permisi dulu, ya. Kak Gavin kalau ada kabar baik segera hubungi aku," ledek Natasha menyeringai sebelum akhirnya beranjak meninggalkan ruangan itu bersama Yoga.


Azzahra menatap nanar kepergian Yoga dengan istrinya. Terngiang jelas di telinganya saat Yoga mengatakan jika ini bukanlah urusan mereka, dan mereka tak ingin turut campur dengan kejadian ini. Benar-benar Yoga sudah tidak perduli dengan nasibnya.


" Hmmm, jadi apa yang Bapak dan Ibu inginkan dari anak saya?" tanya Dad David.


" Kami tidak ingin apa-apa dari anak Bapak. Kami hanya ingin mendapatkan jaminan kalau nama baik anak saya tidak tercemar. Karena anak saya ini seorang guru taman kanak-kanak. Apa jadinya kalau guru wali murid tahu jika tadi Rara hampir saja mendapatkan pelecehan sek*sual." Abi Rara mengungkapkan rasa khawatirnya.


" Saya tidak melakukan pelecehan terhadap anak Bapak." Gavin melirik kesal ke arah Azzahra yang sedang tertunduk seraya menyeka air mata yang menetes di pipinya.


" Karena ketahuan sama kami," sergah Umi Rara.


" Maaf, jaminan seperti apa yang Bapak maksud?" tanya Dad David fokus dengan perkataan Abi Rara.


Abi dan Umi Rara saling pandang, mereka pun sebenarnya bingung harus menyampaikan apa.

__ADS_1


" Pokoknya kami tidak ingin nanti ke depannya ada video Rara yang sedang sekamar dengan anak Bapak viral di sosial media." Umi Rara lalu menyampaikan kekhawatirannya.


" Ppfftt ..."


Gavin sampai harus menahan tawanya saat mendengar ucapan Umi Rara yang dia rasa konyol. Tapi tindakan Gavin langsung mendapat sorot tajam mata indah Azzahra yang menganggap Gavin meledek uminya. Gavin yang mendapati tatapan Azzahra langsung memalingkan wajahnya seolah tak perduli dengan tatapan kesal Azzahra.


" Begini saja, Pak, Bu. Saya akan menjamin jika anak Ibu ini aman, dan tidak akan mendapatkan masalah ke depannya karena masalah ini. Jika sampai terjadi sesuatu hal buruk ke depannya kepada putri Bapak dan Ibu, anak saya akan bertanggung jawab. Benar begitu, Gavin?" Dad David melirik Gavin yang sedang tersenyum sambil melempar pandangan ke sembarang tempat.


" Oh, hmmm ... i-iya, tentu saja, saya pasti akan bertanggung jawab." Gavin menyahuti.


" Saya rasa semuanya sudah clear, kan? Kalau begitu saya permisi dulu, ada yang mesti saya urus lagi." Dad David langsung bangkit dari duduknya.


" Jadi ini gimana, Pak?" tanya Abi Rara.


" Biarkan anak saya yang menyelesaikannya, saya pamit dulu, permisi." Dad David melangkah pergi meninggalkan ruang pertemuan mereka.


" Apa ada yang perlu kita bicarakan lagi?" tanya Gavin setelah kepergian Dad David.


" KTP? SIM? Untuk apa?" tanya Gavin seraya mengeryitkan keningnya.


" Supaya kamu tidak melarikan diri dari tanggung jawab." ketus Umi Rara.


" Kenapa tidak sekalian sama STNK juga, Bu? Memangnya saya ini melanggar lalu lintas pakai disita KTP atau SIM segala." Gavin tertawa mencibir.


Kembali sikap Gavin itu membuat Azzahra yang merasa orang tuanya diledek mendengus kesal. Sebagai seorang anak yang merasa orang tuanya diremehkan tentu saja dia tak terima.


" Tuan jangan menghina orang tua saya!" sergah Azzahra kesal.


Gavin membulatkan matanya, saat dia melihat wanita yang terlihat polos dan terlihat cengeng itu kini dengan mata melotot membentaknya.


" Menghina? Yang menghina itu siapa? Saya bertanya yang sewajarnya, kok. Orang tuamu ingin menyita KTP atau SIM, memangnya saya ini pelaku kriminal? Asal kamu tahu, saya tidak pernah melakukan kejahatan selama hidup saya. Keluargamu saja yang berlebihan menanggapi masalah ini."

__ADS_1


Azzahra yang mendengar kalimat-kalimat Gavin yang mengatakan jika keluarganya terlalu berlebihan langsung emosi. Apalagi hatinya masih terbakar cemburu karena kehadiran Yoga dan Natasha tadi, membuatnya dengan cepat mengambil bantal yang ada di sofa dan memukuli wajah Gavin bertubi-tubi.


" Rasakan ini! Rasakan ...! Rasakan ...! Tidak punya sopan santun terhadap orang yang lebih tua, Anda ini!" Azzahra terlihat bersungut-sungut.


Sementara kedua orang tua Rara dibuat terbengong dengan mulut terbuka melihat kelakuan Azzahra yang baru kali ini terlihat olehnya sangat bar-bar.


" Hei, hei, hei ... kamu tahu, ruangan ini terpasang cctv dan kau baru saja melakukan tindakan kekerasan. Kau ingin saya laporkan dan dipenjara? Sayang 'kan cantik-cantik seperti ini harus mendekam di penjara?" Gavin berusaha mengancam dan membodohi wanita polos itu.


" Tuan pikir tindakan Tuan tadi terhadap saya tidak kriminal?" Azzahra seketika berubah menjadi wanita pemberani yang tak takut dengan ancaman Gavin.


" Oh, jadi kamu juga ingin melaporkan saya ke kantor polisi? Silahkan saja, memangnya bukti yang kamu miliki cukup kuat untuk menuntut saya? Kamu lupa jika hotel ini milik papa saya? Lagipula apa kamu sudah siap jika orang lain tahu masalah ini? Bukankah orang tuamu sendiri ketakutan hal ini akan tersebar?" Gavin menaikkan sedikit dagunya ke atas bergaya angkuh.


Sontak perkataan dan gestur tubuh Gavin yang nampak jumawa benar-benar membuat Azzahra muak melihatnya.


" Dasar Tuan menyebalkan!" umpatnya Azzahra melempar cushion sofa yang masih dipegangnya.


" Ra, Ra ... sabar, Ra." Umi dan Abi Rara mencoba menenangkan putrinya.


" Urusan kita sudah selesai, kan?" Gavin lalu mengeluarkan kartu nama dari dompetnya kemudian meletakkan di atas meja. " Itu kartu nama saya, datanglah ke hotel ini atau Bapak dan Ibu bisa menghubungi suami Alexa, maksudnya Natasha. Kalian tenang saja, saya bukan tipe pengecut yang akan lepas dari tanggung jawab. Jika dua bulan ke depan ternyata anak Ibu dan Bapak hamil." Gavin melirik ke arah Azzahra yang masih mendelik ke arahnya. " Temui saya, saya akan bertanggung jawab, setelah Nona cantik ini melakukan test DNA untuk memastikan jika dia itu hamil anak saya. Permisi ..." Gavin pun kemudian pamit meninggalkan Azzahra dan kedua orang tuanya yang masih tidak terima dengan sikap Gavin dan Daddy nya yang mereka anggap terlalu meremehkan.


*


*


Bersambung ...


Lama tak muncul di sini🤭


Kita lanjut give away nya sampai akhir bulan ya🙏


Bersambung❤️

__ADS_1


__ADS_2