KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Persekutuan Dua Ayah Mertua


__ADS_3

Gavin memasuki pekarangan rumah Azzahra yang nampak sepi. Dia bergegas keluar dari mobilnya dan berlari menuju arah pintu rumah.


" Assalamualaikum, Ra. Rara ...!" Gavin mengetuk pintu juga menekan bel.


" Ra ...!! Umi ...!! Bi Rusmi ...!! Assalamualaikum ...!!" Gavin lebih kencang menggedor pintu.


" Waalaikumsalam, Aa Gavin?" Rusmi terkesiap mendapati Gavin muncul di depan pintu.


" Bi Rusmi, Rara di mana? Rara ada di kamarnya 'kan?" Gavin menerobos masuk ke dalam rumah Abi Rara.


" Neng Rara nggak ada, Ada Gavin. Tadi pagi Abi sama Umi sudah pergi bawa Neng Rara ke luar kota " Rusmi menerangkan.


" Ke luar kota? Ke luar kota ke mana, Bi Rusmi?" Gavin mendesak Rusmi untuk mengatakan di mana Azzahra akan disembunyikan.


" Bi Rusmi nggak tahu Neng Rara dibawa ke mana." Rusmi jujur mengatakan jika dia memang tidak tahu majikannya itu pergi ke mana.


Gavin mengusap kasar wajahnya dia benar-benar sangat kecewa atas keputusan mertuanya yang tega memisahkan dia dengan istrinya.


" Di daerah mana saja Azzahra punya saudara selain Asraf dan Aydan?" tanya Gavin mencoba mencari jejak.


" Di mana, ya? Banyak sih, A." Bi Rusmi menyahuti.


" Di mana saja?"


" Di Garut ada, di Sukabumi ada, di Sumedang, Bandung, Tasikmalaya. Ciamis, Purwakarta, Subang, Cianjur." Bi Rusmi menyebutkan beberapa nama kota membuat Gavin menggelengkan kepalanya.


" Maksud saya saudara Abi dan Umi yang dekat, Bi Rusmi."


" Ya, semua itu dekat sama keluarga Abi Abdullah."


" Kalau begitu yang sekandung dan dekat." Gavin memperalat pertanyaannya.


" Iya, itu saudara kandung semua. Abi itu 'kan tujuh bersaudara. Sedangkan Umi anak bungsu dari delapan bersaudara."


Gavin memijat pelipisnya mendengar penjelasan Rusmi yang membuatnya semakin pusing.


" Ya sudah, saya minta alamat-alamat mereka saja kalau begitu."


" Bi Rusmi nggak tahu, Aa Gavin."


" Tapi Bi Rusmi tahu 'kan di daerah mana-mananya? Semisal di Sukabumi, sukabuminya di daerah mana?"


" Nggak, Aa. Kan Bi Rusmi cuma kebagian jaga rumah, nggak pernah diajak pergi ke sana jadi nggak tahu, A."


Gavin mendengus kesal. Harapannya dia bisa mendapat pentunjuk, malah tersesat.

__ADS_1


Gavin kemudian kembali ke mobilnya. Dia kembali mencoba menghubungi Azzahra namun nomernya masih sedang tidak aktif. Gavin kini mencoba menelepon Umi Rara. Dia mendengar nada panggil dari nomer milik ibu mertuanya itu. Namun panggilannya sama sekali tidak diangkat. Dia kemudian mengetikkan pesan ke ibu mertuanya itu.


" Assalamualaikum, Umi. Saya sekarang ada di rumah Umi, Umi tolong kasih tahu saya, Rara dibawa ke mana?"


Gavin menunggu beberapa saat sampai akhirnya pesannya itu terlihat sudah dibaca oleh ibu mertuanya itu. Namun pesan itu tidak dibalas oleh Umi Rara.


" Umi, apa Umi nggak kasihan sama putri Umi sendiri? Dia sedih harus berjauhan dengan saya. Apa Umi tidak senang melihat putri Umi itu bahagia? Kenapa Umi tega memisahkan kami?"


" Umi, tolonglah ... beritahu saya di mana Rara sekarang ini berada?"


***


" Pesan dari siapa, Umi?" tanya Abi Rara saat di dengarnya sedari tadi ponsel istrinya itu terus berbunyi panggilan telepon dan juga notif pesan


" Hmmm, ini dari grup ibu-ibu pengajian, Abi." Umi Rara terpaksa berbohong kepada suaminya karena jika dia mengatakan yang sejujurnya tentang siapa yang sedang mengirimkan pesan kepadanya, suaminya itu pasti akan marah.


" Oh ...."


Umi Rara menarik nafas lega saat suaminya itu tidak memperpanjang pertanyaannya. Umi Rara pun segera mematikan ponselnya.


Tak lama berselang mobil yang dikendarai Ucup memasuki sebuah bangunan Villa.


" Ayo kita turun." Abi Rara menyuruh istri dan putrinya turun.


Azzahra menatap bagunan yang merupakan villa di depannya itu. Di berpikir apakah dia akan disembunyikan di tempat ini? Di sepanjang perjalanan Azzahra mencoba mencari tahu di kota mana Abinya itu membawanya pergi.


" Ini punya teman Abi. Dia meminjamkan tempat ini kepada Abi untuk Abi jadikan tempat tinggal Azzahra sementara waktu ini."


" Rara disuruh tinggal di sini? Sendirian?" Umi Rara terkesiap.


" Dia tidak sendirian. Di sini ada empat orang yang mengurus villa ini. Mereka akan menemani Rara jadi Rara tidak akan kesepian." Abi Rara menyahuti santai.


" Abi kenapa Abi tega membuang Rara ke sini?" tanya Azzahra terasa patah hati karena perlakuan Abinya itu.


" Abi tidak membuang kamu, Rara!" Abi Rara menepis anggapan putrinya itu yang menganggap jika dirinya membuang putrinya.


Ddrrtt ddrrt


Tiba-tiba ponsel Abi Rara berbunyi. Abi Rara merogoh ponsel itu dari saku baju kokonya. Ternyata Dad David lah yang menelepon. Abi Rara memperhatikan anak dan istrinya sebentar sebelum mengangkat panggilan masuk itu.


" Assalamualaikum, Pak. Bagaimana?" tanya Abi Rara saat menjawab panggilan itu.


" Waalaikumsalam, Pak Abdullah. Maaf, sepertinya saya akan telat menuju ke Villa, Pak Abdullah. Karena anak saya menolak ikut saya ke Bandung dan justru menyusul Rara ke Bogor."


" Apa? Anak Bapak menolak diperkenalkan dengan putri saya?" Abi Rara bersandiwara.

__ADS_1


Azzahra membelalakkan matanya saat mendengar Abinya itu berencana memperkenalkan dia seorang pria. Dia kemudian menatap nanar Abinya yang sedang berbicara di telepon. Hatinya benar-benar hancur mengetahui kenyataan jika Abinya itu tega memisahkan dia dengan suaminya dan justru ingin memperkenalkan kepada pria lain dalam keadaan dia masih dalam ikatan pernikahan dengan Gavin.


" Benar Pak Abdullah. Karena dia tidak tahu sebenarnya kita akan mempertemukan dia dengan orang yang sedang dia cari." Dad David terkekeh.


" Lalu bagaimana saya di sini?"


" Pak Abdullah jika ingin beristirahat silahkan istrirahat saja. Di sana kebetulan ada tiga kamar. Bisa digunakan untuk beristirahat. Saat ini saya sudah ada di hotel saya di Bandung ini, tapi saya tidak bisa langsung ke sana karena saya masih menunggu Gavin ke sini lebih dulu."


" Baiklah kalau begitu kami tunggu kehadiran Bapak dan anak bapak di sini. Assalamualaikum ..." Abi Rara berpamitan.


" Waalaikumsalam, Pak Abdullah." Dad David pun menutup panggilannya.


" Abi, Abi ingin mengenalkan Rara dengan pria siapa? Rara sekarang masih menikah dengan Gavin. Kenapa Abi ingin mengenalkan anak kita pada orang lain. Apa itu tidak dosa?" Umi Rara berpendapat sama seperti apa yang ada dalam pikiran Azzahra.


" Umi diam saja! Abi bertanggung jawab penuh pada apa yang Abi lakukan!" tegas Abi Rara.


" Sudah sebaiknya kita masuk ke dalam dulu." Abi Rara menyuruh anak dan istrinya untuk masuk ke dalam Villa yang tidak diketahui Umi dan Azzahra jika Villa itu adalah milik Dad David.


Sementara jam.sebelumnya.


Setelah mengetahui Azzahra tidak ada di rumah orang tuanya dan dia sangat sukar menghubungi Rara juga Umi Rara, Gavin nampak frustasi. Dia ingin mencari tapi dia tidak tahu harus mencari ke mana.


Ddrrtt ddrrtt


Gavin meraih ponselnya yang tadi dia taruh di atas dashboard. Dia melihat Dad David yang menghubunginya.


" Assalamualaikum, Dad. Rara tidak ada di rumahnya, Dad." keluh Gavin saat menjawab panggilan telepon Dad David


" Dad justru ingin memberitahukanmu. Jika tadi Abi Rara memberitahukan Daddy jika Rara saat ini sedang berada di rumah kerabatnya di Bandung."


Gavin terkesip saat mendengar jika saat ini istrinya itu sedang berada di Bandung.


" Apa Abi Rara memberitahukan di mana alamatnya?" Gavin bersemangat.


" Belum, tapi Dad sedang menanyakan."


" Dad ada di mana? Aku ke Bandung sekarang juga." Gavin segera menyalakan mesin mobilnya dan dengan segera meninggalkan pekarangan rumah orang tua Azzahra. Dia sama sekali tidak akan mengira jika semua ini adalah hasil persekutuan antara dua orang ayah mertua.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2