
Suasana ruang keluarga sore ini terasa menegangkan dan serasa mencekam untuk Gavin juga Azzahra. Mereka tidak tahu akan seperti apa reaksi dari Abi dan Umi Rara setelah Gavin menceritakan dosa yang dia lakukan di masa lalunya.
Gavin sendiri bingung harus dari mana menceritakan hal ini. Yang pasti saat ini jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Begitu pun hatinya yang berdebar-debar tak karuan. Sebenarnya dia tidak takut jika saat itu juga Abi Rara akan memukul atau menamparnya. Yang dia takutkan adalah jika sampai dia harus dipisahkan dengan Azzahra, istrinya oleh mertuanya itu.
" Ada masalah apa sebenarnya? Sampai kalian ingin berbicara dengan Abi dan Umi?" Akhirnya Abi Rara berbicara terlebih dahulu karena Gavin tak juga memulai berkata-kata.
Azzahra langsung menundukkan kepalanya, dia sangat takut jika Abinya itu akan marah kepada Gavin hingga membuat dia meremas gamis yang dikenakannya karena rasa cemas.
Gavin yang melihat apa yang dilakukan sang istri langsung mengambil tangan Azzahra kemudian menautkan jarinya dengan jemari ramping nan lentik istrinya itu.
Gavin menarik nafas yang dia rasa sulit untuk dihirup oleh rongga pernafasannya.
" Hmmm, Abi, Umi. Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada Abi dan Umi jika apa yang ingin saya sampaikan akan sangat mengecewakan Abi dan Umi." Akhirnya Gavin mulai membuka percakapannya.
" Mengecewakan apa yang kamu maksud, Gavin? Apa kamu ingin memulangkan Rara kepada kami?" Umi Rara yang mendengar ucapan Gavin langsung memberikan keselimpulan seperti itu.
" Umi ... biarkan Gavin selesaikan dulu ceritanya." Abi Rara meminta agar istrinya tidak memotong ucapan menantunya itu.
" Tidak, Umi! Saya sama sekali tidak mungkin melakukan hal itu. Dan saya juga tidak berniat melakukannya." Gavin memberikan penegasan.
" Saya minta maaf karena kesalahan saya di masa lalu akhirnya berimbas saat ini. Semua itu karena kebodohan saya dalam bergaul saat saya tinggal di luar negeri."
Azzahra memejamkan mata seraya menggigit bibirnya sementara hawa panas sudah menyerang daerah sekitar matanya.
" Saya ... saya baru mengetahui beberapa hari lalu kalau ternyata ... kalau saya ternyata punya anak di luar nikah dari mantan kekasih saya dulu."
" Astaghfirullahal adzim ..." Umi Rara memekik kaget seraya menutup mulutnya.
Sementara Azzahra sudah tak dapat membendung lagi air mata yang sedari tadi dia tahan untuk tidak menetes. Sedangkan Gavin sama sekali tak berani melihat ke arah mertuanya yang saat ini sedang menatapnya dengan sorot tajam.
__ADS_1
" Saya sangat menyesali perbuatan saya yang dulu Abi, Umi." Gavin benar-benar menyesali kebodohannya dulu.
" Saya berharap Abi dan Umi mau memaafkan masa lalu saya yang buruk itu."
" Duh Gusti nu Agung, kita punya dosa apa sampai Rara dapat suaminya seperti ini, Abi." Umi Rara langsung terisak dan berjalan mendekati Azzahra lalu memeluk tubuh putrinya itu hingga kini ibu dan anak pun menangis tersedu.
" Ya Allah, Ra, Ra ... Umi nggak menyangka kehidupan rumah tangga kamu mengalami hal seperti ini." Umi menyayangkan nasib yang dialami putri tercintanya, sementara Abi Rara masih bergeming dengan memasang wajah dingin.
" Saya minta maaf karena sudah mengecewakan Abi dan Umi." Kembali Gavin menyampaikan permintaan maafnya.
" Kamu bukan saja mengecewakan Abi dan Umi! Tapi juga mengecewakan Rara, putri kesayangan kami! Kamu sudah menyakiti hati Rara!" geram Umi Rara yang merasa kesal mengetahui suami putrinya itu ternyata mempunyai anak di luar nikah.
" Iya, Umi. Saya paham ..." Gavin kini mencoba mengangkat kepala menatap ayah mertuanya yang masih menatapnya dingin.
" Apa dia benar anakmu?" tanya Abi Rara, akhirnya mulai angkat bicara.
" Papamu tahu tentang masalah ini?" tanya Abi Rara kemudian.
" Iya, Dad David sudah tahu soal ini. Dad pun sangat menyayangkan kesalahan saya dulu. Dad juga sangat kecewa dengan kehidupan saya di masa lalu."
" Lalu kamu ingin kembali pada wanita itu?" .
" Tidak, Abi! Saya tidak mungkin kembali dengan dia. Saya sudah menikah dengan Rara, dan ...."
" Bukankah sudah ada anak di antara kalian? Walaupun anak itu tidak memiliki nasab denganmu, namun dia tetap berhak mendapatkan nafkah dari kamu sebagai ayah biologisnya. Lalu bagaimana jika mantan kekasihmu meminta kamu bertanggung jawab untuk menikahi dia?" Abi Rara memotong perkataan Gavin.
" Tidak, Abi. Dia sudah akan menikah dengan pria lain." Gavin menjelaskan.
" Lalu berapa banyak wanita yang sering kamu ajak berhubungan intim selain wanita itu?"
__ADS_1
Deg
Pertanyaan Abi Rara kali sukses membuat Gavin dan Azzahra terkesiap. Gavin sampai menelan salivanya sedang Azzahra terasa sesak di dadanya membayangkan jika memang banyak wanita di masa lalu Gavin yang pernah disentuh oleh suaminya itu.
" Abi yakin wanita itu bukan yang pertama kali buat kamu, kan? Lalu bagaimana jika mereka juga mempunyai anak dari kamu dan di waktu yang akan datang tiba-tiba menemui kamu dan meminta pertanggunganjawabmu?"
" Saya yakin itu tidak akan mungkin terjadi, Abi. Saya pastikan itu," tegas Gavin. Karena Gavin ingat jika Jovanka adalah wanita kedua yang pernah dia ajak berhubungan. Sebelumnya dia pun pernah melakukannya bersama pacar pertamanya namun wanita itu telah meninggal dunia sekitar tujuh tahun lalu. Walaupun dia sering melakukan sek*s bebas setidaknya dia tidak sembarangan melakukan hubungan itu dengan banyak wanita.
" Bagaimana kamu bisa bicara seperti itu, sedangkan kasus ini pun baru kamu ketahui beberapa tahun kemudian setelah anak kamu terlahir?!" tanya Abi Rara terus mengintimidasi.
" Karena saya hanya melakukan hal seperti itu sebelum menikah hanya dengan dua wanita. Dan wanita yang satu lagi itu sudah meninggal beberapa tahun lalu, Abi."
" Abi, saya benar-benar menyesal atas kesalahan saya ini. Saya sudah bertobat, saya tidak pernah melakukan hal itu lagi di luar nikah. Bahkan saat saya terikat pernikahan dengan Agatha pun kami tidak pernah melakukan hubungan itu." Gavin akhirnya membuka rahasia rumah tangganya dengan Agatha dulu kepada Abi Rara.
Abi Rara mendengus kasar. " Abi tidak mengerti jalan pikiranmu. Walaupun Agatha berusia lebih dewasa di atas kamu, kamu tetap berkewajiban memberikan nafkah batin kepada istrimu itu, tapi kamu tidak melakukannya. Namun pada wanita yang tidak terikat dengan ikatan pernikahan justru kamu melakukan itu." Abi Rara sangat menyayangkan sikap Gavin yang dianggapnya salah.
Gavin terdiam, perkataan yang dia anggap bisa meringankannya, dengan pembelaan dia tidak pernah lagi melakukan hubungan di luar nikah malah ditampik Abi Rara dengan kelalaian dia tidak melaksanakan kewajibannya terhadap Agatha yang saat itu menjadi istrinya.
" Abi sangat kecewa terhadapmu, Gavin! Sangat-sangat kecewa! Abi rasa keputusan Abi menjodohkan dan kenikahkan kalian adalah suatu kesalahan besar!"
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️
__ADS_1