KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Rencana Abi


__ADS_3

Sementara itu Abi Rara baru saja sampai ke rumahnya selepas Isya. Dia langsung mencari istrinya.


" Assalamualaikum ..." Abi mengucapkan salam saat masuk ke dalam kamar tidur ketika Umi Rara sedang membaca buku-buku religi.


" Waalaikumsalam, Abi sudah pulang?" Umi Rara menyambut kehadiran suaminya.


" Abi mau bicara sama Umi." Perkataan Abi Rara terdengar serius dan tentu saja membuat Umi Rara menelan salivanya.


Hati Umi Rara terasa berdebar. Dia seketika takut akan apa yang telah dia perbuat terhadap Rara dan Gavin.


" B-bicara apa, Abi?" tanya Umi Rara.


Abi Rara lalu berjalan menuju kursi yang ada di kamarnya itu.


" Apa tadi pagi Gavin datang kemari?" tanya Abi Rara.


" I-iya, Abi." Umi Rara meremas daster yang dia pakai. Sementara pikirannya sudah menduga-duga jika suaminya itu sudah mengetahui jika dia memberi ijin kepada Gavin dan Rara untuk berhubungan suami istri.


" Apa Gavin sempat bertemu dengan Rara?" tanya Abi Rara menyelidik.


" I, ti-tidak, Abi." Umi Rara berbohong dan dia lakukan itu dengan sangat gugup.


" Lalu apa saja yang Gavin lakukan di sini?" Pertanyaan Abi Rara terdengar mengintimidasi.


" Hmmm ..." Umi Rara bingung harus menjawab apa. Dia merasa jika suaminya itu mencurigainya.


" Ada yang bilang sama Abi, jika Gavin keluar dari dalam rumah ini sekitar jam sembilan. Apa saja dia lakukan di dalam rumah ini sampai jam sembilan? Bukankah biasanya sebelum jam enam pagi dia sudah Abi suruh pulang?!"


Umi Rara membelalakkan matanya ketika Abi Rara tahu jam kepergian Gavin dari rumahnya pagi tadi.


" A-Abi tahu dari mana? S-siapa yang bilang hal itu sama Abi?" Umi Rara sangat penasaran bagaimana Abi Rara tahu, dan siapa yang sudah membocorkan rahasia itu?


" Umi tidak perlu tahu Abi dapat info dari mana? Umi hanya perlu jawab, apa yang dilakukan Gavin di rumah ini? Apa di rumah ini ada seorang istri yang mulai menentang perintah suaminya sendiri?"


Umi Rara langsung terkesiap mendengar ucapan suaminya. Dia langsung duduk berlutut di hadapan suaminya seraya menggenggam tangan Abi Rara


" Abi, Umi minta maaf kalau Umi sudah menentang apa yang Abi suruh ke Umi. Umi tidak bermaksud melawan Abi. Umi tidak bermaksud menjadi istri yang durhaka Abi." Umi Rara seketika tersedu.


" Kenapa Umi menangis? Apa Umi sudah melakukan suatu kesalahan?" selidik Abi Rara.


" Umi ... Umi tadi sudah mengijinkan Gavin ketemu Rara, Abi. Dan Umi ... Umi sudah

__ADS_1


mengijinkan mereka melakukan hubungan suami istri, Abi. Maafkan Umi, Abi. Hiks ..." Umi merasa bersalah.


" Kenapa Umi melakukan hal itu? Bukankah Abi sudah meminta Umi agar tidak mengijinkan Rara bertemu dengan Gavin?"


" Iya, Umi salah, Abi. Maafkan, Umi." Umi Rara memohon.


" Apa yang membuat Umi melanggar apa yang diperintahkan Abi?" tanya Abi Rara.


" Umi kasihan sama Rara, Abi."


" Umi, apa yang Abi lakukan ini karena Abi ingin putri kita itu berada di tangan yang tepat."


" Tapi, Abi. Bagaimana kalau Neng Rara sudah jatuh cinta sama Gavin?"


" Itu pasti karena salah Umi!"


Umi Rara membulatkan matanya menatap ke arah suaminya.


" Kenapa Umi yang disalahkan? Yang memaksa Rara menikah dengan Gavin itu 'kan Abi bukan Umi! Umi melarang Abi menikahkan mereka tapi Abi yang memaksa!" Untuk satu hal ini Umi Rara tidak terima disalahkan suaminya.


" Sudah, sudah! Jangan saling menyalahkan! Sekarang Abi ingin mengambil keputusan untuk Rara. Umi suruh Rara kemari, Abi ingin bicara dengan dia."


Umi Rara menelan salivanya saat mendengar suaminya itu akan mengambil keputusan sekarang dan akan bicara dengan putrinya itu. Seketika jantungnya berdetak kencang. Dia khawatir jika keputusan suaminya itu akan bertentangan dengan yang diinginkan oleh Rara dan akan membuat putri kesayangannya itu bersedih.


***


" Waalaikumsalam, masuk, Ra." Abi Rara menyahuti.


" Duduk sini, Geulis." Umi Rara menyuruh Rara duduk di sampingnya.


Azzahra mendekati Uminya dan dia mendapati wajah Uminya memerah dengan mata yang sembab seperti habis menangis. Sontak hal itu membuat rasa takut menggelayuti hatinya. Dia takut Abinya itu akan marah besar kepadanya.


" Bi Rusmi bilang Abi ingin bicara dengan Rara. Ada apa, Abi?" Dengan hati berdebar dan rasa gugup Azzahra memberanikan diri menatap Abinya yang sedang menatap tajam ke arahnya, membuat Azzahra merinding hingga dia langsung menundukkan wajahnya.


" Rara, Abi sudah tahu apa yang terjadi tadi pagi di rumah ini."


Azzahra langsung menoleh ke arah Uminya seraya menautkan kedua alisnya.


" Jadi, kalian memanfaatkan kepergian Abi untuk melakukan apa yang kalian inginkan?!"


Azzahra menelan salivanya, Dia harus bersiap menerima kemarahan Abinya.

__ADS_1


" Abi sudah mengambil keputusan dan keputusan Abi adalah ... Abi akan memindahkan kamu ke luar kota, tidak di Bogor sini agar Gavin tidak bisa menemuimu!"


Mata indah Azzahra terbelalak lebar.


" Pindah ke luar kota? Abi mau memindahkan Rara ke mana?" Azzahra bangkit dari duduknya.


" Abi tidak akan kasih tahu sekarang ke mana kamu akan Abi pindahkan."


" Rara nggak mau, Abi!" Azzahra merangkul lengan Abinya dan sudah pasti cairan bening langsung tumpah di pipinya.


" Abi, Rara mohon jangan jauhkan Rara dari Kak Gavin. Tolong maafkan Kak Gavin, Abi! Rara sangat mencintai Kak Gavin. Rara nggak mau pisah dari Kak Gavin, Abi." Tubuh Azzahra sampai luruh ke bawah memohon kepada Abinya untuk membatalkan niatnya itu, namun Abi Rara bergeming tidak menghiraukan apa yang diminta putrinya itu.


***


Azzahra melangkah gontai menuju kamarnya sementara air mata terus berderai. Hatinya serasa terisris saat Abinya bersikukuh ingin menjauhkan dia dengan suaminya.


Azzahra menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Dia merasa seluruh hidupnya terasa hancur seketika karena keputusan Abinya itu. Azzahra terus terisak meratapi nasib rumah tangganya hingga dia lupa untuk mengabari suaminya itu.


Sementara di kamar apartemennya, selepas membersihkan diri, Gavin langsung mengambil ponselnya. Dia menunggu kabar dari istrinya itu. Namun tak juga ada pesan atau panggilan.dari kontak istrinya. Dan karena Gavin merasa penasaran dia langsung menghubungi istrinya dengan video call.


" Assalamualikum. Honey, bagaimana tadi bicara sama Abi?" Gavin langsung bertanya karena merasa penasaran.


" Hiks ... hiks ...."


Gavin membelalakkan matanya mendapati istrinya sedang menangis tersedu.


" Honey, ada apa? Abi bicara apa?" Gavin seketika cemas mendapati istrinya nampak menagis frustasi.


" Kak, hiks ... hiks ..." Azzahra seolah kesulitan untuk berkata-kata karena terus terisak.


" Honey, kau tenang dulu. Ceritakan, apa yang dikatakan Abi kepadamu?" Gavin benar-benar tidak sabar ingin tahu apa yang dikatakan ayah mertuanya itu.


" A-Abi ingin membawa aku pindah jauh dari sini, agar Kak Gavin tidak bisa bertemu dengan aku lagi, Kak. Hiks ... hiks ..." Azzahra semakin terisak kencang.


Sementara Gavin terbelalak mengetahui rencana ayah mertuanya yang akan semakin menjauhkan dia dengan istrinya itu.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2