KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Tersedak


__ADS_3

Azzahra merasakan sedari tadi diawasi oleh mata Uminya. Dia kemudian melirik ke arah Uminya yang saat ini justru telihat sedang menatap ke arah Gavin dengan mengulum senyuman membuat dirinya mengeryitkan keningnya. Azzahra lalu melirik suaminya yang sedang menyantap makanan di sebelahnya.


" Kenapa Umi senyum-senyum seperti itu sama suamiku? Jangan-jangan Umi naksir sama dia," batin Azzahra karena dia mengingat jika mantan istri Gavin usia nya tidak jauh dari usia Uminya.


Azzahra langsung mengerjapkan matanya.


" Astaghfirullahal adzim, kenapa aku berburuk sangka seperti itu kepada Umi?" sesal Azzahra membatin.


" Hmmm, Ra. Kamu sudah mandi lagi 'kan tadi?" tanya Umi Rara tiba-tiba membuat Azzahra menoleh ke arah Umi. Karena Umi Rara mengira Azzahra dan Gavin telah berji*ma.


" Iya, Rara sudah mandi kok, Umi." Walau agak heran dengan pertanyaan Uminya itu namun Azzahra tetap menjawab pertanyaan Umi Rara.


" Syukurlah, Umi takutnya kamu lupa." Umi Rara terkekeh


Azzahra dibuat semakin bingung dengan perkataannya uminya. Mana mungkin untuk urusan mandi saja dirinya harus lupa. Namun Azzahra enggan bertanya ada apa dengan Uminya yang terlihat aneh pagi ini.


" Ra, kamu makannya yang banyak. Ini Umi masak sayuran sama ikan biar kamu staminanya selalu fit dan nggak jadi lemas," ucap Umi Rara.


" Ini sudah cukup kok, Umi." Azzahra yang telah selesai makan langsung menyahuti.


" Ini buah-buahannya dimakan juga, nih. Pisang sama apel. Umi kupaskan apelnya ya, Geulis?" Umi Rara menawarkan, karena Umi ingin anaknya itu mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan stamina agar Azzahra tidak kelelahan harus melayani Gavin.


" Nanti saja, Rara sudah kenyang, Umi." Azzahra menolak.


" Sedikit saja, Ra. Dimakan buahnya, biar kamu tetap bertenaga. Kamu pasti capek sekali 'kan?" Umi Rara memaksa anaknya untuk makan buah.


" Rara nggak capek kok, Umi. Justru yang capek itu Kak Gavin." Azzahra menepis anggapan Uminya jika dia kelelahan.


Jawaban Azzahra sontak membuat Umi Rara terkesiap, dia tidak menyangka jika Azzahra mempunyai stamina yang prima dan tidak merasa lelah setelah memimpin permainan dengan Gavin. Namun justru Gavin lah yang merasa lelah. Selanjutnya senyuman mengembang di bibir Umi Rara.


" Kamu sudah pintar sekarang ya, Ra!" Umi Rara terkikik seraya menutup mulutnya, membuat Azzahra menautkan kedua alisnya seraya menoleh ke arah Gavin yang juga saat ini sedang menoleh ke arahnya dan mengedikkan bahunya.


" Pintar apa, Umi?" Akhirnya Azzahra bertanya karena merasa penasaran terhadap sikap uminya sambil meneguk air putih.


" Pintar melayani suami di ranjang dong, Ra."


" Uhuuk ... Uhuuk ..." Azzahra seketika tersedak mendengar ucapan uminya.


Gavin yang melihat Azzahra tersedak dengan cepat menepuk-nepuk punggung Azzahra.


" Pelan-pelan atuh minumnya, Geulis." Umi Rara menasehati.


" Ini gara-gara Umi sedari tadi ngajak Rara mengobrol terus," tuding Abi Rara yang sedari tadi fokus menghabiskan makanannya.

__ADS_1


" Lho, kok Umi yang disalahkan, Bi?" Umi Rara memprotes tuduhan suaminya


" Iya karena Umi membahas hal yang privacy untuk mereka," jawab Abi Rara. " Apa perlu ke dokter, Ra?" tanya Abi Rara karena Azzahra masih saja terbatuk dengan wajah memerah dan air mata yang sudah mengembun di bola matanya.


" Nggak usah, Abi." Gavin langsung berdiri kemudian dia menarik tubuh Azzahra untuk ikut berdiri. Gavin melakukan gerakan Manuver Heimlich, Dia langsung melingkarkan dan mengepalkan tangannya di atas perut Azzahra seperti memeluk dari belakang lalu menekan ulu hati lalu menggerakkan tangannya sedikit ke atas beberapa kali hingga batuk Azzahra karena tersedak mereda. Setelah itu, Gavin membawa istrinya ke kamar untuk beristirahat.


Gavin menyusun beberapa bantal untuk Azzahra duduk bersandar di tempat tidur lalu membaringkan Azzahra dengan posisi setengah berbaring. Dia sendiri kemudian duduk di tepi tempat tidur.


" Masih terasa sakit dadanya?" tanya Gavin seraya mengusap cairan air mata yang masih terlihat membasahi pipi Azzahra.


Azzahra membalas pertanyaan Gavin dengan gelengan kepala.


" Ya sudah kamu istirahat saja kalau begitu." Gavin melepas hijab yang menutupi kepala Azzahra lalu meletakkannya di sofa. Dia kemudian hendak melangkah meninggalkan kamar Azzahra.


" Kamu mau ke mana, Kak?" tanya Azzahra melihat suaminya itu mendekati pintu kamar.


" Aku ingin berbincang dengan Abi kamu." Gavin menyahuti.


" Ada masalah yang pentingkah?" tanya Azzahra lagi.


" Tidak, hanya mengobrol ringan saja."


" Berarti nggak ada hal penting yang harus dibicarakan, kan?"


" Di sini saja, temani aku," pinta Azzahra.


Gavin menarik sudut bibirnya ke atas hingga membentuk senyuman penuh arti.


" Eheemm, apa ini artinya kamu tidak mau jauh dari suamimu yang tampan ini, hmm?" Gavin kemudian berjalan mendekat kembali ke arah Azzahra.


" Jangan geer!!" sergah Azzahra.


" Aku hanya takut tersedaknya kambuh lagi." Azzahra asal memberikan alasan untuk menahan suaminya itu tidak meninggalkan ruangan kamarnya.


" Bilang saja kamu mau aku temani. Gitu saja gengsi mengakui," cibir Gavin.


" Siapa juga yang minta ditemani? Kepedean banget!" sangkal Azzahra.


" Ya sudah kalau kamu memang tidak ingin aku temani, aku mau keluar saja mau mengobrol dengan Abi kamu."


" Ya sudah, pergi saja sana ngobrol sama Abi!" sentak Azzahra kesal, dia lalu menarik bantal yang menyanggah punggungnya lalu membaringkan tubuhnya dengan posisi miring membelakangi Gavin.


Gavin yang menyadari istrinya itu merajuk langsung menyeringai. Dia lalu merebahkan tubuhnya di samping Azzahra di sisi yang sangat sempit lalu melingkarkan tangannya di perut istrinya itu.

__ADS_1


" Bilang saja minta aku temani, nggak usah pakai merajuk seperti ini, dong." Gavin berbisik di telinga Azzahra. " Geseran dikit, Honey." Gavin lalu mengecup pipi kanan Azzahra.


" Kenapa masih di sini? Sana temui Abi saja!" cebik Azzahra namun dia melakukan gerakan menggeser tubuhnya memberikan tempat untuk Gavin.


" Tapi aku betah di sini menemani istriku yang pandai merajuk seperti ini." Gavin kemudian memberi gigitan di ceruk leher istrinya.


" Aakkhh sakit!!" pekik Azzahra menyentuh area yang tadi digigit suaminya itu.


" Mau merasakan yang sakit lagi?"


" Nggak mau!!" tolak Azzahra kini menutupi daerah leher dengan kedua tangannya.


" Kalau dikasih yang sakit nggak mau, kalau dikasih yang enak pasti mau, kan?" bisik Gavin menggoda. Sementara tangannya mulai aktif menarik resleting bagian belakang gamis yang dikenakan istrinya hingga kini tangannya sibuk melepas pengait bra yang menyanggah kedua asset milik Azzahra yang kini menjadi area bermain favoritnya.


" Kamu mau apa, Kak?" tanya Azzahra terkesiap saat dia merasakan puncak kedua asset kembarnya disentuh oleh suaminya.


" Aku mau kasih kamu yang enak-enak," bisik Gavin lagi.


" Tapi ini sudah pagi, sudah terang benderang di luar." protes Azzahra.


" Memangnya kenapa kalau sudah terang benderang?" Kini tubuh Gavin sudah berada di atas Azzahra, mengungkungnya dan menyergap bibir yang hanya berpoleskan lipbalm milik Azzahra.


" Kak, aku malu kalau ketahuan Abi sama Umi," ucap Azzahra melepas pagutan suaminya itu.


" Kenapa mesti malu? Kita ini 'kan suami istri." Gavin menyahuti.


" Tapi aku malu kalau ketahuan Abi sama Umi sedang melakukan ini sekarang," cemas Azzahra.


" Mereka, Abi dan Umi kamu pasti mengerti, kok." Gavin kembali memainkan bibirnya di atas bibir Azzahra, kembali memberikan sentuhan kepada Azzahra hingga membuat suara le*nguhan terdengar keluar dari mulut Azzahra. Azzahra mulai pasrah menerima setiap permainan yang disuguhkan suaminya itu. Dia tidak lagi menolak karena dia pun mulai terbiasa dan merasakan kehangatan dan kenikmatan atas apa yang diberikan Gavin kepadanya.


*


*


*


Bersambung ...


Kasih yang anget² dulu sebelum dimunculkan konflik yang akan menguji keutuhan rumah tangga mereka.


R : Please, Thor ... jangan ada pelakor di antara mereka


A : So far, seingat aku sih si Othor ga pernah memunculkan sosok pelakor di novel²nya😁

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2