KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Mimpi Azzahra


__ADS_3

Azzahra menatap nanar masakan yang telah dia hidangkan untuk dia dan suaminya makan saat sarapan pagi ini. Sikap Gavin yang dianggapnya tiba-tiba berubah membuat hatinya sedih hingga menitikkan air mata.


" Aku sudah capek-capek masak, dia malah acuh. Lalu untuk apa aku masak? Tidak menghargai sekali usaha aku! Dasar manusia menyebalkan!" Azzahra mencebikkan bibirnya seraya terisak. Dia lalu menenggelamkan wajahnya di atas meja dengan tangan berlipat.


Beberapa menit setelah dia menangis tersedu dengan bahu berguncang dia kembali mengangkat wajahnya.


" Kenapa aku mesti menangis? Harusnya aku senang karena dia tidak lagi menggangguku. Harusnya aku tenang tidak mendengar lagi semua cibirannya." Azzahra segera menyeka air mata yang membasahi pipinya lalu menghela nafas.


" Tapi aku nggak suka kalau dia diam saja begitu, hiks ..." Azzahra kembali terisak mengingat sikap dingin yang ditunjukkan Gavin kepadanya sejak kecelakaan semalam.


Azzahra lalu memilih kembali ke kamar, tanpa menyentuh makanan yang dia hidangkan dan memilih merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu menutup tubuhnya hingga kepala dengan selimut dan melanjutkan tangisannya dalam selimut.


" Dasar laki-laki tidak bertanggung jawab, sudah menodai kesucianku sekarang malah mengacuhkan aku," gerutu Azzahra. " Kalau aku hamil dia acuh begini, terus kalau aku ngidam ingin ini ingin itu siapa yang beliin? Masa aku minta bantuan ojek online buat beliin, sih? Kan nggak lucu ... " Azzahra kemudian bangkit dari tidur dan mendudukkan tubuhnya. " Aku nggak boleh hamil. Iya, aku nggak mau hamil dari dia." Azzahra kemudian mengambil ponselnya lalu mencari di aplikasi Goo gle tentang tips agar tidak hamil.


Dari beberapa opsi yang ditampilkan oleh aplikasi itu Azzahra lebih tertarik dengan pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.


" Apa aku minum pil saja, ya? Pil nya juga bisa dibeli di apotik, di online juga bisa tanpa harus ke bidan." Azzahra menganggukkan kepala. Tapi saat dia membaca opsi lain hindari berhubungan ketika masa subur, seketika dia ingat jika dia baru saja berhenti PMS sekitar satu Minggu lalu.


" Aduh, kalau kemarin yang sudah masuk gimana? Aku 'kan belum pakai pelindung." gumam Azzahra kembali.


" Ah, cuma sekali hubungan, nggak mungin akan hamil," Azzahra terus saja bicara sendiri.


Sementara itu Gavin yang baru saja tiba di ruang kerjanya di hotel milik Dad David langsung membuka laptopnya. Dia memantau apa yang sedang dilakukan istrinya di apartemen.

__ADS_1


Gavin bisa melihat istrinya itu saat berjalan lesu ke arah dapur. Dia bisa melihat saat Azzahra menelungkupkan wajahnya di meja makan, dia pun bisa melihat gerakan tangan Azzahra yang sedang menghapus air mata. Seulas senyuman langsung mengembang di bibirnya.


" Dia menangis karena aku acuhkan dia? Atau menangis karena semalam tidak aku kasih jatah, sih?" Gavin kembali menyeringai merasa senang telah mengerjai istrinya.


" Biarkan saja, biar aku kasih pelajaran agar dia lebih sopan bersikap kepada suaminya."


Flashback on


Gavin sengaja memilih diam tak menjawab pertanyaan Azzahra, sementara sudut ekor matanya bisa melihat gerakan wanita itu saat merebahkan diri. Satu jam berlalu, Gavin yang terbiasa tidur larut langsung bangkit dari duduknya. Dia melihat istrinya itu sudah terlelap dan langsung melirik ke jam dinding yang baru menunjukan pukul setengah sepuluh malam.


Gavin lalu beranjak menuju tempat tidurnya. Dia membaringkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap sang istri dengan siku menyangga tubuhnya. Gavin memperhatikan wajah cantik sang istri yang sedang terlelap. Dia langsung menciumi wajah Azzahra hingga bagian ceruk leher wanita itu, namun Azzahra sama sekali tak terusik dengan aksinya. Tangan Gavin pun kini mulai melucuti satu persatu kancing piyama Azzahra hingga dia langsung disuguhi pemandangan dua pegunungan yang siang tadi sudah dia taklukan. Gavin memulai aksinya kembali mendaki dua gunung yang menantangnya untuk segera dijelajahi.


Gavin memberikan sentuhan melalui lidah, bibir dan ronga mulutnya secara bergantian membuat suara lenguhan keluar secara tak sadar dari bibir Azzahra walau mata Azzahra masih tetap terpejam.


" Benar-benar ya kamu tukang tidur." Gavin menggigit puncak asset istrinya itu agar terbangun tapi hanya suara de*sahan yang terdengar.


Gavin kembali menatap istrinya yang masih terlelap tapi dia sendiri butuh untuk menyalurkan has"rat nya yang sudah mulai bergolak. Akhirnya setelah membaca doa terlebih dahulu, Gavin memilih menuntaskan sesuai jalur yang dianjurkan.


Gavin memasuki area sensitif istrinya secara perlahan hingga membuat istrinya itu mendesah.


" Ouugghh ...."


Gavin melakukannya secara perlahan dan memulai mengerakkan miliknya di dalam inti sang istri. Dia pun kembali menciumi bibir istrinya yang tanpa dia duga Azzahra justru membalas ciumannya hingga lidah mereka saling bertautan dan saling mengeksplor rongga mulut masing-masing.

__ADS_1


Sementara itu di alam bawah sadar Azzahra yang sedang terlelap, dia pun merasakan jika dia sedang bercinta dengan seseorang yang tidak dia ketahui siapa orangnya. Azzahra seolah terbuai oleh sentuhan orang itu hingga penyatuan mereka terasa begitu nyata. Azzahra bahkan bersikap agresif dengan membalas ciuman yang diberikan oleh pria itu hingga suara decapan pun terdengar disela-sela suara de*sahan yang keluar dari bibirnya karena kenikmatan yang dia rasa di bagian intinya. Rasa nyaman dan nikmat yang dia rasakan dalam penyatuan itu membuatnya enggan untuk membuka matanya karena dia takut jika dia tersadar kenikmatan yang dia rasakan saat itu hilang seketika.


Walau istrinya seolah merespon dia, Gavin tak tega harus berlama-lama menyerang istrinya. Kurang dari satu jam Gavin memilih segera mengakhiri aksinya saat pelepasan berhasil dia dapat. Setelah membersihkan inti Azzahra dengan tissue dari sisa-sisa percintaan, Gavin lalu mengancingkan kembali piyama Azzahra dan dia membaringkan tubuhnya di samping sang istri dengan tangan melingkar di perut datar istrinya hingga dia terlelap.


Sekitar jam tiga dini hari Gavin terbangun. Dia melirik istrinya yang masih tertidur membuatnya iseng kembali mengerjai istrinya. Gavin kembali beranjak dari tempat tidur dan melangkah ke arah sofa dan merebahkan tubuhnya di sana. Dia menduga jika istrinya tidak akan menyangka jika mereka semalam sudah melakukan hubungan suami istri.


Flashback off


Gavin menyeringai sembari mengusap rahangnya mengingat kejadian semalam. Namun dia heran saat teringat jika istrinya itu merespon permainan bibirnya.


" Apa aku harus melakukannya saat dia tertidur agar dia agresif membalas?" gumam Gavin menarik satu sudut bibirnya ke atas.


" Astaga, aku lupa memberitahu dia untuk mandi bersih karena semalam berhubungan." Gavin teringat akan sesuatu.


Namun tanpa Gavin ketahui, karena mimpinya yang teramat nyata bercinta dengan seseorang membuat Azzahra langsung mensucikan diri saat mandi sebelum melaksanakan sholat Shubuh.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan ramaikan komen agar karya ini bisa naik level lagi, Makasih🙏


Happy Reading ❤️


__ADS_2