
Gavin kembali ke ruang kerjanya setelah memantau ballroom yang akan dijadikan tempat gathering salah satu perusahaan otomotif ternama di Indonesia dua hari ke depan.
Gavin kemudian mengecek kembali layar monitor yang menyambungkan ke apartemennya. Dia masih melihat Azzahra masih saja berbaring.
" Dia itu senang sekali tidur." Gavin lalu memutar rekaman ke belakang apa saja yang dilakukan istrinya. Kegiatan yang tertangkap di kamera hanya tidur, bangun, sholat, kemudian tidur kembali. Gavin melirik arlojinya sudah menunjukkan pukul tiga lewat.
" Apa dia tidak makan? Tidak ada rekaman dia berada di dapur selain pagi tadi." Gavin mengelus rahangnya sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemennya karena tidak tega melihat Azzahra tidak menyentuh makanan sejak pagi.
Sesampainya di apartemen Gavin tak mendapati Azzahra di tempat tidur, tapi dia mendengar gemercik air dari arah bathroom. Gavin pun melangkah mendekat ke arah pintu kamar mandi itu dan memutar knop nya yang ternyata tak terkunci. Gavin kemudian perlahan memasuki kamar mandi dan matanya langsung membulat lebar saat disuguhi pemandangan indah di hadapannya.
Gavin melihat Azzahra yang sedang membilas tubuhnya dengan shower dengan tubuh tak berbalut sehelai benang pun. Dia kemudian berjalan mendekati Azzahra lalu berbisik.
" Mau saya bantu bilaskan?"
" Astagfirullahal adzim," Azzahra tersentak dan memutar tubuh. " Aaakkkhhh ..." Pekik Azzahra saat mendapati suaminya itu sudah berada di hadapannya hingga membuat tangannya reflek menutup wajahnya.
Gavin terkekeh melihat tinggkah istrinya itu yang malah menutupi wajah bukan beberapa daerah sensitifnya.
" Kenapa menutup mata segala? Pakaian saya masih lengkap, lho. Justru kamu yang tak pakai apa-apa. Apa kamu sengaja memberikan kode agar bisa saya sentuh?" bisik Gavin kembali.
Azzahra yang tersadar langsung membuka wajahnya dan kini kedua tangannya langsung menutupi dua asset juga daerah intinya.
" Sedang apa kamu di sini?! Cepat keluar!! Saya sedang mandi," geram Azzahra yang kesal karena Gavin terang-terangan mengintipnya sedang mandi.
" Saya mau bantu kamu bilaskan sabunnya, kok." Gavin kemudian menekan sabun dari dispenser sabun lalu menggosokkan cairan kental beraroma rose itu ke tubuh Azzahra yang putih mulus.
" Saya sudah sabunan kenapa kamu sabuni lagi?" protes Azzahra menepis tangan Gavin.
" Kamu pasti sabunan nya nggak bersih, makanya saya sabuni lagi." Gavin memaksa Azzahra melepas tangannya yang menutupi dua assetnya.
" Apalagi di bagian ini, mesti disabun dengan bersih." Tangan Gavin langsung melakukan gerakan memutar di kedua daerah favoritnya itu hingga membuat Azzahra harus menahan rasa geli karena sentuhan suaminya itu.
Gavin sendiri yang mati-matian menahan gai*rah nya mulai sulit terus-terusan menahan has*rat nya sebagai laki-laki normal. Kini dia mulai mencium bibir Azzahra sementara tangannya mengentikan kran shower agar berhenti.
" Balas ciuman saya seperti semalam." bisik Gavin saat dirasanya Azzahra hanya terdiam.
Azzahra yang tersadar dengan ucapan Gavin langsung mengeryitkan keningnya.
" Semalam?"
" Iya, semalam kamu membalas permainan bibir saya. Lakukan lagi yang seperti semalam sekarang," pinta Gavin dengan nada parau.
__ADS_1
" Semalam memangnya kita gituan?"
" Iya."
" Kok saya nggak tahu?"
" Tapi kamu menikmati, walupun tertidur tapi kamu menikmati sampai terus-terusan mendesah, malah membalas mencium saya."
Tiba-tiba Azzahra teringat akan mimpi yang dia rasa tadi malam, saat dia merasa seseorang mengga"ulinya, ternyata dia tidak sedang bermimpi tapi itu nyata. Suaminya itu menyetu"buhinya dalam keadaan dirinya tidak sadar. Seketika Azzahra dibuat geram dengan ulah suaminya itu.
" Aarrgghh ... dasar suami tidak tahu diri!! Berani sekali memper"kosa istri yang sedang tidur!!" geram Azzahra seraya memukuli tubuh suaminya itu.
" Salah kamu sendiri kenapa saya bangunkan tidak bangun-bangun," sergah Gavin. " Lagipula kamu juga menikmatinya, kok. Bahkan membalas ciuman saya."
Azzahra yang semakin emosi karena ulah suaminya itu langsung menginjakkan kaki sang suami dengan kencang membuat Gavin memekik kesakitan saat kuku-kuku kakinya tekena hantaman tumit Azzahra.
" Aawww ...!!" Gavin memegang kaki kanannya.
" Keluar dari sini!" Azzahra mendorong tubuh suaminya sekuat tenaga hingga keluar dari kamar mandi.
***
" Kamu seharian belum makan, kan? Ayo kita makan dulu." Gavin mulai merayu istrinya yang masih merajuk.
" Kalau kamu tidak mau makan nanti kamu sakit. Kalau kamu sakit, mana mungkin kamu kuat kalau kita hiya-hiya." Gavin terus berusaha merayu istrinya.
" Honey, saya lapar. Ayolah, seorang istri yang baik harus melayani suaminya dengan baik. Itu baru namanya istri sholehah," sindir Gavin.
Azzahra mendengus kesal, kemudian dia berdiri hendak menyiapkan makanan untuk suaminya. Gavin pun mengekor di belakangnya.
" Saya hangatkan dulu masakannya," ujar Azzahra saat Gavin menarik kursi makan dan mendudukkan tubuhnya.
" Kenapa makanannya saja yang dihangatkan? Saya juga mau dihangatkan sama kamu." Gavin menyeringai.
Azzahra hanya mendesah tak meladeni. Dia segera menghangatkan masakan yang tadi pagi dia masak.
" Kenapa kamu tidak makan sejak pagi?" tanya Gavin saat Azzahra menyendokkan nasi ke piring untuk Gavin.
" Siapa bilang? Saya makan, kok." Azzahra menyanggah. Padahal dia memang tak menyentuh makanan sejak tadi pagi.
" Tidak baik berbohong kepada suami," sindir Gavin yang mengetahui kebohongan Azzahra.
__ADS_1
" Kalau tidak percaya ya sudah." Azzahra menyodorkan piring yang sudah dia isi nasi kepada suaminya itu. Dia pun menyiapkan untuk dirinya sendiri karena sejujurnya dia juga merasa lapar.
" Masakan kamu enak, sama seperti orangnya enak untuk dimakan." Gavin kembali menggoda istrinya.
" Jangan bicara kalau sedang makan," protes Azzahra membuat Gavin terdiam dan hanya melengkungkan bibirnya.
" Oh ya, kamu sudah mandi bersih, kan? Saya tadi pagi itu lupa memberitahu kamu." Gavin menyeringai seraya mengelus tengkuknya selepas mereka menghabiskan makanannya dan kembali ke kamar.
Azzahra menatap Gavin dengan sorot mata tajam seakan ingin menerkam.
" Saya minta maaf soal semalam." Gavin kemudian duduk di tepi tempat tidur membalas tatapan tajam istrinya yang sedang duduk selonjor dengan bahu bersandar di sandaran tempat tidur.
" Semalam itu saja coba membangunkan kamu, tapi kamu tidak juga bangun." Gavin mencoba melakukan pembelaan diri.
" Bukannya kamu semalam marah dan tidur di sofa?" sindir Azzahra, karena dia ingat sebelum tidur Gavin terlihat acuh dan tertidur di sofa.
" Iya, tapi tidur di sofa tidak enak jadi saya pindah. Dan tidur di dekat kamu itu bikin saya tidak kuat iman." Gavin berkata tanpa merasa bersalah.
" Lalu karena itu kamu perko*sa saya, begitu?!"
" Saya tidak memper*kosa hanya mengga*uli kamu saat kamu tidak sadar. Dan semalam pun kamu seperi menikmatinya walaupun kamu terlelap."
Wajah Azzahra seketika merona karena mengingat jika dalam tidur semalam dia bermimpi berseng*gama hingga mencapai puncak kenikmatan dan semua itu adalah ulah suaminya.
" Dan kenapa pagi saat bangun kamu tidak mengatakan hal itu dan tetap pura-pura acuh padahal malamnya kamu sudah gituin saya?" tanya Azzahra kesal.
" Hehe ... saya cuma iseng saja ingin ngerjain kamu." Kembali Gavin mengatakan kalimat tanpa rasa bersalah sedikit pun.
" Kamu benar-benar keterlaluan. Untung saja saya mengalami mimpi basah jadi saya mandi besar. Kalau tidak ...."
" Kamu mimpi basah?" Gavin dengan cepat memotong kalimat Azzahra. " Pantas saja kamu terlihat menikmatinya semalam." Gavin tergelak mendengar pengakuan Azzahra soal mimpinya.
Sedangkan Azzahra langsung memberengut. Dia merutuki kecerobohannya mengatakan tentang mimpi yang dia alami semalam. Dan itu menjadi boomerang untuk dirinya sendiri karena akan menjadi bahan bulan-bulanan suaminya nanti terhadap dirinya.
*
*
*
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komennya, makasih🙏
Happy Reading❤️