KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Pengaruh Natasha


__ADS_3

" Rara?"


" Assalamualaikum,. Teh." sapa Azzahra saat melihat wanita dengan perut yang sudah mulai membesar ketika pintu rumah di depannya terbuka.


" Waalaikumsalam, Ra." Natasha langsung memeluk Azzahra saat melihat kehadiran istri dari kakak sepupunya itu.


" Ayo masuk, Ra." Natasha langsung menarik tangan Azzahra kemudian menyuruhnya duduk di kursi ruang tamu rumah kediaman Yoga dan Natasha.


" Iihh, aku kangen sekali, deh. Gimana-gimana ceritanya? Aku nggak sangka ternyata pelakunya Om David dan Abi kamu yang menjadi dalang kericuhan kemarin." Natasha semangat menanyakan seputar drama pisah ranjang Gavin dan Azzahra.


" Iya, Teh. Aku juga nggak sangka kalau Abi ikut terlibat dalam masalah ini. Aku hampir frustasi karena kejadian kemarin itu benar-benar menguras emosi." Azzahra bercerita seraya menggelengkan kepala karena masih sulit dibayangkan Abinya itu ikut terlibat dalam drama rumah tangganya kemarin.


" Hahaha ... itu terpengaruh Om David pastinya." Natasha menyahuti.


Azzahra mendesah. Kelakuan Papa mertuanya yang iseng mengerjai dia dan Gavin mengingatkan dia akan suaminya yang sama-sama mempunyai sifat yang suka usil terhadapnya.


" Pantas Kak Gavin juga suka iseng usil sama aku, Kak Ternyata Papa David yang menurunkan sifat seperti itu," keluh Azzahra.


" Hahaha, selama aku kenal Kak Gavin, setahuku dia itu orangnya kalem dan sangat serius. Aku nggak sangka ternyata dibalik itu ternyata usilnya minta ampun. Ya memang sih, dulu juga awalnya aku sebal sama Kak Gavin, tapi bukan karena sikap usilnya, melainkan karena dia itu terus mendekatiku walaupun dia itu sudah punya istri." Natasha teringat bagaimana dulu sikap Gavin terhadapnya.


" Cunihin ya, Teh?" Azzahra terkekeh.


Natasha pun tergelak mendengar ucapan Azzahra.


" Awalnya juga aku pikir begitu. Sudah punya istri tapi berani-beraninya sampai menyatakan cinta ke aku. Tapi setelah aku tahu bagaimana dia dengan Agatha, akhirnya aku baru mengerti." Natasha menampik anggapan Azzahra tentang kakak sepupunya itu.


" Cinta itu memang penuh misteri ya, Ra. Aku nggak sangka jika kamu akhirnya menikah dengan Kak Gavin. Kak Gavin yang terbiasa dengan kehidupan mewah dan dikelilingi wanita-wanita cantik dan seksi ternyata mendapatkan istri sholehah dan sedehana sepertimu."


" Iya, Kak. Aku juga nggak sangka akhirnya benar-benar menikah dan sekarang kami saling jatuh cinta walaupun aku bukan termasuk kategori wanita yang dia sukai." Azzahra teringat apa yang dikatakan Steven.


" Sama seperti aku dan Mas Yoga. Dia juga sebenarnya bukan tipe pria yang aku idamkan untuk aku jadikan suami." Natasha mengibas tangannya ke udara. " Namun sikapnya selama ini terhadapku benar-benar menunjukkan kalau dia pantas mendapatkan predikat suami idaman. Mas Yoga itu so sweet banget. Cara dia memperlakukan aku sebagai seorang istri tuh sesuatu banget deh pokoknya." Natasha tanpa ragu memuji suaminya.


" Iya, Kang Yoga terlihat sayang sekali sama Teh Tata. Teh Tata beruntung dapetin Kang Yoga." Sudah tidak ada api cemburu saat Azzahra mengatakan hal itu.


" Kamu juga pasti sangat beruntung dapetin Kak Gavin, Ra. Ya, walaupun sikap dia itu suka usil sama kamu, tapi dia orang yang baik terlepas dari masa lalunya dulu."


" Oh ya, Teh. Aku nanti akan ke Singapura. Kak Jovanka mengundang kami di pesta pernikahannya." Azzahra teringat undangan pernikahan mantan kekasih suaminya itu saat Natasha berkata soal masa lalu Gavin.


" Jovanka mantan Kak Gavin?"


" Iya."


" Kamu pernah berkomunikasi dengan dia sebelumnya?" tanya Natasha kemudian.


" Belum, Teh. Memangnya kenapa?" Azzahra merasa tertarik dengan pertanyaan Natasha.


" Ya nggak apa-apa, sih. Cuma kalau aku yang ada di posisi kamu, aku minta dikasih sedikit ruang untuk mengenal dan berbicara dengan wanita yang mempunyai anak dari suamiku. Karena walaupun hanya masa lalu, wanita itu 'kan pernah sangat spesial di hati Kak Gavin apalagi ada anak juga di antara mereka. Ya sedikit bicara empat mata gitulah."


Azzahra mendengarkan apa yang dikatakan oleh Natasha dengan serius.


" Jadi aku harus bicara dengan Kak Jovanka, Teh?" tanyanya kemudian.


" Itu sih terserah kamu, Ra. Kalau kamu merasa sudah cukup menerima saja, nggak usah pakai bicara juga nggak jadi masalah. Aku 'kan mengibaratkan kalau aku yang jadi kamu. Aku sama kamu 'kan karakternya beda, Ra. Kalau aku 'kan orangnya nggak akan puas sebelum mendapatkan suatu kepastian yang bikin hati aku tenang."


" Ya walaupun wanita itu sudah akan menikah, tapi di antara Kak Gavin dan wanita itu 'kan ada anak." Natasha menyatakan pendapatnya

__ADS_1


" Memangnya aku harus bicara apa dengan Kak Jovanka kalau aku meminta ingin bicara berdua dengannya?" tanya Azzahra.


" Kamu bilang saja jangan mengambil kesempatan dari kebaikan suamiku, karena dia hanya milikku sekarang."


Azzahra terbelalak mendengar ucapan Natasha membuat Natasha tertawa lebar.


" Ya kamu bicaralah berbasa-basi tanya kabar. Bicara tetang kegiatan William, apa hobi william. Minta maaf atas kesalahan Kak Gavin dulu. minta ijin kenal lebih dekat dengan William. Karena jika William dewasa nanti pasti dia akan tahu siapa Papa dia yang sebenarnya, kan?"


" Iya aku juga kepikiran ke arah situ, Kak. Aku juga sudah bicarakan tentang itu dengan Kak Gavin." Azzahra ingat beberapa hari lalu pernah diskusikan masalah keinginannya bertemu William dengan suaminya.


" Lalu respon Kak Gavin bagaimana?"


" Kak Gavin bilang nanti akan dia kenalkan."


" Ya sudah, tuh sudah ada jalan. Alasan ingin kenal anaknya sekalian kenal mamanya juga, dong. Sekalian kamu tanya-tanya sama wanita itu pakai jurus apa dulu dengan Kak Gavin sampai bisa langsung menghasilkan anak, hahaha ..." Natasha kembali tegelak apalagi saat melihat wajah Azzahra yang kini bersemu merah saat dia goda seperti tadi.


***


" Ada apa?" tanya Gavin saat dia rasakan istrinya itu sedari tadi memandanginya dari pantulan cermin meja rias tanpa berkata sepatah kata pun keluar dari bibirnya


" Sedang mengagumi ketampanan suamimu ini, ya?" Gavin terkekeh setelah berucap narsis.


Azzahra kemudian beranjak dari meja rias dan menghampiri suaminya yang terlihat masih sibuk dengan laptop di pangkuannya.


" Kenapa kerjaannya dibawa ke kamar sih, Kak?" protes Azzahra.


" Lho, memangnya kenapa?" tanya Gavin.


" Kamar tidur itu 'kan tempat buat istrirahat bukan bekerja. Lagipula untuk apa Kak Gavin bikin ruang kerja di sebelah kamar ini kalau pekerjaannya masih dibawa ke kamar?" protes Azzahra.


" Oh, berarti aku nggak boleh kerja di sini, ya? Ya sudah aku pindah ke kamar sebelah saja." Gavin kemudian bangkit dari tempat tidur dengan tangan membawa laptopnya hendak berpindah ke ruang kerjanya.


" Kak Gavin mau ke mana?" tanya Azzahra kesal.


" Bukannya tadi kamu larang aku bekerja di kamar?" tanya Gavin santai.


" Ck, bukan Kak Gavin nya yang mesti pindah, tapi laptop nya yang dimatikan! Lihat itu sudah jam berapa! Lebih senang menemani laptop daripada menemani istri sendiri?" keluh Azzahra.


Gavin yang mengerti apa yang dimaksud istrinya langsung menaruh laptop itu di atas nakas kemudian dia berjalan mendekati istrinya.


" Bilang saja kamu ingin aku keloni 'kan tidurnya." Gavin langsung merengkuh tubuh Azzahra dan mulai mengabsen ceruk leher Azzahra dengan bibir tebalnya.


" Bukan itu, Kak. Aku hanya sebal saja Kak Gavin masih pegang pekerjaan di rumah. Memangnya seharian di kantor nggak cukup untuk bekerja?" Azzahra menyangkal apa yang diucapkan Gavin.


" Yakin hanya itu?" Kini Gavin menggigit leher putih mulus Azzahra membuat Azzahra memekik.


" Kak ...."


" Apa, hmm?" Bibir dan tangan Gavin kini semakin intens menyentuh tubuh istrinya.


" Kak, laptopnya dimatikan dulu," ujar Azzahra karena dia masih melihat suaminya itu belum mematikan laptopnya.


" Biarkan saja, aku sedang merekam aktivitas kita ini."


Azzahra membelalakkan matanya mendengar suaminya itu berkata. Spontan dia mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya.

__ADS_1


" Hahaha, aku bercanda, Honey." Gavin kemudian melangkah ke arah nakas dan menutup laptopnya.


" Kita lanjut yang tadi." Gavin kembali merengkuh tubuh Azzahra yang berbalut baju tidur berbahan satin di atas lutut.


" Kak aku mau bicara." Azzahra menahan suaminya yang sudah bersiap mengulangi aktivitas bercumbu seperti tadi.


" Bicara apa?" tanya Gavin nampak tak terpengaruh dengan penolakan istrinya tadi karena saat ini justru dia sudah kembali menyusuri bagian leher sang istri.


" Aku ingin bertemu dan bicara dengan Kak Jovanka." Tentu saja apa yang dikatakan Natasha siang tadi begitu mempengaruhi Azzahra.


Ucapan Azzahra sontak membuat Gavin seketika menghentikan aktivitas bercumbunya.


" Kamu ingin bicara dengan Jovanka? Soal apa?" Gavin kini melerai pelukannya dari tubuh sang istri.


" Aku ingin kenal saja dengan Kak Jovanka. Apa Kak Gavin keberatan?" tanya Azzahra hati-hati.


" Tidak, tentu saja aku tidak merasa seperti itu. Tapi apa Jovanka bersedia bicara dengan kamu? Itu yang jadi masalahnya. Sekarang ini 'kan dia sedang sibuk mengurus persiapan pernikahannya," ujar Gavin.


" Berarti aku nggak bisa bertemu dan bicara dengan Kak Jovanka, ya?" Raut wajah Azzahra nampak kecewa


" Honey, kau bisa saja bicara dengan Jovanka. Tapi kita mesti atur waktu dulu nggak bisa mendadak seperti ini." Gavin mencoba memberikan penjelasan agar istrinya itu mengerti.


Gavin menyampirkan helaian rambut Azzahra yang menutupi pipinya ke belakang telinga.


" Lagipula kenapa tiba-tiba kamu ingin bertemu dengan Jovanka? Apa Alexa membisikkan sesuatu kepadamu?" Gavin menduga jika ada campur tangan adik sepupunya itu yang mempengaruhi keinginan istrinya bertemu dengan mantan kekasihnya dulu.


Azzahra menggelengkan kepalanya. Dia menampik jika alasan dia ingin bertatap muka dengan Jovanka adalah pengaruh dari Natasha walaupun memang seperti itulah kejadian yang sesungguhnya.


" Teh Tata nggak bicara apa-apa ke aku, Kak." Azzahra mencoba menutupi.


Gavin menangkup wajah cantik Azzahra dan menyematkan sebuah kecupan lembut di bibir istrinya itu.


" Kau tidak pandai berbohong padaku, Honey. Katakan saja jika ini pasti karena ide Alexa." Gavin bisa membaca jika istrinya itu berbohong.


" Kak Gavin jangan marah ke Teh Tata, ya?" Azzahra memegang tangan suaminya seraya memohon. Dia merasa tidak enak hati kepada Natasha jika sampai Gavin menegur Natasha.


" Tentu saja aku akan marah besar karena dia sudah berani mempengaruhi istriku ini!" Gavin memasang wajah serius.


" Kak ..." Azzahra merengek memohon agar suaminya itu tidak bersikap atau berkata kasar terhadap Natasha.


Melihat istrinya yang nampak ketakutan membuat Gavin tak bisa menahan tawanya.


" Mana mungkin aku marah pada Alexa, Honey. Dia itu adikku, aku juga sangat menyanyangi dia." Perkataan Gavin membuat Azzahra merasa tenang.


" Terima kasih, Kak." Azzahra kemudian memeluk Gavin.


" Ya ... paling nanti aku jewer telinganya biar dia nggak lagi-lagi kasih ide ke kamu yang tidak-tidak."


" Kak ..." Azzahra kini mencubit pinggang suaminya membuat Gavin semakin tertawa bahagia karena berhasil menggoda istri polosnya itu.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2