
Gavin langsung bergegas meninggalkan kantornya sesaat setelah dia mematikan panggilan video dengan istrinya. Dia yang sedari tadi merasa cemas saat istrinya itu susah dihunbungi semakin dibuat meradang saat mengetahui jika saat ini ada pria lain yang mendampingi istrinya itu. Apalagi saat dia tahu jika pria itu terlihat mempunyai wajah yang sangat tampan. Terlebih lagi saat Natasha mengatakan jika istrinya itu pun terpesona akan ketampanan polisi yang mengantar mereka.
Gavin kemudian memasang headset bluetooth untuk memghubungi seseorang saat dia mulai mengendarai mobil berwarna maroccan blue kesayangannya.
" Assalamualaikum, gimana, Vin? Rara sudah bisa dihunbungi?" tanya suara seorang pria yang terdengar di ponsel Gavin saat panggilan teleponnya diangkat oleh orang yang dia telepon.
" Sudah, baru saja aku telepon dia." Gavin menyahuti pertanyaan pria itu.
" Apa sekarang ini Rara bersama Tata?" tanya pria yang ternyata adalah Yoga.
" Iya, dia bersama istrimu," jawab Gavin.
Helaan nafas Yoga terdengar di telinga Gavin. Tak beda jauh dengan Gavin, pria yang kini berprofesi sebagai dosen itu pun sejak tadi mencoba menghubungi istrinya, namun karena ponsel yang dibawa oleh Natasha tidak diaktifkan, dia tidak dapat menghubungi istrinya itu.
" Di mana mereka sekarang?" tanya Yoga kemudian.
" Sedang dalam perjalanan menuju klinik, Alexa mengalami kontraksi." Gavin menjelaskan kepada Yoga membuat pria yang selama ini dikenal berpembawaan tenang itu terperanjat.
" Apa?? Tata kontraksi?? Di klinik mana dia sekarang? Apa dia baik-baik saja?" Yoga nampak cemas, dia masih ingat kejadian saat Natasha harus keguguran di kehamilan yang pertamanya dulu.
" Hebatnya istrimu itu, dia masih bisa tertawa-tawa saat mengalami sakit di perutnya." Gavin memang sangat mengagumi sosok Natasha sejak awal bertemu. Sosok wanita tangguh yang sempat membuatnya jatuh hati.
" Dia memang seperti itu, bagi dia segala sesuatunya selalu dibikin enjoy ..." sahut Yoga yang sangat memahami karakter istrinya itu.
" Oh ya, kau tahu posisi mereka di mana sekarang?" tanya Yoga kemudian.
" Iya, nanti aku share loc tempatnya. Ini aku juga mau ke sana, tapi mereka masih dalam perjalanan. Kau juga harus segera ke sana, Ga. Karena mereka berdua ditemani seorang polisi muda berwajah tampan. Istrimu itu malah terus-terusan bilang jika polisinya itu tampan, lebih tampan dari kita." Gavin sengaja membohongi Yoga, tentu saja dia tidak ingin hanya dia sendiri yang merasa cemburu istrinya bersama pria lain. Karena dia tahu jika selama ini Yoga pun sangat posesif terhadap Natasha, Dia rasa tak ada salahnya dia sedikit mematik kecemburuan Yoga terhadap Natasha.
" Apa?? Dia pergi sama pria yang dia puji ganteng??" Yoga kembali terperanjat mendengar penjelasan dari Gavin. "Vin, kamu kasih tahu posisi mereka sekarang juga. Aku susul mereka sekarang. Assalamualaikum ...."
" Waalaikumsalam ..."
Gavin pun menutup panggilan teleponnya. Dia menyeringai setelah berhasil membuat Yoga cemburu. Dia pun kini mencoba menghubungi istrinya kembali untuk mengetahui posisi mereka yang nantinya akan dia share ke Yoga.
***
" Kak Gavin ...!" Azzahra melambaikan tangannya saat dia melihat kemunculan Gavin di pintu masuk klinik bersalin.
" Honey ..." Gavin langsung berlari menghampiri Azzahra lalu memeluk istrinya itu.
" Di mana Alexa?" tanya Gavin karena tidak menemui Natasha di ruangan yang banyak dipenuhi ibu-ibu hamil.
" Sedang diperiksa, Kak. Tadi Teh Tata mengeluh sakit saja jadi tadi dikasih ijin masuk lebih dahulu." Azzahra menjelaskan apa yang terjadi pada Natasha.
" Hmmm, ini akibatnya karena kalian terlalu bandel nggak menurut apa yang dibilang sama suami." Gavin mencubit hidung Azzahra membuat istrinya itu mencebik.
" Permisi, Pak. Apa Bapak ini suaminya Mbak ini?" Pramoedya yang saat itu masih menunggu Natasha dan Azzahra langsung menghampiri Gavin.
Gavin yang diajak bicara oleh Pramoedya langsung menolehkan wajahnya ke arah petugas polisi itu. Gavin memandangi Pramoedya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia mengingat jika pria di hadapannya ini adalah pria yang ditunjukkan oleh Natasha sebagai polisi ganteng yang menolongnya.
" Iya, saya suami tercinta dia. Dan saya adalah Daddy dari calon baby kami." Gavin langsung mengeratkan pelukannya di pinggang Azzahra seolah ingin menunjukkan pada dunia jika wanita cantik di sampingnya saat ini adalah miliknya satu-satunya.
" Kak, Pak Polisi ini yang tadi menolong kita." Azzahra yang merasa kalau suaminya itu nampak tidak suka dengan keberadaan Pramoedya langsung mengingatkan jika Pramoedya lah yang telah membantu dia dan Natasha.
" Terima kasih Anda sudah menolong adik sepupu saya," ucap Gavin.
" Sama-sama, Pak. Kalau memang Bapak itu suami dari Mbak ini, saya mohon pamit karena sudah ada dari pihak keluarga yang menjemput," ucap Pramoedya dengan tutur kata yang sopan meskipun mendapat sambutan kurang hangat dari Gavin.
" Oh, silahkan ..." Tentu saja Gavin sangat senang jika Pramoedya segera meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
" Oh ya, apa wanita hamil yang di dalam itu masih kerabat Bapak juga?" tanya Pramoedya saat akan melangkahkan kakinya meninggalkan Gavin dan Azzahra.
" Iya, dia adik sepupu saya dan dia sudah punya suami," ketus Gavin.
" Kak ..." Azzahra mencubit pinggang Gavin karena suaminya itu terus saja berkata dengan nada ketus kepada pria yang telah menolongnya juga Natasha.
Pramoedya hanya tersenyum mendengar ucapan dari mulut Gavin.
" Mbak yang di dalam tadi sedang hamil, sudah pasti saya tahu jika dia sudah punya suami. Saya hanya minta tolong Bapak sebagai Kakaknya untuk memperingatkan dia agar berhati-hati saat berkendaraan. Karena tadi dia melanggar lalu lintas dengan nekat menerobos saat lampu merah, sampai menyebabkan mereka hampir menabrak mobil minibus. Masih beruntung mereka terhindar dari celaka."
Kata-kata Pramoedya membuat Gavin tersentak kaget karena mengetahui istri dan adik sepupunya hampir mengalami kecelakaan. Sedangkan Azzahra langsung menggigit bibirnya karena akhirnya suaminya itu tahu kecelakaan yang hampir menimpa mereka.
" Benar itu, Honey?! Kalian hampir kecelakaan?!" Aura wajah Gavin berubah kelam kerena ditutupi amarah karena mengetahui perbuatan istri dan adik sepupunya yang menutupi masalah serius seperti itu.
Azzahra tertunduk seraya mengangguk pelan, dia tidak berani untuk mengangkat kepalanya karena takut menghadapi amarah suaminya itu.
" Astaga, Honey! Kenapa kalian menutupinya dari aku dan Yoga?! Kalian itu hampir celaka! Ada empat nyawa yang dipertaruhkan di sini!" geram Gavin namun masih mengontrol volume suaranya agar tidak terdengar oleh banyak orang di ruangan itu.
" Maaf, Kak." sesal Azzahra sementara matanya sudah berkaca-kaca dan siap menumpahkan cairan bening.
" Maaf, Pak. Saya permisi, selamat siang." Pramoedya memilih pamit mundur dan tak ingin terlihat percekcokan antara Azzahra dan suaminya itu.
" Oh, ya ... sekali lagi terima kasih." Kali ini Gavin berbicara lebih santun karena dia menyadari dia sudah terlalu berlebihan bersikap terhadap Pramoedya.
" Sama-sama, Pak." Pramoedya pun melangkah pergi meninggalkan Gavin dan Azzahra yang masih nampak menegang.
" Honey, kau benar-benar ingin aku hukum ya!" ancam Gavin membuat Azzahra menelan salivanya.
***
Dua orang wanita cantik dengan perut membuncit sedang berada dalam pantauan sorot mata penuh intimidasi dua pasang mata pria yang sangat mencintai wanita-wanita di hadapannya itu.
" Banyak, Pak Dosen." Natasha masih dengan santai menanggapi pertanyaan suaminya itu.
" Sebutkan!" Kini tatapan pria berlesung pipi itu mengarah kepada istrinya yang seakan menantang dan tak kenal rasa takut dengan tegurannya.
" Hmmm, pertama ... matiin handphone, kedua kita jalan-jalan ke mall, ketiga kita makan junkfood, ke empat kita melanggar lalu lintas, ke lima kita nabrak gerobak baso, ke enam nggak kasih kabar ke suami ..." Natasha menyebutkan satu-persatu kesalahan yang diperbuatnya. Sedangkan Azzahra hanya pasrah dan tertunduk seraya meremas bagian tepi hijab panjangnya.
" Ada satu lagi!" sergah Gavin cepat.
" Apa, Kak?" Natasha menatap ke arah Gavin saat pria itu mengatakan jika ada hal yang lupa diucapkan Natasha yang dianggap sebagai suatu kesalahan.
" Pergi tanpa membawa supir." sahut Gavin.
" Oh iya, aku lupa ..." Natasha terkekeh seraya menepuk keningnya.
" Dan ada satu lagi!" tuding Yoga bernada lebih ketus.
" Apa lagi sih, Mas? Perasaan nggak ada lagi, deh! Kamu jangan menambah-nambahkan kesalahanku, dong!" protes Natasha karena dia merasa semua kesalahannya sudah dia sebut lengkap.
" Kamu lupa, kalau memuji pria lain selain suami kamu ini adalah suatu kesalahan juga?! Berani sekali kamu mengatakan jika orang yang menolong kamu itu ganteng! Lalu apa lagi yang kau katakan kepada polisi itu selain bilang ganteng?" Yoga mencoba menelisik apa saja yang telah istrinya itu perbuat kepada petugas polisi itu.
Sementara wanita yang membuatnya cemburu hanya menyeringai seraya mengusap lengkuknya.
" Apa kalian juga saling bertukar nomer HP supaya bisa sembunyi-sembunyi chating di belakang aku, hemm?!" Sepertinya dosen muda itu sudah dilanda cemburu dengan sosok pria yang menolong istrinya itu.
" Ya ampun, Mas. Mana mungkin aku minta nomernya dia! Aku itu tadi pakai jurus merayu biar nggak kena tilang, Mas!" sanggah Natasha, karena walaupun wanita itu sempat memuji jika pria penolongnya itu memang berwajah tampan, tapi dia tidak sampai nekat meminta nomer ponsel apalagi sampai bertukar nomer segala.
Sedangkan Azzahra yang mendengar Natasha sedang diintrogasi oleh Yoga kini melirik ke arah Gavin yang saat ini sedang menatapnya juga dengan melipat tangan di dadanya.
__ADS_1
" Ra, kamu saksi ... apa saja yang sudah dikatakan Natasha pada pria itu?" Kini Yoga bertanya kepada Azzahra yang membuat wanita itu yang saling bertatapan dengan suaminya itu terkesiap.
" I-iya, Kang?" Kini Azzahra menoleh ke arah Yoga .
" Apa saja yang dibicarakan istriku dengan polisi itu?" Kini pandangan Yoga menelisik ke arah Azzahra.
" Hmmm ..." Azzahra melirik ke arah Natasha yang hanya mengedikkan bahunya.
" Kamu harus jujur mengatakan semuanya tanpa ada yang harus ditutupi! Kamu mesti ingat kalau bohong itu dosa!" tegur Yoga.
" Hmmm, Teh Tata bilang kalau Teteh sudah menikah dan ... dan Kang Yoga lebih tampan dari pria itu." Azzahra berkata yang sebenarnya, walaupun tidak semua yang dikatakan oleh Natasha disampaikan oleh wanita itu.
Yoga yang mendengar dari Azzahra kalau istrinya sangat memujanya langsung menarik satu sudut bibirnya ke atas. Dia sebenarnya tahu kalau istrinya tidak mungkin berpaling darinya namun tetap saja dia tidak suka jika dia memuji pria lain.
" Nah, sekarang kamu percaya 'kan, Mas? Kalau aku itu nggak macam-macam di belakang kamu. Aku tuh cintanya cuma sama kamu, Mas. Cuma kamu malaikat pelindungku, dewa penolongku. Pria lain sih cuma lewat doang, nggak akan aku lirik. Karena cuma kamu yang aku butuhkan, Mas." Natasha mencoba meyakinkan suaminya itu jika dia tidak menggoda pria lain untuk kesenangan atau bersikap kecentilan.
" Teh, kalau Teteh bilang seperti itu, kenapa waktu Teh Tata kontraksi, terus aku mau telepon Kang Yoga malah dilarang? Kenapa malah minta ditolong sama Pak polisi tadi?" bisik Azzahra yang terdengar oleh Gavin.
" Kau bilang apa, Honey? Alexa melarang kau menelepon suaminya dan lebih memilih polisi itu untuk menolong dia?" Gavin bertanya dengan suara yang kencang membuat Yoga, Natasha dan Azzahra terkesiap dengan membelalakkan matanya.
" Benar itu, Yank? Kau lebih suka ditolong polisi itu daripada ditolong aku suamimu sendiri?" Yoga yang tadi sempat tersenyum bahagia kini kembali menatap istrinya dengan tatapan menghunus tajam.
" Bu-bukan seperti itu, Mas." Natasha menepis, dia tidak ingin kesalahpahaman seperti dahulu terjadi lagi, di mana dia meminta bantuan Gavin ketimbang Yoga dan itu membuat Yoga cemburu dan marah besar.
Azzahra yang melihat Yoga kembali marah kepada Natasha langsung mengarahkan pandangan kepada suaminya yang menyeringai karena sudah berhasil membuat Natasha dan Yoga ribut kembali. Azzahra merasa kesal karena sikap usil suaminya itu memakan korban orang lain, yaitu Yoga dan Natasha.
" Honey, kau harus bicara yang sejujurnya. Kalau adikku ini berbohong jangan kau tutupi. Apa benar jika itu lebih suka ditolong polisi yang dia bilang ganteng itu daripada sama Yoga?" Sepertinya Gavin merasa senang melihat sepasang suami istri itu cekcok. Dia merasa puas membalas adik sepupunya yang senang berbuat usil kepadanya selama ini yang belum sempat bisa balaskan.
" Kak, Kak Gavin jangan jadi provokator seperti itu, dong!" geram Natasha yang merasa kesal Kakak sepupunya itu berhasil memancing rasa cemburu Yoga terhadapnya.
" Ya ampun, Alexa. Kenapa kamu menuduh aku seperti itu? Aku hanya mengingatkan istri aku yang Sholehah ini agar selalu berkata jujur, tidak genit kalau melihat pria lain yang bening. Dan juga tidak melirik pria lain selain suaminya yang ganteng ini." Gavin kini merangkulkan lengannya di pundak sang istri dan memberikan kecupan di puncak kepala istrinya itu.
" Cih, nggak melirik pria lain selain suaminya yang ganteng?? Kak Gavin nggak tahu saja kalau Rara tadi itu memperhatikan suami orang yang tampan tanpa kedip. Kak Gavin juga kenal kok siapa pria itu." Natasha teringat akan Ricky saat jumpa di restoran tadi. Dia sempat melihat Azzahra terlalu serius menatap Ricky walaupun tujuannya untuk mengingat. Natasha merasa itu bisa dijadikan sebagai balasan atas apa yang Gavin lakukan tadi hingga membuat Yoga cemburu.
" Teh ..." Azzahra tidak menyangka Natasha mengatakan hal itu kepada Gavin.
" Benar itu, Honey? Kau menatap suami orang lain tanpa berkedip?!" Kini giliran Gavin yang dibakar cemburu.
" Sorry ya, Ra. Habis suamimu itu yang memulai." Natasha terkekeh seraya mengangkat jari telunjuk dan tengahnya bersamaan.
" Yank, kita pulang, yuk! Kasihan aku sudah dari tadi ninggalin Alden." Natasha langsung menggandeng tangan suaminya yang masih memberengut.
" Kita duluan ya, Ra, Kak Gavin. Assalamualaikum ..." Natasha berpamitan.
" Waalaikumsalam ..." Azzahra membalas dengan suara pelan.
" Ingat jurus yang aku ajarkan, Ra!" teriak pemillik Alexa Butique itu sebelum benar-benar meninggalkan Azzahra dan Gavin yang sedang menegang.
*
*
*
Bersambung ....
Banyak yang kangen sama couple MSI jadi aku masukan di sini aja sedikit di sini ya, karena belum bisa kasih lanjutan MSI.
Happy Reading❤️
__ADS_1