KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Jangan Berbohong Kepadaku


__ADS_3

Azzahra berjalan dengan gontai menuju sofa setelah kepergian Agatha. Dia lalu mendudukkan tubuhnya di kursi empuk itu.


" Pantas saja dia begitu perhatian dan terlihat perduli dengan Teh Natasha, ternyata dia menyukai Teh Natasha." Entah mengapa hati Azzahra seakan tercubit saat mengetahui fakta tentang kedekatan Gavin dengan Natasha.


" Sikap dia terhadap Teh Natasha selalu manis dan lembut. Sementara sikap dia ke aku selalu penuh dengan cibiran dan membuat kesal." Azzahra menggigit bibirnya. Dia mencoba mengingat kejadian yang pernah dia tangkap saat wedding party Yoga dan Natasha. Saat itu dia melihat Gavin dan Natasha bercanda bahkan sesekali berpelukan. Dan Azzahra tidak pernah mengira jika ternyata Gavin mempunyai perasaan cinta terhadap Natasha.


Seketika itu juga dada Azzahra terasa sesak saat menyadari jika dia harus kembali bersaing dengan Natasha. Setelah gagal dengan Yoga, apakah kali ini Gavin pun akan terus mendekati Natasha.


" Dia mencintai Teh Natasha, mungkin saja saat dia melakukannya kepadaku, dia membayangkan jika dia melakukan hal itu dengan Teh Natasha." Hati Azzahra dilanda gelisah.


" Dulu Gavin memilih bercerai denganku karena wanita itu, jangan sampai kamu pun nanti menjadi janda karena Gavin menceraikan kamu dan kembali berselingkuh dengan adik sepupunya itu."


Kata-kata Agatha terus terngiang di telinga Azzahra membuat akhirnya dia bangkit dan berlari menuju kamar menaiki anak tangga, dan setelah sampai di kamar Azzahra langsung menghempaskan tubuhnya dan menelungkupkan wajah di atas bantal lalu menangis tersedu.


Sementara itu di Hotel milik Dad David, Gavin terlihat sangat sibuk karena hotelnya akan dipilih sebagai tempat menginap beberapa atlet dari dalam dan luar negeri karena ada event olahraga yang akan diselenggarakan di Jakarta pekan depan.


Gavin baru kembali ke ruangannya lewat jam dua siang. Dia kemudian melihat layar monitor CCTV yang tersambung dengan apartemennya. Dia melihat potongan-potongan rekaman kegiatan istrinya itu. Gavin tersenyum saat dia mendapati istrinya itu sedang berkeliling menjelajahi tiap ruangan demi ruangan yang ada di apartemennya, termasuk saat istrinya itu masuk ke dalam ruang kerjanya dan memperhatikan foto yang ada di ruangan itu.


Gavin menautkan alisnya saat dia melihat Azzahra yang terlihat terburu-buru keluar dari ruang kerja di apartemennya lalu terlihat Azzahra memperhatikan layar monitor CCTV kemudian melangkah ke arah pintu dan membuka pintu apartemennya.


Gavin terkesiap saat mendapati sosok Agatha yang datang ke apartemennya. Dia melihat waktu kedatangan Agatha ternyata tiga jam lalu. Gavin memperhatikan gestur tubuh istrinya selama berbincang dengan mantan istrinya yang terlihat tak nyaman apalagi saat dia melihat tangan Azzahra menyeka air mata. Dan terlihat Azzahra menangis setelah kepulangan Agatha.


" Si*al ...!! Apa yang dilakukan wanita itu!!" Gigi Gavin mengerat diikuti rahangnya yang mengeras. Gavin segera mematikan layar monitor dan bergegas pergi meninggalkan ruang kerjanya.


***


Gavin membuka pintu kamarnya, dia langsung disuguhi suara merdu Azzahra yang sedang melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Gavin berjalan perlahan mendekat dan duduk di tepi tempat tidur seraya memperhatikan istrinya itu yang terlihat sedang khusyuk membaca ayat-ayat suci itu.


Gavin tidak pernah menduga jika dia yang termasuk pria metrosek*sual yang sangat menyukai dunia glamor dan banyak bergaul dengan wanita modern yang berpenampilan sexy menggoda, justru saat ini beristrikan gadis daerah yang terkesan sederhana dan taat dalam menjalankan ibadah agama.


" Shodaqallahul adzim ..." Azzahra mengakhiri bacaannya kemudian menutup Alquran dan menciumnya.


" Suara kamu merdu sekali saat mengaji tadi."


Azzahra tersentak saat mendengar suara Gavin. Dia sama sekali tidak menyadari kehadiran suaminya itu di kamar, karena dia terlalu fokus membaca Alquran.

__ADS_1


" Kamu?" Azzahra memegang dadanya karena masih terasa kaget.


" Kaget, ya? Kamu sedang khusyuk mengaji jadi tidak dengar aku masuk ke kamar," ucap Gavin.


Azzahra lalu bangkit, melepas dan melipat mukenanya setelah selesai melaksanakan sholat Ashar.


" Apa yang dia katakan kepadamu?" tanya Gavin saat dilihatnya wajah istrinya yang terlihat sendu bahkan sangat terlihat jelas kulit di seputar mata istrinya itu terlihat memerah karena habis menangis.


" Siapa?" tanya Azzahra tak tahu siapa yang dimaksud Gavin.


" Agatha, dia tadi ke sini, kan?" tanya Gavin.


Azzahra menghela nafas perlahan lalu menoleh ke arah suaminya.


" Kamu tahu dari mana? Apa mantan istrimu itu datang menemuimu di kantor?" ketus Azzahra.


" Tidak! Aku lihat dari rekaman CCTV dari kantor."


Azzahra terkesiap mendengar penjelasan Gavin.


" Tentu saja, ini apartemenku jadi aku harus pantau ada kejadian apa saja di apartemenku ini."


Azzahra mendengus kesal mengetahui ternyata aktivitas selama ini terpantau kamera CCTV.


" Jadi selama ini kamu memata-mataiku?!" geram Azzahra.


" Bukan memata-matai, itu hanya untuk mengawasi jika ada kejadian yang tidak terduga atau tidak diinginkan, seperti tadi. Begitu aku lihat Agatha ternyata tadi kemari aku langsung pulang. Lagipula CCTV itu sudah terpasang jauh sebelum kamu tinggal di sini.


" Apa kamu juga memasang CCTV di kamar mandi?" selidik Azzahra curiga.


" Tidak, untuk area itu bebas CCTV."


" Berarti di kamar ini juga di pasang CCTV?" Azzahra mencari letak kamera CCTV di sudut kamar itu.


" Tentu saja, kenapa? Kamu mau lihat rekaman saat kita hiya-hiya?" Gavin memainkan alisnya membuat Azzahra langsung memukul Gavin dan Gavin pun tergelak mendapatkan serangan dari Azzahra.

__ADS_1


" Tadi dia bicara apa saja sama kamu?" tanya Gavin setelah dilihatnya istrinya itu sudah tidak lagi menyerangnya dengan pukulan.


" Tidak ada!" jawab Azzahra ketus.


" Jangan berbohong padaku. Aku tahu sedang ada yang mengganggu pikiranmu hingga membuat kamu menangis." Gavin tahu jika Azzahra sengaja menyembunyikan sesuatu.


" Siapa yang menangis?" Azzahra memalingkan wajahnya tak ingin bersitatap dengan suaminya.


Tangan Gavin menangkup pipi Azzahra hingga wajah cantik istrinya itu kini terarah tepat di depan wajahnya.


" Apa Agatha berbicara yang tidak-tidak tentang aku?"


" Bicara yang tidak-tidak bagaimana maksud kamu?" Azzahra masih bertahan tak ingin menceritakan apa yang dikatakan mantan istri Gavin itu kepadanya.


" Ya, mungkin saja dia berbicara yang buruk tentang aku ke kamu. Mungkin saja dia ingin mempengaruhi kamu agar kamu marah dan kecewa ke aku."


" Nggak, nggak ada yang dikatakan Nyonya itu ke aku tentang kamu." Azzahra mengurai tangan Gavin yang sedang menyentuh wajahnya kemudian kembali memalingkan wajahnya.


" Kamu jangan berbohong kepadaku. Sebaiknya kamu katakan saja apa yang dikatakan wanita itu ke kamu. Karena kalau kamu tidak mau mengatakannya, aku akan datangi dia dan menanyakan langsung apa yang sudah dia katakan ke kamu hingga membuat kamu besedih dan menangis tadi," tegas Gavin membuat Azzahra terkesiap mendengar ancaman Gavin.


Azzahra kemudian melangkah dan mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur lalu dia kembali menatap suaminya yang masih berdiri


" Nyonya itu bilang ... kalau kamu mencintai Teh Natasha ..." lirih Azzahra.


Deg


Saat ini justru Gavin lah yang terkesiap mendengar pengakuan Azzahra jika Agatha telah mengatakan kenyataan bahwa dirinya memang pernah jatuh hati pada wanita yang menjadi adik sepupunya itu.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2