KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Mendadak Gelisah


__ADS_3

Suasana di rumah keluarga Atmajaya terlihat nampak ramai saat acara Tingkeban anak pertama Natasha dan Prayoga. Setelah diadakan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, Dilanjut dengan acara siraman. Acara nujuh bulanan menantu dari keluarga Atmajaya itu sempat heboh saat Natasha menangis ketakutan saat sesi memasukan belut pada siraman ke tujuh hingga mengenai ke perut buncit Natasha. Sontak saja perilaku Natasha itu membuat orang-orang yang ada di sana tertawa. Hingga Yoga harus turun tangan untuk menenangkan istrinya itu.


" Teh Tata lucu sekali ya, Kak." Azzahra ikut terkikik melihat istri Yoga yang dia kenal galak dan cerewet itu ternyata penakut juga.


" Kamu bisa tertawa, Honey. Memangnya kalau kau yang dimasukan belut seperti itu berani?" sindir Gavin.


" Pasti geli banget, Kak. Hiiii ..." Azzahra mengedikkan bahunya.


" Lagipula nanti kalau kamu hamil nggak usah pakai acara masukin belut segala. Aku takut belutnya salah jalan dan tersesat masuk lubang." Gavin menyeringai membuat Azzahra langsung menoleh ke arah suaminya dan menyerang suaminya dengan cubitan.


" Astagfirullahal adzim, Kak. Ini banyak orang jangan bicara seperti itu, dong!" Azzahra melotot.


Gavin terkekeh. " Aku bicara apa, Honey? Pasti otakmu ini mikirnya sudah ke hal me*sum, ya?!" Gavin menggoda hingga membuat Azzahra salah tingkah.


Setelah rentetan acara nujuh bulanan selesai, tempat tinggal Papih Prasetya masih nampak ramai dengan kerabat dekat keluarga Atmajaya.


" Teh, selamat ya, semoga persalinannya nanti lancar. Bayinya juga nanti terlahir sehat," Azzahra memberikan selamat kepada Natasha seraya memeluk Natasha.


" Oh hai, Ra. Aamiin, makasih ya, kamu dan Kak Gavin menyempatkan waktu datang kemari."


" Tentu saja kami menyempatkan kemari, Alexa." Kini Gavin yang memeluk Natasha


" Terima kasih, Kak." Natasha mengusap punggung Gavin. Karena sejak obrolan di telepon kemarin, Gavin belum sempat menceritakan masalahnya itu lagi kepaanya.


" Oh, ini kakak sepupu kamu yang jadi suaminya Neng Rara ya, Ta?" Tante Jihan, adik dari Mamih Ellena bertanya kepada Natasha.


" Iya benar, Tan. Ini Kak Gavin." Natasha menjawab.


" Oh hai, Neng Rara. Maaf ya, waktu itu Tante nggak bisa datang di acara pernikahan kalian. Karena waktu itu Tante sama Om sedang di Singapura." Tante Jihan menyapa Azzahra dan menjelaskan alasannya tidak bisa hadir di acara pernikahan Azzahra dan Gavin.


" Ah, nggak apa-apa, Tante." Azzahra menyahuti perkataan Tante Jihan.


Sementara untuk Gavin, mendengar kata Singapura, hatinya tiba-tiba saja merasa terusik. Ini adalah hari ketiga Rizal dan rekannya terbang ke Singapura, namun keberadaan soal Jovanka dan anaknya masih belum juga ditemukan.


" Neng Rara pintar juga cari suami, ganteng begini." Tante Jihan terkikik.


" Tan, nggak usah kecentilan gitu, deh!" Yoga langsung menyindir tantenya.


Tante Jihan terkekeh mendengar sindiran keponakannya itu.


" Memang Kakak aku ini ganteng sih, Tan. Makanya banyak digandrungi tante-tante." Natasha ikut menimpali.

__ADS_1


" Alexa ..." Gavin menatap adik sepupunya itu meminta agar tidak membuka masa lalunya bersama Agatha.


" Apalagi sekarang dia itu pewaris dari perusahaan milik Om David. Hotelnya berjejer di mana-mana lho, Tan." Natasha seakan tak perduli dengan protes yang dilancarkan Gavin.


" Benarkah? Wah, Neng Rara harus hati-hati kalau begitu. pasti akan banyak wanita yang ingin mengincar suami kamu ini." Tante Jihan menasehati.


" Coba saja kalau ada wanita yang berani menggoda Kak Gavin, harus hadapi aku terlebih dahulu!" ucap Natasha bernada mengancam.


" Kalau suruh menghadapi Mbak Tata sih, yang ada calon pelakornya langsung lari terbirit-birit, deh. Mbak aku ini 'kan lebih menyeramkan dari filmnya Suzana." seloroh Amara, adik dari Natasha membuat semua yang ada di ruangan itu termasuk Natasha sendiri tertawa. Hanya Gavin yang terlihat tidak menikmati kehangatan perbincangan jelang sore itu. Dan hal itu tentu saja terekam oleh mata Azzahra.


***


" Kak Gavin lelah, ya?" tanya Azzahra saat melihat suaminya itu langsung terduduk di sofa kamar seraya memijat pelipisnya setibanya di rumah Abi.


" Iya sedikit ..." sahut Gavin.


" Mau aku pijat pundaknya, Kak?" Azzahra menawarkan.


Gavin menoleh ke arah Azzahra sembari tersenyum tipis.


" Kemarilah, Honey." Gavin meminta Azzahra mendekat kemudian duduk di samping suaminya itu.


" Kamu tadi senang sekali ya, ikut membully suamimu ini di depan Alexa and the gank sampai tertawa puas begitu?" Gavin memprotes seraya menarik hidung mancung sang istri.


Azzahra terkekeh menanggapi hal yang dikeluhkan suaminya.


" Kan yang diucapkan Teh Tata memang benar, Kak. Kak Gavin itu idolanya Tante-tante."


" Eh, beneran meledek, hmmm." Gavin lalu menggelitik pinggang Azzahra, membuat Azzahra kegelian.


" Kak, ampun ..." Gavin terus menggelitik di pinggang Azzahra hingga Azzahra memohon ampun agar suaminya itu menghentikan aksi jahilnya.


" Itu hukuman untuk istri yang senang membully suami."


" Iya aku minta maaf. Kak, sudah hentikan!" Azzahra sampai merebahkan tubuhnya di sofa tak tahan dengan serangan suaminya hingga kini tubuh Gavin telah mengungkungnya.


" Rayu aku dulu supaya aku tidak marah." Gavin mengajukan syarat.


" Merayu apa? Aku 'kan nggak bisa merayu."


" Ilmu yang diajarkan Alexa kalau menghadapi suami yang sedang marah sudah kamu lupakan hmmm?"

__ADS_1


Azzahra terkikik menutup mulutnya.


" Oh, itu ..." Azzahra lalu melingkarkan lengannya di leher Gavin membuat Gavin menyeringai.


" Kak Gavin suamiku yang tampan, aku minta maaf, ya! Aku janji tidak akan membully jika tidak terpaksa." Azzahra tertawa lepas mengucapkan janjinya itu.


" Berani meledek lagi rupanya." Gavin lalu memggigit hidung mancung istrinya hingga membuat Azzahra memekik.


" Kak, Astaghfirullahal adzim ... jangan jadi kanibal, deh! KDRT, tau!" Azzahra memberengut seraya memegangi hidungnya.


" Salahmu sendiri kenapa berani-beraninya meledek suami sendiri." Gavin nampak senang melihat Azzahra cemberut


Ddrrtt ddrrtt


Tiba-tiba suara ponsel Gavin berbunyi. Gavin meraih ponsel yang tadi dia letakan di meja dekat sofa. Gavin melihat nama Rizal yang muncul di layar ponselnya.


Gavin terkesiap. Dia langsung menjauhkan tubuhnya dari Azzahra kemudian meraih ponsel itu dan berjalan keluar kamar Azzahra.


" Sebentar, Honey..." Itu kalimat yang dikatakan Gavin sebelum menghilang dari kamar.


Azzahra mengeryitkan keningnya. Dia terheran, tidak biasanya Gavin mengangkat telepon sembunyi-sembunyi. Selama ini, di mana pun berada jika ada panggilan masuk di ponsel suaminya itu, Gavin selalu menerima panggilan itu di depannya.


Sementara itu Gavin melangkah ke luar bangunan rumah milik Abi Rara itu. Saat ini dia sedang berada di pekarangan rumah yang terlihat rindang dengan pepohonan.


" Halo, Pak Rizal. Ada informasi apa?" tanya Gavin pelan saat menjawab panggilan masuk dari orang yang ditugaskan Dad David mencari keberadaan Jovanka dan anaknya.


" Selamat sore, Tuan Gavin. Maaf jika mengganggu waktu Anda. Kami hanya ingin menyampaikan info, kalau kami sudah menemukan keberadaan Nona Jovanka, Tuan."


Deg


Jantung Gavin berdetak lebih kencang saat Rizal mengatakan Rizal sudah menemukan informasi di mana Jovanka berada. Padahal Rizal belum memberikan info apakah benar ada anak kecil yang mirip dengannya atau tidak. Yang pasti jawaban yang disampaikan Rizal sukses .membuat hatinya seketika mendadak gelisah.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2