
Dengan langkah lebar Gavin memasuki perusahaan milik Ruslan Hadiwijaya, suami dari tantenya, Tante Melly yang merupakan adik dari Dad David.
" Di mana Andra?" tanya Gavin kepada Anggi, sekretaris dari Andra Hadiwijaya, sepupunya.
" Maaf, apa Tuan sudah membuat janji dengan Pak Andra?" tanya Anggi yang tidak mengenali siapa Gavin.
Gavin tidak memperdulikan pertanyaan Anggi, dia justru terus melangkah menghampiri pintu ruang kerja Andra.
" Eh, Tuan siapa? Jika Tuan belum punya janji dengan Pak Andra, Anda tidak bisa seenaknya saja masuk ke ruangan Pak Andra." Anggi dengan cepat berlari ke depan pintu ruangan Andra dan berdiri menghalangi Gavin yang ingin masuk.
" Tolong menyingkirlah! Saya tidak punya urusan dengan kamu!" ucap Gavin menahan emosi membuat Anggi akhirnya membuka pintu ruangan Andra, bahkan tangan kokoh Gavin membantu mendorong pintu ruang kerja Andra hingga terbuka lebar.
Andra yang saat itu sedang ditemani seorag wanita yang duduk di pangkuannya tersentak kaget saat pintu ruang kerjanya dibuka tiba-tiba.
" Maaf, Pak Andra. Tuan ini memaksa masuk ke dalam ruangan." Anggi melaporkan kepada Andra, karena dia tidak ingin disalahkan oleh bosnya itu.
Sementara Gavin yang mendapati Andra nampak sedang bersama wanita langsung menatap dengan sorot tajam ke sepupunya itu.
" Ada apa kau kemari?" tanya Andra merasa terganggu dengan kehadiran Gavin.
Gavin berjalan mendekat ke arah Andra melewati teman wanita Andra.
" Kalian berdua keluarlah dari sini!" Gavin menyuruh Anggi dan teman wanita Andra keluar dari ruang kerja Andra.
" Kau tidak bisa seenaknya saja mengusir tamuku, Gavin!" hardik Andra merasa tak terima diatur oleh Gavin di kantor dia.
Gavin yang memang sedang emosi terhadap Andra langsung menghampiri Andra kemudian melayangkan sebuah bogem mentah ke wajah Andra.
" Aakkhhh ....!!" Anggi dan teman wanita Andra berteriak histeris saat melihat Gavin meninju wajah Andra.
" Si*al! Kenapa kau memukulku, Gavin?" Andra memegangi rahangnya yang terkena tonjok Gavin.
" Itu belum seberapa dengan sakit hati yang dirasakan Alexa terhadapmu, Andra! Kau sudah membuat dia mengemis-ngemis cintamu, dan kau sudah menolaknya! Tapi kau malah ingin memper*kosanya! Dasar breng*sek!!" Gavin kembali mencengkram baju Andra.
Buugghh
Sebuah pukulan kembali menghantam wajah tampan Andra membuat pria itu tersungkur hingga tubuhnya terjatuh di meja kerjanya.
" Andraaaa ...!" Teman wanita Andra langsung memeluk tubuh Andra.
" Hei, apa yang kamu lakukan kepada kekasihku?!" geram teman wanita Andra kesal.
" Cih! Kekasihmu? Saya hanya ingin memberikan yang pantas dia dapatkan karena dia sudah menyakiti adik sepupuku!" tegas Gavin.
" Eh, kamu bilang sendiri kalau Andra itu sudah menolak adik kamu! Adik kamu saja yang nggak tahu diri, sudah ditolak masih saja ngemis-ngemis cinta. Jadi jangan salahkan Andra, dong! Salahkan adik kamu saja sana yang nggak bisa move on," sindir teman wanita Andra.
__ADS_1
" Sebaiknya kamu jangan pernah ikut campur urusan saya dengan Andra!" Gavin nampak emosi mendengar wanita di hadapannya itu menjelekan soal Natasha di hadapannya.
" Keluar kataku!! Keluaaarr!!" bentak Gavin emosi membuat wanita teman Andra itu akhirnya beringsut ke luar ruang keja Andra.
" Tega sekali kamu melakukan hal itu terhadap adikku, Andra! Kau melecehkannya, bahkan setelah itu Alexa hampir dicelakai para preman, itu semua karena kau penyebabnya Andra!"
" Aku tidak bisa bayangkan jika malam itu tidak ada Yoga yang datang menolong Alexa, mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan adikku sepupuku lagi. Kau benar-benar breng* sek, Andra!! Pengecut ...!!" geram Gavin dengan emosi yang meledak-ledak.
" Oh, ayolah, Gavin. Jangan munafik!! Bukankah kau sendiri pernah menikmati kehidupan sek*s bebas?" cibir Andra.
" Tapi setidaknya aku tidak pernah memaksa orang untuk berhubungan denganku. Aku tidak pernah memaksa orang melakukan apa yang tidak ingin mereka lakukan!" sanggah Gavin Karena Gavin merasa dia tidak pernah memaksa pasangan saat berhubungan. Mungkin kalaupun ada yang dia paksa itu pastilah Azzahra. Namun dia memaksa Azzahra untuk melayaninya karena status Azzahra yang sudah menjadi istrinya.
" Sekarang aku memahami kenapa Alexa sangat tidak nyaman dekat denganmu. Dan aku bersyukur dia tidak mendapatkan pria breng*sek seperti kau, Andra!!" Gavin kemudian melangkah seolah dia tidak merasa bersalah telah membuat keributan.
" Aku peringgatkan kau, Andra! Jangan pernah temui atau dekati Alexa lagi, untuk urusan apapun!?" ancam Gavin sebelum akhirnya tubuh tegapnya menghilang di pintu kamar
***
Azzahra baru saja selesai menaruh botol berisi ASI ke dalam freezer setelah dia melakukan pumping. Dia pun kemudian berniat kembali ke kamarnya.
" Rara, di mana suami kamu?" tanya Dad David yang sedang menuruni anak tangga.
" Kak Gavin ada di kamar, Pa. Papa mau ada perlu sama Kak Gavin? Nanti Rara panggilkan dulu Kak Gavinnya ya, Pa." Azzahra melihat wajah Dad David nampak serius membuat dia akhirnya memilih berpamitan kepada Papa Mertuanya itu.
" Tolong suruh ke ruang kerja Papa ya, Ra!" perintah Dad David saat Azzahra berlalu dari hadapan Dad David.
Azzahra membuka pintu kamarnya. Dia mendapati suaminya itu sedang tidur menopang kepalanya dengan tangannya seraya memperhatikan Baby Rayya yang masih berbaring di tempat tidur Gavin dan Azzahra.
" Kak, ditunggu Papa di ruang kerja sekarang." Azzahra menyampaikan apa yang diperintahkan Dad David.
Gavin mengeryitkan keningnya.
" Ada apa Dad David panggil aku? Rasanya perusahaan baik-baik saja, tidak ada yang perlu dibahas.," Gavin bertanya-tanya.
" Entahlah, sebaiknya Kak Gavin temui Papa sekarang. Aku nggak mau takutnya Papa beranggapan aku tidak memberitahu Kak Gavin." Azzahra kemudian mendorong tubuh suaminya itu sampai pintu
" Ya sudah, aku temui Dad David sekarang. Siapa tahu Dad David sedang ingin membagi-bagi warisan." Gavin menyeringai.
" Astaghfirullahal adzim, Kak! Orang tua masih ada malah ribut doal warisan. Pamali atuh, Kak!" protes Azzahra.
" Pamali itu suaminya Bu Mali?" Gavin berseloroh membuat Azzahra melotot dan Gavin langsung berlari ke luar kamar menuju kamar kerja Dad David.
" Dad ..." Setelah mengetuk pintu Gavin kemudian masuk ke dalam ruangan Dad David.
" Gavin, masuklah!" Dad David menyuruh anaknya itu untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.
__ADS_1
" Rara bilang Dad ingin bicara denganku. Ada apa, Dad? Apa ada masalah perusahaan yang serius?" tanya Gavin kemudian duduk di depan meja Dad David.
" Bukan, ini bukan soal pekerjaan," sanggah Dad David.
" Lalu?"
" Tantemu tadi telepon, katanya siang tadi kau ke kantor Andra dan berbuat kekacauan di sana. Ada apa sebenarnya?" tanya Dad David
Gavin menghela nafas panjang.
" Ya, aku memang ke sana untuk menghajar Si Andra Breng*sek itu!" Gavin masih terlihat kesal.
" Astaghfirullahal adzim, kenapa kamu menghajar Andra, Gavin. Dad tahu bubungan kalian memang tidak terlalu akrab tapi kenapa harus ada baku hantam, Gavin?!" Dad David nampak menyesalkan apa yang dilakukan oleh anaknya terhadap keponakannya.
" Dia memang pantas mendapatkannya, Dad." Gavin seolah merasa apa yang dilakukannya adalah benar.
" Kenapa? Memangnya ada apa?" tanya Dad David menelisik.
" Sebaiknya Dad tanya kepada keponakan Dad itu, alasan aku meninjunya," ucap Gavin enteng.
" Gavin, Dad tanya sama kamu. Apa yang menyebabkan kau memukul Andra?!" Dad David nampak kesal karena Gavin masih bertele-tele tidak mengatakan masalahnya.
" Karena dia pernah hampir memper*kosa Alexa, Dad."
" Astaghfirullah adzim ..." Dad David terperanjat mengetahui apa yang dilakukan keponakannya itu.
" Tapi bagaimana itu bisa terjadi, Gavin? Apa Andra mengenal Natasha?"
" Karena Alexa adalah calon tunangan yang dipilihkan oleh Om Ruslan dan Tante Melly."
Dad David mengerutkan keningnya.
" Natasha dan Andra dulunya bertunangan?" Dad David nampak surprise mendengar penjelasan Gavin.
" Baru calon tunangan, Dad. Tapi tidak jadi karena Andra selalu menolak Natasha, sampai akhirnya Andra marah dan mele*cehkan Natasha."
" Astaghfirullahal adzim ..." Dad David kemudian memijat pelipisnya. Dia tidak menyangka keponakan dia yang berpembawaan santun itu berani melakukan hal yang sangat memalukan bahkan bisa mencoreng nama baik keluarga
*
*
*
Bersambung ...
__ADS_1
Happy Reading❤️
.