
Azzahra melempar pandangan keluar jendela mobil milik suaminya. Sepanjang perjalanan pulang kembali ke Jakarta, wanita itu lebih banyak berdiam diri ketimbang berbicara dengan sang suami. Entah kenapa dia merasa jika hari ini suaminya itu bertingkah menyebalkan hingga membuat dirinya merasa kesal.
" Honey, jangan marah terus. Ibu hamil itu tidak boleh marah-marah dan tidak boleh stress. Ibu hamil itu harus selalu ceria agar baby nya juga ikut senang." Gavin mencoba merayu istrinya.
" Bagaimana aku mau nggak stress, punya suami seperti Kak Gavin?!" Azzahra berucap tanpa menoleh sama sekali ke arah suaminya itu.
" Honey, seburuk itukah aku di matamu?" Gavin menoleh ke arah Azzahra.
" Aku nggak suka punya suami yang sombong, meremehkan orang lain, boros. Aku nggak suka punya suami seperti itu!"
" Oke-oke aku minta maaf, Honey. Tapi kamu jangan marah lagi, ya!" Gavin menggenggam tangan Azzahra lalu mengecupnya.
Brrraaakkk
Tiba-tiba suara benturan keras terdengar menghantam mobil yang dikendarai Gavin.
" Astaghfirullahal adzim!" Azzahra tersentak kaget.
" Kak, apa itu? Apa kita menabrak orang?" tanya Azzahra senewen.
" Tidak tahu, Honey." Gavin dengan cepat membuka seat belt nya lalu membuka pintu mobil.
" Kau tunggu di sini, Honey." Gavin meminta agar Azzahra tetap di tempatnya dan tidak sampai keluar dari mobil karena dia melihat jalanan yang dilaluinya itu sepi dan penerangan di sana pun sangat minim.
" I-iya, Kak." Azzahra menggenggam erat seat belt nya itu.
Gavin kemudian keluar dari mobilnya dan dia berjalan menuju arah depan mobilnya. Dia terkesiap mendapati sebuah sepeda motor sedikit ringsek masuk ke dalam kolong mobilnya dan seorang tergeletak di bawah dengan cairan merah kental tercecer di bawah kepalanya.
" Astaghfirullahal adzim." Tubuh Gavin seketika melemas melihat pemandangan itu. Perlahan dia berjongkok mencoba mendekati sosok yang terkapar itu.
Buugghh
Sebuah tendangan keras tiba-tiba melesat mengenai punggung Gavin hingga pria itu terjerembab dengan wajah mengenai aspal jalanan. Tak cukup sampai di situ. Orang yang menendang Gavin pun menginjak punggung Gavin hingga Gavin tidak bisa bergerak.
Sementara di dalam mobil, Azzahra langsung berteriak saat tiba-tiba seseorang datang dan melakukan tendangan ke arah Gavin.
" Kak Gavin, awas!!" pekik Azzahra. Dan tanpa pikir panjang Azzahra langsung keluar dari mobil dan berlari menghampiri suaminya. Namun dia kembali terkesiap saat melihat orang yang menendang Gavin kini meletakkan kakinya di punggung suaminya itu. Sementara orang yang tadi tergeletak kini bangun dan berdiri.
__ADS_1
" Kak Gavin ...!!" pekik Azzahra kembali.
" Honey, kembalilah ke dalam mobil!!" Dengan suara berat menahan rasa sakit Gavin menyuruh Azzahra untuk kembali ke dalam mobil. Namun belum sempat Azzahra berlari seseorang telah menarik hijab panjang yang dikenakan Azzahra hingga Azzahra meringis.
" Aaaakkhh ...."
" Honey, kau kenapa?" Gavin yang masih dalam posisi terinjak dan sebagian pipinya tergores aspal jalan berusaha mencari di mana posisi istrinya berada.
" Kak Gavin, hiks ..." Azzahra langsung menangis histeris karena ini pertama kalinya dia mendapatkan perlakuan buruk dari orang.
" Siapa kalian? Dan apa mau kalian?" tanya Gavin geram.
" Jangan banyak bicara kau!!" hardik suara seorang wanita terdengar dari mulut orang yang menginjak punggung Gavin.
Tentu saja mengetahui orang yang menyerangnya seorang wanita membuat Gavin terkesiap. Dia bahkan tidak menyangka sama sekali jika pemilik kaki yang sedang menginjak kencang punggungnya adalah seorang wanita.
" Kau mau uang? Aku akan berikan. Tapi lepaskan istriku! Dia sedang hamil!" Gavin mencoba untuk bangkit namun kaki wanita itu kembali menekan punggung Gavin.
" Aaaakkhh ...!" Gavin meringis menahan sakit.
" Kak Gavin ...!!" Azzahra masih terus menangis dan memanggil nama suaminya.
" Apa dia istrimu?!" tanya wanita itu. " Bawa dia kemari!" perintah wanita itu kepada orang yang pura-pura tertabrak tadi yang kini memegangi Azzahra.
" Lepaskan aku!! Jangan sentuh-sentuh!!" teriak Azzahra histeris.
" Kalian jangan berani-beraninya menyakiti istriku jika kalian tidak ingin mengalami masalah!!" ancam Gavin.
" Kau pikir aku takut dengan ancamanmu?!" Wanita itu seakan tak gentar dengan ancaman yang ditebarkan oleh Gavin.
Plaakk
" Aaaakkhh ..."
Sebuah tamparan mengenai wajah putih mulus Azzahra hingga membuat Azzahra menjerit dan menangis kencang.
" Breng*sek!!" Jangan sentuh istriku!! Berani sekali kalian menyakiti istriku!!" Teriak Gavin kesetanan saat mengetahui istrinya itu terkena tamparan. Gavin mencoba untuk terus bangkit walaupun mendapatkan perlawanan keras, namun kerena emosinya yang meluap membuat akhirnya dia bisa bangkit dengan sempoyongan dan berhasil menyerang wanita itu.
__ADS_1
" Honey ..." Gavin yang melihat istrinya menangis dengan tangan memegang pipinya yang memerah langsung menyerang orang yang memegangi Azzahra. Namun orang yang memegang Azzahra lebih dulu sigap menendang perut Gavin hingga Gavin kembali terjungkal.
" Kak Gavin!! Hiks ... Rara takut, Kak!" Azzahra sudah benar-benar merasakan saat itu situasi benar-benar chaos. Hal-hal buruk yang akan menimpa mereka sudah berkelebat di pikirannya. Apalagi melihat kondisi suaminya yang tak berdaya dengan luka di bagian pipinya.
Gavin kembali berusaha bangkit dan melakukan perlawanan sengit namun berkali-kali juga dia terjatuh.
" Aku ingin memberikan kenang-kenangan untukmu, Tuan Gavin Richard." Wanita itu yang ternyata mengenali Gavin mengeluarkan sebuah samurai dan mengacungkan senjata itu ke atas.
Sontak pemandangan itu membuat Gavin dan Azzahra terperanjat dan merinding. Azzahra bahkan langsung terjatuh lemas, hingga membuat orang yang memeganginya melepaskan Azzahra dengan mendorong tubuh Azzahra hingga terlempar sejauh dua meter dari tempatnya berdiri.
" Honey ...!!" Gavin berusaha mendekat ke arah Azzahra namun samurai itu sudah siap menancap atau bahkan memotong salah satu bagian tubuhnya.
" Siapa kalian?! Apa mau kalian sebenarnya?!" Dengan tubuh bergetar Gavin berusaha mencari tahu siapa sebenarnya mereka. Karena wanita yang menyerangnya itu memakai tutup kepala dan hanya memperlihatkan mata dan mulutnya saja sedangkan seorang yang berpura-pura menjadi korban mengenakan masker dan mengenakan topi.
" Mauku adalah menjemput ajalmu!" Wanita itu kemudian mengayunkan senjata tajam itu ke atas dan dengan gerakan cepat mengayunkan senjata itu ke arah perut Gavin namun Gavin lebih dulu berhasil menedang tangan wanita itu hingga samurai yang ada di tangan wanita itu menebas angin.
Melihat wanita itu lengah, Gavin berusaha bangkit dan menyerang wanita itu namun pelaku lainnya langsung menendang perut Gavin kembali hingga Gavin kembali tersungkur bahkan kedua kaki Gavin diinjak oleh orang itu hingga membuat Gavin meringis kesakitan
Wanita itu kembali mengayunkan senjatanya siap mencabik-cabik perut Gavin. Sementara wajah Gavin sudah menegang, dia sudah pasrah jika malaikat pencabut nyawa mengambil nyawanya saat itu juga. Gavin sempat menoleh ke arah Azzahra yang terjatuh pingsan beberapa meter darinya.
" Honey ..." suara Gavin terdengar lemah.
" Time is over, Mr. Gavin!" suara wanita itu terdengar dingin siap menghabisi nyawa Gavin. Gavin memejamkan matanya namun dia sempat melihat gerakan samurai itu mengarah ke perutnya.
Tiinn tiinn tiinn ...
" Hai, apa yang kalian lakukan!!"
Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil disertai suara teriakan orang yang berada di dalam mobil itu.
Sontak saja kehadiran orang dalam mobil itu membuat fokus penyerang Gavin itu terbagi hingga Gavin bisa mengambil kesempatan itu dengan menyerang tangan wanita yang memegang samurai hingga senjata itu terjatuh dan meninju alat vital pria yang menginjak kakinya hingga pria itu meringis kesakitan sambil memegangi alat vitalnya itu.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ...
Happy Reading ❤️