KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Kehidupan Yang Layak Untuk William


__ADS_3

" Twinkle, twinkle, little star, How I wonder what you are, Up above the world so high, Like a diamond in the sky, Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are ..."


Jovanka mengusap punggung William yang sudah mengantuk seraya menyanyikan lagu Twinkle, Twinkle Little Star sebagai pengantar tidur.


Tett


Jovanka mendengar bel apartemennya berbunyi. Dia tak beranjak dari aktivitasnya menemani Anaknya tertidur, karena ada Mamanya yang akan membukakan pintu.


" Jo, ada yang mencarimu," ucap Mama Maya yang beberapa saat kemudian tiba-tiba sudah ada di dekat pintu kamarnya.


" Siapa, Ma?" tanya Jovanka.


" Namanya David Richard."


Deg


Jantung Jovanka berirama lebih kencang saat mendengar nama David Richard. Karena dia tahu nama itu adalah nama ayah dari Gavin. Dan itu berarti kakek dari anaknya jika anaknya memang diakui sebagai anak Gavin.


" D-David Richard??" tanya Jovanka kemudian.


" Iya," sahut Mama Maya.


" Ada apa dia kemari?" tanya Jovanka kembali.


" Memangnya dia siapa, Jo?" Mama Maya memang tidak terlalu kenal dengan Gavin apalagi dengan orang tuanya.


" Dia kakeknya Willy, Ma." Jovanka berucap jujur.


" Kakek Willy?" Mama Maya terkesiap hingga menutup mulutnya.


" Apa dia akan mengambil Willy dari kita, Jo?" tanya Mama Maya merasa khawatir.


" Aku nggak tahu, Ma." Jovanka pun dilanda kecemasan. Beberapa hari lalu Gavin yang tiba-tiba datang menemuinya. Bukankah Gavin berjanji tidak akan mengambil William darinya? Lalu kenapa sekarang ayah dari Gavin juga kini menemuinya? Rasa gusar sudah mulai menggelayuti hati Jovanka.


" Ma, Mama jaga Willy dulu, aku akan temui orang itu. Tolong Mama hubungi Peter juga." Jovanka butuh kehadiran pria yang akan menjadi suaminya itu jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


Jovanka berjalan menuju ruang depan apartemennya. Dia melihat pria paruh baya berdiri seraya melihat foto bayi William lengkap dengan replika telapak kaki dan tangan William saat masih bayi.


" Ehemm, maaf ... ada apa Tuan mencari saya?" tanya Jovanka pada David yang berdiri membelakanginya.


Dad David langsung memutar tubuhnya saat mendengar suara Jovanka yang berkata kepadanya.


" Selamat siang, Nona Jovanka," sapa Dad David kepada Jovanka.


" Silahkan duduk, Tuan." Jovanka berusaha bersikap ramah kepada Dad David walaupun hatinya berdebar-debar dengan kehadiran sosok pria yang merupakan ayah dari orang yang pernah dicintainya dulu.

__ADS_1


" Maaf, ada perlu apa Tuan datang kemari?" tanya Jovanka kembali setelah Dad David duduk di sofa.


" Apa Nona Jovanka mengenal saya?" tanya Dad David.


" Tuan adalah orang tua Gavin, kan?" Jovanka menyahuti.


Dad David tersenyum mendengar jawaban Jovanka.


" Iya, Nona benar. Saya adalah ayahnya Gavin," sahut Dad David.


" Lalu ada apa Tuan kemari? Saya tidak pernah meminta pertanggungjawaban Gavin. Dia sendiri yang datang kemari. Minta bertemu William dan mengatakan akan memberi nafkah kepada anak saya." Jovanka melakukan pembelaan. Dia takut Dad David akan menyangka jika dia ingin memeras Gavin dengan memanfaatkan keberadaan William.


Dad David kembali tersenyum mendapati sikap insecure.


" Apa yang ada dalam pikiran Nona Jovanka tentang kedatangan saya kemari?" tanya Dad David.


" Tuan menyuruh saya menjauhi Gavin atau mungkin Tuan akan mengambil anak saya?" Jovanka akhirnya jujur mengatakan ketakutannya dengan kedatangan Dad David.


" Jika saya akan memberikan uang dalam jumlah besar kepada Nona, apa Nona bersedia menyerahkan anak Nona kepada saya?"


Deg


Pertanyaan Dad David seketika membuat dada Jovanka terasa bergejolak. Bahkan kilatan emosi sudah mulai nampak di bola matanya menandakan dia tidak menyukai tawaran yang diberikan oleh Dad David.


" Maaf, Tuan. Apa maksud dari pertanyaan Tuan itu? Apa Tuan David akan menukar anak saya dengan uang yang Tuan miliki? Berapa pun uang yang Tuan tawarkan kepada saya, saya tidak akan menjual anak saya!" tegas Jovanka.


" Jika tujuan Tuan David kemari ingin mengambil anak saya, Tuan atau Gavin sekalipun tidak berhak melakukan hal itu terhadap William. Dia adalah anak saya, Anak yang lahir di luar ikatan pernikahan. Hanya saya yang punya hak atas William!" Jovanka sudah benar-benar tersulut emosi.


" Nona Jovanka, sebaiknya Anda tenang dulu." Dad David yang melihat Jovanka emosi meminta Jovanka untuk lebih colling down.


" Saya paham apa yang Nona Jovanka khawatirkan. Kami memang tidak mempunyai hak atas anak Nona. Tapi bagaimanapun juga Gavin adalah ayah biologisnya. Dan anak Nona pun berhak mendapatkan nafkah dari ayahnya, walaupun Nona tidak menuntut hal itu."


" Saya pribadi selaku ayah dari Gavin ingin meminta maaf atas perbuatan dia terhadap Nona dulu. Saya juga tidak punya niat untuk memisahkan Nona dengan anak Nona. Saya berterima kasih kepada Nona karena sudah mengurus cucu saya dengan baik selama ini."


" Saya datang kemari hanya ingin menyerahkan ini kepada Nona." Dad David membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah map kepada Jovanka.


Jovanka memperhatikan map yang disodorkan Dad David kepadanya. Pandangan matanya kini bertumpu kepada Dad David.


" Bukalah ..." ucap Dad David kembali.


Dengan sedikit ragu Jovanka meraih map itu kemudian membukanya. Dia terkesiap mengetahui kertas yang dia tahu adalah sebuah sertifikat kepemilikan apartemen. Dia membuka sertifikat itu dan dia kembali membelalakkan matanya saat melihat namanya tertulis sebagai nama pemilik satu unit apartemen di salah satu apartemen terbaik di Singapura.


" Maksudnya apa ini, Tuan?" Jovanka merasa bingung.


" Saya memberikan apartemen itu untuk Anda Nona. Anggap saja itu hadiah untuk cucu saya." Dad David menjelaskan.


" T-Tuan, saya rasa ini sangat berlebihan untuk saya." Jovanka berusaha untuk menolak pemberian Dad David.

__ADS_1


" Saya mohon Nona Jovanka tidak menolak pemberian saya ini. Nona juga tidak perlu khawatir saya tidak akan mengambil William dari Nona."


" Nona bisa segera pindah ke sana. Untuk biaya perawatan sebulan-bulannya, saya yang akan menanggungnya."


Jovanka mendesah. Dia tidak menyangka jika keberadaan anaknya mendapat reaksi yang berlebihan dari Gavin dan Dad David. Dia sempat berpikir kalau keberadaan anaknya akan ditolak dan diragukan sebagai anak Gavin walaupun dia tidak pernah minta pengakuan itu.


" Tuan ...."


" Om, panggil saja saya Om." Om David meminta Jovanka memanggilnya Om.


" Om tidak perlu lakukan ini kepada kami."


" Terimalah Nona." Dad David tetap memaksa Jovanka untuk menerima.


" Baiklah, Om. Terima kasih untuk kebaikan Om kepada saya dan anak saya." Akhirnya mau tidak mau Jovanka menerima pemberian Dad David itu.


" Oh ya, bisakah saya melihat cucu saya itu, Nona?" tanya Dad David.


" Dia baru saja tidur. Mari jika Om memang ingin melihat." Jovanka berdiri dan mengantar Dad David ke kamarnya.


" Ma, Willy sudah tidur?" tanya Jovanka kepada Tante Maya.


" Sudah, Jo." Mama Maya menatap Dad David yang kini berada di belakang Jovanka.


" Jo ...."


" It's Oke, Ma. Om David hanya ingin melihat Willy." Jovanka bisa merasakan jika Mama nya itu merasa khawatir.


" Oh, silahkan, Tuan." Mama Maya mempersilahkan Dad David untuk mendekat ke arah William.


Dad David berjalan perlahan ke arah tempat tidur di mana William tertidur lalu duduk di tepinya.


" Dia benar-benar mirip papanya." Dad David mengusap wajah William perlahan.


" Nyonya, sebagai ayah Gavin dan juga mewakili Gavin. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya kepada Nyonya atas perbuatan anak saya terhadap putri Nyonya." Dad David kemudian menyampaikan permintaan maafnya kepada Mama Maya.


" Iya, Tuan. Semua sudah terjadi. Yang terpenting sekarang Tuan dan Anak Tuan tidak memisahkan anak saya dengan cucu saya ini." Tante Maya menyampaikan permohonannya.


" Oh, tidak, Nyonya. Kami tidak punya kewenangan untuk itu. Nona Jovanka dan keluarga dari pihak dialah yang punya hak atas William. Jadi tidak mungkin kami memisahkan mereka. Saya hanya ingin memastikan William akan mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak ke depannya." Dad David menegaskan..


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2