KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Terima Kasih Telah Memaafkanku


__ADS_3

" Honey, kau sudah siap?" tanya Gavin pada Azzahra yang terlihat sedang berhias di depan cermin.


" Sebentar lagi, Kak." Azzahra segera memoles lipstik warna nude di bibirnya.


" Cantik sekali sih ini, istri siapa coba cantik begini?" Gavin kemudian memeluk Azzahra dari belakang dan mencium pipi Azzahra.


" Kak, jangan ganggu aku. Nanti aku nggak selesai-selesai berhiasnya," gerutu Azzahra.


" Aku hanya ingin memeluk. Kamu kalau mau berhias, ya sudah berhias saja." Gavin dengan cepat menyangkal.


" Tapi aku nggak fokus, Kak."


" Honey, warna lipstiknya terlalu tebal. Aku nggak suka melihat kamu menggunakan lipstik yang terlalu tebal." Gavin tiba-tiba memprotes.


Azzahra mengeryitkan keningnya mendengar komplain dari suaminya itu. Karena merasa lipstik yang dia oleskan di bibirnya tipis dan dia pun menggunakan warna yang biasa dia pakai.


" Aku pakai lipstik yang biasa aku pakai kok, Kak. Dan tidak ada yang aneh dengan lipstikku ini," sanggah Azzahra.


" Sini aku lihat." Gavin memutar tubuh Azzahra hingga kini mereka saling berhadapan.


" Aku nggak suka kamu memakai lipstik berlebihan seperti ini warnanya," protes Gavin lagi.


" Ya sudah aku hapus lipstiknya." Azzahra ingin mengambil kapas dan make up remover namun Gavin menghalanginya.


" Biar aku saja yang hapus lipstiknya." Gavin lalu menangkup wajah cantik Azzahra. Tak lama dia langsung mendekatkan bibirnya ke bibir Azzahra, membuat bola mata Azzahra membulat dan terkesiap. Namun dia tak menolak, dia pun bahkan membalas sentuhan suaminya itu Rasanya dia pun rindu akan bersentuhan seperti ini. Sejak masalah soal William terkuak, baik Azzahra maupun Gavin seakan lupa untuk melakukan bercumbu mesra seperti ini.


Belakangan Gavin hanya melakukan mencium bagian kening dan pipi istrinya saja. Dan mungkin mereka pun tidak bisa menikmati karena pikiran mereka terbebani dengan persoalan anak di luar nikah Gavin.


Berpadunya dua bibir seakan mewakili perasaan mereka yang mendalam atas rasa sayang di hati mereka berdua. Hingga tak terasa ciuman itu berjalan beberapa saat dan menimbulkan suara decapan yang terdengar di dalam kamar yang cukup luas dan sangat nyaman itu.

__ADS_1


" Kak ..." lirih Azzahra, sepertinya sudah mulai terbakar gairah karena permainan bibir mereka.


" Honey, nanti siangan saja kita pulang ke Bogor nya." Gavin lalu mengangkat tubuh Azzahra yang sudah berbalut rapih gamis warna baby blue dan langsung merebahkan tubuhnya perlahan di atas tempat tidur. Dia kembali menyergap bibir Azzahra sementara tangannya sudah mulai aktif menurunkan resleting gamis di bagian punggung istrinya itu.


" Kak, apa benar Kak Gavin mencintai aku?" tiba-tiba saja Azzahra menanyakan hal itu disela-sela aktivitas bercumbu mereka.


" Menurutmu?" Gavin yang sudah berhasil menurunkan gamis dan membuka kain penutup dua aset berharga milik Azzahra langsung menyantap hidangan yang tersedia di hadapannya hingga membuat Azzahra mendesah


" Kak ..." Tangan Azzahra kini membelai rambut lebat suaminya saat suaminya itu sedang bermain di area permainan favoritnya. Yang memberikan kenikmatan yang tak terbantahkan untuk Azzahra. Namun tiba-tiba dia teringat tentang Jovanka. Bagaimana mungkin Jovanka tidak akan terbuai dengan permainan yang disajikan oleh pria yang kini telah menjadi suaminya itu? Jika Gavin memang sanggup membawa wanita yang dicumbunya itu serasa melayang di udara. Mungkin suaminya itu sering melakukan hal seperti ini terhadap Jovanka hingga membuat akhirnya wanita itu hamil. Dan itu dilakukan Gavin tanpa ikatan pernikahan. Lalu sebelum dengan Jovanka, ada berapa wanita yang pernah dibuat Gavin seperti ini? Seketika rasa sakit terasa di hatinya jika mengingat hal itu.


" Kak, hentikan ..." Azzahra segera menjauhkan tubuh Gavin dari atas tubuhnya.


" Kenapa, Honey?" Gavin yang merasa istrinya itu tiba-tiba menolaknya langsung mengeryitkan keningnya.


" Kita berangkat ke Bogor sekarang saja, Kak." Azzahra segera beranjak dari tempat tidur dan merapihkan kembali pakaiannya.


" Tapi tadi kita baru mulai, Honey. Baru juga pemanasan, belum masuk ke permainan inti," keluh Gavin.


" Jadi acara hiya-hiya nya gagal, nih?" Gavin nampak kecewa.


" Maaf, Kak." Azzahra tahu tidak seharusnya dia menolak suaminya tapi untuk saat ini seperti waktunya tidak tepat melakukan hal itu.


" Dosa lho, menolak ajakan suami," bisik Gavin di telinga Azzahra membuat Azzahra membulatkan matanya. Dia lalu menoleh ke arah suaminya.


" Lalu, kalau sering berhubungan badan di luar nikah, Kak Gavin pikir itu juga bukan dosa?" sindir Azzahra.


Kini justru Gavin lah yang terkesiap mendengar sindiran yang terlontar dari mulut istrinya itu.


" Apa Kak Gavin waktu melakukan hal itu tidak ingat akan dosa?" Tiba-tiba cairan bening sudah meleleh di pipi Azzahra.

__ADS_1


" Honey ..." Gavin segera merengkuh tubuh Azzahra. " Honey, maafkan aku. Aku tahu apa yang aku lakukan sudah sangat menyakiti hatimu. Aku minta maaf." Gavin mengecup pucuk kepala istrinya dan membiarkan Azzahra menangis di dalam pelukannya.


" Aku nggak bisa membayangkan Kak Gavin pernah melakukan hal itu dengan wanita lain. Hati aku sakit, Kak." Azzahra mengutarakan apa yang membuatnya gelisah.


" Maafkan aku, Honey. Aku yang salah." Gavin mengusap punggung istrinya. " Sudah, kamu jangan menangis, ya!" Gavin kemudian menangkup wajah Azzahra sementara jarinya sibuk menyeka air mata yang meleleh di wajah sang istri.


" Kita siap-siap, kita berangkat ke Bogor sekarang," ucap Gavin kemudian, yang diangguki oleh Azzahra.


***


" Kak ..." Azzahra mencengkram lengan Gavin saat Gavin ingin turun dari mobilnya.


" Ada apa, Honey?" tanya Gavin melirik tangan Azzahra yang mencengkram erat tangannya.


" Kita urungkan saja niat kita bicara hal ini kepada Abi dan Umi. Biarlah aib Kak Gavin ini tak banyak orang yang tahu. Lagipula Kak Jovanka juga orangnya baik, kan? Dia tidak menuntut apa-apa dari Kak Gavin. Jika kita semua yang tahu tutup mulut, rahasia Kak Gavin pasti akan aman." Azzahra nampak ragu untuk memberitahukan kedua orang tuanya itu.


" Aku juga sudah memaafkan Kak Gavin. Aku rasa itu sudah cukup. Yang penting Kak Gavin sudah benar-benar bertobat dan menyesali apa yang Kak Gavin lakukan itu salah."


" Honey, aku sangat bersyukur dan berterima kasih kamu sudah dengan ikhlas memaafkan aku, dan mau menutupi aibku. Tapi aku kurang setuju kita menutupi hal ini dari kedua orang tuamu. Aku takut suatu hari nanti terjadi sesuatu denganku yang berhubungan dengan William dan orang tua kamu justru tahu masalah ini dari pihak luar, itu pasti akan membuat Abi dan Umimu semakin kecewa."


" Jadi biarkan aku menanggung semua ini. Aku yakin Abi dan Umi kamu akan bisa memaafkan aku, karena anak mereka yang cantik ini juga bisa memaafkan suaminya yang penuh dosa ini." Gavin membelai wajah Azzahra sehingga membuat senyuman muncul di bibir wanita itu.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2