KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Kabar Burung


__ADS_3

Umi Rara bergegas pulang ke rumah saat mendengar Agatha tadi sempat mencari alamat rumahnya. Dia sendiri tidak mengerti apa maksud dari Agatha bercerita tentang hubungan masa lalu wanita itu dengan Gavin di hadapan orang banyak. Yang pasti Umi Rara sangat kesal dan marah apalagi saat putri kesayangannya itu dituduh sebagai orang ketiga yang menyebabkan Gavin dan Agatha berpisah.


" Assalamualaikum, Rusmi, Rus ..." Sesampainya di rumah Umi Rara langsung memanggil ART nya itu.


" Waalaikumsalam ... Rusmi sedang keluar, Umi. Tadi 'kan disuruh Umi antar nasi liwet untuk juragan Mamih," sahut Mang Ucup memberitahukan jika Rusmi sedang mengantar makanan untuk Mamih Ellena.


" Cup, apa tadi ada tamu yang datang kemari?" tanya Umi Rara kepada Ucup yang terlihat sedang memberi makan burung-burung milik Abi di halaman samping rumahnya.


" Tidak ada, Umi. Tidak ada siapa-siapa yang datang kemari, kok." Mang Ucup menyahuti.


" Yakin nggak ada tamu yang datang?" Umi Rara penasaran.


" Tidak ada, Umi. Dari tadi Ucup 'kan di sini kasih makan piaraan Abi. Kalau ada yang datang 'kan pasti Ucup juga lihat." Mang Ucup meyakinkan Umi Rara jika memang tidak ada siapapun yang datang berkunjung ke rumah itu.


" Memangnya tamu siapa yang Umi maksud?" tanya Ucup kemudian.


" Mak lampir," sahut Umi kemudian masuk ke dalam rumahnya.


" Mak lampir? Saha Mak lampir teh?" Mang Ucup terbengong mendapat jawaban dari Umi Rara.


Sepuluh menit berselang Rusmi pun sampai kembali ke rumah Abi Rara.


" Punya mulut nggak disekolahkan jadi kalau bicara asal saja! Mesti disumpal bon cabe level lima puluh biar nyaho!!" umpat Rusmi saat memasuki rumah Abi Rara.


" Kenapa kamu, Rus? Datang-datang bukannya memberi salam malah ngoceh-ngoceh gitu?" Umi Rara yang melihat kedatangan Rusmi langsung mendekat.


" Astaghfirullah adzim, Umi bikin kaget Rusmi saja. Kok Umi sudah datang? Cepat sekali pemgajiannya." Rusmi yang mengira di dalam rumah tidak ada orang langsung tersentak kaget mendengar suara Umi Rara.


" Umi tidak jadi pergi pengajian karena tadi Umi dengar berita tidak enak dari ibu-ibu yang mengumpul di warung." Umi Rara menjelaskan.


" Berita apa, Umi?" tanya Rusmi penasaran.


" Katanya tadi bekas istrinya Gavin cari rumah ini, terus dia cerita yang tidak-tidak mengatakan kalau Rara itu merebut Gavin dari dia." Umi Rara menceritakan dengan nada kesal.


" Wah, sama saja yang Rusmi dengar tadi," sergah Rusmi cepat.


" Memang kamu dengar apa?"


" Tadi sepulang dari rumah Mamih Ellena, Rusmi dengar Ibu Seno bicara sama ibu-ibu, nggak tahu Rusmi juga nggak kenal namanya. Ibu-ibu itu bilang ke Ibu Seno kalau Neng Rara itu pelakor, merebut suami orang. Ibu-ibu itu bilang kalau Rara itu goda-goda suami orang sampai Aa Gavin menceraikan istrinya demi menikah sama Neng Rara. Makanya tadi Rusmi kesal dan ngomel-ngomel, Umi." Rusmi menjelaskan alasannya dia marah-marah seperti tadi.

__ADS_1


Umi Rara mendengus kasar.


" Apa sebenarnya tujuan wanita itu?" tanya Umi pada dirinya sendiri.


" Dia itu pasti gagal move on, Umi. Tidak suka melihat Aa Gavin bahagia sama Neng Rara, karena itu dia iri. Dasar janda kegatelan! Nggak mikir usia sudah bau tanah masih saja mikirin berondong!" umpat Rusmi kesal.


" Ya sudah-sudah, kamu jangan menggerutu terus. Nanti Umi bicarakan ini sama Abi." Umi Rara menyudahi obrolannya dengan Rusmi kemudian masuk ke dalam kamarnya.


***


Akhir pekan ini Azzahra dan Gavin kembali mengunjungi Abi dan Uminya. Soal kedatangan Agatha dan gosip yang beredar di luar yang terdengar makin santer, Abi Rara meminta istrinya untuk tidak menceritakan hal ini kepada Rara ataupun Gavin. Karena mereka tidak ingin membuat Azzahra senewen dengan berita itu.


Selepas makan malam, Abi Rara meminta Gavin untuk menemaninya mengobrol dan meminta Azzahra kembali ke kamarnya lebih dahulu.


" Bagaimana pekerjaan kamu, Vin? Lancar?" tanya Abi Rara saat Gavin baru saja mendudukkan tubuhnya di sofa ruang keluarga.


" Alhamdulillah ... lancar, Abi." Gavin menjaeab.


" Syukurlah kalau begitu. Soal pil KB itu sendiri bagaimana? Apa Rara masih meminumnya?"


" Tidak, Abi. Rara sudah membuang semua pil itu."


" Doakan saja, Abi. Agar kami segera diberi keturunan."


" Aamiin, sudah pasti selalu Abi dan Umi doakan." Abi Rara menyahuti.


" Oh ya, Vin. Soal mantan istri kamu, apa kalian saat berpisah dulu berjalan baik-baik saja?" tanya Abi Rara hati-hati.


Gavin terkesiap saat ayah mertuanya itu menanyakan seputar mantan istrinya. Dia pun bisa merasakan aura serius di wajah mertuanya, berbeda saat bicara sebelumnya.


Gavin menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Abi Rara.


" Sejujurnya dia memang tidak menginginkan perpisahan kami, Abi. Dan alasan saya menceraikan dia sudah pernah saya ceritakan sebelumnya kepada Abi. Pernikahan itu terjadi karena desakan Almarhumah Mommy saya." Gavin kembali menjelaskan alasannya memilih berpisah dengan Agatha.


" Maaf, Abi. Sebenarnya ada masalah apa ya tiba-tiba Abi menyinggung soal dia?" tanya Gavin curiga.


" Beberapa hari lalu mantan istrimu mendatangi daerah ini, dan dia menyebarkan berita tidak benar seputar kalian. Sekarang ini kalian sedang digosipkan di sini." Abi Rara menceritakan situasi yang terjadi seputar kedatangan Agatha di daerahnya.


" Dia menyebarkan berita apa, Abi?" Rahang Gavin mulai mengeras mendengar apa yang diucapkan ayah mertuanya itu.

__ADS_1


" Sesuatu yang tidak enak didengar." Abi Rara mencoba menutupi apa yang menjadi gosip terhangat di sana.


" Apa itu, Abi?? Tolong katakan pada saya, apa yang sudah Agatha katakan pada orang-orang?!" Gavin mendesak agar Abi Rara menceritakan yang sejujurnya tanpa ditutup-tutupi.


" Dia mengatakan jika kalian bercerai karena Rara. Dan Rara disebut sebagai perebut suami orang." Abi Rara agak berat mengatakan kalimat itu.


" S*hit!!" umpat Gavin kesal. " Kenapa Abi tidak memberitahu kami sebelumnya?" tanya Gavin.


" Abi tidak ingin membuat kalian, terutama Rara cemas. Lagipula kami tahu jika apa yang dituduhkan kepada kalian itu tidaklah benar, jadi Abi santai saja menghadapi berita itu." Abi Rara tidak terlalu menanggapi gosip yang beredar.


" Tapi Umi kamu, sudah pasti dia senewen. Abi sudah beri pengertian ke Umi agar tidak terlalu memusingkan masalah itu. Sekarang tugas kamu untuk menenangkan Rara jika sampai dia pun harus mendengar kabar burung yang beredar. Usia pernikahan kalian masih muda. Abi lihat juga hubungan kalian sudah mulai ada peningkatan. Jangan sampai masalah ini mengusik rumah tangga kalian." Abi Rara memberikan nasehatnya.


" Baik, Abi. Nanti saya akan kasih pengertian ke Rara," sahut Gavin.


" Ya sudah, itu saja yang ingin Abi sampaikan. Silahkan jika kamu ingin kembali ke kamar." Abi Rara mempersilahkan Gavin untuk kembali ke kamar Rara.


" Baik, Abi. Saya duluan ke kamar." Gavin pun berpamitan dan beranjak meninggalkan Abi Rara kembali ke kamar.


" Habis bicara apa sama Abi, Kak?" tanya Azzahra saat melihat suaminya itu masuk ke dalam kamar.


" Abi tanya kapan kita akan kasih mereka cucu."


Jawaban asal Gavin membuat wajah Azzahra seketika bersemu merah


" Lalu aku jawab, secepatnya, Abi. Secepatnya aku akan menghamili putri kesayangan Abi ini." Gavin lalu mengangkat tubuh Azzahra dengan kedua lengannya membuat Azzahra memekik kaget.


" Kak ..." Azzahra kembali memekik saat Gavin menghempas tubuh Azzahra di atas tempat tidur dan langsung mengungkungnya.


" Kita mulai produksi baby-baby di sini." Gavin menyentuh bagian perut Azzahra. Selanjutnya dia mulai memberikan sentuhan-sentuhan yang memabukkan dan menjadi candu bagi mereka berdua, sebelum akhirnya menyatukan tubuh mereka, memberikan kenikmatan surga dunia hingga serasa melayang ke langit ke tujuh.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2