
Kehamilan Azzahra kini sudah memasuki trimester kedua. Kondisi Gavin pun kini mulai membaik, setidaknya dia sudah mulai bersahabat dengan bebauan. Dan tidak lagi menjauhi karyawannya. Namun keluhan seperti yang biasa ibu hamil rasakan masih suka dirasakan oleh Gavin.
" Honey, ini aku buatkan susu hamil rasa mocca kesukaanmu." Gavin membawa dua gelas susu di tangannya.
Tentu saja jumlah gelas yang dibawa Gavin membuat Azzahra mengerutkan keningnya.
" Kok bikinnya banyak sekali, sampai dua gelas gini, Kak?" tanya Azzahra heran.
" Ini satu untukmu, satu lagi untukku." Gavin menyodorkan gelas di tangan kanannya kepada Azzahra.
" Kak Gavin minum susu apa memangnya?" tanya Azzahra penasaran.
" Sama seperti punyamu, Honey." sahut Gavin.
Sontak saja perkataan Gavin membuat mata Azzahra terbelalak lebar.
" Kak Gavin minum susu hamil?" seru Azzahra terkesiap.
" Iya, Honey." Gavin lalu meneguk susu varian mocca hingga setengah gelas membuat Azzahra memekik.
" Kak! Itu 'kan susu hamil!" Azzahra berusaha mengambil gelas di tangan Gavin, namun pria itu lebih cepat menjauhkan gelas itu dari jangkauan Azzahra.
" Kak! Astaghfirullahal adzim, itu 'kan buat ibu hamil kenapa Kak Gavin minum?" Azzahra menggeleng tak percaya dengan sikap konyol yang dilakukan suaminya itu.
" Habis ini rasanya enak, Honey. Tadi waktu aku buatkan untukmu aku ikut mencoba ternyata enak, ya sudah aku buat sekalian untukku." Gavin menjelaskan kepada istrinya itu kenapa dia pun ikut meminum susu itu.
" Ya Allah, Kak. Ini 'kan susu untuk wanita hamil, untuk janin yang ada di perutku ini. Kak Gavin 'kan nggak hamil, nggak ada dedek bayi di perut Kak Gavin," ucap Azzahra lemas mengetahui tingkah suaminya yang masih saja membuatnya pusing.
" Tapi aku juga 'kan ikut ngidam, Honey. Jadi tidak masalah 'kan kalau aku ikut minum juga." Gavin kemudian menghabiskan susu di gelas itu hingga tandas, membuat bola mata Azzahra semakin membulat.
" Honey, kalau aku minum susu ini, apa bisa menyebabkan kehamilan?" tanya Gavin tiba-tiba menyadari kesalahannya.
Sontak apa yang dikatakan Gavin membuat Azzahra menahan tawanya.
" Bisa jadi." Azzahra kemudian mengedikkan bahunya sambil meneguk segelas susu hamil yang dibuatkan Gavin untuknya.
" Honey, aku serius!" Gavin memegangi lengan Azzahra dan Azzahra bisa melihat kecemasan di wajah suaminya itu.
" Kenapa Kak Gavin baru tanya sekarang? Mestinya tadi sebelum minum Kak Gavin berpikir seperti itu dulu. Jangan sampai nanti tiba-tiba perut Kak Gavin membuncit karena minum susu hamil itu." Azzahra sengaja menakuti suaminya.
__ADS_1
" Honey, Kau jangan menakut-nakutiku!" Gavin semakin kencang mencengkram lengan Azzahra.
" Kak, sakit ..." Azzahra mengeluh karena cengkraman tangan suaminya terasa menyakiti lengannya.
" Honey, katakan jika yang kau bilang tadi itu tidak benar." Gavin berkata masih dengan nada cemas.
" Tentang apa?"
" Bahwa kemungkinan aku bisa hamil itu tidak benar." Gavin benar-benar nampak bodoh Di mata istrinya itu saat ini.
" Aku nggak tahu pasti soal itu, Kak. Tapi kalau itu benar terjadi, Kak Gavin bisa bayangkan. Aku sih perempuan, aku bisa melahirkan normal dan punya jalan dari mana bayi itu akan keluar. Kalau Kak Gavin, Hiii ... aku nggak bisa bayangkan bayinya akan keluar dari lubang sekecil punya Kak Gavin. Atau jangan-jangan punya Kak Gavin itu akan dipotong biar bayinya bisa keluar." Azzahra mengatakan kalimat ansurd untuk menakut-nakuti suaminya itu.
" Honey ..." Gavin tidak membayangkan jika alat pencipta kenikmatan surga dunia miliknya itu akan dipangkas abis.
" Semua itu berawal dari minuman susu hamil yang Kak Gavin minum, lalu mengedap dan membentuk janin ...."
Belum selesai Azzahra bercerita, Gavin sudah berlari ke dalam kamar mandi dan memuntahkan semua susu yang sudah diminumnya sampai habis. Sementara Azzahra tertawa bahagia karena telah berhasil mengerjai suaminya itu.
" Ternyata enak juga mengerjai orang." Azzahra menutup mulutnya seraya terkikik.
***
" Kak, kita jalan-jalan pagi, yuk! Aku ingin olah raga, deh!" ujar Azzahra setelah melihat suaminya itu hendak tertidur lagi selepas sholat Shubuh.
" Aku capek, Honey. Pinggangku rasanya linu semua." Gavin beralasan.
" Tapi aku ingin oleh raga pagi, jalan-jalan sama Kak Gavin seperti waktu itu," rengek Azzahfa karena suaminya itu nampak tidak berminat mengabulkan keinginannya.
" Honey, kau bisa minta ditemani oleh Bi Rusmi saja jalan-jalan paginya, Pinggangku sakit, Honey. Aku 'kan sedang tekena sindrom kehamilan simpatik." Selalu itu yang dijadikan tameng untuk membenarkan semua sikapnya.
" Jadi Kak Gavin nggak mau menemaniku?" Azzahra mencebikkan bibirnya.
" Bukannya nggak mau, Honey. Tapi kondisinya tidak memungkinkan." Gavin beralasan membuat Azzahra mendengus kesal dan kemudian bergegas keluar kamar.
" Bi, Bi Rusmi ...!" teriak Azzahra setelah keluar dari kamar tidurnya.
" Ada apa kamu teriak-teriak begitu, Neng?" Ternyata Umi Rara yang sudah berada di dapur menyahuti Azzahra.
" Bi Rusmi mana, Umi?" tanya Azzahra kepada Uminya.
__ADS_1
" Sedang di kamar mandi. Memangnya kenapa kamu teriak-teriak panggil-panggil Rusmi?" Kini Umi Rara balik bertanya.
" Rara mau minta antar Bi Rusmi jalan-jalan pagi, Umi." Azzahra menyampaikan alasannya kenapa dirinya sampai berteriak memanggil-manggil nama Rusmi.
" Minta antar jalan-jalan? Kenapa kamu tidak minta antar suami kamu saja, Ra? Rusmi 'kan mau bantu Umi memasak." Umi Rara merasa heran karena anaknya itu malah mengajak ART nya untuk menemani jalan-jalan.
" Rara sudah minta Kak Gavin temani Rara tapi Kak Gavin bilang pinggangnya sakit, Umi. Terus Kak Gavin suruh Rara minta ditemani Bi Rusmi saja." Azzahra menceritakan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.
" Alasan ..." Umi Rara memutar bola matanya.
" Lalu kalau Rusmi yang disuruh ikut yang bantu Umi masak siapa?" tanya Umi Rara kemudian.
" Kak Gavin aja yang suruh bantu masak Umi. Kan yang kasih ide minta tolong Bi Rusmi menemani Rara itu Kak Gavin." Azzahra memberikan saran kepada Uminya.
" Bisa-bisa dapur Umi kacau berantakan kalau dia bantuin Umi." Umi Rara kembali memutar bola matanya.
" Umi jangan salah, Kak Gavin juga bisa masak, kok! Dulu waktu pertama kali aku sama Kak Gavin begituan, setelah begituan Kak Gavin buatkan sup lho, Umi." Azzahra membela suaminya.
" Hanya sup saja itu resep masakan paling gampang setelah masak mie instan, Ra." cibir Umi Rara.
" Tapi setidaknya ada menu makanan yang bisa Kak Gavin buat, dan rasanya cukup lezat lho, Umi." Kini kalimat pujian disematkan Azzahra kepada suaminya.
" Neng Rara panggil Rusmi?" tanya Rusmi begitu keluar dari kamar mandi.
" Iya, Bi. Kita jalan-jalan pagi yuk, Bi." Azzahra dengan cepat menarik lengan Azzahra.
" Bentar-bentar, Neng! Rusmi 'kan mau bantu Umi masak. Kalau Rusmi pergi, siapa yang mau gantiin Rusmi bantu Umi, Neng?"
" Bi Rusmi tenang saja, karena Kak Gavin.yang akan membantu Umi memasak,"
" Hahh? Aa Gavin mau bantu Umi memasak?" Seketika Rusmi tertawa kencang, karena dia tahu hubungan anak dan ibu mertuanya itu belakangan ini selalu berselisih paham.
*
*
*
Bersambung ...
__ADS_1
Happy Reading❤️