KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Terasa Lebih Nikmat


__ADS_3

Gavin baru saja melangkahkan kakinya memasuki pintu masuk restoran Italy. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat terdengar sebuah suara memanggil namanya dan dia langsung terkesiap saat mendapati sosok wanita yang saat ini berjalan mendekat ke arahnya.


" Jadi ini istri baru kamu itu, Gavin?" wanita yang tak lain adalah Agatha memperhatikan Azzahra yang berjalan di samping Gavin.


Azzahra yang melihat Gavin menghentikan langkahnya saat ada seseorang yang memanggil nama suaminya pun ikut menghentikan langkah kakinya. Azzahra melihat seorang wanita cantik yang dia perkirakan usianya tak beda jauh dengan uminya itu kini sedang memperhatikannya dengan lekat.


" Selamat atas pernikahan kalian." Agatha mengulurkan tangannya ke arah Gavin seraya mencondongkan tubuhnya ingin memeluk Gavin. Namun Gavin tak menyambut uluran tangan Agatha. Gavin malah melingkarkan tangannya ke pundak Azzahra membuat Azzahra terkesiap.


" Terima kasih," ucap Gavin.


Agatha yang merasa sambutannya tak berbalas hanya tersenyum tipis.


" Sayang sekali kalian tidak mengundangku, padahal aku dengar pestanya sangat meriah. Kau benar-benar sudah melupakanku, Gavin?" Nada bicara Agatha terdengar kecewa.


" Kita sudah tidak punya urusan, Nyonya!" tegas Gavin dingin.


Agatha mendengus mendengar jawaban mantan suaminya itu.


" Perceraian bukan menjadi alasan untuk kita memutuskan tali silaturahmi, kan?" tanya Agatha. " Benar begitu, Nona? Anda 'kan sepertinya paham tentang agama. Nona pasti tahu hukumnya memutuskan tali silaturahmi." Kali ini Agatha bertanya kepada Azzahra.


Tentu saja Azzahra tahu jika memutuskan tali silaturahmi adalah suatu hal yang tidak diperbolehkan dilakukan oleh kaum Muslim


Azzahra menoleh ke arah suaminya yang saat itu juga sedang menoleh ke arahnya.


" Honey, sebaiknya kita pindah restoran saja. Tiba-tiba saja aku tidak berselera makan di sini. Permisi, Nyonya." Gavin berpamitan kepada Agatha lalu berputar arah melangkah keluar ruangan restoran meninggalkan Agatha yang terlihat sangat kesal dengan sikap Gavin yang terlihat semakin acuh terhadapnya.


Perubahan sikap Gavin tentu saja itu karena sikap Agatha beberapa bulan lalu yang menekan Natasha. Agatha saat itu secara sepihak menghentikan kerja sama dengan butik milik Natasha dan meminta menarik semua dana yang wanita itu tanamakan di usaha milik adik sepupunya itu dalam waktu seminggu. Dan karena kejadian itu pula yang menyebabkan terjadinya salah paham antara dirinya dengan Yoga, suami Natasha. Gavin sangat menyanyangi Natasha tentu saja dia tidak akan terima jika ada seseorang yang mencoba mengusik adik kesayangannya itu.


Sepanjang perjalanan di mobil, Gavin hanya diam dan terlihat konsentrasi mengemudikan mobilnya. Azzahra pun hanya diam tak berniat memulai pembicaraan.


" Kita makan di rumah saja. Kita pesan makanan atau kamu mau masak?" tanya Gavin memecah kesunyian yang sempat tercipta tadi.

__ADS_1


" Saya masak saja," sahut Azzahra.


" Sudah berubah lagi?"


Azzahra menoleh ke arah Gavin tak mengerti maksud pertanyaan Gavin.


" Berubah apa?" tanya Azzahra heran.


" Panggilannya. Tadi sempat bilang 'aku', sekarang sudah panggil 'saya' lagi. Aku rasa apa yang dibilang Alexa benar jika kita harus terbiasa memakai kata 'aku'," ujar Gavin kemudian.


" Terserah saja." Azzahra hanya menjawab singkat.


***


Azzahra melepas hijab dan melipatnya kemudian menaruhnya di atas nakas. Dia lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sedangkan suaminya masih berada di dalam kamar mandi.


Azzahra tiba-tiba teringat akan wanita yang tadi dijumpainya di restoran. Dari ucapan wanita itu dia mengira jika wanita itu adalah mantan istri Gavin. Karena tadi Natasha juga sempat cerita tentang mantan istri Gavin yang berusia jauh di atas suaminya itu. Juga alasan kenapa Gavin bisa sampai menikah dengan wanita tadi. Walaupun masih nampak cantik namun tetap terlihat jika wanita tadi tidaklah berusia muda. Dan Azzahra tidak bisa membayangkan suaminya harus bercinta dengan wanita seumuran dengan uminya. Seketika Azzahra langsung mengedikkan bahunya.


Azzahra yang melihat pemandangan itu langsung menelan salivanya. Dia masih bisa merasakan kulit yang membalut otot liat itu saat bersentuhan dengan kulitnya, seketika itu juga dia merasakan gelenyar aneh.


Azzahra langsung mengerjapkan matanya. Hanya membayangkannya saja sudah membuat tubuhnya serasa menghangat apalagi kalau sampai melakukannya lagi. Ah ... gila, benar-benar gila, pikir Azzahra.


" Astaghfirullahal adzim, kenapa aku sampai mikir ke hal itu, sih? Ini gara-gara ngobrol sama Teh Natasha kayanya, pikiranku jadi terkontaminasi seperti ini," gumam Azzahra seolah menyalahkan Natasha.


" Siapa yang terkontaminasi?" tanya Gavin yang sudah merebahkan tubuhnya di samping Azzahra.


Azzahra langsung terkesiap saat mendapati suaminya sudah berada di sampingnya. Membayangkan hal tadi sampai tidak menyadari jika posisi Gavin saat ini sudah berada di dekatnya.


" N-nggak, nggak ada apa-apa," sahut Azzahra gugup.


" Wanita tadi itu mantan istri kamu?" Azzahra sengaja menanyakan hal itu agar Gavin tak terus menyelidik tentang keluhan hatinya tadi.

__ADS_1


" He-eh ..." Pertanyaan Azzahra hanya dijawab Gavin dengan kata itu.


" Hmmpptt ..." Azzahra langsung menahan tawa dengan menutup mulut dengan telapak tangannya.


Gavin yang merasa jika Azzahra sedang menahan tertawa meledeknya langsung menolehkan wajahnya ke arah istrinya.


" Kenapa ketawa? Mau mencibir aku karena punya mantan istri lebih tua, hmm?" Mata Gavin langsung melotot saat melihat istrinya seakan senang mengetahui fakta tentang mantan istrinya itu.


" Nggak." Azzahra menggelengkan kepala masih dengan tangan menutup mulutnya.


" Lalu kenapa menahan tawa seperti itu?" Gavin pura-pura marah.


" Aku hanya nggak bisa membayangkan bagaimana kamu menikah dengan wanita yang seumuran dengan umiku." Azzahra masih menahan untuk tidak tertawa. " Lalu waktu kamu hiya-hiya sama Nyonya tadi, rasanya gimana?"


Gavin menautkan kedua alisnya saat mendengar pertanyaan istrinya itu. Setelah itu satu sudut bibirnya terangkat ke atas lalu dia mendekat berbisik ke dekat telinga Azzahra.


" Lebih nikmat punya kamu."


Suara lembut dan sentuhan hangat di dekat telinga Azzahra membuat darahnya seketika berdesir, dia bahkan harus menahan nafasnya saat satu telapak tangan Gavin menangkup kedua rahangnya dan mengarahkan wajahnya hingga kini berhadapan dengan wajah tampan suaminya itu.


" Semuanya terasa lebih nikmat punyamu." Gavin lalu menunjuk bibir Azzahra, " Dari sini ..." Telunjuk Gavin kemudian mengarah ke dua asset milik Azzahra. " Sini ..." Kini jari Gavin berpusat di inti Azzahra. " Apalagi yang di sini. Semuanya jauh lebih nikmat punyamu." Gavin kemudian mengecup bibir Azzahra yang seolah sedang terhipnotis dengan ucapan suaminya tadi.


" Jadi, boleh 'kan aku merasakan lagi yang nikmat milikmu ini? Karena sepertinya aku mulai merasa kecanduan menikmatinya," ucap Gavin saat menjeda ciumannya.


Azzahra menelan salivanya, saat ini wajah penuh suaminya sudah memenuhi pandangannya karena posisi mereka yang sangat dekat. Bahkan setiap hembusan nafas Gavin terasa hangat menyentuh wajahnya. Sedangkan mata mereka berdua saling pandang seolah ingin menyelami dalamnya hati masing-masing. Dan Azzahra hanya bisa terdiam pasrah saat suaminya kini sudah menguasai seluruh tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Memberikan suatu rasa yang awalnya selalu dia tolak namun akhirnya kenikmatanlah yang dia rasakan.


Bersambung ...


Yang ingin tau/mengenal tentang Natasha silahkan mampir di sini 👇Kisahnya ga kalah seru dan ga kalah romantisnya dengan KCA ini


__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2